Tren Kenali Gejala Hipertensi dan Cara Mencegahnya

Artikel ini telah direview oleh

Tren Kenali Gejala Hipertensi dan Cara Mencegahnya

Tren Kenali Gejala Hipertensi dan Cara Mencegahnya
Foto: herminahospital.com

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Gejala darah tinggi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik dan diastolik.

Seseorang mengalami hipertensi jika tekanan sistoliknya lebih dari 140 mm/Hg dan tekanan darah diastoliknya lebih dari 90 mm/Hg. Menurut WHO, diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi.

Hipertensi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya dan merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.

Gejala hipertensi

 Hipertensi adalah ‘silent killer’, yaitu kebanyakan orang tidak menyadarinya karena tak mengalami gejala hipertensi yang jelas. Untuk itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Menurut WebMD, WHO, dan American Heart Association (AHA), jika tekanan darahnya sangat tinggi, beberapa gejala hipertensi berikut mungkin bisa muncul, seperti sakit kepala parah, termasuk sakit kepala di pagi hari, mimisan, detak jantung tidak beraturan, masalah pengelihatan.

Pada kasus yang lebih parah, gejala hipertensi bisa mencakup: kelelahan atau kebingungan, sakit di bagian dada, mual dan muntah, sulit bernapas, kecemasan, sulit tidur, dan wajah memerah.

Baca juga:  Pusing dan Mati Rasa Pertanda Stroke

Setidaknya terdapat 9 cara untuk mencegah hipertensi:

  1. Menurunkan berat badan

    Tekanan darah seringkali meningkat seiring bertambahnya berat badan. Penurunan berat badan adalah salah satu cara untuk mengendalikan tekanan darah di badan. Bila berat badan sudah turun, maka pertahankan berat badan tersebut.

  1. Berolahraga secara teratur

    Aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan hipertensi sekitar 5 sampai 8 mm Hg. Lakukan olahraga secara teratur agar menurunkan tekanan darah dan tidak naik kembali. Setidaknya berolahraga sedang selama 30 menit setiap hari sudah cukup untuk mengendalikan tekanan darah.

  1. Konsumsi makanan sehat

    Mengonsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan susu rendak lemak dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mm Hg. Selain itu, dijaga pola makan yang teratur dengan makanan tersebut.

  1. Mengurangi konsumsi garam

    Asupan natrium atau garam yang masuk ke dalam badan dapat mempengaruhi tekanan darah. Secara umum, batasi natrium hingga 2.000 mg sehari atau bisa kurang. Mengurangi sedikit garam dari normalnya dikonsumsi per hari, dapat menurunkan tekanan darah sekitar 5 mm hingga 6 mm Hg. Dengan menghindari makanan kemasan dan olahan tinggi sodium dapat mengurangi risiko hipertensi. Selain itu, dengan mengurangi konsumsi garam juga dapat meningkatkan kesehatan jantung.

  1. Batasi konsumsi alkohol

    Bagi yang suka meminum alkohol, membatasi konsumsi alkohol dapat mencegah hipertensi. Membatasi alkohol dengan kurang dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria dapat membantu menurunkan tekanan darah sekitar 4 mm Hg.

  1. Berhenti merokok

    Bagi yang merokok, berhenti merokok salah satu cara untuk mencegah hipertensi. Berhenti merokok dapat menurunkan tekanan darah dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Memperbaiki pola tidur

    Tidur yang kurang dari enam jam setiap malam selama beberapa minggu dapat menyebabkan hipertensi. Mengatur jadwal tidur untuk memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

  1. Kelola stres

    Stres jangka panjang atau kronis dapat menyebabkan hipertensi. Fokus pada masalah yang bisa diselesaikan dan luangkan waktu untuk bersantai adalah cara untuk mengurangi stres.

  1. Periksa tekanan darah secara rutin

    Dengan memeriksa tekanan darah, seseorang dapat mengetahui seberapa tinggi tekanan darah yang dimilikinya. Anda tahu sebaiknya kapan Anda harus menurunkan tekanan darah dengan memeriksakannya. Dikutip dari EveryDayHealth, jika tekanan darah di bawah 120/80 mmHg, maka disarankan agar memeriksakannya setidaknya dua tahun sekali. Sedangkan bila tekanan darah lebih dari itu, maka sebaiknya memeriksakannya lebih sering. (RN)

Baca juga:  Jangan Sepelekan Gejala Kolesterol Tinggi Ini