Rabu , 24 Oktober 2018
Home » Artikel » Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak

Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak

Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak

Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak (Foto: dok. hellosehat.com)

Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak – Anak-anak dan remaja yang terpapar polusi udara terkait tingkat tinggi memiliki bukti adanya jenis kerusakan DNA tertentu yang disebut pemendekan telomere, lapor sebuah studi di Journal of Occupational and Environmental Medicine, akhir-akhir ini. Telomer (telomere) adalah bagian paling ujung dari DNA linear. Meskipun termasuk dalam untai DNA, telomer tidak mengkode protein apa pun, sehingga ia tidak termasuk dalam kategori gen. Telomer berperan penting dalam menjaga kestabilan genom tiap sel.

Remaja yang menderita asma juga memiliki bukti pemendekan telomere. Menurut penelitian pendahuluan John R. Balmes, dan rekan, dari University of California, Berkeley, menyimpulkan bahwa pemendekan telomer yang biasanya terkait dengan penuaan akibat dari lingkungan. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa panjang telomer mungkin berpotensi digunakan sebagai biomarker kerusakan DNA akibat paparan lingkungan dan atau peradangan kronis,” tulisnya.

Studi ini melibatkan 14 anak-anak dan remaja yang tinggal di Fresno, California – kota kedua yang paling tercemar di Amerika. Para peneliti menilai hubungan antara hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), polutan udara ‘di mana-mana’ yang disebabkan knalpot kendaraan bermotor; memperpendek telomer. Jenis kerusakan DNA yang biasanya terkait dengan penuaan.

Saat paparan PAH meningkat, panjang telomer menurun secara linier. Anak-anak dan remaja dengan asma terkena tingkat PAH yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menderita asma. Hubungan antara tingkat PAH dan pemendekan telomer tetap signifikan setelah penyesuaian untuk asma, dan faktor lainnya (umur, jenis kelamin, dan ras/etnis) yang terkait dengan panjang telomer.

Studi tersebut menambah bukti sebelumnya bahwa polusi udara menyebabkan stres oksidatif, yang dapat merusak lipid, protein, dan DNA. Penelitian telah menyarankan agar anak-anak berpotensi mengalami pemendekan telomer berbeda dari orang dewasa, yang mungkin membuat mereka lebih rentan terhadap dampak polusi udara yang merusak.

“Pengetahuan yang lebih besar tentang dampak polusi udara pada tingkat molekuler diperlukan untuk merancang intervensi dan kebijakan yang efektif,” kata Balmes. Dengan penelitian lebih lanjut, telomer dapat memberikan biomarker baru untuk mencerminkan efek tingkat seluler dari paparan polusi udara. Telomer mungkin juga memberikan wawasan baru mengenai pemahaman bagaimana paparan polusi memicu kesehatan yang buruk. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates