Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke!

Artikel ini telah direview oleh

Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke! 

Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke!
Foto: nakita.id

Banyak orangtua suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain, atau dengan anak orang lain, atau bahkan dengan dirinya sendiri ketika masih muda, baik karena kepintaran, prestasi atau kebiasaan lainnya.

Hal tersebut sangat keliru! Sebab anak akan mengalami kesulitan dalam hal pembentukan jati diri dan bisa menghambat kesuksesan mereka. Tak hanya itu, orangtua yang selalu membandingkan akan membuat kesehatan mental anak terganggu.

Kebiasaan membanding-bandingkan anak merupakan salah satu tanda gaya parenting yang narsistik. Pola pengasuhan yang seperti ini bisa berdampak sangat buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Anak-anak dari orangtua narsis secara alamiah akan belajar dan meniru bahwa manipulasi dan rasa bersalah adalah strategi yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Psikolog Schrag Hershberg mengatakan, ketika orangtua membandingkan anak mereka dengan orang lain, itu akan membuat mereka merasa rendah diri. “Pada akhirnya, anak-anak akhirnya merasa diri mereka buruk. Ini merupakan faktor risiko untuk sejumlah hal negatif di kemudian hari, seperti kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Baca juga:  Mengenal Tahapan Stadium Kanker Ginjal

Satu hal yang perlu diketahui adalah, anak tidak perlu dibanding-bandingkan. Namun orangtua yang narsistik akan kerap membandingkan sang anak dengan dirinya yang dahulu atau anak lainnya.

Mereka mungkin memiliki anak emas yang mereka puji berlebihan, misalnya, ketika berbicara buruk tentang anak lain dalam keluarga.

Tak peduli betapa bagusnya pencapaian sang anak, orangtua jenis ini tetap merasa buah hatinya kurang memuaskan. Satu-satunya patokan yang dipegang adalah bagaimana dirinya berhasil melewati hambatan atau masalah tersebut.

Hal ini tentu dapat membuat anak merasa tidak nyaman, tidak setia dan secara psikologis tidak aman. (RN)