Rahang Suka Bunyi Tanda Mengidap Temporomandibular Joint Syndrome

Artikel ini telah direview oleh

Rahang Suka Bunyi Tanda Mengidap Temporomandibular Joint Syndrome

Rahang Suka Bunyi Tanda Mengidap Temporomandibular Joint Syndrome
Foto: medicalnewstoday.com

Tanpa disadari, seringkali ketika makan sendi rahang kita seperti mengeluarkan bunyi “klek”. Hal ini dinamakan Temporomandibular Joint Syndrome (TMJ) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gangguan sendi rahang. Biasanya apabila penderita mengalaminya akan menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada daerah rahang hingga sepanjang wajah, telinga, leher, pundak dan punggung atas.

Dokter Nadia Alaydrus menjelaskan, “Temporomandibular Joint Syndrome atau sendi rahang itu berfungsi seperti engsel yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak kepala kita. Menurutnya penyebab gangguan sendi rahang itu sendiri bisa dikarenakan adanya injury atau pernah terjadi trauma pada area rahang, gigi itu berjejal atau tidak sejajar, adanya tekanan pada sinus, kebiasaan menggeretakkan atau menggeserkan gigi secara tidak sadar, atau bisa juga karena stres, semua itu bisa dirasakan apabila seseorang mengalami gangguan sendi rahang.

Gejalanya sendiri pun bervariatif selain nyeri di area rahang hingga ke area telinga, biasanya juga sering disertai bunyi “klek” setiap membuka atau menutup mulut, nyeri di area wajah, pundak, leher, hingga punggung atas. “Untuk penanganannya sendiri yang pertama bisa dengan diberikan night guard,” ucap dr Nadia.

Baca juga:  Gaya Hidup Bisa Picu Terjadinya Saraf Kejepit

Penyebabnya karena sering menggesekkan atau menggeretakkan gigi secara tidak sadar. Night guard ini bisa membantu untuk stabilisasi rahang, dan melindungi gigi dari pergesekan. Ada pun cara lain yang dapat digunakan untuk meminimalisirkejadian tersebut, yaitu dengan relaksasi seperti olahraga, yoga, dan meditasi, untuk mengurangi stres.

Namun, apabila hal ini semakin mengganggu, dr Nadia menyarankan ada baiknya untuk segera berkonsultasi kepada dokter, karena apabila terlambat ditakutkan penanganannya pun semakin sulit dilakukan. (RN)