Merawat Luka Harus Tuntas

Artikel ini telah direview oleh

Merawat Luka Harus Tuntas

Merawat Luka Harus Tuntas
Foto: idntimes.com

Mengalami luka di salah satu bagian tubuh adalah sesuatu yang tidak mengenakan. Sudah barang tentu ini akan sangat mengganggu. Luka, sekecil apa pun haruslah dirawat agar bisa segera sembuh. Perawatan luka adalah tindakan merawat luka dengan upaya  untuk mencegah infeksi, membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman/bakteri pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.

Hal-hal yang dapat membantu penyembuhan luka antara lain dengan cara makan makanan bergizi, mengikuti terapi dokter, minum obat secara teratur. Cuci tangan sebelum dan setelah merawat luka. Berhenti merokok atau minum alkohol serta hindari stres. Lakukanlah cara merawat luka dengan benar.

Makanan yang bergizi yaitu, makanan sumber protein dan  vitamin C.  Makanan sumber protein terdiri hewani dan nabati. Makanan sumber protein hewani seperti ikan, ayam, ikan, telur, dan lain-lain. Makanan sumber protein nabati seperti  tahu, tempe, kacang-kacangan dan hasil olahannya. Sedangkan makanan sumber vitamin C seperti  jeruk, jambu biji, tomat.

Manfaat perawatan luka adalah dengan menjaga kebersihan dapat mencegah infeksi, memberikan rasa aman dan nyaman untuk pasien. Mempercepat proses penyembuhan luka, mencegah bertambahnya kerusakan jaringan, membersihkan luka dari benda asing/kotoran, memudahkan pengeluaran cairan yang keluar dari luka, mencegah masuknya kuman dan kotoran ke dalam luka serta mencegah perdarahan maupun munculnya jaringan parut sekitar luka.

Baca juga:  Kaum Pria Terbanyak Diserang Kanker Kolorektal

Sebagian besar luka terbuka yang terjadi terbilang minor dan bisa dirawat sendiri di rumah. Tapi bagaimanapun ukurannya, luka terbuka sebaiknya harus segera dirawat agar tidak terkontaminasi dan menyebabkan infeksi. Berikut diberikan prosedur merawat luka basah.

  1. Cuci tangan
    Untuk perawatan luka sederhana, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencuci tangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi infeksi.
  2. Hentikan pendarahan
    Luka basah dan kecil yang disebabkan oleh goresan atau irisan biasanya akan berhenti berdarah dengan sendirinya. Jika dibutuhkan, beri tekanan lembut pada luka dengan menggunakan perban atau kain. Posisikan luka di sisi atas hingga pendarahan berhenti.
  3. Bersihkan luka
    Bersihkan luka terbuka dengan air bersih. Caranya dengan menaruh bagian tubuh yang luka di bawah aliran air langsung dari keran. Bersihkan bagian sekeliling luka dengan sabun, tapi jangan sampai luka terkena sabun. Jangan gunakan hidrogen peroksida atau iodin di luka karena bisa menyebabkan iritasi. Bersihkan kotoran yang ada menggunakan tweezer yang sudah disterilkan menggunakan alkohol.
  4. Oleskan antibiotik atau petroleum jelly
    Oleskan salep antibiotik atau petroleum jelly secara tipis di permukaan luka. Cara ini bisa membuat permukaan luka tetap lembab dan mencegah terbentuknya jaringan parut. Jika salep mengakibatkan ruam di kulit, segera hentikan pemakaian.
  5. Tutup luka
    Gunakan perban, kasa gulung atau kasa dengan plester untuk menutup luka. Luka harus ditutup agar tetap bersih dan tidak terkontaminasi. Jika luka hanya berupa goresan kecil tidak perlu ditutup.
  6. Ganti penutup luka
    Ganti perban atau penutup luka kalian setidaknya satu kali dalam sehari atau jika perban menjadi kotor atau basah.
  7. Suntikan anti tetanus
    Jika kalian belum pernah mendapat suntikan anti tetanus dalam lima tahun terakhir, segera minta suntikan tersebut ke dokter. Apalagi jika luka yang kalian miliki termasuk dalam dan kotor.
  8. Awasi tanda infeksi
    Selalu awasi tanda-tanda infeksi. Segera ke dokter jika melihat tanda-tanda infeksi di kulit atau sekitar luka seperti kulit kemerahan, rasa sakit, kulit terasa hangat atau bengkak. (RN)
Baca juga:  Simak Gejala Awal Kanker Usus