Ini Tanda Penuaan Dini Pada Otak

Artikel ini telah direview oleh
Ini Tanda Penuaan Dini Pada Otak
Foto: beautynesia.com

Apa kamu sudah sering lupa meski usia masih terbilang muda? Sederhananya, kamu lupa ingin mengambil apa setelah pergi ke dapur, lupa nama teman, dan lupa janji ketemu orang. Ada kemungkinan kamu mengalami penuaan otak lebih cepat dari usia.

Pada dasarnya otak kita bisa menua dengan kecepatan yang berbeda dari usia kita. Itu tergantung dari kesehatan, gaya hidup, dan kepribadian masing-masing orang. Usia otak kamu mungkin saja jauh lebih muda atau lebih tua tanpa disadari. Apa saja tanda-tanda penuaan dini pada otak?

Berikut tanda-tanda otak kita mungkin menua lebih cepat dari usia:

  1. Pandangan sinis terhadap kehidupan
    Peneliti dari Finlandia menemukan bahwa orang lanjut usia yang sangat sinis tidak hanya memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih tinggi, tetapi juga cenderung meninggal pada usia lebih muda. Itu karena kortisol sebagai hormon stres mempunyai efek yang sangat tidak sehat pada otak.
  2. Sulit fokus
    Tim peneliti dari University of Southern California (USC) menemukan bahwa mudahnya pikiran seseorang terganggu atau teralihkan adalah tanda penuaan kognitif. Sifat ini dapat muncul di otak sejak usia 30 tahun dan bisa menjadi salah satu tanda penyakit Alzheimer. Ini terkait dengan jaringan frontoparietal otak yang mungkin tidak merespons sinyal dari locus coeruleus dengan cukup untuk membuat kamu fokus.
  3. Lelah di siang hari
    Mengantuk di siang hari tidak hanya berarti otak kamu tidak mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan di malam hari. Namun, itu juga dapat menandakan perubahan fisik otak langsung yang terkait dengan penuaan. Tidur cukup di malam hari sangat penting untuk melindungi otak dari penuaan dini. Misalnya, sleep apnea (salah satu gangguan tidur malam) sebenarnya dapat membuat hipokampus menjadi lebih kecil. Hipokampus adalah bagian penting otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori.
  4. Hilang kemampuan penciuman dan pengecapan
    Hilangnya kemampuan penciuman dan pengecapan adalah hal yang normal seiring bertambahnya usia, tetapi ini juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Salah satu di antaranya adalah penuaan dini otak yang dipengaruhi oleh penyakit, seperti Parkinson dan Alzheimer. Beberapa penyebab potensial lainnya yang menyebabkan hilangnya kemampuan indra ini yang sudah umum adalah pilek, flu, alergi, dan Covid-19.
  5. Berjalan lebih lambat
    Menurut penelitian, perubahan kemampuan berjalan bisa menjadi tanda-tanda otak menua lebih cepat dibandingkan usia, terutama jika kamu mengalami penurunan kemampuan berpikir jernih. Hasilnya, orang yang mengalami penurunan kecepatan berjalan, juga memiliki memori yang semakin melemah. Ini meningkatkan risiko demensia. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa seberapa cepat kamu berjalan di usia 40-an tahun dapat menandakan seberapa cepat kamu menua dan itu dapat diprediksi sejak usia 3 tahun.
  6. Lebih sulit mempelajari hal-hal baru
    Sulit belajar mungkin merupakan tanda bahaya bahwa otak kamu menua lebih cepat daripada usia. Namun, pasrah saja dengan keadaan justru semakin melemahkan kognitif. Semakin sedikit otak digunakan, kemampuannya akan semakin menurun.
  7. Ingatan yang buruk
    Otak yang biasanya menua akan mengalami kehilangan ingatan ringan jangka pendek dan jangka panjang seiring bertambahnya usia. Gangguan penglihatan atau pendengaran dapat semakin membatasi kemampuan kamu untuk mengingat sesuatu. Tanda-tanda kehilangan ingatan jangka pendek dan jangka panjang yang besar termasuk menanyakan pertanyaan yang sama berkali-kali dalam satu percakapan. Ini juga bisa terjadi dengan kamu sering kehilangan barang dan mungkin ditemukan di lain waktu di tempat yang tidak wajar.
  8. Mudah depresi
    Depresi telah dikaitkan dengan penuaan otak dan penurunan kognitif. Sebuah studi yang diterbitkan di Psychological Medicine menemukan bahwa mengalami depresi di usia muda mempercepat penuaan otak di kemudian hari. Sebuah studi di Washington University School of Medicine menemukan bahwa gejala depresi dapat menjadi tanda awal timbulnya penurunan kognitif, bahkan sebelum hilang ingatan terjadi.
  9. Sulit memikirkan kata-kata umum
    Ketika kamu sulit menemukan kata-kata yang tepat di waktu yang tepat, juga bisa menjaadi tanda-tanda otak mengalami penuaan dini. Namun hilangnya fungsi bahasa yang terjadi secara terus-menerus, termasuk kesulitan mengingat kata-kata umum, mungkin merupakan gejala afasia progresif primer (PPA), menurut Cognitive Neurology and Alzheimer’s Disease Center di Northwestern University.
  10. Gangguan pendengaran
    Gangguan pendengaran umum terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Ini tidak selalu menandakan penuaan otak lebih cepat dibanding usia. Namun, kondisi ini meningkatkan risiko kamu lebih tinggi terkena demensia. Kesulitan mendengar akan memberikan tekanan pada otak, sehingga mengorbankan sistem berpikir dan memori lainnya. Gangguan pendengaran juga dapat mempercepat atrofi di otak dan berkontribusi pada timbulnya demensia.
  11. Masalah menjaga keseimbangan tubuh
    Masalah keseimbangan dan kecenderungan untuk menggerakkan kaki dapat disebabkan oleh penuaan dini pada otak. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Geriatric Physical Therapy menemukan bahwa masalah keseimbangan dan gaya berjalan mungkin menandakan penyakit Alzheimer dini. Jika kamu menunjukkan gejala di atas, disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Sebab, beberapa masalah kesehatan menyebabkan tanda-tanda yang mirip dengan gejala tersebut, termasuk demensia, infeksi yang tidak diobati, interaksi obat, masalah tidur, dan dehidrasi. Namun apa pun penyebab gejala itu terjadi, penting untuk mengambil langkah untuk meningkatkan kesehatan otak kamu. Tetap aktif secara fisik dan sosial, makan makanan sehat, terus belajar mempelajari hal-hal baru, berpikir positif, adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah penuaan dini pada otak. (RN)
Baca juga:  Ini Dampak Negatif Dari Kurang Tidur