Pencernaan Terganggu, Ini 6 Asupan Alami Mengatasinya

Pencernaan Terganggu, Ini 6 Asupan Alami Mengatasinya

Artikel, Artikel Umum
Pencernaan Terganggu, Ini 6 Asupan Alami Mengatasinya [caption id="attachment_7142" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Kita semua pernah merasakan bagaimana perut mengalami gangguan kesehatan yang membuat sangat tidak nyaman sama sekali. Beberapa contoh yang pernah dirasakan, seperti mual atau terbakar yang biasanya terjadi selama atau setelah makan. Sementara, gangguan pencernaan adalah kondisi umum yang terjadi pada pria dan wanita dari semua kelompok umur dan sering disebabkan karena makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, makan yang berlemak atau pedas, minum alkohol berlebihan, merokok, stres dan kelelahan. Berikut adalah asupan yang penting dikonsumsi saat terjadi gangguan pencernaan seperti dilansir Boldsky. Jahe Jahe adalah bahan yang mudah ditemui di rumah dan kerap digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam dan dapat membantu meringankan gejala. Air putih Minumlah banyak air putih karena tubuh…
Read More
Kenali Gejala Henti Jantung (yang) Tanpa Peringatan

Kenali Gejala Henti Jantung (yang) Tanpa Peringatan

Artikel, Artikel Umum
Kenali Gejala Henti Jantung (yang) Tanpa Peringatan [caption id="attachment_7131" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com[/caption] Henti jantung kerap terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala pada kondisi ini agar bisa menyelamatkan nyawa dan meningkatkan peluang hidup pasien. Henti jantung memiliki gejala seperti tiba-tiba runtuh, tidak ada denyut nadi, tidak bernapas, dan hilang kesadaran. Namun, terkadang tanda dan gejala lain terjadi sebelum henti jantung. Seperti misalnya rasa tidak nyaman pada dada, sesak napas, kelemahan, serta palpitasi. Dilansir dari laman Mayo Clinic, masalah dalam irama jantung atau aritmia terjadi karena masalah dengan sistem kelistrikan jantung, yang mana ini adalah penyebab umum pada henti jantung. Sistem kelistrikan jantung mengontrol laju dan ritme detak jantung. Jika terjadi kesalahan, jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur (aritmia). Sering kali aritmia berlangsung…
Read More
Jika Tertular Covid-19, Penderita Diabetes Rentan Komplikasi

Jika Tertular Covid-19, Penderita Diabetes Rentan Komplikasi

Artikel, Artikel Umum
Jika Tertular Covid-19, Penderita Diabetes Rentan Komplikasi [caption id="attachment_7129" align="alignleft" width="300"] Foto: health.grid.id[/caption] Banyak laporan menyebutkan bahwa orang dengan kondisi kesehatan seperti diabetes, lebih rentan terhadap komplikasi jika merek tertular Covid-19. Hal itu disampaikan Dr Muhammad Hamed Farooqi Direktur dan Konsultan Endokrinologis, Pusat Diabetes Dubai. Menghadapi kondisi pandemi, menurut Farooqi, tidak perlu panik. “Tidak perlu panik karena jika Anda panik, itu akan menciptakan lingkaran setan di mana tingkat kecemasan dan kadar gula darah akan naik,” kata Dr Farooqi seperti dikutip Gulf News, baru-baru ini. Menurutnya, jika diabetes Anda tidak terkendali dengan baik, itu dapat menyebabkan resistensi terhadap penyakit apa pun menjadi lebih rendah. Karena itu, ketika Anda melakukan perlawanan setelah terkena virus, mungkin respons kekebalan Anda mungkin tidak sama dengan seseorang yang tidak menderita diabetes," jelasnya. Dr Farooqi mengakui bahwa…
Read More
Ini Gejala dan Risiko Tumor Otak

Ini Gejala dan Risiko Tumor Otak

Artikel, Artikel Umum
Ini Gejala dan Risiko Tumor Otak [caption id="attachment_7127" align="alignleft" width="300"] Foto: suara.com[/caption] Tumor otak merupakan kumpulan, atau massa, sel-sel abnormal di otak. Tengkorak yang menutupi otak, sangat kaku. Setiap pertumbuhan di dalam ruang terbatas seperti itu dapat menyebabkan masalah. Tumor otak bisa bersifat kanker (ganas) atau bukan kanker (jinak). Ketika tumor jinak atau ganas tumbuh, mereka dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Hal tersebut menyebabkan kerusakan otak hingga mengancam jiwa. Tumor otak dikategorikan sebagai primer atau sekunder. Tumor otak primer berasal dari otak. Banyak tumor otak primer jinak. Tumor otak sekunder, juga dikenal sebagai tumor otak metastasis. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel kanker menyebar ke otak dari organ lain, seperti paru-paru atau payudara. Seberapa cepat tumor otak tumbuh dapat sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasi tumor otak menentukan bagaimana…
Read More
Ternyata Bentuk Glaukoma Bisa Terjadi Tanpa Tanda Peringatan

Ternyata Bentuk Glaukoma Bisa Terjadi Tanpa Tanda Peringatan

Artikel Umum, Artikel
Ternyata Bentuk Glaukoma Bisa Terjadi Tanpa Tanda Peringatan [caption id="attachment_7125" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Glaukoma merupakan penyakit mata yang banyak dialami oleh para lanjut usia. Umumnya, lansia yang mengalami glaukoma bisa berdampak kebutaan. Glaukoma dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Seperti dilansir Mayo Clinic, glaukoma merupakan sekelompok kondisi mata yang merusak saraf optik. Kerusakan ini sering disebabkan oleh tekanan tinggi yang tidak normal di mata. Banyak bentuk glaukoma tidak memiliki tanda-tanda peringatan. Efeknya sangat bertahap sehingga pasien mungkin tidak melihat perubahan dalam penglihatan sampai kondisinya berada pada stadium lanjut. Kehilangan penglihatan karena glaukoma tidak dapat dipulihkan, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Seperti halnya pengukuran tekanan mata sehingga diagnosis dapat dilakukan pada tahap awal dan diobati dengan tepat. Jika glaukoma…
Read More
Temuan Peneliti: Ternyata, Puasa Memiliki Efek Antipenuaan

Temuan Peneliti: Ternyata, Puasa Memiliki Efek Antipenuaan

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7115" align="alignleft" width="300"] Foto: regopantes.com[/caption] Ternyata puasa memiliki efek kuat antipenunaan. Seperti dilansir dari laman Medicalnewsbulletin, para ilmuwan di Jepang menyelidiki lebih lanjut efek puasa pada tubuh manusia. Penelitian ini melibatkan empat orang yang berpuasa selama 58 jam. Mereka melakukan analisis terhadap seluruh darah, seperti plasma dan sel darah merah, dari masing-masing peserta. Para peneliti ini menggunakan sampel yang diambil untuk memantau perubahan tingkat metabolit yang biasanya merupakan molekul kecil yang terbentuk selama proses metabolisme. Metabolisme digunakan untuk menggambarkan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi energi dam beraktivitas. Analisis komprehensif sampel darah itu menunjukkan bahwa puasa memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Dari metabolit-metabolit tersebut diketahui kalau pengurangan asupan makanan memiliki efek antipenuaan. Metabolit ini penting untuk pemeliharaan otot dan aktivitas antioksidan.…
Read More
Gula Darah Melonjak? Kenali Tandanya

Gula Darah Melonjak? Kenali Tandanya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7113" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Salah satu hal yang perlu diwaspadai, terutama di saat puasa adalah melonjaknya gula darah dengan cepat. Hal ini bisa berpengaruh pada pembuluh darah, saraf, serta organ tubuh. Mengendalikan tingkat gula darah dapat membuat Anda terkena diabetes. Atau bila Anda sudah menderita diabetes, lonjakan gula darah juga bisa menimbulkan masalah dalam tubuh.  Untuk mengenali risiko ini, kamu perlu memperhatikan tanda-tanda ketika kadar gula darah meningkat. Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah tanda yang bisa kamu kenali. Sering buang air kecil Seseorang dengan tingkat gula darah yang tinggi cenderung lebih sering buang air kecil. Normalnya, seseorang buang air kecil 4-7 kali sehari, sedangkan seseorang dengan gula darah tinggi lebih dari itu. Hal ini terjadi karena ginjal tidak dapat memproses gula berlebih di darah sehingga kencing…
Read More
Simak 5 Indikasi Kondisi Kesehatan Jiwa

Simak 5 Indikasi Kondisi Kesehatan Jiwa

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7109" align="alignleft" width="300"] Foto: ayojakarta.com[/caption] Kesehatan jiwa, khususnya ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini, sangatlah penting diperhatikan. untuk mengetahui seseorang memiliki kesehatan jiwa yang baik, setidaknya ada lima indikasi menurut Dr.dr. Fidiansjah, Sp.KJ. MPH Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. Lima indikasi ini sudah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pertama, sadar pada kemampuan diri sendiri, misal sebagai entertainer keahliannya menghibur, sebagai dokter keahliannya mengobati. Kedua, kemampuan mengelola stres. Menurutnya, seseorang yang mengalami stres menandakan bahwa orang tersebut normal. Namun, yang membedakan dengan penyandang gangguan kejiwaan adalah sejauh mana orang tersebut dapat mengelola stres. Ketiga, kesadaran akan manfaat diri sendiri. Dalam hal ini, orang menyadari bahwa dirinya dapat bermanfaat bagi orang lain. Keempat, komunikasi yang baik juga dapat menandakan bahwa seseorang memiliki kesehatan jiwa yang baik. Ditandai dengan…
Read More
Tingkat Kualitas Udara Dirumah Melalui 5 Kiat Berikut

Tingkat Kualitas Udara Dirumah Melalui 5 Kiat Berikut

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7106" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Kualitas udara yang baik di rumah seringkali dipandang sebelah oleh banyak orang. Bila kualitas udara buruk bisa membuat kita jadi kerap terpapar berbagai penyakit. Kualitas udara, khususnya di dalam rumah, sejatinya benar-benar terperhatikan sehingga seluruh anggota keluarga bisa sehat. Guna merealisasikan hal tersebut, dilansir dari The Health Site, berikut cara efektif dan mudah untuk tingkatkan kualitas udara di dalam rumah.  Sering buka jendela Walau udara di luar rumah cukup buruk, namun tak berarti kamu harus menutup rumah sepenuhnya. Dengan ventilasi udara yang baik, alergen yang ada di dalam rumah bakal tidak bertumpuk. Hal ini bisa membuat kualitas udara lebih baik. Walau begitu, sebaiknya juga jangan buka rumah terus-menerus. Beri tanaman di dalam rumah Cara terbaik untuk menghilangkan racun di dalam rumah adalah dengan meletakkan…
Read More
Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai

Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7098" align="alignleft" width="300"] Foto: dw.com[/caption] Selama ini, stroke merupakan masala kesehatan yang banyak menyerang masyarakat. Stroke adalah gangguan saraf yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam. Kondisi yang menyerang pembuluh darah di otak ini bisa berakibat fatal, menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Terdapat 2 macam risiko stroke, yakni bisa dimodifikasi dan yang tidak bisa dimodifikasi. Hal ini dikatakan Menurut Ahmad Rizal dokter bagian ilmu penyakit saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dijelaskan, fakor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor usia, jenis kelamin, keturunan dan ras atau etnik. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah hipertensi sebagai faktor risiko yang paling penting, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperkolesterol, kegemukan, merokok serta narkoba dan alkohol. Menurutnya, faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan lahan pencegahan…
Read More