Bikin Anak Lebih Bertanggungjawab, Simak Saran Psikolog

Bikin Anak Lebih Bertanggungjawab, Simak Saran Psikolog

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6627" align="alignleft" width="300"] Foto: sekolahdasar.net[/caption] Banyak orangtua yang tak menginginkan anaknya mengalami kesulitan seperti yang mereka alami pada masa lalu. Salah satu mantra yang biasa didengungkan orangtua adalah bahwa yang terpenting anak harus sekolah, biar orangtua yang bekerja keras. Namun rupanya cara ini tidak baik untuk diterapkan. Psikolog anak dan remaja Oktina Burlianti mengatakan, orangtua selalu bilang, ‘Dulu itu bapak susah. Bapak harus kerja keras, harus begini. Pokoknya tugas kamu sekarang hanya belajar dan harus lebih sukses dari bapak’, pemikiran ini salah. Banyak orangtua yang berpikir bahwa dengan memenuhi kebutuhan sekolah, anak dapat menjadi lebih sukses darinya dan akhirnya membiarkan anak terlena dengan kehidupan bebas masalah. “Kenapa bapaknya bisa sukses karena dulu hidupnya kerja keras, dulu hidupnya susah, makanya dia bisa sukses. Anak juga harus ditempa juga oleh kehidupan,…
Read More
Ini 5 Kebiasaan Berdampak Negatif Terhadap Otak

Ini 5 Kebiasaan Berdampak Negatif Terhadap Otak

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6615" align="alignleft" width="300"] Foto: cnnindonesia.com[/caption] Selama ini, seseorang menjaga kesehatan dengan lebih banyak memperhatikan sejumlah kondisi fisik mereka. Hal lain yang kadang menjadi perhatian mereka adalah kesehatan organ dalam seperti jantung dan paru-paru. Menjaga kesehatan seluruh hal tersebut memang merupakan hal yang baik dan disarankan. Namun selama ini terdapat hal terpenting yang luput dari perhatian banyak orang yaitu, pada otak. Otak merupakan organ tubuh yang paling kompleks dan memegang peran penting terhadap seluruh fungsi tubuh. Sayangnya bagian terpenting ini malah sering lepas dari pengawasan. Otak bisa sangat sensitif dan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Apa yang kamu lakukan dan konsumsi bisa sangat mempengaruhi baik secara positif maupun negatif terhadap kesehatan otak. Penelitian terdahulu menyebut bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana bisa membantu mencegah penurunan kognitif. Terdapat pola makan yang bisa…
Read More
Sering Terkena Diare, Jiwa Anak Terancam

Sering Terkena Diare, Jiwa Anak Terancam

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6612" align="alignleft" width="300"] Foto: parenting-dream.com[/caption] Pada anak-anak, ketika mereka mengalami diare, hal ini mungkin bisa menyebabkan masalah serius. Hal ini bisa membuat anak kehilangan cairan sehingga bisa berdampak dehidrasi. Kasus terburuk, hal ini bisa menyebabkan kematian pada mereka. “Kehilangan cairan pada anak lebih bermakna daripada orang dewasa. Karena dalam tubuh anak terdapat lebih banyak cairan, kehilangan beberapa persen saja bisa menyebabkan dehidrasi dan mengancam keadaan jiwanya,” ucap dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, Ade Djanwardi Pasaribu. Seseorang terkena diare jika frekuensi buang air besar (BAB) melebihi batas normal dirinya sehari-hari. “Jika seseorang biasa BAB sebanyak 5 kali sehari, dan keesokan harinya tetap 5 kali itu tandanya normal. Tetapi, kalau biasanya 5 kali lalu menjadi 10 kali itu enggak normal,” ucap Ade. Penyebab diare bisa karena virus. Ditandai dengan diare…
Read More
Lansia Derita Dermatitis Atopik, Ini Masalahnya

Lansia Derita Dermatitis Atopik, Ini Masalahnya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6609" align="alignleft" width="300"] Foto: sehatq.com[/caption] Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis yang bisa muncul secara berulang. Tidak hanya anak-anak, lanjut usia pun bisa terkena penyakit ini. Dermatitis Atopik pada lansia sendiri memiliki kondisi khusus yang dikenal dengan Pruritus Senulis. Hal tersebut menyebabkan rasa gatal yang dominan namun dengan gejala kulit yang minim. “Pasien lansia lebih rentan terkena DA daripada dewasa. Karena kondisi kulit yang lebih tipis dan turunnya daya tahan kulit, serta sistem imun yang rendah,” ucap Ronny Handoko, dokter spesialis kulit dan kelamin. Kondisi kulit penderita GA juga cenderung lebih kering, khususnya bagi lansia. Kulit mereka begitu sensitif terhadap benda asing seperti cuaca, keringat, atau debu. Ruam yang ditimbulkan juga berada dilebih banyak titik daripada balita. Jika pada bayi, ruam mungkin hanya akan timbul pada bagian wajah,…
Read More
Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6606" align="alignleft" width="300"] Foto: prelo.co.id[/caption] Kurangnya informasi yang memadai bisa membuat banyak orang bersikap kurang tepat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu hal yang biasa dilakukan adalah seseorang secara tidak sadar memperhatikan ABK dalam waktu yang lama. Ada juga yang memberikan tatapan sinis, atau bahkan mengeluarkan kalimat negatif. Bahkan tak jarang, anak berkebutuhan khusus menjadi korban perundungan (bullying) fisik ataupun mental. Padahal, bullying secara langsung dan tidak langsung akan memberikan efek pada korbannya. Menurut pendiri Yayasan Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI) sekaligus orangtua ABK, Gayatri Pamoedji, efek bullying pada ABK tergantung pada cara diperlakukan di rumah. “Jika dia diperlakukan dengan sangat baik, ia akan merasa aman. Saya selalu bilang pada anak saya, apa pun yang terjadi di luar, kamu aman di rumah. Dan itu membuat dia menjadi pribadi…
Read More
Manfaat Kata-Kata Positif Untuk Hadapi Penuaan

Manfaat Kata-Kata Positif Untuk Hadapi Penuaan

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6590" align="alignleft" width="300"] Foto: netralnews.com[/caption] Semakin bertambah usia seseorang terutama ketika sesudah memasuki masa lanjut usia, maka akan terlihat tanda penuaan yang tidak kita sadari. Seiring berlalunya waktu, penuaan ini terjadi pada diri semua orang tanpa bisa dilawan. Sejumlah tanda fisik bakal muncul pada diri Anda dan menandai bahwa usia sudah semakin tua. Sayangnya, tidak semua orang siap menghadapi penuaan yang mereka alami ini dengan bijak dan tepat. Masalah emosi yang dialami oleh seseorang ketika menua ini ternyata bisa menyebabkan masalah yang tak dapat dikesampingkan. Masalah fisik yang dialami pada saat menua ini juga bisa menimbulkan masalah pada emosi dan mental seseorang. Masalah emosi dan psikologi karena penuaan ini sudah menjadi hal yang banyak dipelajari oleh peneliti. Saat ini, WHO juga tengah mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk merespons…
Read More
Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6584" align="alignleft" width="300"] Foto: fimela.com[/caption] Diare merupakan salah satu penyakit yang biasa menyerang siapa pun termasuk anak-anak. Pada anak-anak, masalah kesehatan ini bisa lebih berisiko karena bisa berujung pada kematian. Menurut dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi Ade Djanwardi Pasaribu, diare bisa mematikan karena menyebabkan dehidrasi. Artinya, tubuh anak kekurangan cairan. Dan kehilangan beberapa persen saja bisa mengancam keadaan jiwanya. Ketika diare, penanganan dengan cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Berikut lima penanganan pertama yang dapat Anda lakukan jika buah hati terkena diare. Anak yang terkena diare harus tetap diberikan asupan yang cukup. Orangtua harus menjaga kebutuhan gizi anak agar tetap terpenuhi. Tetapi, bukan berarti terus-menerus memberikan air putih. “Cairan memang hilang, tapi bisa digantikan dengan teh manis atau kuah sup. Bisa juga diberikan apel atau pisang,” jelas Ade. Jika…
Read More
Penuaan Otak Bisa Diukur Dari Penurunan Indera Penciuman

Penuaan Otak Bisa Diukur Dari Penurunan Indera Penciuman

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6587" align="alignleft" width="300"] Foto: muslimobssesion.com[/caption] Kemampuan indera penciuman ternyata bisa menjadi indikator dari gejala awal proses penuaan di otak sekaligus menjadi faktor risiko demensia. Bayangkan Anda melakukan tes indera penciuman dengan menggunakan 10 bau yang biasa ditemukan di Indonesia. Anda hanya dibolehkan mencium bau dua kali, masing-masing selama lima menit sebelum menjawab. Mampukah Anda menebak dengan tepat? Meski menggunakan 10 aroma yang familiar yaitu minyak cajuput, kopi, melati, mentol, tembakau, minyak tanah, pandan, kapur barus, coklat, dan jeruk, bisa jadi Anda gagal menebak seluruh aroma yang ada. Penelitian ini menunjukkan, kalau kemampuan indera penciuman berkurang maka diprediksi 80 persen seorang lansia juga dapat mengalami kemunduran ingatan dan kognitif lainnya. “Bila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma (padahal tidak sedang ‘pilek’ atau ada gangguan hidung lain), maka kemungkinan besar prediktor…
Read More
Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6581" align="alignleft" width="300"] Foto: nutrisains.com[/caption] Pada anak-anak, terdapat sejumlah gangguan pencernaan yang sering terjadi dan cukup mengkhawatirkan. Dokter spesialis anak konsultan Ariani Dewi Widodo menyampaikan, gangguan pencernaan berupa diare, konstipasi (sembelit) yang mana sulit buang air besar (BAB) termasuk paling sering terjadi. “Biasanya anak itu diare dan sembelit. Yang sering juga dialami anak yakni muntah, sakit perut, dan rasa tidak selesai BAB (BAB tidak tuntas). Pola BAB tidak teratur seperti kadang konstipasi, kadang diare dan kondisi ini berubah-ubah. Nah, itu semua keluhan yang seringkali membuat orangtua datang ke dokter pencernaan,” jelas Ariani. Penyebab gangguan pencernaan pada anak terkait sistem yang mengatur saluran cerna dan otak. Jika saraf antara saluran cerna dan otak terganggu, maka anak akan merasakan sensasi nyeri dan kembung. “Faktor lain, bagaimana motilitas atau gerakan saluran cernanya.…
Read More
Ternyata Diabetes Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Ternyata Diabetes Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6569" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Diabetes adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi tungkai bawah. Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa diabetes meningkatkan risiko gagal jantung dan peningkatan ini dicatat lebih tinggi pada wanita daripada pria. Para peneliti dari The George Institute for Global Health yang berafiliasi dengan UNSW Sydney menetapkan bahwa perbedaan ini lebih besar pada diabetes tipe 1 daripada tipe 2. Diabetes tipe 1 dikaitkan dengan 47 persen risiko gagal jantung pada wanita dibandingkan pria, sementara diabetes tipe 2 memiliki risiko gagal jantung wanita 9 persen lebih tinggi daripada pria. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes menyoroti perlunya penelitian khusus jenis kelamin lebih lanjut tentang diabetes dan bagaimana kondisi tersebut berpotensi berkontribusi pada komplikasi jantung. Menurut laporan Federasi…
Read More