Cepat Depresi Bila Orang Kurang Beribadah

Artikel ini telah direview oleh
Cepat Depresi Bila Orang Kurang Beribadah
Foto: .beritagar.com

Munculnya depresi seringkali disebut muncul ketika seseorang kurang berdoa atau beribadah. Walau anggapan tersebut tak sepenuhnya benar, namun spiritualitas yang dimiliki dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang.

Spesialis kedokteran jiwa Agung Frijanto mengatakan setidaknya ada beberapa kondisi penyebab depresi. Mereka adalah secara genetik atau bawaan, psikososial, serta lemahnya spiritualitas.

“Religi atau spiritualitas itu artinya dia tidak memahami makna kehidupan atau mempelajari spiritual yang tidak benar. Itu bisa memperburuk kondisi kesehatan jiwa,” kata Agung.

Walau begitu, bukan berarti mereka jauh dari Tuhan bisa menjadi penyebab depresi. Semua faktor yang ada sesungguhnya saling terkait satu sama lain. “Jadi faktor genetik, pola asuh, kepribadian juga berpengaruh. Jadi tidak jauh dari Tuhan, ya tidak (hanya itu),” jelasnya.

Agung mengatakan, ketika seseorang memiliki perilaku dan sikap yang baik, sesungguhnya secara spiritualitas dia juga bisa dikatakan baik. “Orang yang spiritualitasnya baik itu kan orang yang jujur, bertanggung jawab, itu manifestasi dari spiritualitas yang baik dan sehat,” kata Agung.

Baca juga:  Deteksi Dini Kunci Hindari Kanker Paru

Tidak hanya itu, Agung juga menyatakan bahwa faktor risiko depresi juga bisa muncul karena masalah psikososial dan genetik. “Dalam ilmu medis ada faktor biologis. Faktor itu bisa bawaan, di mana dia memang sudah hormon-hormon, neurotransmitter bawaan di otak, memang punya kecenderungan depresi,” ujar Agung yang juga Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa itu.

Dia menambahkan, bisa juga faktor psikososial. Misalnya diasuh oleh orangtua yang mudah depresi juga, sehingga dia meneladani sikap-sikap orangtuanya dia. Sikap-sikap yang salah.

Seseorang sendiri baru bisa dikatakan sehat jika jiwa dan fisiknya juga sehat. “Dalam Undang-Undang Kesehatan dan Kesehatan Jiwa, yang namanya sehat itu sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual. Jadi tidak hanya fisik saja tapi juga secara mental dan spiritual,” ulas Agung.

Karena itu, untuk menjaga kesehatan jiwa, Agung menjelaskan beberapa strategi yang bisa dilakukan, khususnya bagi mereka yang masih sehat secara kejiwaan. Yang pertama adalah dengan memanajemen stres serta mencurahkan isi hati atau bicara dengan orang yang terdekat dan dipercaya.

Baca juga:  Ini Bahayanya Sembarangan Pakai Antibiotik

Selain itu, terkait spiritualitas, beribadah atau berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing juga penting untuk dilakukan. “Itu juga menenangkan. Dari efek medis, dia meningkatkan hormon-hormon serotonin untuk mencegah stres,” pungkasnya. (RN)