Pengguna Jasa Harus Aware Kesehatan Mental Caregiver

Pengguna Jasa Harus Aware Kesehatan Mental Caregiver

Artikel Umum
Kesehatan mental seorang pengasuh (caregiver) menjadi hal penting yang juga harus menjadi perhatian para pengguna jasanya. Sebab, dalam proses pengasuhan, para pengasuh sering kali mengabaikan kesehatan fisik dan mental mereka sendiri yang akhirnya menyebabkan kelelahan, terutama bila merawat pasien yang berpenyakit kronis. “Kelelahan yang dialami perawat dapat terwujud dalam berbagai cara, dengan beberapa tanda peringatan umum adalah kelelahan kronis, yang melibatkan perasaan terkuras terus-menerus, baik secara fisik maupun emosional,” ucap Samara Mahindra, CEO dan Pendiri Carer di India. Mahindra mengungkap tanda lain seperti mudah tersinggung dan perubahan suasana hati, di mana pengasuh menjadi mudah frustrasi atau cemas karena tekanan tanggung jawab para pengasuh. Penarikan diri dari aktivitas sosial dan pertemanan juga merupakan tanda yang memprihatinkan, karena pengasuh mungkin mengasingkan diri. Gangguan tidur sering dialami,…
Read More
Bikin Batasan Terlalu Ketat Rusak Mental Anak

Bikin Batasan Terlalu Ketat Rusak Mental Anak

Artikel Umum
Menjadi orangtua yang baik membutuhkan upaya lebih karena teknik mengasuh anak yang paling efektif tidak selalu bersifat bawaan. Banyak orangtua yang penuh perhatian percaya bahwa dengan menetapkan dan menegakkan batasan secara ketat, mereka melakukan yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun pola asuh yang terlalu ketat menyebabkan masalah perilaku pada anak, meski Anda harus memaksa mereka patuh untuk sementara waktu. Dikutip dari laman Hindustan Times, dalam sebuah penelitian pada tahun 2015, para peneliti di Royal University of Phnom Penh menemukan bahwa lebih dari 60 persen mahasiswa dan staf menderita kecemasan atau depresi, dan beberapa orang mengaitkan kondisi ini dengan pola asuh yang keras. Pola asuh otoriter bersifat kaku dan dikaitkan dengan hasil yang buruk. Pada pola asuh ini, orangtua tidak ingin membicarakannya atau mendengar apa yang…
Read More
Pakar Sebut Waktu Maksimal Tahan Berkemih Agar Tak Kena Prostat

Pakar Sebut Waktu Maksimal Tahan Berkemih Agar Tak Kena Prostat

Artikel Umum
Sejatinya, tak ada batasan waktu maksimal seseorang dapat menahan berkemih agar tak terkena peradangan prostat atau prostatitis, mengingat metabolisme tubuh setiap orang berbeda. Hal tersebut dikatakan pakar urologi lulusan Universitas Indonesia dr Hilman Hadiansyah, Sp.U. “Untuk berapa lama berkemih itu tergantung metabolisme orang-orang. Misalnya kerjanya di luar, suhu panas, mungkin dia akan cenderung lama untuk ke kamar mandi. Tetapi kalau kerjanya di dalam ruangan, dalam ruangan AC, dingin, akan lebih sering ke kamar mandi,” kata dia. Namun, lanjutnya, ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi karena menahan berkemih dapat menempatkan seorang pria berisiko terkena prostatitis. “Karena kalau sering menahan buang air kecil di situ akan terjadi kolonisasi bakteri. Urine itu sebaiknya first in first…
Read More
Ini Masalah Prostat yang Berisiko Dialami Kaum Pria

Ini Masalah Prostat yang Berisiko Dialami Kaum Pria

Artikel Umum
Para pria berisiko mengalami masalah prostat, baik itu radang prostat atau prostatitis, pembesaran prostat jinak (BPH) atau bahkan kanker prostat yang dapat menurunkan kualitas hidup serta menyebabkan kematian. Prostat merupakan kelenjar kecil dalam sistem reproduksi pria, menghasilkan cairan putih kental yang bercampur sperma dari testis untuk membentuk air mani. Di antara masalah yang bisa melingkupi kelenjar ini, radang prostat termasuk salah satunya. Dokter spesialis urologi RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, dr Hilman Hadiansyah, Sp. U, mengatakan radang prostat atau prostatitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini dapat terjadi pada setiap usia tetapi lebih sering pada usia di bawah 50 tahun dan sebanyak 8,2 persen laki-laki akan mengalami kondisi ini selama hidupnya. Mereka yang terkena prostatitis biasanya mengalami nyeri di daerah selangkangan, mulut…
Read More
Aktif Sedari Muda Berguna Sampai Tua

Aktif Sedari Muda Berguna Sampai Tua

Artikel Umum
Sebuah studi bertajuk “Fit in 50 Years Participation in High School Sports Best Predicts One’s Pyhsical Activity After Age 70” mengungkapkan bahwa aktif bergerak sejak dini memberikan banyak manfaat positif, salah satunya adalah membuat seseorang lebih terbuka terhadap pengalaman baru, selalu tergerak untuk mencoba hal-hal baru layaknya petualang, termasuk tetap aktif berolahraga dan menjaga kebugaran pada usia 75 tahun. Hasil studi tersebut dipaparkan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga & Ketua Bidang Penelitian Pengembangan dan Survei Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) DR Dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO. Dokter yang akrab disapa Tata itu mengatakan, manfaat aktif bergerak sejak dini terbukti dirasakan saat seseorang beranjak dewasa. Studi yang dilakukan terhadap para veteran Perang Dunia II mengungkapkan bahwa hal terkuat yang bisa memprediksi kesejahteraan…
Read More
Ini Resoluasi Tahun Baru Bagi Pasien Penyakit Kronis

Ini Resoluasi Tahun Baru Bagi Pasien Penyakit Kronis

Artikel Umum
Kebanyakan orang membuat resolusi saat masuk tahun yang baru, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis. Ada beberapa langkah yang dapat mereka lakukan untuk mewujudkan resolusi Tahun Baru. Jangan membandingkan diri dengan orang lain Di tahun baru, seseorang mungkin mendengar lebih banyak tentang tujuan profesional yang ingin dicapai orang. Hal ini dapat menyebabkan dia bersikap keras pada diri sendiri, terutama jika tiba-tiba menghadapi gejala baru atau gejala yang memburuk, yang bisa menyita waktu. “Sangat sulit, terutama dengan penyakit kronis di masa dewasa muda untuk membandingkan diri dengan orang lain,” kata Pendiri dan Direktur Eksekutif Generation Patient yang hidup dengan kolitis ulserativa Sneha Dave. Menurutnya, seseorang berada di garis waktunya sendiri, dan tidak ada yang seharusnya membuat dia merasa tertinggal. Luangkan waktu untuk makan siang Salah…
Read More
Mengenal Penyebab Varises di Kaki

Mengenal Penyebab Varises di Kaki

Artikel Umum
Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang terletak di bawah permukaan kulit, termasuk di area kaki. Varises di kaki disebabkan oleh pelemahan atau kerusakan dinding dan katup pembuluh vena. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko varises, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat varises di dalam keluarga. Varises dapat disebabkan oleh pelemahan atau kerusakan pada katup dan dinding pembuluh darah vena yang terdapat di kaki. Dinding pembuluh darah vena di kaki dapat melebar dan kehilangan elastisitasnya sehingga akan melemahkan katup di dalamnya. Katup di dalam pembuluh darah vena akan terbuka sehingga darah bisa masuk dan tertutup kembali sehingga darah tidak mengalir mundur. Ketika katup pembuluh darah vena ini tidak bekerja dengan baik, darah akan bocor dan mengalir mundur. Kondisi…
Read More
Usia Bertambah Indera Penciuman Melemah

Usia Bertambah Indera Penciuman Melemah

Artikel Umum
Menurunnya kemampuan indera penciuman adalah faktor umum yang terjadi seiring bertambahnya usia. Selain faktor internal, faktor eksternal juga dapat mempengaruhi kemampuan indera penciuman seseorang. Melemahnya penciuman disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan pada struktur dan fungsi hidung serta penurunan jumlah reseptor penciuman. Hilangnya kepekaan terhadap bau juga dikenal sebagai anosmia. Kemampuan mencium bergantung pada kesehatan lapisan rongga hidung, saluran hidung yang terbuka, dan fungsi normal saraf penciuman. Masalah dengan satu atau lebih dapat menyebabkan hilangnya penciuman. Penyebab paling umum adalah masalah hidung, seperti polip hidung, sinus tersumbat, dan alergi musiman. Kemungkinan lainnya adalah adanya masalah pada bagian sistem saraf yang bertanggung jawab atas penciuman. Salah satu faktor utama yang menyebabkan melemahnya indera penciuman seiring bertambahnya usia adalah penurunan jumlah reseptor penciuman di hidung. Ketika…
Read More
Waspadai, Duduk Diatas 10 Jam Sehari Potensi Idap Demensia

Waspadai, Duduk Diatas 10 Jam Sehari Potensi Idap Demensia

Artikel Umum
Penelitian yang diterbitkan awal pekan ini di JAMA menemukan bahwa duduk diam selama 10 jam atau lebih setiap hari, berpotensi terkena demensia, istilah umum untuk hilangnya fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kehilangan ingatan, kebingungan, dan kesulitan mengungkapkan pikiran. “Salah satu hal paling menarik yang saya temukan tentang penelitian ini adalah mengenai risiko yang terkait dengan demensia, total waktu yang dihabiskan untuk tidak banyak bergerak lebih penting daripada akumulasi waktu tersebut,” kata Daniel Aslan, kandidat PhD di bidang manusia dan biologi evolusi di Departemen Ilmu Biologi Universitas Southern California. Penelitian juga menunjukkan duduk terlalu lama dapat menyebabkan perkembangan kanker, sakit punggung, dan banyak masalah kesehatan lainnya. Tapi apa hubungannya antara kebanyakan duduk dengan demensia? Penelitian dilakukan melalui UK Biobank, sebuah gudang data medis dari setengah juta…
Read More
Kenali Apa Itu Mycoplasma Pneumoniae

Kenali Apa Itu Mycoplasma Pneumoniae

Artikel Umum
Akhir-akhir ini, masyarakat dihebohkan dengan penyakit menular misterius yakni mycoplasma pneumoniae yang menyerang anak-anak di China. Berbeda dengan virus seperti penyebab flu, SARS, atau Covid-19, Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang dapat menyebabkan suatu bentuk pneumonia dengan merusak lapisan tenggorokan, paru-paru, atau trakea. Orang dapat memiliki bakteri di hidung atau tenggorokannya pada suatu waktu tanpa merasa sakit. Mycoplasma pneumonia menyebar dengan cepat melalui kontak dengan cairan pernapasan di tempat ramai, seperti sekolah dan kampus. Saat seseorang yang terinfeksi bakteri ini batuk atau bersin, maka mereka bisa menularkan penyakit kepada orang lain melalui droplet. Bakteri ini sering kali menyebar di antara orang-orang yang tinggal serumah karena sering menghabiskan waktu bersama. Begitu berada di dalam tubuh, bakteri bisa menempel pada jaringan paru-paru dan berkembang biak hingga berkembang…
Read More