Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam

Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam

Artikel Umum
Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam Neuropati adalah gangguan atau kerusakan pada jaringan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kebas, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa ditusuk jarum. Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Jakarta Winnugroho Wiratman mengatakan, gejala paling berat dari neuropati adalah kelumpuhan yang bisa terjadi jika kerusakan saraf berlangsung dalam jangka waktu yang lama. “Kalau sudah makin lama kelumpuhan bisa terjadi dan itu yang paling berat,” kata Winnugroho. Bila tidak dideteksi lebih awal, neuropati bisa menyebabkan gangguan otonom pada tubuh seperti gangguan irama jantung atau keringat berlebihan. Kerusakan saraf yang berujung pada neuropati disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luka eksternal, peradangan, trauma pascaoperasi, merokok, diabetes, konsumsi minuman beralkohol, kemoterapi, kekurangan nutrisi/vitamin, faktor genetik, hingga saraf terjepit karena terlalu sering…
Read More
Deteksi Talasemia Sedini Mungkin, Kenali Cirinya

Deteksi Talasemia Sedini Mungkin, Kenali Cirinya

Artikel Umum
Deteksi Talasemia Sedini Mungkin, Kenali Cirinya Dijelaskan, talasemia adalah penyakit kelainan darah yang membuat penderitanya kesulitan untuk menghasilkan hemoglobin dalam tubuh sehingga penderita akan kekurangan sel darah merah atau anemia. Penyakit genetik ini menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak bisa berfungsi secara normal. Padahal, fungsi hemoglobin dalam sel darah merah sangat penting yaitu, membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Penyakit kelainan sel darah ini  bisa menyerang siapa saja mulai dari orangtua, remaja bahkan anak-anak sekalipun. Talasemia termasuk salah satu jenis penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Lantas, bagaimana jika ternyata salah satu dari Anda atau pasangan ternyata terdeteksi membawa gen talasemia? Pada kasus ini, Anda berisiko 50% mempunyai anak dengan Talasemia minor seperti orangtuanya dan 50%…
Read More
Waspadai Penyebab Emotional Numbness

Waspadai Penyebab Emotional Numbness

Artikel Umum
Waspadai Penyebab Emotional Numbness Mati rasa secara emosional atau kerap disebut emotional numbness adalah kondisi di mana Anda tidak bisa merasakan atau mengungkapkan suatu emosi, baik suatu emosi positif maupun negatif. Seseorang yang mengalami mati rasa secara emosional umumnya dipicu oleh rasa sakit secara fisik atau mental sehingga berusaha untuk melindungi dirinya sendiri dengan menghindari perasaan yang muncul. Untuk lebih memahaminya, ketahui penyebab emotional numbness berikut ini.  Merasa sangat stres sehingga memicu produksi hormon kortisol yang berlebihan. Mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) yang bisa mengganggu produksi hormon kortisol dan memicu mati rasa secara emosional. Mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, seperti obat untuk mengatasi depresi dan kecemasan, sehingga membuat otak tidak mampu memproses perasaan dan emosi. Mengalami gangguan depersonalisasi atau derealisasi (DPDR)…
Read More
Kebiasaan Ini Dongkrak Stamina di Usia 40 Tahun ke Atas

Kebiasaan Ini Dongkrak Stamina di Usia 40 Tahun ke Atas

Artikel Umum
Kebiasaan Ini Dongkrak Stamina di Usia 40 Tahun ke Atas Seiring bertambahnya usia, stamina seseorang cenderung menurun. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan beberapa penyesuaian sederhana pada rutinitas sehari-hari, maka kita dapat memperoleh kembali dan bahkan meningkatkan stamina maupun daya tahan tubuh. Apalagi, dengan memasukkan kebiasaan yang sehat ke dalam gaya hidup dapat secara signifikan memengaruhi kebugaran dan kesehatan kita secara keseluruhan untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Mulai dari olahraga teratur hingga membuat pilihan yang bijaksana tentang nutrisi dan tidur yang cukup. Kebiasaan-kebiasaan ini mencakup berbagai bidang yang berkontribusi pada stamina tubuh kita. “Membangun stamina adalah tujuan umum dalam kebugaran, tapi tidak mudah untuk mencapainya,” kata Jarrod Nobbe pelatih pribadi bersertifikat dari Garage Gym Reviews. Menurutnya, dibutuhkan konsistensi dan waktu. Namun ada…
Read More
Hati-hati, Konsumsi Gula Tambahan Tingkatkan Risiko Kerusakan Hati

Hati-hati, Konsumsi Gula Tambahan Tingkatkan Risiko Kerusakan Hati

Artikel Umum
Hati-hati! Gula Berlebih Bisa Merusak Fungsi Hati Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan rekomendasi untuk tidak mengonsumsi gula tambahan atau non-gula (NSS). Pembahasan mengenai konsumsi gula ini pun ramai diperbincangkan. Dokter Spesialis Anak , dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A, pun memaparkan betapa pentingnya menjaga asupan gula, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Melalui cuitannya di media sosial Twitter, dia mengingatkan bahaya mengonsumsi gula berlebih. Pasalnya, banyak penyakit yang bisa diderita ketika usia dewasa nantinya, seperti obesitas hingga penyakit jantung. “Semakin dini seorang anak terpapar dengan gula berlebih, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk adiksi gula. Semakin tinggi juga kemungkinan mereka terkena penyakit metabolik, obesitas, diabetes, penyakit jantung dll saat dewasa nanti,” terang dr. Denta. Terkait dengan WHO, dr. Denta juga menyampaikan agar tidak mengonsumsi…
Read More
Vertigo Punya Efek Samping yang Berbahaya

Vertigo Punya Efek Samping yang Berbahaya

Artikel Umum
Vertigo Punya Efek Samping yang Berbahaya Vertigo memiliki efek berbahaya bagi tubuh yang tak banyak disadari orang. Vertigo merupakan sensasi gerak seolah-olah pandangan berputar sehingga menyebabkan rasa pusing pada penderitanya. Vertigo tidak sama dengan sakit kepala ringan. Vertigo disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena masalah pada telinga bagian dalam, yang disebut vertigo perifer. Kedua vertigo sentral, yang disebabkan oleh masalah di otak, biasanya pada otak bagian belakang. Efek samping vertigo memiliki dampak yang berbahaya bagi keselamatan maupun tubuh. Efek samping bahaya vertigo akan bergantung dari penyakit yang mendasarinya. Berikut di antaranya: Bahayakan diri dan orang lain Vertigo dapat memiliki efek samping yakni meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara. Penderita vertigo akan merasa sensasi pusing saat berkendara. Saat vertigo sedang kambuh, sebaiknya penderita tidak untuk mengendarai…
Read More
Saling Membantu Merawat Orangtua Lansia

Saling Membantu Merawat Orangtua Lansia

Artikel Umum
Saling Membantu Merawat Orangtua Lansia Banyak orang tua yang enggan untuk tinggal di rumah anaknya. Meskipun berbagai cara dilakukan anak-anak untuk membujuk orang tuanya agar bersedia tinggal di rumah mereka, para orang tua lebih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya, yang biasanya sudah mulai rusak seiring usia penghuninya. Tentu para orang tua sepuh ini mempunyai banyak alasan kenapa tetap kekeh tinggal di rumahnya. Selain ada rasa sungkan tinggal di rumah anaknya, juga alasan sejarah rumah itu, kenangan masa lalu, juga sangat memengaruhi keteguhan sikap untuk tetap tinggal di rumahnya. Bahkan tidak sedikit, lansia yang nekat hidup sendiri di rumahnya. Menyikapi situasi itu, biasanya ada anaknya yang mengalah untuk tinggal di rumah orang tuanya. Ada beberapa sikap yang perlu diperhatikan agar tanggung jawab merawat orang…
Read More
Merawat Lansia, Perhatikan Trik Berikut Ini

Merawat Lansia, Perhatikan Trik Berikut Ini

Artikel Umum
Merawat Lansia, Perhatikan Trik Berikut Ini Semakin bertambahnya usia, orang tua atau lanjut usia akan membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Merawat orang tua di rumah memang dapat menjadi hal yang tricky, tapi pada dasarnya tidak sulit untuk dilakukan. Hal yang harus kita pastikan adalah orang tua kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang dibutuhkan. Dalam hal ini, komunikasi yang baik antara anak dan orang tua sangat dibutuhkan. Dilansir dari World Health Organization (WHO), secara biologis, penuaan dihasilkan dari dampak akumulasi berbagai kerusakan molekuler dan seluler yang terjadi seiring waktu. Kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas fisik dan mental secara bertahap, peningkatan risiko penyakit, atau bahkan kematian. Beberapa kondisi fisik yang umum dialami lansia adalah sepert gangguan pendengaran, katarak dan gangguan penglihatan, nyeri punggung dan leher, radang…
Read More
Keluarga Berperan Penting Sembuhkan Pasien Stroke

Keluarga Berperan Penting Sembuhkan Pasien Stroke

Artikel Umum
Keluarga Berperan Penting Sembuhkan Pasien Stroke Ahli terapi okupasi Endang Widiyaningsih mengatakan keluarga berperan penting dalam proses terapi penyembuhan pasien stroke karena mayoritas dilakukan dalam pengawasan keluarga di rumah. “Penting karena keluarga membantu sekali selama 24 jam di rumah dibandingkan terapi di Rumah Sakit yang durasi maksimalnya hanya satu jam,” katanya. Endang mengatakan pengobatan pasien stroke memerlukan dukungan keluarga karena terapi penyembuhan di rumah sakit berdurasi maksimal satu jam dengan intensitas 1-3 hari per minggu. Selebihnya, terapi penyembuhan dilakukan di rumah berdasarkan rekomendasi dan standar operasional prosedur (SOP) dari terapis okupasi. “Jika keluarga tidak terlibat maka juga akan berpengaruh pada hasil terapi yang akan didapat,” ujar praktisi yang praktik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono Jakarta itu. Perhatikan aspek penting  Dia…
Read More
Displasia Serviks Pembuka Jalan Menuju Kanker, Awasi!

Displasia Serviks Pembuka Jalan Menuju Kanker, Awasi!

Artikel Umum
Displasia Serviks Pembuka Jalan Menuju Kanker, Awasi!  Displasia serviks adalah kondisi prakanker yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di permukaan serviks, yakni bagian leher rahim yang melekat pada bagian atas vagina. Meski disebut kondisi prakanker, perlu untuk diketahui bahwa kebanyakan orang dengan displasia serviks tidak terkena kanker. Seseorang yang menerima diagnosis displasia serviks berarti berkemungkinan mengembangkan kanker serviks jika tidak ditindak lebih lanjut. Mengutip Cleveland Clinic, setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 250 ribu hingga 1 juta perempuan di Amerika Serikat didiagnosis memiliki displasia serviks. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita usia subur, terutama usia 25 hingga 35 tahun. Seseorang bisa terkena displasia serviks jika terinfeksi HPV, virus yang menyebar melalui kontak seksual. Ada lebih dari 100 jenis HPV. Beberapa jenis seperti HPV-16 dan…
Read More