Temuan Peneliti: Ternyata, Puasa Memiliki Efek Antipenuaan

Temuan Peneliti: Ternyata, Puasa Memiliki Efek Antipenuaan

Artikel, Artikel Umum
Ternyata puasa memiliki efek kuat antipenunaan. Seperti dilansir dari laman Medicalnewsbulletin, para ilmuwan di Jepang menyelidiki lebih lanjut efek puasa pada tubuh manusia. Penelitian ini melibatkan empat orang yang berpuasa selama 58 jam. Mereka melakukan analisis terhadap seluruh darah, seperti plasma dan sel darah merah, dari masing-masing peserta. Para peneliti ini menggunakan sampel yang diambil untuk memantau perubahan tingkat metabolit yang biasanya merupakan molekul kecil yang terbentuk selama proses metabolisme. Metabolisme digunakan untuk menggambarkan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi energi dam beraktivitas. Analisis komprehensif sampel darah itu menunjukkan bahwa puasa memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Dari metabolit-metabolit tersebut diketahui kalau pengurangan asupan makanan memiliki efek antipenuaan. Metabolit ini penting untuk pemeliharaan otot dan aktivitas antioksidan.…
Read More
Gula Darah Melonjak? Kenali Tandanya

Gula Darah Melonjak? Kenali Tandanya

Artikel Umum, Artikel
Salah satu hal yang perlu diwaspadai, terutama di saat puasa adalah melonjaknya gula darah dengan cepat. Hal ini bisa berpengaruh pada pembuluh darah, saraf, serta organ tubuh. Mengendalikan tingkat gula darah dapat membuat Anda terkena diabetes. Atau bila Anda sudah menderita diabetes, lonjakan gula darah juga bisa menimbulkan masalah dalam tubuh.  Untuk mengenali risiko ini, kamu perlu memperhatikan tanda-tanda ketika kadar gula darah meningkat. Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah tanda yang bisa kamu kenali. Sering buang air kecil Seseorang dengan tingkat gula darah yang tinggi cenderung lebih sering buang air kecil. Normalnya, seseorang buang air kecil 4-7 kali sehari, sedangkan seseorang dengan gula darah tinggi lebih dari itu. Hal ini terjadi karena ginjal tidak dapat memproses gula berlebih di darah sehingga kencing…
Read More
Simak 5 Indikasi Kondisi Kesehatan Jiwa

Simak 5 Indikasi Kondisi Kesehatan Jiwa

Artikel, Artikel Umum
Kesehatan jiwa, khususnya ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini, sangatlah penting diperhatikan. untuk mengetahui seseorang memiliki kesehatan jiwa yang baik, setidaknya ada lima indikasi menurut Dr.dr. Fidiansjah, Sp.KJ. MPH Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. Lima indikasi ini sudah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pertama, sadar pada kemampuan diri sendiri, misal sebagai entertainer keahliannya menghibur, sebagai dokter keahliannya mengobati. Kedua, kemampuan mengelola stres. Menurutnya, seseorang yang mengalami stres menandakan bahwa orang tersebut normal. Namun, yang membedakan dengan penyandang gangguan kejiwaan adalah sejauh mana orang tersebut dapat mengelola stres. Ketiga, kesadaran akan manfaat diri sendiri. Dalam hal ini, orang menyadari bahwa dirinya dapat bermanfaat bagi orang lain. Keempat, komunikasi yang baik juga dapat menandakan bahwa seseorang memiliki kesehatan jiwa yang baik. Ditandai dengan…
Read More
Tingkat Kualitas Udara Dirumah Melalui 5 Kiat Berikut

Tingkat Kualitas Udara Dirumah Melalui 5 Kiat Berikut

Artikel, Artikel Umum
Kualitas udara yang baik di rumah seringkali dipandang sebelah oleh banyak orang. Bila kualitas udara buruk bisa membuat kita jadi kerap terpapar berbagai penyakit. Kualitas udara, khususnya di dalam rumah, sejatinya benar-benar terperhatikan sehingga seluruh anggota keluarga bisa sehat. Guna merealisasikan hal tersebut, dilansir dari The Health Site, berikut cara efektif dan mudah untuk tingkatkan kualitas udara di dalam rumah.  Sering buka jendela Walau udara di luar rumah cukup buruk, namun tak berarti kamu harus menutup rumah sepenuhnya. Dengan ventilasi udara yang baik, alergen yang ada di dalam rumah bakal tidak bertumpuk. Hal ini bisa membuat kualitas udara lebih baik. Walau begitu, sebaiknya juga jangan buka rumah terus-menerus. Beri tanaman di dalam rumah Cara terbaik untuk menghilangkan racun di dalam rumah adalah dengan meletakkan…
Read More
Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai

Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai

Artikel Umum, Artikel
Selama ini, stroke merupakan masala kesehatan yang banyak menyerang masyarakat. Stroke adalah gangguan saraf yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam. Kondisi yang menyerang pembuluh darah di otak ini bisa berakibat fatal, menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Terdapat 2 macam risiko stroke, yakni bisa dimodifikasi dan yang tidak bisa dimodifikasi. Hal ini dikatakan Menurut Ahmad Rizal dokter bagian ilmu penyakit saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dijelaskan, fakor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor usia, jenis kelamin, keturunan dan ras atau etnik. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah hipertensi sebagai faktor risiko yang paling penting, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperkolesterol, kegemukan, merokok serta narkoba dan alkohol. Menurutnya, faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan lahan pencegahan…
Read More
Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal

Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal

Artikel Umum, Artikel
Ada 2 cara yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi masalah gagal ginjal yakni, hemodialisis atau cuci darah. Bahkan, 98 persen penderita gagal ginjal melakukan hemodialisis. Pasien yang memilih pengobatan hemodialisis hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan. Dalam proses ini pasien relatif pasif, hanya dokter dan perawat yang aktif mengerjakan prosedur pengobatan. Pengobatan kedua adalah peritoneal dialysis (PD) atau bisa juga disebut CAPD. Pengobatan CAPD bukan hal baru. Thailand dan Hong Kong sudah melakukan PD. CAPD merupakan pengobatan yang bisa dilakukan dimana saja oleh pasien. Setiap waktu, pasien harus mengganti cairan yang dialirkan ke perut. Cara ini cocok untuk orang yang sering bepergian dan ingin lebih praktis. Sedangkan, pengobatan terakhir adalah transplantasi ginjal. Menurut Aida Lydia Ketua Umum PB Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), sayangnya memang…
Read More
Penting Miliki Kekebalan Tubuh, Lansia Baiknya Lakukan Hal Ini

Penting Miliki Kekebalan Tubuh, Lansia Baiknya Lakukan Hal Ini

Artikel Umum, Artikel
Cuaca yang serba tak menentu yang dibarengi dengan musim flu menjadikan daya tahan mudah menurun. Hal ini menjadi masalah, terutama pada mereka yang berusia lanjut. Di usia lanjut, daya tahan tubuh yang menurun dipadu dengan munculnya penyakit bisa berakhir bahaya. Hal ini terlebih pada masa infeksi virus corona seperti saat ini. Mereka yang berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan, cenderung memiliki risiko lebih tinggi ketika mengalami infeksi. Oleh karena itu, sangat penting menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh pada saat seperti ini. Menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh pada manula bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk tingkatkan kekebalan tubuh manula. Vaksin flu Peneliti mengungkap bahwa mendapat vaksin flu secara rutin bisa membantu manula menurunkan…
Read More
Hadapi Corona Dengan Kesehatan Mental Prima

Hadapi Corona Dengan Kesehatan Mental Prima

Artikel Umum, Artikel
Tingkat kecemasan masyarakat kian tinggi seiring semakin lamanya himbauan untuk stay at home (tinggal di rumah) lantaran merebaknya virus corona. Tidak hanya cemas, namun hal ini bisa mencederai kesehatan mental. Menurut Psikolog Intan Erlita, M.Psi., kecemasaan sebenarnya seuatu yang alami atau normal yang dirasakan seseorang. Dengan penanganan yang tepat, kecemasan justu menjadi penanda bagi tubuh untuk melakukan hal yang disarankan, seperti dalam keadaan pandemi virus corona. “Kecemasan merupakan alarm tubuh untuk kita lebih mawas diri seperti ada wabah virus corona. Kita lebih sadar akan kesehatan tubuh, minum vitamin, makan-makanan sehat, dan rajin cuci tangan. Jadi kita tahu harus melakukan apa,” ujar Erlita. Kecemasaan tetap dibutuhkan agar tidak cuek dengan keadaan, namun jangan sampai berlebihan. Sebab kita nantinya malah sulit membedakan mana benar atau salah…
Read More
Penelitian, Semakin Tua Harusnya Makin Berpikir Positif

Penelitian, Semakin Tua Harusnya Makin Berpikir Positif

Artikel Umum, Artikel
Ada pameo yang mengatakan, seseorang ketika sudah tua akan kembali menjadi anak kecil. Namun ternyata berdasar penelitian terbaru, hal ini tidak terbukti. Dilansir dari The Health Site, sebuah penelitian terbaru dari Duke dan Vanderbilt University mengungkap mengenai hal ini. Disebut bahwa semakin tua seseorang, maka mereka akan jadi lebih stabil secara emosi dan lebih mampu menahan godaan dari kehidupan sehari-hari. “Terdapat bukti di ini bahwa kesehatan emosional dan pembatasan diri meningkat seiring usia,” terang peneliti Daisy Burr. Penelitian ini melibatkan 123 partisipan dengan usia antara 20 hingga 80 tahun. Penelitian dilihat terhadap penggunaan ponsel mereka 3 kali sehari selama 10 hari. Partisipan diminta untuk menilai bagaimana perasaan mereka terhadap delapan skala emosi. Kemudian mereka ditanya apakah mereka menginginkan sesuatu setelahnya termasuk makan atau alkohol,…
Read More
Rajin Berendam Air Hangat Minimalkan Penyakit Kardiovaskular

Rajin Berendam Air Hangat Minimalkan Penyakit Kardiovaskular

Artikel Umum, Artikel
Sebuah penelitian mengungkap berendam air hangat tidak hanya menghilangkan rasa lelah, tapi juga berhubungan dengan kesehatan. Berendam air hangat secara rutin di bak mandi berhubungan dengan menurunnya risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Dilansir dari Medical Xpress, hal ini diketahui berdasar penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Heart. Diketahui bahwa berendam air panas setiap hari memiliki efek lebih baik dibanding berendam seminggu sekali atau seminggu dua kali. Berendam di bak mandi berhubungan dengan meningkatnya kualitas tidur dan membuat seseorang menilai kesehatan mereka lebih baik. Walau begitu, secara jangka panjang tidak diketahui dampak risiko penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung, henti jantung mendadak, serta stroke. Temuan ini diperoleh dari partisipan yang mengikuti penelitian pada Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang. Terdapat sekitar 61 ribu partisipan terlibat dengan usia…
Read More