Limfoma, Kanker Mematikan yang Kerap Terabaikan

Artikel
Limfoma, Kanker Mematikan yang Kerap Terabaikan - Kanker kelenjar getah bening atau limfoma belumlah sepopuler jenis kanker lain seperti kanker serviks atau kanker payudara. Padahal penyakit ini juga berbahaya dan mematikan. Limfoma adalah jenis kanker yang berawal dari sel-sel yang disebut limfosit (sel darah putih). Pada kanker, limfosit berproliferasi lebih cepat dan hidup lebih lama dibandingkan limfosit normal. Ini tentu berbahaya, sebab limfosit sendiri merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh atau imun. Limfosit berasal dari nodus limfa, yang merupakan salah satu organ penting dalam sistem kekebalan tubuh. Limfosit juga terdiri dari jaringan-jaringan limfosit seperti limfa, sumsum tulang, serta organ-organ lainnya. Menurut Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, dari RS Cipto Mangunkusumo, jika dideteksi sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat dari tim medis yang kompeten, limfoma dapat disembuhkan. “Karena…
Read More

Jarang Berkomunikasi Dengan Anak, Ini Efeknya….

Artikel
Efek Jarang Berkomunikasi Dengan Anak - Permasalahan komunikasi ternyata tidak hanya dialami oleh anak-anak yang terpisah jarak dengan orangtuanya, tetapi juga orangtua dan anak yang tinggal serumah. Padahal, minimnya komunikasi membuat hubungan orangtua dan anak kurang dekat secara psikologis. Jika pada keluarga yang tinggal terpisah memiliki hambatan komunikasi karena tidak dekat secara fisik, maka pada keluarga modern, kehadiran gadget-gadget canggih tanpa disadari menyebabkan hilangnya komunikasi dan kehangatan keluarga. Ketergantungan pada gadget membuat masing-masing anggota keluarga menjalani kesibukannya. Bahkan meski berada dalam satu ruangan yang sama, mereka tidak saling berkomunikasi secara mendalam. ”Banyak orang masih mengira kedekatan fisik saja sudah cukup, padahal perlu juga diciptakan komunikasi mendalam dengan pasangan dan juga anak-anak,” kata psikolog Anna Surti Ariani, MSi., yang akrab disapa Nina di Jakarta, beberapa waktu lalu. Untuk anak berusia kurang dari…
Read More

Perubahan Kepribadian Gejala Awal Demensia dan Alzheimer

Artikel
Perubahan Kepribadian Gejala Awal Demensia dan Alzheimer - Demensia atau penyakit pikun merupakan penyakit yang menyerang orang-orang lanjut usia (lansia). Penyakit ini membuat bagian penyimpanan memori di otak terganggu sehingga pasien sangat rentan mengalami lupa berulang yang disebut sebagai alzheimer. Menurut sekelompok peneliti dan pakar dalam Alzheimer's Association International Conference di Toronto, Kanada, gejala awal demensia dan alzheimer kini bisa dideteksi melalui serangkaian pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini berhubungan dengan perubahan kepribadian yang dialami lansia. “Sebagian besar orang berpikiran bahwa alzheimer adalah gangguan pada sistem memori. Padahal melalui beragam penelitian, diketahui alzheimer tidak hanya memengaruhi sistem memori saja, namun juga kepribadian seseorang,” tutur Nina Silverberg, Direktur Alzheimer's Disease Centers Program dari National Institute on Aging. Dr Zahinoor Ismail dan rekan-rekanya dari University of Calgary, menyusun satu set instrumen diagnosis gangguan kepribadian ringan…
Read More

7 Cara Agar Anak Doyan Makan Sayur dan Buah

Artikel
7 Cara Agar Anak Doyan Makan Sayur dan Buah - Sebagian anak kurang suka makan sayur dan buah. Bukan perkara mudah bagi orangtua tentunya untuk membujuk anak untuk makan sayur dan buah. Namun, bukan berarti ayah dan ibu tak bisa mengakali agar anak tertarik untuk makan sayur dan buah. Psikologi anak dan keluarga Anna Surti Ariani, SPsi, MSi., memberi tips penting agar anak doyan makan sayur dan buah: Kenalkan si kecil pada sosok buah dan sayur Misalnya menggunakan boneka, orangtua bisa mengenalkan anak berbagai macam sayur. Atau misalnya melalui gambar. Cara seperti itu bisa membuat anak merasa semangat karena apa yang ia lihat di piring makannya, ternyata terwujud dalam bentuk yang lebih besar. Ceritakan dongeng tentang makanan Membacakan cerita dengan tokoh sayur dan buah menurut Nina ampuh membuat anak tertarik…
Read More

Vaksin Cegah Komplikasi Flu pada Penderita Diabetes

Artikel
Vaksin Cegah Komplikasi Flu pada Penderita Diabetes - Flu pada penderita diabetes bisa mengakibatkan komplikasi serius, seperti pneumonia, bronkitis, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebabnya, diabetes membuat kekebalan tubuh seseorang menjadi sangat rendah sehingga tubuh tak mampu melawan infeksi. Sebuah studi terbaru juga menyebutkan, vaksin flu menurunkan risiko pasien diabetes dirawat akibat masalah kardiovaskular atau pernapasan. “Dampak potensial dari vaksin influenza adalah mengurangi penyakit serius dan kematian pada penderita diabetes, serta menyoroti pentingnya memperbarui upaya untuk memastikan bahwa penderita diabetes menerima vaksin ini setiap tahun,” ujar penulis utama studi Dr Eszter Vamos, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Imperial College London seperti dikutip Foxnews. Vamos dan rekannya menganalisis data selama tujuh tahun pada 125 ribu penderita diabetes tipe 2 di Inggris, yang kebanyakan lanjut usia, obesitas, dan menderita penyakit lain. “Penelitian menunjukkan,…
Read More

5 Makanan Terburuk untuk Bayi yang Harus Dihindari

Artikel
5 Makanan Terburuk untuk Bayi yang Harus Dihindari - Sejak bayi sebaiknya orangtua menghindari memberinya makanan yang tidak baik untuk tumbuh kembangnya. Junk food dan makanan cepat saji jadi salah satu makanan terburuk untuk bayi. Berbagai jenis makanan buruk ini dapat menghambat pertumbuhan anak. American Dietetic Association (ADA), Christine Gerbstadt mengungkapkan daftar makanan yang perlu dihindari, sebagai berikut: Soda Meskipun soda memang hal yang harus dihindari bayi, ternyata ada banyak orangtua yang membiarkan bayi mengonsumsi minuman ini. Pada 2009, ADA membuat survei dari 3.000 keluarga yang mengungkapkan data bahwa ada orangtua yang memberikan bayi soda pada usia 7 bulan. Jenis minuman ini sama sekali tidak memberikan nutrisi bagi bayi dan dapat merusak pertumbuhan giginya karena kandungan gulanya. Sari buah/ jus Sari buah memang berasal dari buah, namun serat dalam buah…
Read More

Penderita Hipertensi Butuh Peran Keluarga

Artikel
Penderita Hipertensi Butuh Peran Keluarga - Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang memicu kondisi lain, seperti penyakit jantung. Hanya saja hipertensi masih dapat dikendalikan. Nah, agar seseorang terhindari dari penyakit tersebut, dibutuhkan peran keluarga dan perbaikkan gaya hidup. Seperti apa? Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Rossana Barack SpJP(K) FIHA mengatakan pengendalian faktor risiko hipertensi bisa dilakukan dengan perbaikan gaya hidup. Salah satunya dengan penerapan pola hidup sehat, seperti penurunan berat badan dan mengurangi asupan garam. Selain itu, perbanyak sayur dan buah-buahan, olahraga teratur, hindari stres, tidak merokok, serta menghindari minuman beralkohol. “Kerugian pun bukan hanya terjadi pada dirinya, tetapi juga menjadi beban keluarga dan masyarakat. Untuk itu diperlukan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi karena penderita hipertensi bisa mengonsumsi obat dalam jangka panjang,” kata Rossan Barack dalam siaran resminya .…
Read More

5 Kiat Cegah Anak Kecanduan “Gadget”

Artikel
5 Kiat Cegah Anak Kecanduan “Gadget” - Di era digital ini pasti banyak anak yang kerap menghabiskan banyak waktu di depan layar baik layar handphone maupun televisi. Tidak hanya mengganggu perkembangan otaknya, kebiasaan buruk ini dapat mengganggu kesehatannya. Malas bergerak akan membuat si kecil mudah sakit. Untuk itu, Mama perlu mencegah anak kecanduan gadget dengan cara berikut ini: Menyiapkan jadwal rutin Anak adalah sosok yang mudah untuk melakukan sebuah kebiasaan. Maka, orangtua harus menghentikan kebiasaan anak dengan kebiasaan baru. Meskipun membutuhkan waktu, kondisi ini akan membantu si kecil tidak ketergantungan pada perangkat elektronik. Misalnya setelah selesai sarapan, biasakan meluangkan waktu untuk bermain di luar ruangan. Kebiasaan rutin ini akan membuatnya terbiasa melakukan aktivitas fisik dibanding melihat gadget saja. Jangan fokus pada kegiatan olahraga saja Melakukan kegiatan fisik tidak hanya seputar…
Read More

4 Manfaat Silahturahmi Bagi Kesehatan

Artikel
4 Manfaat Silahturahmi Bagi Kesehatan - Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa silahturahmi saat mudik memiliki banyak manfaat. Tak hanya menghilangkan rasa rindu dan saling maaf memaafkan, silahturahmi juga dipercaya baik untuk kesehatan. Berikut beberapa manfaat silahturahmi untuk kesehatan: Panjang umur Peneliti mengungkapkan, bahwa mereka yang memiliki dukungan sosial yang kuat akan lebih panjang umur dibandingkan yang terisolasi. Menikmati kesehatan fisik Berteman dan bergaul dengan banyak orang dipercaya bisa meningkatkan sistem imun. Terutama pada mereka yang sudah lansia. Dengan meningkatnya sistem imun, seseorang tidak akan mudah sakit. Kesehatan mental lebih baik Kurangi rasa depresi dengan berinteraksi dengan banyak orang. Kegiatan ini juga bisa meningkatkan perasaan bahagia. Anda juga bisa mendapatkan kebahagiaan dengan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat. Menurunkan risiko demensia Bersosialisasi juga memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan otak. Salah satunya menurunkan risiko…
Read More

Anak Susah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya

Artikel
Anak Susah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya - Siapa yang tidak senang dengan camilan? Si kecil pun pasti senang mengonsumsi makanan kecil. Camilan memang penting untuk tumbuh kembangnya, karena si kecil membutuhkan banyak kalori di samping waktu makan besar. Namun, ada banyak kesalahan saat memberi camilan yang jadi penyebab anak susah makan. Tidak ada waktu makan camilan Meski dengan porsi kecil, bukan berarti si kecil diperbolehkan makan sepanjang hari. Hal ini dapat berdampak buruk pada pola makannya di kemudian hari. Ia dapat makan berlebihan saat dewasa nanti. Orangtua perlu menentukan jadwal rutin, waktu untuk camilan seperti beberapa jam setelah sarapan dan pada sore hari. Memberi makan terus menerus saat berada di perjalanan Saat di mobil atau di kereta dorong, si kecil cenderung bosan dan mudah rewel. Untuk menenangkannya, camilan menjadi “senjata”.…
Read More