Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5776" align="alignleft" width="300"] Foto: jurnalweb.com[/caption] Menghabiskan banyak waktu memainkan smartphone atau ponsel pintar telah terungkap bisa berikan efek buruk. Bahkan efek tidak baik ini bisa berdampak pada usia dini menurut studi baru. Setelah hanya satu jam untuk main di depan layar, anak-anak dan remaja mungkin mendapatkan efek yang tidak baik. Sebuah penelitian AS yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine Reports menyatakan, efek itu akan menimbulkan lebih sedikit rasa ingin tahu, mengatur diri yang lebih rendah, dan stabilitas emosi yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Para peneliti menemukan, mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap efek buruk semacam itu. Namun, mereka pun melihat korelasi pada anak-anak dan balita yang lebih kecil yang otaknya masih berkembang juga. Penelitian ini mencakup data tentang lebih dari 40 ribu…
Read More
Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5755" align="alignleft" width="300"] Foto: independensi.com[/caption] Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, lalu bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar. Di antara sekian banyak jenis kanker, ada kanker yang kerap menyerang anak-anak. Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Menurut Dokter Mururul Aisyi Sp.A(K) pakar kanker anak dari RS Kanker Dharmais, terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Leukemia merupakan kanker tertinggi pada anak (2,8 per 100 ribu), dilanjutkan oleh retinoblastoma (2,4 per 100 ribu), osteosarkoma (0,97 per 100 ribu), limfoma maligna (0,75 per 100 ribu),…
Read More
Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5753" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Angka kejadian kanker anak (0 sampai 17 tahun) tahun 2005 – 2007, menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) sebesar 9 per 100 ribu anak. Artinya di antara 100 ribu anak terdapat 9 anak yang menderita kanker. Pada anak usia 0 sampai 5 tahun angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 18 per 100 ribu anak, sedangkan pada usia 5 sampai 14 tahun 10 per 100 ribu anak. Jumlah kanker anak sekitar 3 persen sampai 5 persen dari keseluruhan penyakit kanker, namun menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5 sampai 14 tahun. Setiap tahun lebih dari 175 ribu anak di dunia didiagnosis kanker, dan diestimasi 90 ribu di antaranya meninggal dunia. Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50 sampai 60 persen karena…
Read More
Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5725" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menyatakan, diet rendah lemak membantu menambah harapan hidup bagi anak penderita kanker. Diet tersebut membantu anak dengan leukemia limfoblastik akut. Kanker itu adalah yang paling umum diderita oleh anak-anak. Percobaan dilakukan dengan menggunakan tikus putih obesitas yang menderita leukemia. Sebelum memperoleh kemoterapi, tikus diberi perlakuan diet rendah lemak. Hasilnya, tikus yang menjalani diet punya harapan hidup lebih baik. Tikus yang diet rendah lemak punya harapan hidup lima kali lebih banyak daripada tikus dengan diet tinggi lemak. Hasil riset ini sudah dipublikasikan di jurnal Cancer & Metabolism. “Hal yang paling mengejutkan untukku adalah fakta yang menunjukkan bahwa diet bisa membantu membunuh sel-sel leukemia pada anak dengan leukemia limfoblastik,” kata Steven Mittelman dari…
Read More
Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5722" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Melatih kebiasaan yang satu ini tentu memerlukan waktu dan pembiasaan yang konsisten.  Kewajiban mencuci tangan setelah menggunakan toilet perlu ditanamkan kepada anak sejak dini, setidaknya sejak mereka mulai belajar menggunakan toilet sendiri. Menurut David Geller, dokter anak dan juga pengajar di Harvard Medical School, hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan alasan yang bagus terkait kebutuhan mencuci tangan bagi si anak. “Biarkan mereka pelan-pelan memahami, bahwa jika -misalnya, dia menyentuh kuman di toilet dan lalu tangan itu masuk ke mulut, dia bisa sakit,” kata Geller. Kendati demikian, Geller mengingatkan, jangan sampai orangtua membuat isu tersebut menjadi begitu menakutkan bagi anak. “Tentu kita tak ingin jika karena takutnya dengan kuman, si anak jadi bolak-balik mencuci tangan, bukan?” kata Geller. Langkah terbaik adalah dengan membuat…
Read More
Astaga… Jangan Abaikan Keselamatan Anak di Mobil

Astaga… Jangan Abaikan Keselamatan Anak di Mobil

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5698" align="alignleft" width="300"] Foto: ibupedia.com[/caption] Sebuah penelitian mengungkapkan, ada begitu banyak orangtua lalai terhadap anak saat mengendarai kendaraan. Kealpaan ini beresiko membahayakan nyawa anak-anak ketika berkendara. Salah satunya ketika orangtua tidak meletakkan anak secara aman di kursi khusus anak-anak dalam mobil. Penelitian menemukan sebanyak 37 persen orangtua di Inggris, ibu maupun ayah mengajak anak mereka berkendara tanpa memiliki pengekang atau sabuk yang cocok untuk anak. Dalam survei yang dilakukan OnePoll.com, diketahui juga bahwa kemungkinan lebih dari sepertiga anak-anak berkendara tanpa menggunakan pengekang atau sabuk yang cocok. Termasuk 22 persen anak menggunakan bantal sebagai pengganti kursi mobil yang cocok. Tiga dari sepuluh orang telah mengemudi dengan anak kecil duduk di pangkuan seseorang. Sementara seperlimanya memaksa anak mereka duduk di kursi belakang yang telah berisi empat penumpang atau lebih. Bahkan satu dari…
Read More
Bangun Komunikasi Dengan Anak Sedini Mungkin

Bangun Komunikasi Dengan Anak Sedini Mungkin

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5696" align="alignleft" width="300"] Foto: futuready.com[/caption] Bayi tentu saja belum bisa berbicara seperti manusia yang sudah mengembangkan bahasa. Namun, bukan berarti orangtua tidak perlu mengajak bayi berbicara dan membiarkan begitu saja. Berbicara dengan bayi sama pentingnya ketika mereka sudah tumbuh besar dan dapat berbicara. Penelitian baru yang diterbitkan awal bulan ini di The Journal of Neuroscience menyatakan, mengajak berbicara bayi akan mendorong kemampuan mereka untuk berbahasa. Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology, University of Pennsylvania, dan Harvard menemukan, percakapan dua arah dengan anak-anak membantu mereka mengembangkan kemampuan bahasa dan pemahaman yang lebih baik. Kelebihan itu terlepas dari status sosial ekonomi keluarga di mana bayi dilahirkan. “Kami menemukan komponen yang paling relevan dari paparan bahasa anak-anak bukanlah jumlah kata-kata yang mereka dengar, namun, jumlah percakapan orang dewasa dan yang mereka alami,” ujar…
Read More

Ini Penyakit Menular yang Sering Terjadi di Sekolah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5671" align="alignleft" width="300"] Foto: www.klikdokter.com[/caption] Di sekolah, anak-anak rentan tertular penyakit yang diderita teman sekelasnya. Berada bersama-sama dalam satu ruangan kelas dan duduk berdekatan dengan kawan yang sakit membuat anak lebih rentan terkena penyakit menular. Ketahuilah, penyakit menular yang sering terjadi di sekolah dan pencegahannya agar anak tidak mudah sakit. Hal pertama yang harus dipahami adalah, anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular. Sebab, anak-anak belum memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat. Mereka juga mungkin belum memiliki kebiasaan sehat, atau harus selalu diingatkan, misalnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Kita mungkin pernah mendapati si kecil pulang dengan keadaan demam, lesu, batuk-batuk, atau mengeluh sakit tenggorokan. Batuk dan radang tenggorokan memang menjadi penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Namun ada beberapa penyakit menular lain yang juga harus dicermati. Laman…
Read More
Nilai Sekolah Anak Bagus, Perlukah Dihadiahi Uang

Nilai Sekolah Anak Bagus, Perlukah Dihadiahi Uang

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5666" align="alignleft" width="300"] Foto: www.grid.id[/caption] Sebagian orangtua memberikan hadiah berupa uang tunai kepada anak saat nilai sekolahnya bagus. Namun, benarkah pilihan tersebut sudah menjadi hal yang tepat? Atau justru akan membuat anak tumbuh menjadi materialistis? Menurut studi yang dilakukan bersama oleh laman Voucher Codes dan pusat jajak pendapat Opinium, hampir 71 persen orangtua di Inggris memberikan penghargaan apabila anak berprestasi di sekolah. Sekitar 39 persen memberi insentif berupa uang tunai. Rata-rata besaran uang yang diberikan kepada anak yang mendapatkan nilai A adalah sejumlah 25,5 poundsterling (Rp 477 ribuan). Disusul 21,3 poundsterling (Rp 399 ribuan) untuk nilai B dan 17,4 poundsterling (Rp 326 ribuan) untuk nilai C. Bahkan, ada orangtua yang sangat loyal dan memberikan 1.000 poundsterling (Rp 18 jutaan) untuk nilai A. Responden perempuan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dulu orangtuanya…
Read More
Kini Batita Juga Boleh Mencoba Yoga

Kini Batita Juga Boleh Mencoba Yoga

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5634" align="alignleft" width="300"] Foto: parentingclub.co.id[/caption] Ternyata yoga tidak hanya untuk orang dewasa atau orang yang sedang sakit saja. Kini, yoga sudah boleh diperkenalkan kepada anak sejak berusia tiga tahun. Hal ini dikatakan ahli kebugaran dan kesehatan sekaligus instruktur yoga di FIT360, Amogh Shinde, “Yoga secara alami bisa dilakukan bayi dan balita. Jika Anda mengamati bayi dengan seksama, beberapa postur dan posisi tubuh mereka meniru gerakan yoga. Saat bayi tumbuh, perhatian mereka dialihkan ke berbagai hal berupa pembelajaran”. Menurutnya, waktu tepat memulai yoga bisa tiga tahun ke atas. “Memperkenalkan yoga pada anak sejak usia dini membantu mereka kelak berlatih yoga, sehingga bermanfaat kala mereka menangani masalah fisiologis dan kesehatan fisik," kata Shinde, dilansir dari Mid Day. Saat Anda memperkenalkan yoga pada anak, mulai perlahan dan konsisten. Langkah pertama adalah memilih asana…
Read More