Ini Deret Problem Kesehatan Pada Pria 50-an

Ini Deret Problem Kesehatan Pada Pria 50-an

Artikel Umum, Artikel
Berbagai masalah kesehatan akan muncul seiring usia semakin meninggi. Menurunnya kondisi sejumlah fungsi tubuh serta dampak dari gaya buruk menyebabkan masalah kesehatan jadi tak terhindarkan. Demikian juga yang dialami ketika seorang pria sudah berada di atas usia 50-an. Dampak dari gaya hidup yang dimilikinya selama setengah abad bisa berdampak pada kesehatan dan kebugaran. Sejumlah masalah bakal lebih rentan dialami oleh pria pada masa paruh baya ini. Dilansir dari Positive Med, berikut ini sejumlah masalah kesehatan yang rentan dialami oleh pria di atas usia 50 tahun. Prostat Seiring dengan bertambahnya usia, pria harus lebih waspada dengan adanya pembesaran kelenjar prostat dan kanker prostat. Sebab, risiko pria terkena pembesaran kelenjar prostat dan kanker prostat akan meningkat hingga 40 persen di usia 50-an. Pembesaran kelenjar prostat akan…
Read More
Waspadai, Ada 4 Kelompok Rentan Terinfeksi Virus Corona

Waspadai, Ada 4 Kelompok Rentan Terinfeksi Virus Corona

Artikel Umum, Artikel
Wabah infeksi virus corona merupakan salah satu hal yang mengancam banyak orang pada saat ini. Di antara sejumlah orang, terdapat kelompok tertentu yang rentan terinfeksi penyakit ini. Batasan usia sangat berperan dalam terjadinya infeksi virus corona. Kelompok pertama yang rentan mengalami infeksi cirus corona ini adalah yang berusia lanjut di atas 40 tahun. “Tampaknya ada ambang batas ini, di bawah 35 kita melihat nol kasus. Seiring bertambahnya usia dari 40-an ke 80-an, kami melihat peningkatan kematian,” kata Michael Mina, MD, PhD, asisten profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari WebMD. Sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of American Medical Association (JAMA) yang memeriksa 45.000 kasus pertama di Cina menemukan bahwa 80persen kasus corona termasuk ringan. Sebanyak 20 persen…
Read More
Penelitian Ungkap Kehilangan Pasangan Percepat Penurunan Otak

Penelitian Ungkap Kehilangan Pasangan Percepat Penurunan Otak

Artikel Umum, Artikel
Penelitian terbaru menyebutkan, kehilangan pasangan bisa mempercepat penurunan otak. Studi ini menemukan bahwa ketika seorang suami atau istri meninggal, ketajaman mental pasangan yang masih hidup dapat mulai menurun. Faktanya, orang yang menjanda dan memiliki tingkat plak beta-amiloid yang tinggi, ciri khas penyakit alzheimer, akan mengalami penurunan kognitif tiga kali lebih cepat daripada orang yang tidak kehilangan pasangan. “Janda dan amiloid diperparah, tidak hanya aditif, menunjukkan bahwa janda adalah faktor risiko spesifik untuk penurunan kognitif akibat penyakit alzheimer,” jelas Ketua Peneliti sekaligus Kepala Divisi Psikiatri Geriatri di Brigham and Women's, Boston, Dr. Nancy Donovan. Dilansir dari laman WebMD, Rebecca Edelmayer selaku Direktur Keterlibatan Ilmiah di Alzheimer's Association, mengkaji temuan tersebut dan mengatakan bahwa studi kecil ini tidak dapat membuktikan bahwa menjadi janda menyebabkan penurunan kognitif.…
Read More
Cucu Dekat Dengan Kakek-Nenek, Ini Manfaatnya

Cucu Dekat Dengan Kakek-Nenek, Ini Manfaatnya

Artikel Umum, Artikel
Hubungan keluarga yang dimiliki oleh seseorang merupakan hal yang spesial. Kedekatan dengan keluarga seperti orangtua atau dengan kakek nenek merupakan hal yang penting dilakukan. Hal ini tidak hanya berguna bagi kedekatan hubungan semata. Kedekatan antara seorang cucu dengan kakek dan nenek juga bisa berdampak baik bagi kesehatan. Hal ini juga memiliki dampak lain yang jauh lebih luar biasa dari hal tersebut dan berdampak hingga beberapa tahun ke depan. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah manfaat yang bisa diperoleh cucu dari kedekatan dengan kakek dan nenek mereka. Membantu tumbuh dengan gembira Penelitian mengungkap bahwa kedekatan dengan kakek dan nenek bisa membuat seseorang lebih gembira. Hal ini membuat mereka lebih dekat secara emosional dan cenderung lebih aman dari depresi ketika telah dewasa. Mempengaruhi perilaku anak…
Read More
Tangani Penderita Alzheimer, Ini Solusi KIS dan Yayasan Alzheimer Indonesia

Tangani Penderita Alzheimer, Ini Solusi KIS dan Yayasan Alzheimer Indonesia

Artikel Umum, Artikel
Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak. Penyakit Alzheimer, pertama kali dijelaskan oleh ahli saraf Jerman, yaitu Alois Alzheimer, merupakan penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Selama berjalannya waktu penyakit protein plak dan serat yang berbelit berkembang dalam struktur otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Orang dengan Alzheimer juga memiliki kekurangan beberapa bahan kimia penting dalam otak mereka. Bahan kimia ini terlibat dengan pengiriman pesan dalam otak. Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karena itulah gejala yang muncul menjadi lebih parah. Itu berarti bahwa struktur kimia otak menjadi semakin rusak dari waktu ke waktu. Kemampuan seseorang untuk mengingat, memahami,…
Read More
Pantang Makan, Penderita Kanker Bisa Terkena Malnutrisi

Pantang Makan, Penderita Kanker Bisa Terkena Malnutrisi

Artikel Umum, Artikel
Pasien kanker membutuhkan tambahan kalori disbandingkan orang sehat. Hal itu dikatakan, dr Maria Inggrid Budiman SpGK., menyikapi banyak mitos soal pantangan makanan bagi pasien kanker didukung dengan hilangnya selera makan pasien. Tanpa kalori yang cukup, yang ada pasien kanker bisa mengalami malanutrisi dengan tubuh yang sangat kurus. “Jadi salah kalau (pasien kanker) pantang makan. Makanlah gizi seimbang tapi juga jangan berlebihan sebab bisa menimbulkan penyakit lain,” kata dr Maria. Ia menjelaskan ada pasien kanker yang tidak makan karbohidrat dan lari ke protein. Ada juga yang hanya minum jus. Pasien kanker maupun orang sehat sekalipun harus konsumsi makanan beragam. “Daging merah itu sumber protein yang baik yang lengkap asam aminonya,” tambah dr Maria. Pernah ada studi soal buruknya daging merah bagi pasien kanker. Padahal, menurut…
Read More
Jaga Pencernaan Selalu Sehat Dengan Kiat Berikut

Jaga Pencernaan Selalu Sehat Dengan Kiat Berikut

Artikel Umum, Artikel
Beberapa cara bisa dilakukan agar menjaga pencernaan selalu sehat, seperti menurunkan tingkat stres, melakukan meditasi, berjalan-jalan, melakukan pijat, hang out, menghirup minyak esensial, mengurangi minuman mengandung kafein, bergembira, tertawa, yoga atau memiliki binatang peliharaan. Selain itu, dianjurkan cukup tidur yang berkualitas selama 7-8 jam di malam hari. Dalam kebiasaan makan, dianjurkan untuk mengunyah makanan cukup dan perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan pada sistem pencernaan. Jika makanan dikunyah sebanyak 32 kali dalam mulut, maka kerja sistem pencernaan menjadi lebih ringan. Hal ini karena didalam mulut terdapat enzim amilase untuk memecah pati menjadi karbohidart yang lebih sederhana yaitu maltosa. Dengan demikian akan mempercepat sistem pencernaan dalam mengolah karbohidrat yang artinya telah mengurangi tekanan dan menjaga sistem pencernaan bekerja tidak terlalu berat. Selain itu, mengunyah 32 kali juga…
Read More
Kenali Gejala Dehidrasi Pada Bayi

Kenali Gejala Dehidrasi Pada Bayi

Artikel Umum, Artikel
Dehidrasi ternyata tidak hanya dimonopoli oleh orang dewasa, bayi pun bisa mengalaminya. Dehidrasi merupakan salah satu kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja namun juga dapat dialami oleh bayi. Dehidrasi pada bayi bisa terjadi karena sejumlah faktor. Masalah kesehatan bisa dialami akibat cairan yang keluar terlalu banyak melalui keringat, muntah, maupun diare. Karena bayi tidak bisa berbicara langsung, perlu kesadaran orangtua untuk mengetahui masalah ini. Ketika masalah dehidrasi ini tidak diatasi secara cepat dan tepat, bisa terjadi dampak berbahaya pada buah hati. Dengan mengenali gejala dehidrasi ini lebih cepat, orangtua bisa lebih cepat mencari cara penanganan. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala dehidrasi pada bayi yang harus disadari oleh orangtua. Popok kering Ketika bayi…
Read More
Tak Bisa Sembuh, Hipertensi Hanya Bisa Dikendalikan Dengan Obat

Tak Bisa Sembuh, Hipertensi Hanya Bisa Dikendalikan Dengan Obat

Artikel Umum, Artikel
Masalah hipertensi ini kerap dianggap sepele. Padahal, masalah kesehatan ini bisa menyebabkan masalah komplikasi yang berat seperti stroke sehingga penting dilakukan pengobatan rutin. Banyak yang mengira bahwa setelah mengonsumsi obat hipertensi dan kondisi tekanan darah normal, pengobatan bisa dihentikan. Padahal tak demikian, kondisi tekanan darah yang normal hanya sementara. Jika berhenti minum obat maka tekanan darah akan naik lagi. “Hipertensi tergolong penyakit seumur hidup tidak sembuh,” ujar dr. Erwinanto, SpJP(K), Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia. Hipertensi juga dapat menimbulkan penyakin kronis lainnya seperti jantung, strok diabetes dan gagal ginjal. Banyak sekali pasien tidak menyadari akan hal itu. Hipertensi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol. Orang yang mengidap penyakit hipertensi dapat mengontrol dengan cara menjalani hidup sehat dan tidak berhenti untuk mengonsumsi obat. Untuk di Indonesia,…
Read More
Peran Besar Orangtua Atasi Kesulitan Tidur Remaja

Peran Besar Orangtua Atasi Kesulitan Tidur Remaja

Artikel Umum, Artikel
Banyak remaja mengalami sulit tidur. Sebuah penelitian terbaru mengungkap, bahwa orangtua memiliki peran dalam membantu remaja mengatasi masalah ini. Dilansir dari Health 24, kurangnya tidur pada remaja ini disebut rentan membuat mereka cemas, depresi, serta memiliki keinginan bunuh diri. Remaja yang kurang tidur juga lebih rentan mengalami cedera ketika berolahraga. Kurangnya tidur pada remaja ini ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Aktivitas yang terlalu padat, jam sekolah yang terlalu awal, konsumsi kafein, serta terlalu banyak bermain gawai bisa menjadi penyebab masalah ini. Ketika remaja mengalami masalah ini, peran orangtua dibutuhkan agar remaja ini mudah tertidur. Beberapa cara juga bisa dilakukan orangtua yaitu mengajak anak mereka berolahraga secara rutin, membuat lingkungan yang tepat untuk istirahat, mengganti matras dengan yang lebih nyaman, serta mengurangi asupan…
Read More