Jangan Sampai Tubuh Kekurangan Vitamin

Jangan Sampai Tubuh Kekurangan Vitamin

Artikel Umum
Jangan Sampai Tubuh Kekurangan Vitamin Sejatinya, tubuh membutuhkan nutrisi, mineral, dan vitamin yang seimbang agar dapat berfungsi selayaknya. Asupan yang cukup bisa membuat tubuh menjadi terjaga kesehatan dan kebugarannya. Bila tubuh kekurangan vitamin, tentu kerja di dalamnya bakal terpengaruh dan tak berjalan semestinya. Bakal terjadi sejumlah gangguan pada fungsi tubuh yang bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Beberapa hal bisa dialami tanpa sadar ketika tubuh tengah kekurangan vitamin. Untuk mencegahnya, tentu perlu memperhatikan sejumlah asupan vitamin yang masuk ke tubuh dan menjaga jumlahnya secara tepat. Dilansir dari Reader Digest, berikut sejumlah sinyal yang ditunjukkan tubuh ketika kekurangan vitamin. Kuku menjadi rapuh Ketika tubuh kekurangan zat besi, sejumlah bagian tubuh bakal menjadi lemah dan memucat. Hal ini bakal tampak pada kuku yang menjadi rapuh serta bagian mata…
Read More
Yuk Redakan Migrain Tanpa Obat

Yuk Redakan Migrain Tanpa Obat

Artikel Umum
Yuk Redakan Migrain Tanpa Obat Migrain adalah penyakit kepala yang sering dialami banyak orang. Rasa sakit yang muncul dari migrain dan pusing kadangkala bisa sangat mengganggu dan menghambat kehidupan sehari-hari. Bahkan pada beberapa kasus, seseorang bisa merasa mual, muntah, serta jadi lebih sensitif terhadap cahaya. Cara yang paling umum dilakukan untuk meredakan rasa pusing dan migrain ini adalah dengan menggunakan obat-obatan. Sayangnya, mengonsumsi obat ini bisa menimbulkan sejumlah efek samping seperti ngantuk, rasa lelah, detak jantung tak beraturan, mual, dan sulit untuk fokus. Namun ada juga cara lain yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit ini tanpa harus mengonsumsi obat. Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah cara untuk meredakan migrain tanpa menggunakan obat. Minum kopi Minum kopi atau produk dengan kandungan kafein lainnya seperti…
Read More
Aktivitas Fisik dan Otak Rutin Dapat Cegah Demensia

Aktivitas Fisik dan Otak Rutin Dapat Cegah Demensia

Artikel Umum
Aktivitas Fisik dan Otak Rutin Dapat Cegah Demensia Demensia bisa dicegah sedini mungkin. Salah satunya dengan aktivitas dan latihan fisik. Banyak penelitian terbukti bahwa aktivitas dan latihan fisik dapat mencegah timbulnya degradasi sel otak yang menyebabkan demensia. Aktivitas fisik adalah bagian penting dari gaya hidup yang berperan dalam peningkatan kebugaran, melatih gerakan dan koordinasi otot dan peningkatan tingkat kesehatan secara keseluruhan. Kegiatan fisik mempertahankan aliran darah menuju otak  dan memungkinkan adanya perbaikan sel otak dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Suatu studi gambaran otak menunjukkan bahwa orang dengan aktivitas fisik intensitas sedang yang teratur mempunyai peningkatan volume otak pada area yang penting untuk memori, pembelajaran, konsentrasi dan area perencanaan dibandingkan dengan orang tanpa aktivitas fisik. Di samping itu mereka juga mempunyai fungsi kognitif yang lebih…
Read More
Demensia Bukan Monopoli Lansia, Orang Mudapun Bisa Kena

Demensia Bukan Monopoli Lansia, Orang Mudapun Bisa Kena

Artikel Umum
Demensia Bukan Monopoli Lansia, Orang Muda (Pun) Bisa Kena Penyakit demensia tidak hanya dimonopoli kelompok usia lanjut (lansia), orang muda pun bisa. Ya, orang muda pun bisa didera kepikunan. Perlu dipahami, demensia adalah sebutan yang digunakan untuk menggambarkan gangguan otak yang memengaruhi daya ingat, berpikir, perilaku dan emosi. Gejala awalnya ditandai dari kehilangan ingatan, sulit melakukan tugas sederhana, masalah dengan bahasa hingga hilang atau berubahnya kepribadian. Laman Alzheimer's Disease International, menyebutkan bahwa demensia diperkirakan dialami oleh 46 juta orang di dunia. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga angka 131 juta di tahun 2050 kelak. Demensia kerap diasosiasikan dengan faktor usia yang semakin bertambah. Data statistik di laman Healthin Aging berkata bahwa sekitar 7 persen dari orang di atas usia 60 tahun mengidap demensia.…
Read More
Demensia Alzheimer Bergejala Awal, Simak Ini!

Demensia Alzheimer Bergejala Awal, Simak Ini!

Artikel Umum
Demensia Alzheimer Bergejala Awal, Simak Ini! Demensia yang paling banyak diderita masyarakat, pun di Indonesia adalah Alzheimer. Ditaksir sekitar 60-70 persen dari kasus demensia atau pikun merupakan Alzheimer. Orang dengan Alzheimer mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif ODD menurun. Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan namun tidak bisa disembuhkan secara total. Karenanya, penting untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf ketika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer. Berikut 10 gejala demensia Alzheimer. Gangguan daya ingat Salah satu gejala paling menonjol adalah sering lupa akan berbagai hal seperti hal yang baru saja terjadi. Selain itu, ODD juga cenderung mengulang-ulang cerita yang sama dalam suatu percakapan. Tak seperti orang…
Read More
Demensia Muncul Perlahan, Ini Tahapannya

Demensia Muncul Perlahan, Ini Tahapannya

Artikel Umum
Demensia Muncul Perlahan, Ini Tahapannya Gejala Alzheimer yang muncul pada tiap orang berbeda satu dengan yang lain. Berikut tahapan-tahapan sebagai gambaran umum bagaimana kemampuan seseorang berubah pada tahap-tahap tertentu. Tidak semua ODD mengalami gejala atau perkembangan penyakit pada kecepatan yang sama. Tujuh tahap berikut didasarkan pada system yang disusun oleh Dr. Barry Reisberg, Direktur Klinis Pusat Penelitian Kelanjutusiaan dan Demensia Silberstein, Fakultas Kedokteran New York University. Tahap 1: Tidak Ada Gangguan (Berfungsi normal) Seseorang tidak mengalami masalah ingatan. Sebuah wawancara dengan ahli kedokteran menunjukkan adanya gejala demensia. Tahap 2: Penurunan Tidak Tampak (Mungkin sesuai dengan usia atau tanda awal Alzheimer) Seseorang merasakan perubahan kemampuan mengingat, seperti lupa kata atau lokasi benda yang biasa digunakan sehari-hari. Tidak ada gejala demensia yang tampak dalam pemeriksaan medis…
Read More
Merawat Luka Harus Tuntas

Merawat Luka Harus Tuntas

Artikel Umum
Merawat Luka Harus Tuntas Mengalami luka di salah satu bagian tubuh adalah sesuatu yang tidak mengenakan. Sudah barang tentu ini akan sangat mengganggu. Luka, sekecil apa pun haruslah dirawat agar bisa segera sembuh. Perawatan luka adalah tindakan merawat luka dengan upaya  untuk mencegah infeksi, membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman/bakteri pada kulit dan jaringan tubuh lainnya. Hal-hal yang dapat membantu penyembuhan luka antara lain dengan cara makan makanan bergizi, mengikuti terapi dokter, minum obat secara teratur. Cuci tangan sebelum dan setelah merawat luka. Berhenti merokok atau minum alkohol serta hindari stres. Lakukanlah cara merawat luka dengan benar. Makanan yang bergizi yaitu, makanan sumber protein dan  vitamin C.  Makanan sumber protein terdiri hewani dan nabati. Makanan sumber protein hewani seperti ikan, ayam, ikan, telur, dan lain-lain.…
Read More
Hidup Normal Pasca Stroke, Ternyata Bisa!

Hidup Normal Pasca Stroke, Ternyata Bisa!

Artikel Umum
Hidup Normal Pasca Stroke, Ternyata Bisa! Stroke adalah penyakit yang menakutkan. Sebab, penyakit yasng menyerang otak ini termasuk penyebab kematian terbanyak di berbagai negara bersama penyakit jantung dan kanker. Stroke juga merupakan faktor utama penyebab kecacatan serius. Banyak orang, entah karena tidak mengetahui atau lalai dalam menghindari berbagai faktor risiko serangan, terpaksa harus menerima konsekuensi menderita penyakit stroke. Bagi kita yang mengalami stroke atau memiliki anggota keluarga yang menderita stroke pun kemudian akan bertanya-tanya, apakah penderita stroke bisa kembali normal? Menurut dr. J.B. Suharjo B. Cahyono, Sp.PD., dalam bukunya Gaya Hidup & Penyakit Modern (2008), pada stroke iskemik harapan untuk hidup lebih kurang sekitar 80 persen, sedang pada stroke hemoragik sekitar 50 persen. Stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak…
Read More
Turunkan Risiko Demensia dengan Cara Ini

Turunkan Risiko Demensia dengan Cara Ini

Artikel Umum
Turunkan Risiko Demensia dengan Cara Ini Demensia merupakan salah satu penyakit yang mengancam kesehatan banyak orang terutama pada usia lanjut. Penyakit ini bisa mengancam kondisi otak seseorang terutama pada usia di atas 65 tahun. Walau penyakit ini banyak menyerang seseorang yang berusia lanjut, namun bisa saja hal ini dialami oleh mereka yang lebih muda. Pada saat ini, semakin banyak orang yang mengalami penyakit ini sebelum berusia 60 tahun. Demensia adalah gangguan daya ingat jangka pendek yang menyerang manusia. Secara umum, demensia akan menyerang mereka yang berusia tua karena sel otak yang telah usang kehilangan kemampuannya. Selain karena usia, demensia juga bisa disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, hingga stres. Gaya hidup menjadi faktor penting terhadap hal ini.…
Read More
Lakukan Hal Ini Guna Meminimalisir Terjadinya Osteoporosis

Lakukan Hal Ini Guna Meminimalisir Terjadinya Osteoporosis

Artikel Umum
Lakukan Hal Ini Guna Meminimalisir Terjadinya Osteoporosis Menurut data statistik 2020, terdapat 26,82 juta lanjut usia di Indonesia yang merupakan 9,92 dari total populasi. Tentunya kelompok lansia ini memiliki risiko berbagai macam penyakit tidak menular, salah satunya adalah osteoporosis. Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR., mengatakan bahwa osteoporosis merupakan masalah global. Saat ini lebih dari 10 juta orang dari seluruh negeri diperkirakan menderita osteoporosis. “Lansia adalah salah satu kelompok risiko osteoporosis karena seiring bertambahnya usia, seseorang akan kehilangan kepadatan tulang. Jika kehilangan kepadatan tulang secara terus menerus, maka akan menyebabkan osteoporosis sehingga berisiko mengalami patah tulang,” kata dr. Bagus. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sebanyak 50 persen kejadian patah tulang pada lansia disebabkan osteoporosis. Patah tulang pada…
Read More