Hindari Si Kecil dari Cacingan

Hindari Si Kecil dari Cacingan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4354" align="alignleft" width="200"] Foto: sarihusada.co.id[/caption] Penyebaran infeksi cacing lebih disebabkan kebersihan yang tidak terjaga atau lingkungan yang kotor. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja baik orang dewasa hingga anak-anak. Gejala-gejala penyakit cacingan pun kadang tampak samar. Umumnya, gejala cacingan yang dikeluhkan bisa berupa sakit perut, diare, mual, muntah, tidak nafsu makan hingga penurunan berat badan. Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih berat. Mulai dari anemia, menghambat perkembangan fisik, kecerdasan, dan lainnya. Karena itu, penting untuk mengetahui pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut tips mudah terhindar dari penyakit cacingan menurut Brand Manager Combantrin, Rays Mitchelle. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat. Seperti GERMAS (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat) yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan Cuci tangan setelah bermain Gunakan alas kaki Melakukan…
Read More
Tak hanya Fisik, Ini 7 Masalah Stunting

Tak hanya Fisik, Ini 7 Masalah Stunting

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4343" align="alignleft" width="276"] Foto: validnews.com[/caption] Di Indonesia, stunting masih menjadi persoalan yang krusial. Pada dasarnya, stunting bukan saja menghambat pertumbuhan fisik, di mana anak sulit tumbuh tinggi, tetapi juga menyebabkan masalah lain. Tercatat 9 juta anak mengalami stunting. Angka ini tergolong tinggi dan hampir sama dengan jumlah penduduk satu negara. Ada tiga hal yang membuat tingginya jumlah stunting di Indonesia, apa saja? Menurut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjoyo dalam acara Stunting Summit di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa waktu lalu, “Nomor satu karena ketidaktahuan masyarakat akan stunting, kurang mengerti mengelola makanan meski lumbung padi banyak.” Kedua, tidak tersedianya sanitasi air bersih yang baik. Kondisi ini juga dipicu dengan kebiasaan masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat serta infrastruktur dasar di desa seperti minimnya air bersih…
Read More
Astaga Kecanduan Gim Termasuk Gangguan Mental

Astaga Kecanduan Gim Termasuk Gangguan Mental

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4346" align="alignleft" width="300"] Foto: www.capingpribadi.co.id[/caption] Secara resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kecanduan gim atau game disorder masuk kategori penyakit gangguan mental. Faktanya kecanduan gim kini juga mulai menjangkiti anak bangsa. Psikolog Klinis Kasandra Putranto mengatakan paling tidak sudah ada 20-25 kasus kecanduan gim yang pernah ia tangani belakangan ini. “Kebanyakan mereka masih berusia di bawah 18 tahun. Mereka sudah mulai main gim saat usia SD dan mengalami eskalasi saat masuk tingkat SMP dan SMA,” ungkapnya. Kasandra mengungkap rata-rata pasien yang datang kepadanya terkait kecanduan gim sudah terlambat ditangani. Mayoritas orangtua terlambat menyadari bahwa putra-putri mereka mengalami adiksi terhadap gim. Contoh sederhana dimulai dari durasi yang semakin hari semakin lama dihabiskan anak untuk bermain gim kerap diabaikan orangtua. Pun anak lebih memprioritaskan duduk bermain gim ketimbang melakukan kegiatan lain. “Biasanya…
Read More
Kenali Tanda-tanda Flu Singapura

Kenali Tanda-tanda Flu Singapura

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4340" align="alignleft" width="300"] Foto: mediskus.com[/caption] Virus flu Singapura rentan menyerang anak di bawah 10 tahun. Salah satu gejala yang muncul adalah anak sulit makan dan minum.  Tanda lain yang muncul adalah bintik merah (lesi) seperti kutil di bagian tangan dan kakinya yang sering digaruk olehnya. Demikian juga nafsu makan berkurang dan asupan cairannya juga tidak seperti biasanya, ia pun terus rewel. Ditemukan juga selain tangan dan kaki yang penuh dengan bintik merah, di bagian mulut sudah penuh dengan bintik-bintik putih seperti sariawan. Hal ini yang membuat anak-anak malas untuk makan dan minum. Menurut dr Arie Sulistyowati MSc SpA dari RS Jakarta Medical Center, “Sebetulnya jika anak masih bisa makan dan minum, serta berkumur, maka anak tidak perlu dirawat di rumah sakit”. Dikatakan dr Arie, flu singapura atau yang dikenal dengan istilah…
Read More
Efek Negatif Dampak Media Sosial pada Anak

Efek Negatif Dampak Media Sosial pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4331" align="alignleft" width="300"] Foto: blog.sukawu.com[/caption] Tidak sedikit anak-anak yang menghabiskan waktu berkutat di media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat. Sayang, kebiasaan itu disebut-sebut  memiliki efek negatif. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa penggunaan medsos memiliki efek yang berbeda pada kesejahteraan untuk anak remaja. Para peneliti di University of Essex dan UCL menemukan hubungan antara peningkatan waktu yang dihabiskan di medsos pada awal masa remaja usia 10 dan berkurangnya kesejahteraan di masa remaja usia 10-15 tahun dan hal ini lebih banyak terjadi pada remaja perempuan. “Temuan kami menunjukkan bahwa penting untuk memantau interaksi awal dengan medsos, terutama pada anak perempuan. Karena ini dapat berdampak pada kesejahteraan di masa remaja dan mungkin sepanjang masa dewasa,” kata salah satu peneliti, Booker seperti dilansir Zeenews. Para peneliti menemukan bahwa remaja wanita menggunakan media…
Read More
Tanpa Kata Membuat Anak Merasa Nyaman

Tanpa Kata Membuat Anak Merasa Nyaman

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4328" align="alignleft" width="300"] Foto: tigakali.com[/caption] Kondisi si kecil yang sedang sedih, kesepian atau berkecil hati, terkadang memilukan hati kita. sebagai orangtua kita perlu menemukan kata yang tepat untuk mengembalikan semangatnya. Dan kita bisa melakukannya tanpa kata-kata. Bahasa tubuh yang membuatnya hangat (secara harafiah) bisa menjadi cara terbaik untuk membuatnya merasa dicintai dan dilindungi. Di bawah sadar, manusia mengasosiasikan kehangatan fisik dengan kehangatan emosi. Kaitan ini membawa mereka kembali ke masa awal kehidupan di dunia, saat bayi merasa hangat dalam dekapan orangtuanya. Para ahli menyebut ikatan penuh cinta itu sebagai kelekatan yang aman. Bayi yang “tangki emosinya” terisi penuh juga akan memiliki hubungan yang dekat dan penuh rasa percaya di usia dewasa. “Walau kita tidak punya ingatan sedang disusui atau dipeluk saat bayi, respon positif dan perasaan hangat itu terekam…
Read More
Inilah 5 Fakta Sakit Kepala Pada Anak

Inilah 5 Fakta Sakit Kepala Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4316" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Sakit kepala juga bisa terjadi pada anak-anak. Sekitar 15 sampai 20 persen anak-anak yang berusia 5 sampai 14 tahun juga memiliki kecenderungan mengalami sakit kepala. Namun, sakit kepala pada anak-anak bisa disebabkan karena hal yang berbeda. Ada berbagai macam fakta tentang sakit kepala pada anak-anak. Melansir dari laman Boldsky, ada beberapa fakta tentang sakit kepala pada anak-anak: Fakta 1 Sakit kepala pada anak-anak bisa disebabkan karena terlalu banyak menangis, dehidrasi atau melewatkan makan Fakta 2 Sakit kepala dibedakan menjadi 2 tipe, primer dan sekunder. Sakit kepala sekunder merupakan gejala dari beberapa kondisi medis. Sedangkan sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa alasan medis lainnya Fakta 3 Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala primer Fakta 4 Setidaknya ada 10 persen anak dinyatakan menderita sakit…
Read More
Pemberian Stimulasi Mampu Optimalkan Kecerdasan Anak

Pemberian Stimulasi Mampu Optimalkan Kecerdasan Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4312" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Tidak hanya nutrisi, pemberian stimulasi juga memiliki daya dukung bagi perkembangan kecerdasan anak sekaligus mengasah kemampuan bersosialisasinya. Stimulasi merupakan cara tepat untuk mengembangkan otak anak secara optimal. Stimulasi dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman yang menarik. Orangtua perlu memberikan stimulasi yang tepat sejak dini. Untuk mencapai hasil terbaik, orangtua harus membiasakan memberikan stimulasi setiap hari melalui kegiatan yang menyenangkan dan kreatif. Secara sederhana, stimulasi bisa diberikan dengan mengajak anak bicara maupun membacakan buku cerita sejak lahir. Jadikan kegiatan membaca sebagai rutinitas pengantar tidur anak. Harapannya, anak akan tertarik dengan buku sejak dini dan membuatnya mencintai buku hingga dewasa kelak. Anda juga bisa mengajak anak bermain, tidak perlu memberikan mainan mahal, yang penting anak merasa senang dan sesuatu yang bisa dipelajarinya. Menurut psikolog anak dan keluarga…
Read More
Kenali Difteri Lebih Jauh

Kenali Difteri Lebih Jauh

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4302" align="alignleft" width="300"] Foto: rakyaindependen.com[/caption] Akhir-akhir ini merebak wabah difteri di Indonesia. Penyakit yang masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) ini telah merambah ke berbagai daerah. Meski begitu, masih banyak orang yang belum mengerti benar apa itu penyakit difteri dan bagaimana cara mencegah badan kita agar tak terjangkit difteri. Secara sederhana bisa dijelaskan difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Corynebacterium diphterioe.  Kuman ini menghasilkan racun (toksin) yang menyebabkan gangguan di dalam tubuh. “Penyebarannya melalui kontak dengan percikan atau cairan yang diproduksi dari saluran napas atau dari lesi kulit,” kata dr Dave Anderson SpA., dari Siloam Hospital Asri Jakarta, saat berbicara di acara Media Gathering di Jakarta, akhir Februari lalu. Dia mengatakan, gejala penyakit biasanya muncul dalam dua hingga lima hari setelah terinfeksi. Kuman menyerang sistem pernapasan, juga dapat…
Read More
Ternyata, Orangtua Punya Peran Besar Bagi Masa Depan Anak

Ternyata, Orangtua Punya Peran Besar Bagi Masa Depan Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4299" align="alignleft" width="300"] Foto: bisnisasuransiindo.com[/caption] Orangtua memiliki peran signifikan dalam menentukan masa depan anak dengan bakat yang dimilikinya. Orangtua yang aktif bisa mengetahui bakat si kecil yang terpendam. Menurut psikolog anak Roslina Verauli, setiap anak memiliki impian tersendiri. Untuk itu, peran orangtua sangat penting dalam membantu anak membangun impian yang sesuai dengan potensi bakatnya masing-masing. Kemudian memfasilitasi agar kebutuhan bawaan anak untuk mengembangkan potensi diri dapat tercapai secara optimal. Tentu saja anak dan orangtua butuh inspirasi dalam membangun impian bersama, tambah Roslina. Agar anak-anak bisa muda beradaptasi dengan lingkungannya, maka saat anak mulai mengetahui kemampuan yang dimilikinya dalam kegiatan yang positif, orangtua bisa mengarahkannya. “Khususnya bagi anak-anak generasi alfa yang besar di era digital, yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menyerap informasi dengan sangat cepat. Mereka dianjurkan untuk memiliki…
Read More