Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!
Foto: moveondiet.com

Beberapa orang dewasa memilih menjadi vegetarian untuk beberapa alasan, termasuk diet. Dengan menjadi vegetarian, mereka hanya mengonsumsi makanan dari tanaman.

Namun, ada kelompok-kelompok usia yang tidak disarankan mengikuti cara dan pola makan vegan ini.

“Saya tidak menyarankan anak-anak, remaja, dewasa muda, apalagi ibu hamil menjadi vegan,”  ujar Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah.

Menurut Hardinsyah ada komponen penting bagi tubuh yang tidak bisa didapatkan dari sumber pangan nabati. “Salah satu keunggulan protein hewani itu adalah vitamin B12, di protein nabati itu enggak ada B12,” katanya.

Padahal, vitamin B12 memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf, sel-sel darah merah, dan mencegah anemia,

Lalu, seorang vegan pun tak bisa makan telur. Padahal, sumber pangan dengan kualitas protein paling baik berasal dari telur. Kehadiran protein dalam tubuh amat penting dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

Tidak menjadi vegan, banyak anak-anak Indonesia yang mengalami anemia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2013, sekitar 26 persen anak-anak Indonesia anemia.

Jika sedari anak-anak sudah tidak makan sumber pangan yang tinggi zat besi seperti daging merah, seafood, daging unggas, risiko terkena anemia kemungkinan makin meningkat.

“Boleh makan produksi hewani saja, masih ada sepertiga anak-anak yang anemia. Apalagi kalau sudah dari usia anak-anak diajak menjadi vegan, itu tambah berisiko,” kata Hardinsyah.

Anak anemia bisa berdampak buruk jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Anemia bisa menghambat aliran darah ke otak sehingga seseorang sulit konsentrasi, lemas, dan tidak produktif. (RN)