Waspadai Midlife Crisis, Pahami Cara Mengatasinya

Artikel ini telah direview oleh

Waspadai Midlife Crisis, Pahami Cara Mengatasinya

Waspadai Midlife Crisis, Pahami Cara Mengatasinya
Foto: helpguide.org

Orang yang berusia 40 tahun hingga 60 tahun rentan mengalami krisis paruh baya (midlife crisis). Kondisi ini di mana seseorang mengalami depresi, kesedihan, dan kehilangan arah hidupnya.

Orang yang mengalami midlife crisis cenderung kehilangan rasa percaya diri dan kreativitas. Kekhawatiran saat fase transisi usia paruh baya mengalami penuaan, kehilangan tujuan, dan terus memikirkan kematian.

Midlife crisis biasanya dipicu perubahan fisik, kemampuan, dan aktivitas akibat penambahan usia. Midlife crisis bisa muncul ketika seseorang tidak bisa menerima perubahan dirinya. Adapun di antaranya yang mempengaruhi penambahan berat badan, kesehatan yang memburuk, penurunan hasrat seksual. Perubahan hubungan juga mempengaruhi, seperti hilang pendapatan dan merasa kehilangan tujuan ketika anak-anak dewasa sudah meninggalkan rumah.

Ciri kondisi midlife crisis 

Mengutip Verywell Mind, biasanya midlife crisis ditandai beberapa hal:

  1. Kebahagiaan dan kepuasan hidup yang menurun
  2. Meragukan diri sendiri dan frustrasi terhadap perubahan peran dan tanggung jawab hidup
  3. Sangat bosan dan tidak puas dalam hubungan, karier, atau kehidupan yang sedang dijalani
  4. Khawatir berlebihan tentang orang lain memandang dirinya
  5. Berpikir tentang kematian, makna hidup, dan konsep eksistensial lainnya
  6. Mengalami perubahan tingkat energi, mulai meningkatnya rasa gelisah sampai lelah yang tak biasa
  7. Kurang motivasi atau minat mengejar tujuan dan aktivitas yang biasa dinikmati
  8. Perubahan suasana hati, termasuk mudah marah, mudah sedih, dan menurunnya hasrat seksual.
Baca juga:  Lansia Ngompol Bukan Kondisi Wajar

Cara mengelola saat mengalami midlife crisis:

  • Mengembalikan keadaan

    Greater Good Magazine menyarankan untuk mampu mengembalikan keadaan, misalnya menerima perubahan usia. Menegaskan sikap tidak menyesali dan menyalahkan diri sendiri atas perubahan yang terjadi akibat penuaan dan membuat rencana baru untuk menghabiskan waktu.

  • Berbicara dengan orang yang dipercaya

    Bercerita tentang perasaan, harapan, rencana, dan ketakutan dengan orang yang dipercayai. Berbicara dengan orang lain membantu meringankan pikiran dan risiko tekanan depresi. Mulai menulis kesehatian untuk meluapkan emosi dan perasaan.

  • Tidak meratapi nasib

    Merujuk Johns Hopkins Medicine, meratapi kehidupan dan perubahan usia yang dialami bukan suatu hal yang baik. Sebaiknya menggunakan waktu tua untuk menghadapi tantangan baru dalam hidup, misalnya menjadi relawan sosial.

  • Cari bantuan profesional

    Cari bantuan profesional apabila midlife crisis tidak bisa diatasi dengan pengendalian diri. Sebab, midlife crisis jika dibiarkan terus menyebabkan depresi, gangguan emosional, dan kebingungan. (RN)