Kenali Gejala Agorafobia, Kecemasan Ditengah Keramaian

Artikel ini telah direview oleh

Kenali Gejala Agorafobia, Kecemasan Ditengah Keramaian

Kenali Gejala Agorafobia, Kecemasan Ditengah Keramaian Bagi sebagian orang, keramaian bukanlah sesuatu yang mengasyikkan, melainkan bisa menyebabkan serangan panik. Ini merupakan gejala agorafobia, yaitu gangguan kecemasan ditengah keramaian atau di tempat terbuka. Agorafobia adalah ketakutan seseorang ketika merasa berada di situasi di mana bantuan tidak akan tersedia jika ada yang tidak beres, seperti terjebak, tidak berdaya, panik, malu, dan takut. Biasanya, seseorang dengan agorafobia bisa saja takut ketika berpergian dengan transportasi umum, mengunjungi pusat perbelanjaan, atau meninggalkan rumah. Bagi mereka, berada di tempat-tempat tertentu bisa membuat mereka terluka atau bahkan bisa membunuh mereka. Orang dengan agorafobia pasti memiliki gejala serangan panik, seperti detak jantung yang cepat, mual, sesak napas, mati rasa, atau panas dingin. Dalam beberapa kasus, kondisinya bisa sangat parah, di mana mereka akan menghindari aktivitas sehari-hari dan enggan meninggalkan rumah. Penyebab agorafobia Penyebab pasti dari agorafobia ini masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memicu terkena agorafobia, seperti adanya jenis gangguan atau fobia lain misalnya Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau fobia sosial, penyalahgunaan zat, atau disebabkan oleh genetik yang diturunkan oleh orangtua. Namun gangguan ini juga bisa berkembang dari komplikasi gangguan panik yang muncul dari ketakutan yang intens, misalnya dampak dari pelecehan fisik atau seksual. Selain itu, peristiwa traumatis bisa andil dalam kemunculan agorafobia. Pengobatan agorafobia Berikut beberapa perawatan yang berbeda untuk agorafobia: 1. Psikoterapi Perawatan ini dikenal juga dengan terapi bicara. Di mana penderita akan diberi kesempatan untuk berbicara tentang ketakutannya. Biasanya psikoterapi ini akan dikombinasikan dengan obat-obatan agar hasilnya lebih optimal. Dan umumnya, perawatan ini hanya dalam jangka pendek. Di mana penderita bisa menghentikannya jika merasa sudah bisa mengatasi sendiri kecemasannya. 2. Perubahan gaya hidup Perawatan mandiri seperti mengatur pola hidup memang tidak serta merta mengobati agorafobia. Tetapi dapat membantu mengurangi kecemasan sehari-hari. Dengan berolahraga secara rutin, makan makanan yang sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan protein. Serta meditasi pernapasan untuk mengurangi serangan panik. Agorafobia belum memiliki obat untuk mencegahnya, tetapi pengobatan bisa menurunkan intensitas rasa takut dan panik yang muncul. (RN)
Foto: emergency-live.com

Bagi sebagian orang, keramaian bukanlah sesuatu yang mengasyikkan, melainkan bisa menyebabkan serangan panik. Ini merupakan gejala agorafobia, yaitu gangguan kecemasan ditengah keramaian atau di tempat terbuka.

Agorafobia adalah ketakutan seseorang ketika merasa berada di situasi di mana bantuan tidak akan tersedia jika ada yang tidak beres, seperti terjebak, tidak berdaya, panik, malu, dan takut.

Biasanya, seseorang dengan agorafobia bisa saja takut ketika berpergian dengan transportasi umum, mengunjungi pusat perbelanjaan, atau meninggalkan rumah. Bagi mereka, berada di tempat-tempat tertentu bisa membuat mereka terluka atau bahkan bisa membunuh mereka.

Orang dengan agorafobia pasti memiliki gejala serangan panik, seperti detak jantung yang cepat, mual, sesak napas, mati rasa, atau panas dingin. Dalam beberapa kasus, kondisinya bisa sangat parah, di mana mereka akan menghindari aktivitas sehari-hari dan enggan meninggalkan rumah.

Penyebab agorafobia

Penyebab pasti dari agorafobia ini masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memicu terkena agorafobia, seperti adanya jenis gangguan atau fobia lain misalnya Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau fobia sosial, penyalahgunaan zat, atau disebabkan oleh genetik yang diturunkan oleh orangtua.

Baca juga:  Mayoritas Pasien Gagal Ginjal Rentan Kena Anemia

Namun gangguan ini juga bisa berkembang dari komplikasi gangguan panik yang muncul dari ketakutan yang intens, misalnya dampak dari pelecehan fisik atau seksual. Selain itu, peristiwa traumatis bisa andil dalam kemunculan agorafobia.

Pengobatan agorafobia

Berikut beberapa perawatan yang berbeda untuk agorafobia:

  1. Psikoterapi
    Perawatan ini dikenal juga dengan terapi bicara. Di mana penderita akan diberi kesempatan untuk berbicara tentang ketakutannya. Biasanya psikoterapi ini akan dikombinasikan dengan obat-obatan agar hasilnya lebih optimal. Dan umumnya, perawatan ini hanya dalam jangka pendek. Di mana penderita bisa menghentikannya jika merasa sudah bisa mengatasi sendiri kecemasannya.
  1. Perubahan gaya hidup
    Perawatan mandiri seperti mengatur pola hidup memang tidak serta merta mengobati agorafobia. Tetapi dapat membantu mengurangi kecemasan sehari-hari. Dengan berolahraga secara rutin, makan makanan yang sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan protein. Serta meditasi pernapasan untuk mengurangi serangan panik. Agorafobia belum memiliki obat untuk mencegahnya, tetapi pengobatan bisa menurunkan intensitas rasa takut dan panik yang muncul. (RN)