Waspadai Mata Kering, Temukan Solusinya

Waspadai Mata Kering, Temukan Solusinya

Artikel Umum, Artikel
Prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20-50 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa mata kering merupakan permasalahan kesehatan yang bertumbuh secara signifikan di seluruh dunia. Sebelumnya, mata kering disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat – obatan. Namun gaya hidup, seperti kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu lama, juga dapat meningkatkan risiko mata kering. “Mata kering merupakan kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari air mata menjadi tidak stabil, peningkatan kekentalan air mata, hingga kerusakan atau peradangan pada permukaan mata,” kata Dokter Spesialis Mata Dry Eye Center Jakarta Eye Center, Dr. Nina Asrini Noor, Sp.M. Permasalahan mata kering, sering kali diabaikan karena dianggap hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman. Padahal, jika tidak ditangani dengan…
Read More
Disfungsi Ereksi Intai Pria Diabetes

Disfungsi Ereksi Intai Pria Diabetes

Artikel Umum, Artikel
Pria dengan diabetes berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi (DE) atau impotensi, terutama jika diabetes tidak terkontrol dengan baik. Disfungsi ereksi merupakan kondisi dimana tidak dapat melakukan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Banyak pria mengalami episode disfungsi ereksi jangka pendek, tetapi untuk sekitar satu dari 10 pria, masalahnya dapat berlanjut. Disfungsi ereksi adalah komplikasi diabetes yang tidak dikenali, kurang dibahas, dan umumnya tidak diobati. Penting bagi dokter dan pasien untuk mengetahui penyebab dan perawatan disfungsi ereksi. Dilansir Times Now News, disfungsi ereksi fisik terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan seringkali kehilangan fungsi secara bertahap. Jika ereksi masih terjadi secara spontan semalaman atau di pagi hari, ini menunjukkan bahwa masalahnya mungkin psikologis. Pria dengan diabetes cenderung mengalami disfungsi ereksi 10 sampai 15 tahun…
Read More
Kenali Resistensi Insulin, Beda Dengan Diabetes

Kenali Resistensi Insulin, Beda Dengan Diabetes

Artikel Umum, Artikel
Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas, dan bertanggung jawab atas pemecahan gula dalam darah, serta digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Bahkan ketika masalah diabetes begitu lazim saat ini, sangat sedikit orang yang mengetahui perinciannya. Banyak orang, menggunakan dua istilah diabetes dan resistensi insulin secara bergantian karena hubungan antara keduanya. Namun, pada dasarnya dua kondisi yang berbeda. Dilansir dari Times of India, resistensi insulin merupakan suatu kondisi ketika berbagai organ dalam tubuh berhenti bereaksi terhadap insulin. Ini juga disebut sebagai hiperinsulinemia atau sensitivitas insulin yang rendah. Insulin bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke berbagai organ untuk mengambil glukosa dalam darah dan menggunakannya untuk energi. Namun, ketika sinyal-sinyal ini diabaikan atau ditentang organ, itu disebut resistensi insulin. Sebagai respons terhadap resistensi ini, pankreas membuat lebih banyak…
Read More
Gangguan Mental Picu 3 Penyakit Berat

Gangguan Mental Picu 3 Penyakit Berat

Artikel Umum, Artikel
Dari sebuah penelitian ditemukan risiko penyakit kardiovaskular akibat penyakit mental saat ini mencapai 60 persen. Penyakit mental yang parah seperti gangguan bipolar, depresi klinis, dan lainnya sering dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular. Dilansir dari Times Now New, risiko ini juga ditentukan karena faktor risiko lain seperti merokok yang dipicu oleh penyakit mental tersebut. Namun, tidak semua algoritma prediksi risiko memperhitungkan risiko obat antipsikotik yang diresepkan, sehingga mengarah pada perkiraan risiko yang terlalu rendah. Diagnosis dan pengobatan gangguan kesehatan mental dan penyakit merupakan hal penting. Namun, risiko berbagai penyakit yang terkait dengannya adalah apa yang membuatnya semakin penting. Kesehatan mental yang buruk juga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan fisik. Sementara itu, menurut Asosiasi Kesehatan Mental Kanada, kesehatan mental dan fisik secara mendasar terkait…
Read More
Semangat Beraktivitas Minimalisir Penyakit Tak Menular

Semangat Beraktivitas Minimalisir Penyakit Tak Menular

Artikel Umum, Artikel
Penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik seseorang akan berpotensi mengalami penyakit tersebut. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018. Menurut drg. Kartini Rustandi, M.Kes., Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular. “Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,” kata Kartini. Kartini menambahkan jika…
Read More
Penderita Silent Killer Terus Menanjak

Penderita Silent Killer Terus Menanjak

Artikel Umum, Artikel
Penderita hipertensi di dunia begitu mencengangkan. Sekitar 26 persen populasi dunia atau sekitar 972 juta orang diantaranya menderita hipertensi dan prevalensinya diperkirakan meningkat menjadi 29 persen pada 2025. Bagaimana dengan Indonesia? Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebanyak 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Banyak pasien hipertensi yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita tekanan darah tinggi karena seringkali tidak adanya gejala. Oleh karenanya hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer. “Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila secara meyakinkan memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada sedikitnya 3x pengukuran dengan cara dan alat yang benar…
Read More
Ini Tanda-Tana Munculnya Penyakit Mental

Ini Tanda-Tana Munculnya Penyakit Mental

Artikel Umum, Artikel
Berbagai masalah kesehatan mental kerap muncul seperti, depresi, kecemasan, gangguan bipolar, namun banyak orang tidak menyadarinya. Sejatinya, kesehatan mental mencakup kesejahteraan psikologis, sosial, dan emosional seseorang. Kesehatan mental sering diabaikan dan perlu tindakan segera karena memengaruhi perasaan, tindakan, dan cara berpikir. Guna mengentaskan masalah kesehatan mental, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental dan mencari bantuan yang tepat ketika gejala tersebut muncul. Sementara, tanda-tanda penyakit mental di antaranya adalah halusinasi, berpikir bingung atau delusi, penarikan dari koneksi sosial, penggunaan zat dan pikiran untuk bunuh diri. Dilansir dari Times Now News, penyakit mental juga memiliki gejala lain yang harus diperhatikan. Mulai dari kekhawatiran atau kecemasan yang berlebihan Perasaan marah yang kuat Perubahan kebiasaan tidur Kesedihan atau iritabilitas yang berkepanjangan Kehilangan minat dalam aktivitas…
Read More
Simak 7 Makanan Bantu Kendalikan Tekanan Darah

Simak 7 Makanan Bantu Kendalikan Tekanan Darah

Artikel Umum, Artikel
Saat ini, hipertensi telah menjadi penyakit yang sangat umum dan harus dicatat bahwa tekanan darah tinggi sering tidak menunjukkan gejala yang khas. Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan yang diberikan oleh darah pada pembuluh darah melebihi kisaran normal. “Hipertensi, jika tidak diobati atau tidak dikelola, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke,” kata ahli gizi Nmami Agarwal, pendiri & CEO, Nmami Life seperti dilansir The Indian Express. Menurut Nmami, diet yang tepat bisa membantu mengelola tekanan darah tinggi dengan atau tanpa obat. Nmami memaparkan sejumlah makanan yang membantu menurunkan tekanan darah. Pisang Pisang adalah sumber kalium makanan yang sangat baik, mineral yang membantu mengatur tingkat tekanan darah. Sesuai dengan studi ilmiah, makan dua pisang sehari dapat membantu mengurangi tekanan darah sebesar 10 persen. Sayuran…
Read More
Lansia Disarankan lakukan Medical Check Up

Lansia Disarankan lakukan Medical Check Up

Artikel Umum, Artikel
Proses penuaan membuat kelompok lansia cenderung lebih rentan terhadap beragam penyakit degeneratif. Itu sebabnya, Lansia penting untuk mendeteksi penyakit-penyakit degeneratif ini secara dini agar lansia bisa mendapatkan penanganan medis yang optimal. Kepala Instalasi Ocupational Health Center RS Yarsi dr Edi Alpino MKK., menjelaskan, kita ketahui fungsi organ akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa penyakit degeneratif yang cukup banyak ditemukan pada lansia adalah diabetes mellitus, hipertensi, hingga penyakit sereberovaskular. Kemampuan fungsi beberapa organ penting seperti ginjal, hati, maupun jantung juga dapat mengalami penurunan pada lansia. Permasalahan lain yang cukup banyak ditemukan pada lansia adalah demensia. “Terjadi suatu penurunan misalnya daya ingat, kemudian fokus terhadap satu pekerjaan atau kegiatan,” kata Edi. Penyakit-penyakit ini bisa saja tidak terdeteksi dan tertangani dalam waktu lama. Bila terabaikan, penyakit-penyakit…
Read More
Kuasai Banyak Bahasa Minimalisir Risiko Pikun

Kuasai Banyak Bahasa Minimalisir Risiko Pikun

Artikel Umum, Artikel
Penelitian baru di Kanada menemukan bahwa memiliki kemampuan yang kuat untuk belajar bahasa memiliki efek baik ke kesehatan otak. Belajar bahasa dapat membantu mengurangi risiko individu terkena demensia atau pikun. Sebuah penelitian di University of Waterloo dengan mengamati 325 biarawati Katolik Roma di Amerika Serikat yang mengambil bagian dalam Studi Biarawati yang lebih besar dan diakui secara internasional. Ini merupakan studi longitudinal dari para biarawati yang berusia 75 tahun ke atas. Dilansir dari Malay Mail,  disebutkan para biarawati diminta untuk melaporkan berapa banyak bahasa yang mereka gunakan. Sebanyak 106 sampel karya tulis para biarawati juga disediakan untuk analisa. Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease, menunjukkan bahwa hanya 6 persen dari para biarawati yang berbicara empat atau lebih bahasa yang secara bertahap mengalami demensia.…
Read More