Kekurangan Protein Bisa Nampak Dari 10 Tanda Ini

Kekurangan Protein Bisa Nampak Dari 10 Tanda Ini

Artikel Umum
Protein adalah nutrisi penting untuk membangun massa otot, mendukung manajemen berat badan yang sehat, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Mengingat fungsi protein yang krusial untuk manusia, kekurangan protein tentu berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Seseorang yang kurang mengonsumsi protein bisa nampak dari 10 tanda, seperti dikatakan ahli Diet Olahraga asal Amerika Serikat (AS) Destini Moody, RDN, CSSD, LD., berikut ini: Kesulitan membentuk otot “Banyak orang yang mencoba menambah massa otot berfokus pada penambahan berat badan dengan mengonsumsi kalori sebanyak mungkin, namun, Anda mungkin akan menjadi frustrasi dan justru menjadi gemuk karena tanpa diiringi protein yang cukup dalam kalori tersebut. Anda juga akan melihat kekuatan Anda menurun atau tidak meningkat jika Anda tidak mengonsumsi cukup protein,” kata Moody. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi antara…
Read More
Penyakit Autoimun Bisa Sebabkan Peradangan Mata

Penyakit Autoimun Bisa Sebabkan Peradangan Mata

Artikel Umum
Sejumlah gejala peradangan mata bisa mengindikasikan adanya penyakit autoimun pada pasien dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Hal tersebut dikatakan Dokter Spesialis Mata Konsultan Infeksi Imunologi dr. Rina La Distia Nora, Ph.D, Sp.M(K). “Mata bisa menjadi suatu refleksi apa yang terjadi di tubuh kita, termasuk penyakit yang autoimunitasnya bersifat sistemik atau seluruh tubuh, contohnya lupus,” kata Rina yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Autoimun atau autoimunitas adalah suatu penyakit dengan sel imunitas yang menyerang tubuh sendiri dan dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk mata. Rina mengatakan ada dua kondisi peradangan mata yang paling sering dialami pasien dan berhubungan dengan penyakit autoimun, seperti sindrom sjorgen dan uveitis (peradangan pada uvea atau lapisan tengah mata). Sindrom sjorgen, Rina menjelaskan, lebih banyak mengenai kelenjar air…
Read More
Tips Alami Efektif Hilangkan Ketombe

Tips Alami Efektif Hilangkan Ketombe

Artikel Umum
Banyak orang merasa tidak nyaman dengan ketombe. Bentuk ketombe yang seperti serpihan putih pun bisa mengganggu penampilan. Apalagi kalau sudah tersebar di kepala dan rontok sampai ke baju. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi ketombe. Di antaranya menggunakan bahan alami dan menerapkan pola hidup sehat. Penyebab ketombe Menurut sejumlah sumber, ketombe merupakan kondisi yang mempengaruhi kulit kepala. Ini ditandai dengan kulit kepala yang mengelupas sehingga muncul serpihan putih kekuningan atau abu-abu yang terasa gatal. Hal ini disebabkan pergantian sel kulit kepala yang cepat. Ketombe termasuk kondisi yang umum dialami banyak orang. Disebutkan hampir 50 persen populasi global pernah mengalami ketombe, setidaknya sekali dalam hidup. Ketombe dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, meliputi: kulit kepala yang kering, reaksi terhadap produk rambut yang digunakan,…
Read More
Agar Ginjal Tidak Rusak, Minum Air Putih Harus Sesuai Takaran

Agar Ginjal Tidak Rusak, Minum Air Putih Harus Sesuai Takaran

Artikel Umum
Air putih sangat penting untuk kesehatan karena memiliki peran yang vital dalam menjaga fungsi tubuh. “Minum itu sangat berpengaruh bagi tubuh, asupan cairan harus cukup, melalui minum air putih. Namun tentu ada takaran dan batasan tertentu agar tidak merusak ginjal,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH. Dirinya merekomendasi minum air dengan takaran yang tepat berdasarkan usia. Beberapa alasan mengapa air terbaik untuk tubuh meliputi pemeliharaan keseimbangan cairan, penyediaan nutrisi, pembersih racun, menjaga keseimbangan elektrolit dan pH tubuh, mempertahankan kesehatan kulit, penyokong fungsi otak, hingga pencegah dehidrasi dan berbagai penyakit. Minum air yang cukup juga dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan sembelit. Namun, ia menekankan penting untuk dicatat kebutuhan cairan…
Read More
Jangan Sepelekan Nyeri Ulu Hati, Tidak Melulu Maag

Jangan Sepelekan Nyeri Ulu Hati, Tidak Melulu Maag

Artikel Anak
Rasa perih dan nyeri di ulu hati tidak boleh disepelekan. Itu bisa muncul tiba-tiba. Sayangnya, kebanyakan orang menganggapnya sebagai sakit maag biasa atau karena telat makan. Bisa jadi, nyeri ulu hati bisa jadi tanda penyakit serius, salah satunya kanker pankreas. Dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fachrial Syam menyebut nyeri ulu hati masuk dalam salah satu gejala tidak khas kanker pankreas. “Kadang-kadang pasien nyeri ulu hati dikira sakit maag. Hati-hati jangan disepelekan karena bisa jadi tanda kanker pankreas,” kata Ari. Pankreas sejatinya berada di area ulu hati. Ketika organ ini mengalami masalah otomatis akan timbul rasa sakit di area tersebut. Menurutnya, Anda harus berhati-hati terutama jika rasa sakit ini berlangsung lama…
Read More
Waspadai, Ini yang Terjadi Saat Kecemasan Menyerang 

Waspadai, Ini yang Terjadi Saat Kecemasan Menyerang 

Artikel Umum
Kecemasan bukan sekadar pengalaman emosional, melainkan juga manifestasi fisik yang melibatkan sistem saraf, hormon stres, dan respons tubuh yang diaktifkan. Peningkatan denyut jantung yang tiba-tiba, pernapasan yang memburu, dan rasa tegang di seluruh tubuh dapat menciptakan sensasi yang sulit dijelaskan. Serangan cemas bisa membuat pikiran diwarnai oleh ketakutan yang mengguncang tanpa henti. Gejolak emosional ini sering disertai oleh gejala fisik seperti gemetaran, keringat berlebihan, dan terkadang nyeri di area dada. Apa yang terjadi saat serangan cemas melanda? Saat kecemasan kambuh, tubuh dan pikiran mengalami serangkaian reaksi fisiologis dan emosional yang dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Berikut adalah beberapa gejala dan perubahan yang mungkin terjadi saat kecemasan kambuh: Aktivasi respons ‘Fight or Flight’ Sistem saraf simpatis, yang terlibat dalam respons ‘fight or flight’,…
Read More
Disarankan Pria Usia 40-up Kurangi Konsumsi Daging Merah

Disarankan Pria Usia 40-up Kurangi Konsumsi Daging Merah

Artikel Umum
Pria dewasa berusia lebih dari 40 tahun dianjurkan untuk mengurangi konsumsi daging merah untuk menghindari risiko kanker pankreas. Hal tersebut dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam. “Bukan hanya kanker pankreas, tapi juga kanker kolorektal. Kurangi konsumsi daging merah pada pria berusia di atas 40 tahun,” katanya. “Pada 2020 di Eropa ditemukan kasus baru sebanyak 57.600 kasus diduga pengkonsumsi daging merah, dengan 90 persen kematian yang umumnya datang tanpa gejala,” ucapnya. Ari menjelaskan, konsumsi daging merah berkaitan dengan kinerja organ pencernaan, di mana pankreas merupakan salah satu organ tubuh yang berperan dalam proses tersebut. Terlalu sering mengonsumsi daging merah, menurut dia, dapat menyebabkan organ pencernaan berupaya lebih ekstra dalam mencerna daging yang dikonsumsi tersebut. “Artinya, pankreas lebih berat…
Read More
Cegah Aneurisma, Lakukan Skrining Otak

Cegah Aneurisma, Lakukan Skrining Otak

Artikel Umum
Melakukan skrining otak secara rutin dinilai sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap aneurisma adalah penting. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis bedah saraf dari Kelompok Staf Medis Bedah Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo dr. Ande Fachniadin, Sp.BS.  “Jika terdapat pembuluh darah yang sudah berbentuk balon, sebaiknya ditutup agar tidak terjadi pecah di masa mendatang,” ujar Ande. Aneurisma, penggelembungan pembuluh darah pada otak, dapat dialami oleh siapa pun, terutama oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga terkait masalah tersebut. Menurut Ande, bahkan orang berusia 40-an saat ini dapat menjadi penderita aneurisma. Meskipun tidak sepopuler penyakit jantung dan stroke, Ande mengingatkan bahwa aneurisma dapat berakibat fatal dan seringkali tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, pengecekan otak secara rutin dianggap sangat penting. Ande, yang menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf…
Read More
Cegah Overthinking, Fokus Pada Solusi

Cegah Overthinking, Fokus Pada Solusi

Artikel Umum
Orang bisa mencegah overthinking atau memikirkan sesuatu berlebihan dengan tidak fokus pada masalah tetapi mencari solusi. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Natalia Widiasih Raharjanti, Sp.KJ(K), MPd.Ked. “Jangan fokus di masalah tetapi lihat apa sih masalahnya, apa solusinya. Tapi jangan mencoba mengubah sesuatu yang tidak bisa kita ubah,” ujarnya. Natalia mencontohkan, mereka yang sudah secara genetik cenderung memiliki kadar kolesterol darah tinggi seperti orang dengan kelainan genetik hiperkolesterolemia familial, pertama-tama harus menerima kondisinya dulu. Kemudian, berpikir cara agar kolesterol ini tidak menyebabkannya terkena masalah kesehatan semisal penyakit jantung koroner (PJK). “Itu cara efektif untuk mengubah enggak jadi overthinking terhadap satu pikiran tertentu,” kata Natalia. Dia menjelaskan overthinking biasanya terjadi saat ada kecemasan atau pikiran berulang. Dia menyarankan orang yang berada dalam…
Read More
Perut Berlemak Berisiko Terkena Alzheimer

Perut Berlemak Berisiko Terkena Alzheimer

Artikel Umum
Memiliki lemak perut tidak hanya menimbulkan masalah estetika, tetapi juga memengaruhi kesehatan seseorang dengan meningkatkan risiko diabetes, stroke, serta penyakit jantung, dan yang terbaru, Alzheimer, penyebab paling umum dari demensia. Menurut sebuah studi baru di Washington University School of Medicine Amerika Serikat, dilansir Medical Dialy beberapa waktu lalu, jumlah lemak perut viseral yang lebih tinggi pada usia paruh baya meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Lemak viseral, yang terdapat di dalam rongga perut, berfungsi untuk melindungi organ di perut, seperti hati, pankreas, dan usus. Namun, bila jumlahnya terlalu banyak, lemak tersebut bisa memicu perut buncit, bahkan menyebabkan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol, dan resistensi insulin. Lemak viseral disimpan ketika seseorang makan terlalu banyak kalori dan kurang berolahraga. Para peneliti menemukan hubungan antara lemak…
Read More