Mengenal Kanker Retinoblastoma pada Batita

Mengenal Kanker Retinoblastoma pada Batita

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3700" align="aligncenter" width="279"] Mengenal Kanker Retinoblastoma pada Batita (Foto: dok. id.theasianparent.com)[/caption] Mengenal Kanker Retinoblastoma pada Batita - Kanker masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Tak hanya usia dewasa, anak-anak juga bisa menderitanya. Salah satunya kanker retinoblastoma. “Retinoblastoma adalah kanker bola mata yang terjadi pada anak usia batita yang merupakan satu-satunya kanker anak yang dapat dideteksi dini dengan kemungkinan sembuh lebih besar jika dibandingkan dengan ditemukan pada stadium lanjut," papar Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP. Retinoblastoma menyerang selaput jala mata atau retina yang terletak pada dinding mata sebelah dalam. Retinoblastoma dapat menyerang salah satu atau kedua mata. Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SRIKANDI) tahun 2005 - 2007, insiden kanker pada anak (0-17tahun) adalah sebesar 9 per 100,000 anak-…
Read More
Masa Kini, Sedikit Anak-anak Bermain di Luar Rumah

Masa Kini, Sedikit Anak-anak Bermain di Luar Rumah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3704" align="aligncenter" width="300"] Masa Kini, Sedikit Anak-anak Bermain di Luar Rumah (Foto: dok, beritagar.id)[/caption] Masa Kini, Sedikit Anak-anak Bermain di Luar Rumah - Sebuah studi yang digagas oleh situs khusus anak-anak, JCB Explore, mengungkapkan, anak-anak zaman sekarang tidak suka main di luar rumah. Studi juga menunjukan bahwa anak-anak modern ini menghabiskan waktu bermain di udara terbuka lebih sedikit dibandingkan orangtua mereka. Anak-anak modern, menurut studi terkait, lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah untuk membaca buku, menonton televisi, bermain internet, dan mengerjakan tugas sekolah ketimbang harus bermain di lapangan atau taman. Kemudian, studi juga merilis data bahwa anak-anak kelahiran era 70-an dan 80-an menikmati waktu bermain di luar rumah lebih kurang dua jam setiap hari sekolah dan sembilan jam pada akhir pekan. Sebaliknya, anak-anak modern hanya menghabiskan waktu bermain di…
Read More
Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini

Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3684" align="aligncenter" width="268"] Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini (Foto: dok. solusisehatku.com)[/caption] Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini - Anak-anak sering mengajukan banyak pertanyaan. Terkadang yang ditanyakan berulang-ulang. Sebagai orangtua, kita pun sering terus mengulang jawabannya, lagi dan lagi. Jujur saja, sesekali kita juga mengabaikan pertanyaan mereka karena kesal mereka terus bertanya.  Faktanya, seorang anak usia prasekolah akan menanyakan 300 pertanyaan setiap hari. Bayangkan jika kita harus menjawab semuanya! Untuk menggali rasa ingin tahu anak, para ahli menyarankan agar orangtua mendorong anak-anaknya bertanya lebih banyak lagi dan juga memberi contoh dengan mengajukan pertanyaan pada mereka. Ketika kita menjawab pertanyaan anak, mereka akan cenderung memiliki pikiran yang terbuka. “Orangtua juga bisa memberi contoh pertanyaan yang bagus itu seperti apa dan bagaimana,” kata Michele Borba, pakar parenting.…
Read More

Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini

Artikel, Artikel Anak
Kenali Isi Hati Anak Lewat 15 Pertanyaan Ini - Anak-anak sering mengajukan banyak pertanyaan. Terkadang yang ditanyakan berulang-ulang. Sebagai orangtua, kita pun sering terus mengulang jawabannya, lagi dan lagi. Jujur saja, sesekali kita juga mengabaikan pertanyaan mereka karena kesal mereka terus bertanya.  Faktanya, seorang anak usia prasekolah akan menanyakan 300 pertanyaan setiap hari. Bayangkan jika kita harus menjawab semuanya! Untuk menggali rasa ingin tahu anak, para ahli menyarankan agar orangtua mendorong anak-anaknya bertanya lebih banyak lagi dan juga memberi contoh dengan mengajukan pertanyaan pada mereka. Ketika kita menjawab pertanyaan anak, mereka akan cenderung memiliki pikiran yang terbuka. “Orangtua juga bisa memberi contoh pertanyaan yang bagus itu seperti apa dan bagaimana,” kata Michele Borba, pakar parenting. Bagi orangtua yang bekerja di luar rumah dan hanya punya banyak waktu dengan anak di…
Read More
Anak Anda Stres? Coba Kenali Tandanya

Anak Anda Stres? Coba Kenali Tandanya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3676" align="aligncenter" width="300"] Anak Anda Stres? Coba Kenali Tandanya (Foto: dok. ummi-online.com)[/caption] Anak Anda Stres? Coba Kenali Tandanya - Orangtua sering tidak sadar kalau anaknya tengah dilanda kekalutan atau stres. Ini juga lantaran kebanyakan anak tidak bisa menjelaskan kondisinya. Padahal, kondisi ini mempengaruhi aktivitas mereka, baik psikologis maupun fisik. Efek samping stres yang paling sering adalah anak menjadi susah tidur. Anak juga susah tidur nyenyak, mengeluh mimpi buruk, minta ditemani tidur oleh orangtua, atau malah menolak tidur dengan orangtuanya. Memang tidak semua gangguan kecemasan menyebabkan susah tidur, tapi yang pasti anak dan remaja yang susah tidur memiliki hormon stres (korsitol) lebih tinggi. Kabar baiknya, kecemasan dan susah tidur bisa diatasi dan dicegah. Peran orangtua sangat penting untuk membantu anak keluar dari kondisi tersebut. Beri tahu anak bahwa Anda, orangtuanya,…
Read More
Ayo, Rawat Imajinasi Anak!

Ayo, Rawat Imajinasi Anak!

Artikel, Artikel Anak
"Imajinasi lebih penting dari pengetahuan." Albert Einstein [caption id="attachment_3649" align="aligncenter" width="300"] Ayo, Rawat Imajinasi Anak! (Foto: dok. ulyadays.com)[/caption] Ayo, Rawat Imajinasi Anak! - Imajinasi adalah ruang bebas, tanpa aturan. Ada pun pengetahuan adalah seperangkat informasi yang kandungannya sudah tertentu dan terstruktur. Karena itu pengetahuan sering kali menciptakan batasan-batasan yang menghambat kreativitas manusia. Pada anak-anak di masa pertumbuhan, penumbuhan imajinasi menjadi jauh lebih penting. Imajinasi anak pada dasarnya tanpa batas. Maka situasi ini harus dirawat. Anak-anak harus dibiarkan, bahkan dirangsang untuk berimajinasi tanpa batas. Sayangnya, banyak orangtua yang membatasi imajinasi anak itu dengan berbagai cara. Orangtua, manusia dewasa, terbiasa hidup dalam batasan-batasan pengetahuan. Maka, mereka cenderung menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan itu. Salah satu bentuk pengekangan imajinasi itu misalnya ketika anak menggambar. Sapi digambar berwarna hijau. Orangtua si anak…
Read More
Anak Cerdas Lebih Panjang Umur

Anak Cerdas Lebih Panjang Umur

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3645" align="aligncenter" width="300"] Anak Cerdas Lebih Panjang Umur (Foto: dok. solusisehatku.com)[/caption] Anak Cerdas Lebih Panjang Umur - Kecerdasan (IQ) yang lebih tinggi saat kanak-kanak berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah terhadap penyebab utama kematian. Termasuk penyakit jantung, stroke, kanker terkait merokok, penyakit pernafasan, dan demensia. Demikian temuan sebuah studi yang diterbitkan British Medical Journal (BMJ), beberapa hari lalu. Ini adalah studi terbesar untuk melaporkan penyebab kematian pada pria dan wanita di seluruh jalur kehidupan, dan temuan tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup, terutama merokok, merupakan komponen penting dalam efek kecerdasan pada perbedaan angka kematian. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa rata-rata individu dengan IQ yang lebih tinggi cenderung hidup sedikit lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki IQ lebih rendah. Tim peneliti dari University of Edinburgh memeriksa hubungan antara skor tes…
Read More
Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak

Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3621" align="aligncenter" width="300"] Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak (Foto: dok. hellosehat.com)[/caption] Ternyata, Paparan Asap Knalpot Bikin DNA Anak Rusak - Anak-anak dan remaja yang terpapar polusi udara terkait tingkat tinggi memiliki bukti adanya jenis kerusakan DNA tertentu yang disebut pemendekan telomere, lapor sebuah studi di Journal of Occupational and Environmental Medicine, akhir-akhir ini. Telomer (telomere) adalah bagian paling ujung dari DNA linear. Meskipun termasuk dalam untai DNA, telomer tidak mengkode protein apa pun, sehingga ia tidak termasuk dalam kategori gen. Telomer berperan penting dalam menjaga kestabilan genom tiap sel. Remaja yang menderita asma juga memiliki bukti pemendekan telomere. Menurut penelitian pendahuluan John R. Balmes, dan rekan, dari University of California, Berkeley, menyimpulkan bahwa pemendekan telomer yang biasanya terkait dengan penuaan akibat dari lingkungan. “Hasil penelitian kami…
Read More
Keintiman Dengan Ibu Pengaruhi Otak Anak

Keintiman Dengan Ibu Pengaruhi Otak Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3614" align="aligncenter" width="300"] Keintiman Dengan Ibu Pengaruhi Otak Anak (Foto: dok. id.theasiaparent)[/caption] Keintiman Dengan Ibu Pengaruhi Otak Anak- Dopamin adalah neurotransmiter penting yang terdapat pada otak manusia, yang berfungsi sebagai pengantar pesan atau rangsangan antar saraf, dan sebagai hormon. Umumnya, molekul kecil ini dilepas saat sebuah saraf terangsang untuk menstimulasi saraf lainnya yang letaknya berdekatan. Dopamin neurotransmitter yang terlibat dalam sistem reward di otak, membantu memfasilitasi ikatan manusia.  Termasuk ikatan ibu dan anak. Demikian Dailymail, beberapa waktu lalu. Penelitian ini melibatkan pemindaian otak dari 19 ibu untuk mengetahui daerah otak mereka yang aktif ketika mereka menonton video bayi dalam buaian mereka, dibandingkan dengan ketika bayi sendirian. Penelitian ini bisa membantu mengembangkan terapi untuk depresi postpartum (pasca melahirkan) dan gangguan lain dari sistem dopamin seperti Parkinson, kecanduan obat, dan disfungsi sosial.…
Read More
Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa

Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3594" align="aligncenter" width="300"] Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa (Foto: dok. smeaker.com)[/caption] Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa - Intimidasi atau bullying pada anak-anak akan membekas seumur hidup. Korban dua kali lipat lebih berisiko untuk menderita masalah kesehatan mental ketika dewasa. Temuan itu dipublikasikan dalam Psychological Medicine, beberapa waktu lalu. Penelitian dengan melacak kesehatan mental 9.000 orang pada usia lebih 40 tahun menunjukkan dampak bullying pada masa kecil masih berdampak ‘signifikan’ pada usia 50. Penindasan terus-menerus juga terkait dengan kualitas kinerja ketika dewasa, terlihat dari kualitas kerja yang rendah hingga mogok. Peneliti menyarankan intervensi psikologis untuk menyelamatkan jutaan korban intimidasi dengan perawatan National Health Service (NHS). Konsekuensi bullying pada masa kecil bisa dirasakan hingga dewasa terkait dengan kesehatan mental. Demikian temuan terbaru dari sebuah penelitian. Para ilmuwan…
Read More