Lupa dan Pikun Itu Berbeda Lho

Artikel ini telah direview oleh

Lupa dan Pikun Itu Berbeda Lho!

Lupa dan Pikun Itu Berbeda Lho
Foto: donita.co.id

Ternyata, lupa dengan pikun bisa dibedakan. Menurut dokter Ninik Mudjihartini staf pengajar Fakultas Kedokteran UI dan Anggota Perhimpunan dan Biologi Molekuler Indonesia (PPBMI), lupa merupakan peristiwa yang tidak dapat ditimbulkannya kembali informasi yang telah diterima dan disimpan. Hilangnya kemampuan untuk menyebut atau memproduksi kembali apa yang sebelumnya telah dipelajari.

Sedangkan, pikun atau yang saat ini terkenal dengan istilah demensia, yakni lebih pada kemampuan berfikir yang menurun secara drastis akibat menurunnya fungsi jaringan otak. “Jadi ini benar benar terkait fungsi jaringan otak kita, dan gejalanya meningkat seiring pertambahan usia, dan pikun bukan merupakan gejala normal dari proses penuaan, ini ada kelainan pada otak kita,” jelasnya.

Dokter Ninik mengatakan, penyebab pikun, antara lain adalah merokok, konsumsi gula terlalu banyak, makan terlalu banyak, kurang tidur dan kurang menstimulasi pikiran. “Jadi kita terlalu menganggap sesuatu itu dan tidak kita pikirkan, atau kita terlalu tidak menggunakan pikiran itu juga tidak baik,” katanya.

Baca juga:  Gangguan Mental Picu 3 Penyakit Berat

Dia menambahkan, pencegahan pikun bisa dimulai dari memberikan makan otak kita dengan makanan yang bergizi, olahraga,olah otak dan istirahatkan otak kita. Sayuran hijau setiap hari dan makanan berprotein seperti ikan salmon sangat membantu untuk pencegahan pikun. Ninik menerangkan, selain ikan salmon yang sangat jarang ditemui di pasaran dan harga yang mahal, bisa diganti dengan ikan kembung.

Selain makanan bergizi dan seimbang, bisa juga diimbangi dengan olahraga yang sesuai dengan mudah, seperti bersepeda atau berenang. Latihan menguatkan otot juga diperlukan, yakni dengan latihan duduk dan berdiri secara berulang dilakukan cukup di rumah.

Olah otak juga membantu mencegah seseorang atau lansia mengalami pikun, seperti kegiatan bermain catur hingga bermain game menjadi solusi untuk seseorang mengolah otaknya.

Pengobatan saat seseorang telah mengalami pikun bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya, penanganan tepat sejak dini. “Lalu diperlukan pengobatan simptomasik (obat) tetapi juga bersifat suportif dan pengobatan menyeluruh, dan yang tidak kalah penting adalah bantuan emosional keluarga dan teman dekat, pemeliharaan diet, rekreasi terapi dengan aktivitas tertentu seperti senam otak,” pungkas Ninik. (RN)

Baca juga:  Ini Rahasia Panjang Umur di Dua Negara