Meditasi, Kosongkan Pikiran atau Berhenti Berpikir?

Meditasi, Kosongkan Pikiran atau Berhenti Berpikir?

Artikel Umum, Artikel
Ketika kita hendak melakukan meditasi, salah satu hal yang penting untuk dilakukan adalah mengosongkan pikiran. Untuk dapat membuat pikiran menjadi kosong, hal yang pertama kali bisa kita coba adalah berhenti berpikir. Seringkali kita bakal berusaha untuk berhenti memikirkan hal-hal ini, namun kita tidak bisa. Bahkan ketika kita mencoba tidur dengan mulai mengosongkan pikiran, malah semakin banyak hal yang muncul di otak kita sehingga semakin kesulitan untuk tidur. Ketika melakukan meditasi, hal yang sama juga bakal kita alami. Kita bakal merasa sulit untuk mengosongkan pikiran, ketika kita mulai bisa mengosongkan pikiran, selanjutnya malah muncul rasa ngantuk dan muncul pikiran untuk tidur. Lalu, sebenarnya apakah kita benar-benar bisa mengosongkan pikiran? Menurut Michael Halassa, asisten profesor dari departemen pengetahuan otak dan kognitif di MIT menyebut bahwa kita…
Read More
Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia

Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia

Artikel Umum, Artikel
Penyakit Demensia biasa ditandai dengan penurunan daya ingat, cara berpikir, dan berbicara. Penderita penyakit ini memiliki tingkat keparahan masing-masing yang berbeda. Tingkat keparahan demensia yang dialami lebih banyak lanjut usia (lansia) ini semakin parah bila orang yang bersangkutan tidak mendapat pertolongan medis. Dokter spesialis kejiwaan konsultan Tribowo Tuahta Ginting menjelaskan, tahapan keparahan demensia yang kian memburuk. Gejala awal demensia memang kehilangan memori atau gangguan fungsi kognitif. Tapi demensia ada derajatnya (tingkat keparahan). Kalau derajat 1 malah biasanya tidak ditemukan adanya kehilangan fungsi memori. Derajat 2 terjadi penurunan memori ringan. Derajat 3, gejala demensia bisa dilihat orang lain, seperti orang tersebut sulit konsentrasi dan bermasalah perencanaan. Derajat 4, orang yang demensia mulai lupa kejadian yang baru terjadi. Selanjutnya, derajat 5 orang demensia perlahan-lahan lupa alamat…
Read More
Ini 5 Kebiasaan Berdampak Negatif Terhadap Otak

Ini 5 Kebiasaan Berdampak Negatif Terhadap Otak

Artikel Umum, Artikel
Selama ini, seseorang menjaga kesehatan dengan lebih banyak memperhatikan sejumlah kondisi fisik mereka. Hal lain yang kadang menjadi perhatian mereka adalah kesehatan organ dalam seperti jantung dan paru-paru. Menjaga kesehatan seluruh hal tersebut memang merupakan hal yang baik dan disarankan. Namun selama ini terdapat hal terpenting yang luput dari perhatian banyak orang yaitu, pada otak. Otak merupakan organ tubuh yang paling kompleks dan memegang peran penting terhadap seluruh fungsi tubuh. Sayangnya bagian terpenting ini malah sering lepas dari pengawasan. Otak bisa sangat sensitif dan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Apa yang kamu lakukan dan konsumsi bisa sangat mempengaruhi baik secara positif maupun negatif terhadap kesehatan otak. Penelitian terdahulu menyebut bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana bisa membantu mencegah penurunan kognitif. Terdapat pola makan yang bisa…
Read More
Lansia Derita Dermatitis Atopik, Ini Masalahnya

Lansia Derita Dermatitis Atopik, Ini Masalahnya

Artikel Umum, Artikel
Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis yang bisa muncul secara berulang. Tidak hanya anak-anak, lanjut usia pun bisa terkena penyakit ini. Dermatitis Atopik pada lansia sendiri memiliki kondisi khusus yang dikenal dengan Pruritus Senulis. Hal tersebut menyebabkan rasa gatal yang dominan namun dengan gejala kulit yang minim. “Pasien lansia lebih rentan terkena DA daripada dewasa. Karena kondisi kulit yang lebih tipis dan turunnya daya tahan kulit, serta sistem imun yang rendah,” ucap Ronny Handoko, dokter spesialis kulit dan kelamin. Kondisi kulit penderita GA juga cenderung lebih kering, khususnya bagi lansia. Kulit mereka begitu sensitif terhadap benda asing seperti cuaca, keringat, atau debu. Ruam yang ditimbulkan juga berada dilebih banyak titik daripada balita. Jika pada bayi, ruam mungkin hanya akan timbul pada bagian wajah,…
Read More
Manfaat Kata-Kata Positif Untuk Hadapi Penuaan

Manfaat Kata-Kata Positif Untuk Hadapi Penuaan

Artikel Umum, Artikel
Semakin bertambah usia seseorang terutama ketika sesudah memasuki masa lanjut usia, maka akan terlihat tanda penuaan yang tidak kita sadari. Seiring berlalunya waktu, penuaan ini terjadi pada diri semua orang tanpa bisa dilawan. Sejumlah tanda fisik bakal muncul pada diri Anda dan menandai bahwa usia sudah semakin tua. Sayangnya, tidak semua orang siap menghadapi penuaan yang mereka alami ini dengan bijak dan tepat. Masalah emosi yang dialami oleh seseorang ketika menua ini ternyata bisa menyebabkan masalah yang tak dapat dikesampingkan. Masalah fisik yang dialami pada saat menua ini juga bisa menimbulkan masalah pada emosi dan mental seseorang. Masalah emosi dan psikologi karena penuaan ini sudah menjadi hal yang banyak dipelajari oleh peneliti. Saat ini, WHO juga tengah mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk merespons…
Read More
Penuaan Otak Bisa Diukur Dari Penurunan Indera Penciuman

Penuaan Otak Bisa Diukur Dari Penurunan Indera Penciuman

Artikel Umum, Artikel
Kemampuan indera penciuman ternyata bisa menjadi indikator dari gejala awal proses penuaan di otak sekaligus menjadi faktor risiko demensia. Bayangkan Anda melakukan tes indera penciuman dengan menggunakan 10 bau yang biasa ditemukan di Indonesia. Anda hanya dibolehkan mencium bau dua kali, masing-masing selama lima menit sebelum menjawab. Mampukah Anda menebak dengan tepat? Meski menggunakan 10 aroma yang familiar yaitu minyak cajuput, kopi, melati, mentol, tembakau, minyak tanah, pandan, kapur barus, coklat, dan jeruk, bisa jadi Anda gagal menebak seluruh aroma yang ada. Penelitian ini menunjukkan, kalau kemampuan indera penciuman berkurang maka diprediksi 80 persen seorang lansia juga dapat mengalami kemunduran ingatan dan kognitif lainnya. “Bila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma (padahal tidak sedang ‘pilek’ atau ada gangguan hidung lain), maka kemungkinan besar prediktor…
Read More
Ternyata Diabetes Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Ternyata Diabetes Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Artikel Umum, Artikel
Diabetes adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi tungkai bawah. Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa diabetes meningkatkan risiko gagal jantung dan peningkatan ini dicatat lebih tinggi pada wanita daripada pria. Para peneliti dari The George Institute for Global Health yang berafiliasi dengan UNSW Sydney menetapkan bahwa perbedaan ini lebih besar pada diabetes tipe 1 daripada tipe 2. Diabetes tipe 1 dikaitkan dengan 47 persen risiko gagal jantung pada wanita dibandingkan pria, sementara diabetes tipe 2 memiliki risiko gagal jantung wanita 9 persen lebih tinggi daripada pria. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes menyoroti perlunya penelitian khusus jenis kelamin lebih lanjut tentang diabetes dan bagaimana kondisi tersebut berpotensi berkontribusi pada komplikasi jantung. Menurut laporan Federasi…
Read More
Teknologi Robotik Mampu Percepat Penyembuhan Stroke

Teknologi Robotik Mampu Percepat Penyembuhan Stroke

Artikel Umum, Artikel
Stroke telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan nomor dua di dunia setelah penyakit jantung, serta banyak memberikan problem bagi masyarakat luas. Penyakit stroke merupakan gangguan fungsi otak yang disebabkan karena aliran darah ke otak terganggu, dan stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni sumbatan dan perdarahan. Menurut Founder & Director Klinik Wijaya, dr Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., kelemahan anggota tubuh akibat stroke dapat ditanggulangi dengan terapi rehabilitasi. Semakin cepat ditangani stroke saat awal serangan akan mempermudah pemulihan pasca stroke. Program rehabilitasi juga harus dimulai sesegera mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. dr Sukono menjelaskan, dalam mempercepat kesembuhan pasien, ada beberapa program rehabilitasi medik dan mencegah stroke berulang. "Rehabilitasi medik harus diterapkan dengan benar dan baik, industri 4.0 adalah industri dengan teknologi…
Read More
3 Penyakit Lansia Bikin Pendengaran Terganggu

3 Penyakit Lansia Bikin Pendengaran Terganggu

Artikel Umum, Artikel
Kehilangan pendengaran pada lanjut usia dapat dikaitkan dengan penyakit mental, fisik, dan sosial pada orang tua. Kehilangan pendengaran merupakan penyebab keempat terbesar di dunia selama bertahun-tahun hidup dengan disabilitas. Menurut penelitian, kondisi ini dapat memperburuk karena serangkaian komplikasi mental, fisik, dan sosial. Karena lebih dari 90 persen gangguan pendengaran terkait usia, bebannya meningkat di tengah populasi yang menua. Kemampuan mendengar secara integral terkait dengan komunikasi, dan gangguan pendengaran menyebabkan hambatan komunikasi. Penyakit ini pada gilirannya, meningkatkan stres dan membatasi kemampuan untuk menjelajah di luar ruangan serta dapat dikaitkan dengan penurunan kognitif dan demensia. Sebuah tim peneliti Jepang yang berpusat di Universitas Tsukuba menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan gangguan pendengaran dan penyakit lain di antara orangtua. Mereka memeriksa tiga bidang utama dan menemukan gangguan pendengaran…
Read More
Hindari Kanker Kulit Dengan Perbanyak Asupan Vitamin A

Hindari Kanker Kulit Dengan Perbanyak Asupan Vitamin A

Artikel Umum, Artikel
Studi terhadap sekitar 125.000 orang Amerika menemukan bahwa orang dengan asupan vitamin A tertinggi menurunkan risiko kanker kulit sel skuamosa sekitar 15 persen. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Dermatology menyebutkan bahwa sebagian besar vitamin A yang mereka konsumsi berasal dari makanan. “Temuan ini hanya menambah alasan lain untuk melakukan diet sehat dengan buah-buahan dan sayuran. Vitamin A dari sumber nabati aman,” kata Eunyoung Cho, seorang profesor di Brown University di Amerika Serikat (AS) seperti dilansir dari Times Now News. Sumber makanan sehat vitamin A termasuk diantaranya adalah ubi jalar, blewah, wortel, kacang polong hitam, paprika merah manis, brokoli, bayam, makanan susu, ikan dan daging, terutama hati, menurut US National Institutes of Health (NIH). Vitamin A merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak.…
Read More