Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4226" align="alignleft" width="200"] Foto: madu-uray.com[/caption] Ada banyak berita hoax atau mitos di dunia kesehatan yang bila dicermati secara detail memiliki efek yang buruk pada masa depan, baik itu terhadap individu maupun masyarakat. Mitos berasal dari banyak hal, dari pengalaman, hingga dari informasi yang salah dari sumber tertentu. Misalnya dalam kasus susu kental manis (SKM), banyak masyarakat yang masih percaya bahwa SKM bisa menggantikan ASI, atau memiliki tingkat nutrisi yang sama dengan susu. Lalu, ada mitos soal vaksin bisa menyebabkan autisme, yang sebenarnya adalah kesalahan yang fatal karena tidak terbukti dengan penelitian yang valid. Generasi muda saat ini harus lebih bijak memahami berita mana yang benar atau sesuai dengan fakta. Sayangnya, di Indonesia banyak berita hoax yang menjadi acuan dalam mengambil keputusan, terlebih lagi pengambilan keputusan dalam membesarkan buah hati.…
Read More
Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4214" align="alignleft" width="300"] Foto: alimustikasari.com[/caption] Remaja memerlukan pendamping ketika memasuki masa pubertas. Di sinilah peran ibu diperlukan. Hal ini diungkapkan Elizabeth Santosa MPsi Psi ACC, psikolog ahli bidang perempuan. Menurutnya, memasuki masa pubertas, di mana untuk perempuan ditandai dengan menstruasi, merupakan hal yang besar bagi kebanyakan remaja perempuan. Diperlukan sosok yang paling dipercaya para remaja untuk mendampinginya memasuki masa penting ini. “Di sinilah peranan ibu yang tidak tergantikan, juga sebagai wujud ikatan antara ibu dan anak perempuannya,” ujarnya. Dia melanjutkan, masing-masing ibu dan anak remaja perempuan memiliki wujud ikatan yang beragam. Elizabeth menekankan, bagaimanapun tetap diperlukan adanya pembicaraan dari hati ke hati, termasuk membahas seputar menstruasi dan reproduksi. Dia menyarankan para ibu untuk memperhatikan timing dalam menyampaikan informasi mengenai hal ini kepada anak remaja perempuannya. Ibu sebaiknya memulai percakapan…
Read More
Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4211" align="alignleft" width="300"] Foto: jajanansekolah.com[/caption] Dari beberapa survei yang dilakukan bisa dikatakan, hampir semua jenis jajanan anak di sekolah merupakan makanan yang  tak sehat. Jika dibiarkan, hal ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan si kecil. Bahkan, masalah tersebut bisa berpengaruh pada kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Lalu, bagaimana mengatasinya? Penting bagi orangtua untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Spesialis gizi klinik Dr Juwalita SpGK menjelaskan orang tua mempunyai peran penting untuk memberikan edukasi pada anak terkait jenis jajanan yang sehat dan tidak. Cara ini dipercaya bisa menjaga anak tetap sehat. Berikut ini beberapa ciri jajanan anak yang sehat untuk dikonsumsi: Tertutup “Jajanan anak syarat jajanan sehat itu harus dikemas, harus tertutup. Apalagi kalau dia dijual di jalanan harus tertutup sehingga dia harus higienis,” kata Dr Juwalita di Jakarta, beberapa waktu…
Read More
Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4200" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Anemia menjadi penyakit yang banyak menyerang anak-anak di masa sekarang ini dan telah menjadi masalah besar yang harus dicarikan solusinya. Anemia dapat terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga cadangan zat besi untuk pembentukan sel darah merah berkurang yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) darah kurang dari normal. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia paling banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan dewasa. Survei itu memperlihatkan  sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Gejala anemia pada anak  pun bisa terlihat. Pada fase awal ini penyakit anemia pada anak biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun jika terus berlanjut atau kadar Hb sangat rendah. Kurangnya  sel darah merah yang membawa oksigen menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan organ tubuh tidak…
Read More
Anemia Mengancam Anak, Simak Tips Berikut!

Anemia Mengancam Anak, Simak Tips Berikut!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4195" align="alignleft" width="300"] Foto: dok. bundanet.com[/caption] Saat ini, diperkirakan penderita anemia di seluruh dunia mencapai 2,3 juta orang, di mana 50%-nya disebabkan Anemia Defisiensi Besi (ADB). Tidak itu saja, wilayah tertinggi penderita anemia ada di Asia Tenggara dan Afrika, mencapai 85 persen, yang paling banyak dialami oleh para wanita dan anak-anak. Ada cara agar anemia tidak terjadi pada anak-anak. Pasalnya, jika terkena pada anak akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Melihat dampak anemia yang cukup serius pada anak, perlu pendeteksi dini agar dapat segera diatasi dengan lebih baik. Kekurangan zat besi merupakan faktor utama AGB sehingga untuk mencegahnya dengan cara mengajarkan dan membiasakan anak mengonsumsi makan sehat dan bervariasi. Pilih bahan pangan yang tinggi akan zat…
Read More
Cermati 4 Tanda Gejala Katarak pada Anak

Cermati 4 Tanda Gejala Katarak pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4183" align="alignleft" width="300"] Foto: motherbaby.com[/caption] Genetika dan infeksi selama kehamilan bisa menjadi faktor penyebab katarak pada bayi atau anak-anak. Penglihatan bayi berkembang secara cepat dalam beberapa bulan pertama kehidupan pertamanya. Namun, titik putih atau lensa keruh seperti saat seseorang melihat jendela yang berembun (katarak) tentu mengganggu penglihatan. Berikut sejumlah tanda bila anak mengalami katarak seperti dilansir laman WebMD: Anak-anak bahkan mungkin bayi tidak melihat langsung atau merespons wajah atau benda besar dan penuh warna yang ada di hadapannya. Mereka yang sudah bisa merangkak tidak dapat menemukan benda kecil saat ia merangkak di lantai bisa menjadi tanda dia menderita katarak. Anak mungkin cemberut, juling, atau melindungi matanya secara berlebihan saat berada di bawah sinar matahari. Hal ini terjadi karena dia mengalami silau yang disebabkan oleh katarak. Mata anak mungkin tidak…
Read More
Waspadai, Katarak Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Waspadai, Katarak Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4180" align="alignleft" width="266"] Foto: katarak.autoimuncare.com[/caption] Seiring bertambahnya usia, seseorang semakin berisiko terserang katarak. Menurut para ahli, penyakit ini seperti uban. “Katarak sepasti uban. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utama salah satunya usia,” ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok, beberapa hari lalu. Katarak terjadi bila lensa mata berubah menjadi keruh. Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak, yakni kemampuan penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya, dan ukuran kacamata yang kerap berubah. “Selain usia dan penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya,” kata Zeiras. Walau banyak diderita orang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya. “Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf…
Read More
Jangan Gampang Mengkritik Karya Anak!

Jangan Gampang Mengkritik Karya Anak!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4169" align="alignleft" width="300"] Foto: merahmerdeka.com[/caption] Banyak orangtua begitu melihat hasil gambar anak-anaknya langsung melontarkan kritik yang terkadang tidak mengenakan. Sebelum menilai, Anda harus memahami bahwa menggambar adalah sarana yang anak untuk mengekspresikan diri. Sebelum mereka benar-benar bisa menulis, menggambar adalah aktivitas pertama yang mereka lakukan. Sayangnya tak sedikit orangtua yang langsung melakukan penilaian menjatuhkan. “Kamu gambar apa sih, kok jelek?” atau “Kok ibu kamu gambar jelek, yang cantik dong.” Padahal, kita orang dewasa kalau dikritik, bisa mental block. “Mereka pun bisa seperti itu, ‘udah lah enggak usah bikin apa-apa’,” kata Desainer produk dari Universitas Paramadina Hendriana Wedhaningsih. Lantas, apa yang seharusnya bisa dilakukan orangtua? Hendriana menyarankan agar orangtua mengapresiasi hasil karya gambar sang anak. Apresiasi bukan sekadar ‘gambar kamu bagus ya’, namun bisa seperti ‘oh gambar apa, nak? Tolong ceritain dong’. Dari situ, sang…
Read More
Penyakit Difteri Apa Sih Gejalanya?

Penyakit Difteri Apa Sih Gejalanya?

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4165" align="alignleft" width="300"] Foto: wajibbaca.com[/caption] Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini? Penyakit ini muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan. Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit. Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, sulit menelan, demam dengan suhu rendah sekitar 38 derajat celcius, kurang nafsu makan, sesak napas disertai bunyi, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck)…
Read More
Gali Bakat Anak Sedini Mungkin

Gali Bakat Anak Sedini Mungkin

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4158" align="alignleft" width="300"] Foto: dok. ngopy.com[/caption] Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini sudah menjadi tugas orangtua. Bukankah akan membanggakan melihat si kecil melakukan hal yang ia sukai dan menjadi bakatnya seperti menyanyi, menggambar, atau mungkin memasak? Setelah mengetahui minat dan bakat anak, orangtua perlu mendorongnya untuk mengembangkan bakat tersebut. Untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat anak, Ibu dan Ayah perlu terlibat secara langsung. Fred Edward Fiedler, seorang pakar psikologi dari University of Washington mengungkapkan, ketersediaan waktu menjadi salah satu kunci sukses mengembangkan minat dan bakat anak. Orangtua beserta anak harus secara bersama-sama mengeksplorasi apa yang dimiliki anak. Namun, hal ini kadang jadi penghalang mengingat Ibu dan Ayah sibuk bekerja sehingga tak punya banyak waktu berinteraksi dengan anak. Menurut Fred, Ayah dan Ibu juga harus menyediakan tenaga…
Read More