Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
Dewasa ini, kanker pun dengan mudah menyerang anak-anak. Meski begitu, ada pembedaan kanker yang menerpa orang dewasa dengan anak-anak. Ini lantaran faktor risiko gaya hidup dan lingkungan tidak begitu berperan. Anak-anak, terutama bayi yang terserang kanker  biasanya dikarenakan perubahan atau kelaian yang DNA saat baru lahir. Dengan perkembangan teknologi medis, lebih dari 80 persen anak-anak dengan kanker  sekarang bertahan hidup lima tahun atau lebih. Kanker  masih menjadi penyebab kematian kedua pada anak-anak di bawah 15 tahun selain kecelakaan. Kanker pada anak-anak terkadang sulit untuk dikenali karena sering dikira dengan benjolan atau luka biasa. Dilansir dari roserllpark, secara medis, ternyata ada 5 jenis kanker  yang paling sering dialami anak-anak. Leukemia Limfoblastik Akut Kanker yang terjadi pada masa kanak-kanak yang paling umum adalah, Lymphoblastic Leukemia Akut. Ada sekitar 34 persen dari anak-anak  penderita kanker adalah kanker jenis…
Read More
Kenali 6 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Mudah Dideteksi

Kenali 6 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Mudah Dideteksi

Artikel Umum, Artikel
Angka kematian akibat penyakit tidak menular terus meningkat. Serangan jantung menjadi salah satu ancaman tertinggi. Berdasarkan Data Studi Beban Penyakit yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, misalnya, menyebutkan bahwa pada 2016, sebanyak 54,7 juta orang meninggal di seluruh dunia. Dari jumlah itu, hampir tiga perempatnya (72,3 persen) berasal dari penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker. Bila ditengok ke belakang, selama satu dekade sejak 2006, terjadi peningkatan sebesar 16 persen atau 5,5 juta orang. Biang keladi terbesar adalah penyakit jantung iskemik yang membuat 9,5 juta orang meninggal. Dengan tingginya risiko penyakit jantung, tentunya kita perlu mengetahui gejala awal penyakit tersebut agar tindakan bisa segera dilakukan. Kelelahan Menurut Kardiolog di Northwell Health, Dr. Stacey E. Rosen, MD, kelelahan adalah salah satu gejala umum penyakit jantung.…
Read More
Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Artikel Anak, Artikel
Bagi anak-anak, olahraga adalah salah satu aktivitas menyenangkan bagi anak dengan segudang manfaat. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada dunia olahraga sedini mungkin. Bukan hanya manfaat kesehatan, bahkan, mengajarkan anak olahraga sejak kecil akan memberikan keterampilan lain yang mungkin tidak dimiliki teman-temannya. Lalu, olahraga apa yang tepat untuk mereka? Usia 6-9 Perhatian anak usia 6-9 tahun masih cenderung pendek. Pemberian instruksi yang terlalu rumit akan sulit dipahami. Anak membutuhkan petunjuk yang singkat, jelas, dan sedikit demi sedikit. Olahraga yang membutuhkan strategi khusus masih sulit diserap anak sehingga justru akan membuatnya bingung. Sesuaikan juga dengan kemampuan motorik anak pada usia ini. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain: Lari Bermain bola Olahraga senam/gimnastik Renang Olahraga bela diri Usia 10-12…
Read More
Lawan Stroke Dengan Mengendalikan Faktor Risiko

Lawan Stroke Dengan Mengendalikan Faktor Risiko

Artikel Umum, Artikel
Salah satu yang menjadi faktor risiko tertinggi seseorang terserang stroke adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes.  Menurut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Jakarta dr Mursyid Bustami, kedua hal tersebut menjadi penyebab seseorang terserang stroke. Faktor lainnya adalah usia, ras, kekentalan darah, obesitas, penyakit gangguan irama jantung (aritmia), stres, kolesterol tinggi, minum alkohol dan merokok. “Makin banyak (faktor) yang dimiliki seseorang, dua, tiga, itu makin besar kemungkinan stroke,” jelas dr Mursyid. Meski demikian, stroke dapat dicegah. Seperti diketahui, deteksi dini penyakit stroke penting untuk diketahui lantaran penyakit ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecacatan, bahkan kematian. Apalagi stroke kerap terjadi secara tiba-tiba. “Stroke dapat dicegah. Caranya kendalikan faktor risiko,” tandasnya. Sementara, hingga saat ini stroke masih…
Read More
Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Artikel, Artikel Anak
Cacingan sangat mungkin terjadi pada anak-anak. Ini lantaran pola hidup anak yang kerap tidak terkontrol oleh para orangtua. Anak yang terkena cacingan jangan dipandang remeh. Cacing yang masuk ke dalam tubuh bisa berkembang biak, yang akhirnya menghambat tumbuh dan kembang anak. Anak-anak yang menderita cacingan kronis bisa mengalami penurunan berat badan hingga perkembangan otak. Sebelum terlambat, ada baiknya mengetahui lebih dulu ciri-ciri anak yang mengalami cacingan.  Berikut ini, tiga gejala spesifik anak dengan kondisi cacingan: Kurang nafsu makan   Gejala ini memang dianggap kurang spesifik, karena beberapa kondisi lain pada anak juga ditandai dengan gejala yang sama. Sebut saja seperti masa tumbuh gigi, atau mengalami radang tenggorokan. Tapi, secara umum, kurang nafsu makan atau anoreksia juga bisa karena infeksi pencernaan yang disebabkan cacingan. “Kenapa…
Read More
Ada Banyak Manfaat Tertawa Bagi Penderita Kanker

Ada Banyak Manfaat Tertawa Bagi Penderita Kanker

Artikel, Artikel Umum
Tidak hanya bisa membuat seseorang lebih bahagia, tertawa juga dapat membuat sel imun menjadi lebih kuat. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Osaka International Cancer Institute kepada 70 pasien kanker. Dilansir Japan Times, setiap responden diminta mengikuti pertunjukan komedi rakugo dan manzai serta dua pertunjukan komedi tradisional Jepang. Hasilnya, kelompok yang menonton pertunjukan komedi, minimal seminggu sekali, memiliki sel imun lebih efektif membunuh sel kanker. “Penelitian kami menunjukkan bahwa komedi yang membuat seseorang tertawa bisa mengurangi rasa nyeri dan bermanfaat untuk sel imun, terutama pada pasien kanker,” kata peneliti Nariaki Matsuura dari Osaka International Cancer Institute. Berdasarkan penitian, diketahui sel imun yang menyerang sel kanker menjadi lebih efektif ketika banyak tertawa. Ini berhubungan dengan bertambahnya produksi interleukin 12B, protein yang bertugas mencegah penyebaran…
Read More
Jangan Larang Anak Main di Luar Rumah

Jangan Larang Anak Main di Luar Rumah

Artikel, Artikel Anak
Rasa khawatir terhadap kotor dan infeksi membuat banyak orangtua membatasi gerak buah hatinya, khususnya saat bermain. Mereka pun lebih menyukai apabila anak-anak memilih bermain di dalam rumah dengan gadget milik mereka. Padahal, bermain di luar rumah dengan banyak melibatkan aktivitas fisik memberikan banyak manfaat. Tak hanya mengasyikan, bermain di luar rumah mampu mendorong stimulasi motorik dan psikologis anak yang akan membantu perkembangannya. Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, “Anak-anak kita kurang olahraga dan bergerak. Senam pagi (di sekolah) sudah ditinggalkan, padahal aktivitas bermain bersama itu bermanfaat untuk psikomotorik, sosial, emosional, moral dan kreatifitas”. Sementara untuk jenis permainan, pria yang akrab disapa Ka Seto ini menyarankan memainkan permainan tradisional. Mulai dari gobak sodor, bentengan hingga petak umpet. Menurutnya, permainan tersebut mengajarkan banyak…
Read More
Kanker Usus Besar Bisa Dicegah Dengan Vitamin D

Kanker Usus Besar Bisa Dicegah Dengan Vitamin D

Artikel, Artikel Umum
Penelitian terbaru dari Journal of the National Cancer Institute menunjukkan bahwa vitamin D bisa mencegah kanker kolorektal atau kanker usus besar. Sementara, jika kekurangan vitamin D, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut. “Baik pria maupun wanita, level kekurangan vitamin D dikaitkan dengan 30 persen peningkatan risiko kanker kolorektal. Orang yang memiliki cukup vitamin D dalam darahnya, 22 persen memiliki risiko lebih rendah,” kata ahli epidemiologi nutrisi dari American Cancer Society sekaligus penulis penelitian tersebut, Marji McCullough. Dilansir dari NPR Health, penelitian ini mengumpulkan 17 studi yang lalu dan melibatkan 12.813 responden dewasa di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Penelitian ini meninjau 5.706 pengidap kanker kolorektal dan 7.107 orang dalam usia dan ras yang sama namun tidak mengalami kanker juga wanita dalam masa menopause.…
Read More
Hindari Si Kecil dari Cacingan

Hindari Si Kecil dari Cacingan

Artikel, Artikel Anak
Penyebaran infeksi cacing lebih disebabkan kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja baik orang dewasa hingga anak-anak. Gejala-gejala penyakit cacingan pun kadang tampak samar. Umumnya, gejala cacingan yang dikeluhkan bisa berupa sakit perut, diare, mual, muntah, tidak nafsu makan hingga penurunan berat badan. Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih berat. Mulai dari anemia, menghambat perkembangan fisik, kecerdasan, dan lainnya. Karena itu, penting untuk mengetahui pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut tips mudah terhindar dari penyakit cacingan menurut Brand Manager Combantrin, Rays Mitchelle. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat. Seperti GERMAS (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan Cuci tangan setelah bermain Gunakan alas kaki Melakukan…
Read More
Tak hanya Fisik, Ini 7 Masalah Stunting

Tak hanya Fisik, Ini 7 Masalah Stunting

Artikel, Artikel Anak
Di Indonesia, stunting masih menjadi persoalan yang krusial. Pada dasarnya, stunting bukan saja menghambat pertumbuhan fisik, di mana anak sulit tumbuh tinggi, tetapi juga menyebabkan masalah lain. Tercatat 9 juta anak mengalami stunting. Angka ini tergolong tinggi dan hampir sama dengan jumlah penduduk satu negara. Ada tiga hal yang membuat tingginya jumlah stunting di Indonesia, apa saja? Menurut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjoyo dalam acara Stunting Summit di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa waktu lalu, “Nomor satu karena ketidaktahuan masyarakat akan stunting, kurang mengerti mengelola makanan meski lumbung padi banyak.” Kedua, tidak tersedianya sanitasi air bersih yang baik. Kondisi ini juga dipicu dengan kebiasaan masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat serta infrastruktur dasar di desa seperti minimnya air bersih…
Read More