Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas

Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas

Artikel Umum
Kanker pankreas merupakan penyakit silent killer yang ketika sudah bergejala, kondisinya sudah buruk. Hal tersebut dikatakan  Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI & Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof DR Dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, FINASIM, FACP. “Ketika ada pasien matanya kuning, berat badannya turun, nyeri ulu hati saat dicek ternyata kanker pankreas. Makanya kita harus edukasi masyarakat bahwa (kanker pankreas) di awal tanpa gejala oleh karena itu gimana screening atau pemeriksaan,” ujar Prof Ari. Dia menyampaikan ada banyak faktor risiko dari penyakit kanker pankreas, seperti faktor usia, gaya hidup, konsumsi alkohol, merokok, dan keturunan. “Data terakhir 2020 di Amerika angka kematiannya cukup tinggi, yaitu 57600 kasus baru kanker pankreas dan 90 persen dari mereka alami kematian…
Read More
Kenali Hipersomnia, Terkait Diabetes?

Kenali Hipersomnia, Terkait Diabetes?

Artikel Umum
Menderita hipersomnia atau kelebihan tidur masuk dalam kategori gangguan kesehatan. Masalah ini pun dikaitkan dengan berbagai penyakit, seperti diabetes. Hipersomnia dapat membuat seseorang merasa kantuk secara berlebihan atau bisa terjadi sepanjang hari. Diketahui, hipersomnia merupakan bagian dari gangguan kecemasan, energi yang rendah dan adanya masalah memori pada seseorang sebagai akibat dari kebutuhan tidur mereka yang hampir konstan. Meski hal ini sering kali terjadi, akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena tidak semua orang memiliki gangguan tidur seperti ini. Kemungkinan penyebabnya antara lain penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol atau obat-obatan dengan resep khusus, adanya kondisi kesehatan lain seperti depresi, atau justru memang hanya ingin banyak tidur saja. Pada banyak kasus, masalah medis terkait tidur berlebihan ini bisa menyangkut penyakit lain, seperti diabetes, obesitas, sakit kepala,…
Read More
Diabetes Bisa Bikin Kerontokan Rambut

Diabetes Bisa Bikin Kerontokan Rambut

Artikel Umum
Ternyata, diabetes bisa menyebabkan kerontokan pada rambut. Bahkan, rambut rontok dapat menjadi gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabete tipe 1 adalah kondisi autoimun di mana pankreas tidak membuat insulin apa pun. Sementara diabetes tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum, di mana tubuh membuat insulin tetapi tidak menggunakannya dengan benar. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Insulin adalah hormon penting yang membantu sel mengelola gula darah menjadi energi. Ketika insulin tidak dibuat atau digunakan dengan benar, itu menyebabkan gula darah tinggi. Keadaan tersebut dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat merusak pembuluh darah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen dan nutrisi ke unit folikel. Tanpa oksigen yang cukup, siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu, menghasilkan rambut tipis dan…
Read More
Ternyata, Saat Kaki Keseleo Tak Boleh Diurut

Ternyata, Saat Kaki Keseleo Tak Boleh Diurut

Artikel Umum
Kaki keseleo merupakan salah satu cidera yang kerap kali dirasakan banyak orang saat beraktivitas dan sebagian dari mereka memilih pengobatan urut untuk mengatasinya. Padahal, tahukah Anda pada fase akut, yaitu 0-72 jam pascacidera, sebetulnya tidak disarankan melakukan pemijatan atau urut di bagian tubuh cidera. Perawat sekaligus Healthy Lifestyle Educator, Rizal Do menjelaskan, pada saat keseleo, ligamen atau sendi mengalami robekan atau cidera sehingga pada saat pemijatan pada area cidera akan diberikan tenaga eksternal, yang justru berisiko memperluas area cidera dan timbul masalah baru pada area tersebut. “Makin bengkak, makin lama sembuh. Kalau pun pengalaman masa lalu dipijat ternyata bisa langsung jalan, kemungkinan ada beberapa hal, yaitu cideranya ringan atau pergelangan kaki yang bengkak patah karena yang tadinya bengkak jadi lemas karena dipijat,” kata Rizal…
Read More
Paru-paru Basah Bisa Diakibatkan Kebiasaan Tak Sehat Ini

Paru-paru Basah Bisa Diakibatkan Kebiasaan Tak Sehat Ini

Artikel Umum
Sederet kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan paru-paru basah sebaiknya dihindari. Kondisi yang dikenal juga dengan pneumonia ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menginfeksi paru-paru. Pneumonia memengaruhi orang dari segala usia. Namun, anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan yang melemah berisiko lebih tinggi. Karena itu, penting untuk mengetahui kebiasan sehari-hari yang bisa menyebabkan paru-paru basah. Paru-paru basah dapat berkembang secara tiba-tiba (pneumonia akut) atau berlangsung lebih lama (pneumonia kronis). Penting untuk mendeteksi dan mengobati kondisi ini sesegera mungkin, dan mengenali gejalanya seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, atau nyeri dada. Berikut kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan paru-paru basah: Kontak dengan orang yang terinfeksi Paru-paru basah sering kali menular dari orang ke orang melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke…
Read More
Pentingnya Konsumsi Protein Nabati Bagi Wanita

Pentingnya Konsumsi Protein Nabati Bagi Wanita

Artikel Umum
Wanita dengan pola makan kaya protein – terutama dari sumber nabati – lebih sedikit terserang penyakit kronis dan menikmati penuaan yang lebih sehat secara keseluruhan. Hal ini berdasarkan peneliti yang terangkum dalam American Journal of Clinical Nutrition. Secara keseluruhan, wanita yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati memiliki kemungkinan 46% lebih besar untuk menjadi sehat di usia lanjut. “Mengonsumsi protein di usia paruh baya dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang baik di masa dewasa yang lebih tua,” kata pemimpin peneliti Andres Ardisson Korat, ilmuwan di Pusat Penelitian Nutrisi Manusia Jean Mayer USDA di Universitas Tufts, Boston. “Kami juga menemukan bahwa sumber protein penting,” kata Ardisson Korat. Mengonsumsi protein dari sumber nabati pada usia paruh baya, ditambah sedikit protein hewani, tampaknya bermanfaat bagi kesehatan yang baik dan…
Read More
Lansia Kerap Alami Kaki Bengkak, Ini Cara Mengatasinya

Lansia Kerap Alami Kaki Bengkak, Ini Cara Mengatasinya

Artikel Umum
Tidak sedikit para lanjut usia (lansia) mengeluhkan masalah pada kaki bengkak. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Zubairi Djoerban, kaki bengkak pada lansia memang sering terjadi dan penyebabnya bermacam-macam. “Pertama, pada fungsi ginjal di usia lanjut sudah mulai mengalami penurunan secara perlahan. Nah pada saat itulah fungsi ginjal mulai terganggu,” kata Zubairi Djoerban. Dikatakannya, terganggunya fungsi ginjal membuat sebagian cairan dalam tubuh akan tergenang dan memengaruhi bagian kaki. Sehingga menimbulkan adanya edema atau pembengkakan, hal ini dikarenakan pada usia lanjut fungsi ginjal sudah menurun. Cara mengatasi kaki bengkak, Zubairi Djoerban menyarankan agar tiap masyarakat lanjut usia mulai mengatur konsumsi garam. Bisa jadi penderita kaki bengkak memiliki kadar natrium yang rendah. “Kalau kadarnya rendah, maka tidak boleh pantang garam. Biasanya pada usia lanjut, kadar garam pada…
Read More
Kanker Pankreas Bisa Terjadi Tanpa Ada Gejala

Kanker Pankreas Bisa Terjadi Tanpa Ada Gejala

Artikel Umum
Penyakit kanker pankreas bisa terjadi pada tubuh seseorang tanpa adanya gejala tertentu. Penegasan itu disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Fahrial Syam. “Kalau sudah bergejala, artinya sudah terlambat. Ketika pasien matanya kuning, berat badan turun, artinya sudah kanker pankreas. Oleh karena itu saat ini kita harus mengedukasi masyarakat bahwa penyakit ini diawali dengan tanpa gejala,” katanya. Ari menyebutkan sejumlah ciri-ciri seperti mata menjadi kuning, berat badan turun, rasa gatal, nyeri, mual, muntah, diare, serta nyeri ulu hati, merupakan sejumlah gejala kanker pankreas yang mesti diwaspadai. Meski demikian ia menegaskan sejumlah gejala tersebut bukanlah merupakan gejala khusus dari kanker pankreas, karena penyakit tersebut memiliki gejala yang bervariasi. “Jangan abaikan, dari dulu nyeri ulu hati selalu dianggap sebagai sakit maag. Sekali lagi…
Read More
Apa itu Xanthelasma? Ini Penjelasannya

Apa itu Xanthelasma? Ini Penjelasannya

Artikel Umum
Bercak di sekitar mata berwarna kekuningan merupakan akibat dari penumpukan kolesterol di bawah jaringan kulit mata, yang disebut xanthelasma. Seperti dikatakan dokter spesialis kulit dan kelamin RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dr. Larisa Paramitha, Sp.KK(K), Sp.DVE., Subsp.OBK. “Ini akibat penumpukan kolesterol, bukan lemak. Itu ditumpuk di jaringan bawah kulit sekitar mata. Sebenarnya xanthelasma bukan penyakit bahaya, tapi, (orang) sering datang ke dokter keluhannya masalah estetik,” kata Larisa. Apa itu Xanthelasma? Xanthelasma adalah bercak berbentuk spesifik, yang lokasinya di daerah sekitar mata berwarna kekuningan atau oranye. Biasanya batasnya tegas, dan bisa melebar, dengan tekstur mendatar dan tidak cembung atau menonjol. Pada kulit yang lebih gelap xanthelasma terkadang muncul dengan bercak sedikit lebih gelap. Larisa menjelaskan, sebenarnya xanthelasma bukan penyakit berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit meskipun ditekan.…
Read More
Masa Tua Tetap Penting Konsumsi Protein

Masa Tua Tetap Penting Konsumsi Protein

Artikel Umum
Memperkaya pola makan dengan beberapa sumber protein nabati terbaik menjadi investasi yang baik untuk kesehatan tulang pada masa tua. Bicara kesehatan tulang, orang-orang cenderung memusatkan perhatian kepada kalsium dan vitamin D. Padahal, protein juga terlibat hampir setiap proses yang terjadi di tubuh dan sangat penting untuk kesehatan tulang. “Protein berkontribusi besar terhadap struktur tulang, dan protein serta olahraga berjalan seiring untuk membantu menjaga tulang seiring bertambahnya usia,” kata ahli diet terdaftar klinis di Memorial Hermann di Houston, Texas, Sarah Wagner, MPH, RD, LD. Kombinasi kekuatan antara diet dan olahraga angkat beban, kata Wagner, meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang sehingga kecil kemungkinan terjadinya patah tulang. Protein, kalsium, dan vitamin D juga saling membantu dalam beberapa hal. Wagner melanjutkan kalsium adalah mineral utama yang membentuk tulang…
Read More