Atasi Degenerasi Makula dan Mata Merah

Atasi Degenerasi Makula dan Mata Merah

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14484" align="aligncenter" width="446"] Foto: vioklinik.com (Atasi Degenerasi Makula dan Mata Merah)[/caption] Dokter mata di kota New York, Amerika Serikat, mengingatkan pentingnya pemeriksaan mata secara teratur untuk deteksi dini demi mencegah degenerasi makula terkait usia (Age-Related Macular Degeneration/AMD) sebelum gejala muncul. Dokter Hyon Kim, MD, menyarankan pemeriksaan mata rutin meliputi pemeriksaan retina yang dapat mendeteksi AMD secara dini. “Hal terpenting yang dapat dilakukan orang untuk mendeteksi AMD sejak dini adalah melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan memastikan untuk menepati janji temu tindak lanjut," Kim. Akademi Oftalmologi Amerika merekomendasikan pemeriksaan mata rutin dimulai pada usia 40-54 tahun untuk orang dewasa yang tidak memiliki tanda atau faktor risiko penyakit mata setiap 2-4 tahun sekali. Sementara memasuki usia 55-64 tahun bisa memeriksakan kesehatan mata setiap 1-3 tahun sekali dan usia 65 ke atas…
Read More
Alzheimer Masih Menjadi Tantangan Lansia Global 

Alzheimer Masih Menjadi Tantangan Lansia Global 

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14483" align="aligncenter" width="431"] Foto: medlinplus.com (Alzheimer Masih Menjadi Tantangan Lansia Global )[/caption] Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap 21 September. Hal tersebut semata sebagai pengingat sekaligus panggilan dalam mengatasi salah tantangan kesehatan global terbesar abad ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 57 juta orang hidup dengan demensia pada 2021, mayoritas di negara berpendapatan rendah–menengah. Hampir 10 juta kasus baru muncul setiap tahun, dengan Alzheimer menyumbang 60–70 persen dari seluruh kasus. Angka itu diproyeksikan melonjak hingga 139–153 juta orang pada 2050. “Dari balik statistik, ada berjuta wajah nyata mengenai alzheimer. Seorang ibu yang lupa nama anaknya. Seorang ayah yang tidak lagi mengenali jalan pulang. Seorang mahasiswa yang menatap papan tulis dengan tatapan hampa, saat jam pelajaran berlangsung,” kata Dokter Dito Anurogo MSc PhD adalah alumnus PhD dari Taipei Medical…
Read More
Cermati Penyebab Sklera Ikterik atau Mata Kuning

Cermati Penyebab Sklera Ikterik atau Mata Kuning

Artikel, Artikel Umum
  [caption id="attachment_14444" align="aligncenter" width="432"] Foto: primayahospital.com (Cermati Penyebab Sklera Ikterik atau Mata Kuning)[/caption] Mata kuning, atau dalam istilah medis dikenal sebagai sklera ikterik, merupakan kondisi di mana bagian putih mata berubah menjadi kekuningan. Kondisi ini bukan hanya masalah kosmetik, melainkan sering kali menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis. Perubahan warna pada mata ini umumnya berkaitan dengan gangguan pada organ penting seperti hati, kantung empedu, atau pankreas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya sejak dini. Berikut delapan penyebab utama mata kuning yang perlu diwaspadai. Penyakit kuning (Ikterus) Penyakit kuning terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah, pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk hepatitis dan kanker pankreas. Sirosis hati Sirosis adalah kerusakan hati kronis yang…
Read More
Dewasa Muda Kian Rentan Terkena Aritmia Jantung

Dewasa Muda Kian Rentan Terkena Aritmia Jantung

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14443" align="aligncenter" width="473"] Foto: rsjih.com (Dewasa Muda Kian Rentan Terkena Aritmia Jantung)[/caption] Dewasa ini, usai dewasa muda sekitar 20-30 tahun menghadapi risiko kematian paling dini karena penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi di antara mereka. Hal tersebut dikatakan Direktur Klinis Elektrofisiologi Jantung di Rumah Sakit CARE, Banjara Hills, Hyderabad Dr. Ramakrishna SVK. “Irama jantung yang tidak teratur kini lebih banyak memengaruhi dewasa muda daripada sebelumnya dan menjadi sangat umum,” ujarnya seperti dilansir dari  Hindustan Times. Dijelaskan, irama jantung yang tidak teratur, yang secara medis dikenal sebagai aritmia, dapat berkisar dari detak jantung tambahan yang tidak berbahaya hingga gangguan serius yang memerlukan perhatian segera. Ramakrishna mengungkapkan bahwa jantung berdebar sebelum ujian atau presentasi penting bisa jadi normal karena merasa cemas. Namun, jika jantung berdebar kencang bahkan dalam situasi tenang, dan tanpa…
Read More
Usia Muda Bisa Alami Gangguan Irama Jantung

Usia Muda Bisa Alami Gangguan Irama Jantung

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14427" align="aligncenter" width="370"] Foto: cvskl.com (Usia Muda Bisa Alami Gangguan Irama Jantung)[/caption] Gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak terlalu cepat atau disebut juga Supraventricular Tachycardia (SVT) tak hanya bisa dialami kalangan lanjut usia, bahkan kalangan muda dengan dampak yang mengancam jiwa. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dari RS Siloam TB Simatupang, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP (K), FIHA, menjelaskan bahwa SVT jika dibiarkan dapat mengakibatkan gagal jantung, stroke, hingga kematian. “Secara umum, aritmia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: irama jantung yang lebih cepat dari normal (tachycardia), lebih lambat dari normal (bradycardia), dan irama yang tidak beraturan (flutter),” kata dr Dony. Dokter Dony memaparkan, cara mengukur detak jantung dapat dilakukan dengan meletakkan jari di nadi pergelangan tangan. Hitung denyut selama 15 detik, lalu kalikan hasilnya dengan empat…
Read More
Obesitas Percepat Tanda Penunaan

Obesitas Percepat Tanda Penunaan

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14428" align="aligncenter" width="465"] Foto: jurnalbatam.com (Obesitas Percepat Tanda Penunaan)[/caption] Obesitas atau kegemukan berlebih dapat mempercepat penuaan sehingga perlu penanganan secara menyeluruh. Hal tersebut dikatakan Clinical, Medical, and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia dr Riyanny Meisha Tarliman mengatakan obesitas atau kegemukan berlebih dapat mempercepat penuaan sehingga perlu penanganan secara menyeluruh. “Obesitas bukan sekadar masalah penampilan ataupun gaya hidup. Ini adalah kondisi medis kompleks yang mempengaruhi kesehatan metabolik dan dapat mempercepat tanda penuaan pada tubuh dan kulit,” kata Riyanny. Dia mengatakan, obesitas berkontribusi pada munculnya peradangan kronis (inflammaging) yang mempercepat kerusakan molekuler dan mengurangi kemampuan regenerasi sel. Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan organ kehilangan fungsi optimal serta memicu masalah kulit seperti keriput, hiperpigmentasi, dan kusam. Lebih jauh, obesitas juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, gangguan metabolik, hingga kardiovaskular. Oleh karena itu, ia…
Read More
Tak Jalani Pola Hidup Sehat, Wasir Bisa Kambuh Lagi

Tak Jalani Pola Hidup Sehat, Wasir Bisa Kambuh Lagi

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14388" align="aligncenter" width="539"] Foto: gitabakti.com[/caption]   Wasir atau hemoroid bisa kambuh lagi setelah pasien menjalani operasi kalau yang bersangkutan tidak menerapkan pola hidup sehat. “Walaupun operasi berjalan baik, wasir bisa kembali jika gaya hidup tidak diperbaiki," kata dokter spesialis bedah umum Clement Dewanto dari Bethsaida Hospital Gading Serpong. Dirinya menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat dalam upaya untuk mencegah kekambuhan wasir, penyakit yang ditandai dengan nyeri, perdarahan, dan benjolan pada anus.  Dia mengatakan bahwa keberhasilan tindakan operasi wasir harus diikuti dengan perbaikan gaya hidup pasien. Minum air putih dua sampai tiga liter per hari, mengonsumsi lebih banyak makanan berserat, serta menghindari kebiasaan berlama-lama di toilet dapat membantu mencegah wasir kambuh. Dokter Clement menyampaikan bahwa pelaksanaan prosedur medis pada pasien wasir dilakukan berdasarkan derajat keparahan wasir. Wasir tingkat ringan umumnya…
Read More
Stres Bisa Akibatkan Kekacauan Tubuh dan Gangguan Kulit

Stres Bisa Akibatkan Kekacauan Tubuh dan Gangguan Kulit

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14387" align="aligncenter" width="517"] Foto: bmderma.com[/caption] Stres dan kecemasan mampu menimbulkan kekacauan dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah seperti jerawat hingga rambut rontok. Demikian dikatakan ahli bedah plastik, kosmetik dan transplantasi rambut serta Direktur Medis DHI India dr. Viral Desai. “Stres dan kecemasan sangat mengganggu pikiran Anda sehingga dapat menimbulkan kekacauan dalam tubuh, menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang bisa membuat frustrasi sekaligus memalukan. Berbagai masalah, mulai dari jerawat, eksim, hiperpigmentasi, hingga rambut rontok dan sensitivitas kulit, dampak stres pada kulit Anda bisa sangat signifikan,” ujar Dr. Viral. Dokter kulit di Indian Cancer Society dr. Satish Bhatia Mumbai menambahkan bahwa beban kerja dan tenggat waktu menyebabkan kecemasan dan menjadi bagian dari gaya hidup. “Kecemasan adalah bentuk stres yang memengaruhi sistem endokrin yang menyebabkan perubahan hormonal seperti kortisol, epinefrin, dan adrenalin, respons memicu…
Read More
Anak Bisa Alami Gangguan Ginjal

Anak Bisa Alami Gangguan Ginjal

Artikel, Artikel Anak, Artikel Umum
[caption id="attachment_14375" align="aligncenter" width="509"] Anak Bisa Alami Gangguan Ginjal[/caption] Ketua Unit Kerja Koordinasi Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A, Subsp.Nefro(K) menyampaikan bahwa demam berulang yang tidak disertai batuk dan pilek bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan ginjal pada anak. “Gejalanya biasanya dari gejala infeksi saluran kemih, jadi anak yang sering demam berulang, demam tanpa batuk pilek yang umumnya satu paket jadi influenza, itu kita wajib melakukan pemeriksaan urine untuk kita mengetahui apakah dia infeksi saluran kemih,” kata Eka. Ia menambahkan, gejala infeksi saluran kemih biasanya muncul mendadak pada anak. Kalau gejala-gejala infeksi saluran kemih muncul pada anak balita, ia mengatakan, maka pemeriksaan USG perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya batu ginjal. Dokter Eka mengatakan bahwa gangguan ginjal bisa menyebabkan sindrom nefrotik, membuat tubuh mengeluarkan terlalu…
Read More
Functioning Anxiety, ‘Penyakit’ Insan Kekinian

Functioning Anxiety, ‘Penyakit’ Insan Kekinian

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_14353" align="aligncenter" width="377"] Functioning Anxiety, ‘Penyakit’ Insan Kekinian[/caption] Orang mungkin saja mengalami kecemasan meskipun dari luar dia terlihat sukses, produktif dan tidak memiliki masalah. High functioning anxiety adalah bentuk kecemasan di mana individu secara lahiriah tampak sukses dan mampu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi secara internal, mereka mengalami kecemasan dan stres yang signifikan. Umumnya, ‘penyakit’ ini muncul pada mereka yang memiliki ambisi untuk hidup dengan cara tertentu. Ketika gagal menjalani hidup seperti apa yang diinginkan, tak jarang seseorang mengalami productivity anxiety atau kecemasan terkait produktivitas. Dengan kata lain, productivity anxiety merupakan kecemasan yang terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan cara hidup yang dijalani. Kecemasan tersebut dapat mempengaruhi mental dan emosional seseorang. Gangguan kecemasan adalah kondisi di mana seseorang mengalami rasa cemas atau khawatir yang berlebihan dan tak terkendali. Kecemasan ini dapat berupa kekhawatiran…
Read More