Cermati 4 Tanda Gejala Katarak pada Anak

Cermati 4 Tanda Gejala Katarak pada Anak

Artikel, Artikel Anak
Genetika dan infeksi selama kehamilan bisa menjadi faktor penyebab katarak pada bayi atau anak-anak. Penglihatan bayi berkembang secara cepat dalam beberapa bulan pertama kehidupan pertamanya. Namun, titik putih atau lensa keruh seperti saat seseorang melihat jendela yang berembun (katarak) tentu mengganggu penglihatan. Berikut sejumlah tanda bila anak mengalami katarak seperti dilansir laman WebMD: Anak-anak bahkan mungkin bayi tidak melihat langsung atau merespons wajah atau benda besar dan penuh warna yang ada di hadapannya. Mereka yang sudah bisa merangkak tidak dapat menemukan benda kecil saat ia merangkak di lantai bisa menjadi tanda dia menderita katarak. Anak mungkin cemberut, juling, atau melindungi matanya secara berlebihan saat berada di bawah sinar matahari. Hal ini terjadi karena dia mengalami silau yang disebabkan oleh katarak. Mata anak mungkin tidak…
Read More
Ini 8 Fakta Diabetes Merusak Organ Tubuh Secara Diam-Diam

Ini 8 Fakta Diabetes Merusak Organ Tubuh Secara Diam-Diam

Artikel, Artikel Umum
Secara pelan namun pasti, diabetes bisa merusak kesehatan anggota tubuh lainnya. Hal ini lantaran semua anggota tubuh akan dialiri dengan kandungan gula yang berlebih. Lalu apa dampak diabetes pada anggota tubuh yang lain? Dilansir dari Boldsky, ini dia penjelasannya. Merusak pembuluh darah Gula darah tinggi diketahui bisa merusak elastisitas pembuluh darah yang kemudian menyebabkan penyempitan. Beberapa komplikasi yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah adalah serangan jantung, stroke, hingga kerusakan organ. Merusak saraf Ketika sirkulasi darah memburuk selama bertahun-tahun, penderita diabetes juga bisa mengalami kerusakan saraf. Dampak yang paling umum terjadi adalah mati rasa di jari kaki, tangan, hingga kaki yang kemudian terkait dengan peningkatan cedera. Dapat menyebabkan gagal ginjal Menurut penelitian dari American Diabetes Association, 44% dari kegagalan ginjal terjadi akibat diabetes. Sebabnya pembuluh darah…
Read More
Waspadai, Katarak Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Waspadai, Katarak Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Artikel, Artikel Anak
Seiring bertambahnya usia, seseorang semakin berisiko terserang katarak. Menurut para ahli, penyakit ini seperti uban. “Katarak sepasti uban. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utama salah satunya usia,” ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok, beberapa hari lalu. Katarak terjadi bila lensa mata berubah menjadi keruh. Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak, yakni kemampuan penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya, dan ukuran kacamata yang kerap berubah. “Selain usia dan penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya,” kata Zeiras. Walau banyak diderita orang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya. “Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf…
Read More
Cermati 10 Tanda Tubuh Alami Dehidrasi

Cermati 10 Tanda Tubuh Alami Dehidrasi

Artikel, Artikel Umum
Sebanyak 70 persen kandungan tubuh manusia terdiri dari air. Karenanya, orang bisa hidup tanpa makan dalam waktu yang cukup lama, tapi tidak demikian kalau tanpa air. Itu sebab tubuh penting untuk selalu terhidrasi dengan cukup air, minimal 2 liter sehari. Sayang, masih banyak orang yang tidak memperhatikan masalah ini. Sekalinya minum, justru memilih minuman manis. Hal ini membuat tubuh bisa mengalami dehidrasi. Dilansir Boldsky, ada 10 tanda tubuh mengalami dehidrasi. Haus Kurang air membuat tubuh cepat letih dan merasa haus. Saat haus dan kurang asupan air, segera atasi dengan dorongan untuk mengemil sesuatu sehingga tubuh dapat mengambil air dari makanan. Mulut kering Jika bagian dalam mulut kering, ini menjadi satu tanda Anda sudah dehidrasi berat. Mengantuk Dehidrasi menimbulkan kelelahan ekstrem dan dorongan untuk tidur.…
Read More
Jangan Gampang Mengkritik Karya Anak!

Jangan Gampang Mengkritik Karya Anak!

Artikel, Artikel Anak
Banyak orangtua begitu melihat hasil gambar anak-anaknya langsung melontarkan kritik yang terkadang tidak mengenakan. Sebelum menilai, Anda harus memahami bahwa menggambar adalah sarana yang anak untuk mengekspresikan diri. Sebelum mereka benar-benar bisa menulis, menggambar adalah aktivitas pertama yang mereka lakukan. Sayangnya tak sedikit orangtua yang langsung melakukan penilaian menjatuhkan. “Kamu gambar apa sih, kok jelek?” atau “Kok ibu kamu gambar jelek, yang cantik dong.” Padahal, kita orang dewasa kalau dikritik, bisa mental block. “Mereka pun bisa seperti itu, ‘udah lah enggak usah bikin apa-apa’,” kata Desainer produk dari Universitas Paramadina Hendriana Wedhaningsih. Lantas, apa yang seharusnya bisa dilakukan orangtua? Hendriana menyarankan agar orangtua mengapresiasi hasil karya gambar sang anak. Apresiasi bukan sekadar ‘gambar kamu bagus ya’, namun bisa seperti ‘oh gambar apa, nak? Tolong ceritain dong’. Dari situ, sang…
Read More
Astaga, Kanker Usus Jadi Penyebab Kematian Kedua Terbesar Kaum Pria

Astaga, Kanker Usus Jadi Penyebab Kematian Kedua Terbesar Kaum Pria

Artikel, Artikel Umum
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan, kanker kolorektal atau kanker usus besar merupakan penyebab kematian kedua terbesar untuk pria dan penyebab kematian ketiga terbesar untuk perempuan. Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektrum. Umumnya, kanker ini bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan dalam usus besar serta rektum. Menurut Prof. Dr. Aru W. Sudoyo, SpPD- KHOM, FACP, FINASIM., Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jakarta, Selasa (3/4), “Untuk laki-laki, pertama itu kanker paru, kedua kanker kolorektal dan prostat. Tapi kalau wanita yang pertama masih kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal.” Sementara, data GLOBOCAN 2012 menunjukkan insiden kanker koloraktal di Indonesia 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa dengan tingkat kematian 9,5% dari seluruh kanker. Bahkan,…
Read More
Penyakit Difteri Apa Sih Gejalanya?

Penyakit Difteri Apa Sih Gejalanya?

Artikel, Artikel Anak
Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini? Penyakit ini muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan. Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit. Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, sulit menelan, demam dengan suhu rendah sekitar 38 derajat celcius, kurang nafsu makan, sesak napas disertai bunyi, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck)…
Read More
Ini 6 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya

Ini 6 Tipe Sakit Kepala dan Penyebabnya

Artikel, Artikel Umum
Banyak orang mengalami sakit kepala dalam intensitas yang tergolong sering dan cukup serius. Lantas, tak sedikit pula dari mereka yang mengabaikan, dan tidak tahu penyebab sakit kepala tersebut. Padahal, ada banyak tipe sakit kepala dan penyebabnya. Tipe sakit kepala yang kita alami ternyata bisa memiliki arti yang berbeda bagi kondisi kesehatan. Dokter Luke Powles, Kepala Dokter di Klinik Kesehatan Bupa, di London Inggris, mencoba menjelaskannya, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.co.uk, bahwa ada 6 tipe sakit kepala seperti dijelaskan berikut: Sakit kepala tegang (tension headache) Tension headache adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami. Mereka yang mengalaminya merasakan sakit kepala konstan di kedua bagian kepala, belakang mata atau terkadang leher. “Banyak pula yang merasa kepalanya seperti diikat,” kata Powles. Tipe sakit kepala ini…
Read More
Gali Bakat Anak Sedini Mungkin

Gali Bakat Anak Sedini Mungkin

Artikel, Artikel Anak
Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini sudah menjadi tugas orangtua. Bukankah akan membanggakan melihat si kecil melakukan hal yang ia sukai dan menjadi bakatnya seperti menyanyi, menggambar, atau mungkin memasak? Setelah mengetahui minat dan bakat anak, orangtua perlu mendorongnya untuk mengembangkan bakat tersebut. Untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat anak, Ibu dan Ayah perlu terlibat secara langsung. Fred Edward Fiedler, seorang pakar psikologi dari University of Washington mengungkapkan, ketersediaan waktu menjadi salah satu kunci sukses mengembangkan minat dan bakat anak. Orangtua beserta anak harus secara bersama-sama mengeksplorasi apa yang dimiliki anak. Namun, hal ini kadang jadi penghalang mengingat Ibu dan Ayah sibuk bekerja sehingga tak punya banyak waktu berinteraksi dengan anak. Menurut Fred, Ayah dan Ibu juga harus menyediakan tenaga…
Read More
Yuk, Kenali Gangguan Tidur “Baru”, Namanya Orthosomnia

Yuk, Kenali Gangguan Tidur “Baru”, Namanya Orthosomnia

Artikel, Artikel Umum
Selama ini kita mengenal gangguan tidur yang bernama insomnia. Dari studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine, ditemukan ada sebuah gangguan tidur baru yang disebut orthosomnia. Gangguan tidur ini terjadi pada orang-orang yang terlalu terbobsesi dengan hasil pelacak tidur dan kebugaran. Mereka terlalu terobsesi mendapatkan tidur sempurna, sehingga berdampak buruk pada diri mereka sendiri. “Penggunaan alat pelacak tidur meningkat dengan cepat dan mendorong orang memiliki kesempatan melacak pola tidur mereka,” ungkap salah satu peneliti yang dikutip oleh The Independent. Peningkatan ini terjadi karena orang-orang yang mengalami insmonia mencari cara untuk pengobatan. Mereka mengandalkan data dari pelacak tidur dan mengejar ‘hasil positif’. Sayangnya, keberadaan alat pelacak tersebut justru berdampak sebaliknya untuk orang-orang yang tidak memiliki gangguan tidur. Mereka meyakini bahwa mereka menderita…
Read More