Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6669" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.com[/caption] Ketika seorang anak berada dalam kondisi demam, orangtua bakal panik dan mencari segala cara. Kadang orangtua bakal memberi obat terlebih dahulu, sedangkan beberapa orangtua langsung membawa anak ke dokter. Lantas, kapan sebenarnya orangtua harus membawa anak ke dokter ketika demam? Pada anak-anak, demam terjadi ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Sedangkan pada bayi, kategori demam ketika suhunya di atas 37,5 derajat Celsius. Cara paling tepat untuk mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer. “Demam harus dipastikan dengan memeriksa suhu tubuh menggunakan termometer. Karena seringkali kita menemukan perbedaan suhu pada kepala dan kaki. Jadi untuk memastikan, harus diperiksa melalui termometer,” kata dokter spesialis anak konsultan Nina Dwi Putri live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak yang memiliki penyakit bawaan seperti kelainan…
Read More
Simak 7 Makanan Bantu Kendalikan Tekanan Darah

Simak 7 Makanan Bantu Kendalikan Tekanan Darah

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6672" align="alignleft" width="300"] Foto: honestdocs.com[/caption] Saat ini, hipertensi telah menjadi penyakit yang sangat umum dan harus dicatat bahwa tekanan darah tinggi sering tidak menunjukkan gejala yang khas. Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan yang diberikan oleh darah pada pembuluh darah melebihi kisaran normal. “Hipertensi, jika tidak diobati atau tidak dikelola, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke,” kata ahli gizi Nmami Agarwal, pendiri & CEO, Nmami Life seperti dilansir The Indian Express. Menurut Nmami, diet yang tepat bisa membantu mengelola tekanan darah tinggi dengan atau tanpa obat. Nmami memaparkan sejumlah makanan yang membantu menurunkan tekanan darah. Pisang Pisang adalah sumber kalium makanan yang sangat baik, mineral yang membantu mengatur tingkat tekanan darah. Sesuai dengan studi ilmiah, makan dua pisang sehari dapat membantu mengurangi tekanan darah sebesar 10 persen. Sayuran…
Read More
Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6666" align="alignleft" width="300"] Foto: otcdigest.id[/caption] Kondisi sembelit atau sulit buang air besar merupakan hal yang biasa terjadi dan tak kenal usia. Pada anak-anak, masalah ini bisa sangat mengganggu dan membuat orangtua cemas. Buang Air Besar (BAB) merupakan fase akhir dari proses pencernaan. Ketika sisa-sisa makanan yang sudah termetabolisme oleh tubuh mengalami berbagai proses, ampasnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses. “Kesulitan untuk mengeluarkan feses inilah yang kita sebut sebagai sembelit,” ucap Dr. Ade Djanwardi Pasaribu, ahli gastrohepatologi anak. Pada anak-anak, kondisi ini begitu menganggu. Perut bisa terasa sakit dan anak mengalami kesulitan untuk mengeluarkan fesesnya yang sudah menumpuk dan keras. “Ketika feses mengeras dan anak mengalami kesulitan BAB, perut akan terasa sakit. Itu bisa saja mengurangi keinginan anak untuk BAB,” tambah Dr. Ade. Umumnya, bayi yang baru lahir biasanya akan…
Read More
Lansia Disarankan lakukan Medical Check Up

Lansia Disarankan lakukan Medical Check Up

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6656" align="alignleft" width="300"] Foto: voiceofsoman.com[/caption] Proses penuaan membuat kelompok lansia cenderung lebih rentan terhadap beragam penyakit degeneratif. Itu sebabnya, Lansia penting untuk mendeteksi penyakit-penyakit degeneratif ini secara dini agar lansia bisa mendapatkan penanganan medis yang optimal. Kepala Instalasi Ocupational Health Center RS Yarsi dr Edi Alpino MKK., menjelaskan, kita ketahui fungsi organ akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa penyakit degeneratif yang cukup banyak ditemukan pada lansia adalah diabetes mellitus, hipertensi, hingga penyakit sereberovaskular. Kemampuan fungsi beberapa organ penting seperti ginjal, hati, maupun jantung juga dapat mengalami penurunan pada lansia. Permasalahan lain yang cukup banyak ditemukan pada lansia adalah demensia. “Terjadi suatu penurunan misalnya daya ingat, kemudian fokus terhadap satu pekerjaan atau kegiatan,” kata Edi. Penyakit-penyakit ini bisa saja tidak terdeteksi dan tertangani dalam waktu lama. Bila terabaikan, penyakit-penyakit…
Read More
Waspadai, Bullying Pada Anak Akibatkan Trauma Panjang

Waspadai, Bullying Pada Anak Akibatkan Trauma Panjang

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6650" align="alignleft" width="300"] Foto: dream.co.id[/caption] Bullying atau perundungan di media sosial merupakan salah satu masalah yang muncul seiring kemajuan teknologi. Hal ini bisa menimbulkan dampak yang panjang pada korbannya bahkan berujung trauma. “Kalau dulu bully dilakukan secara langsung, bisa dari verbal maupun fisik. Tetapi sekarang, kita tidak perlu berada di ruangan yang sama, orang bisa mem-bully dan melukai perasaan seseorang,” ucap pendiri Sudah Dong, komunitas gerakan anti-bullying Katyana Wardhana. Kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial membuat seseorang terkadang lupa bahwa cyber bullying merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dan memiliki efek jangka panjang. “Media sosial bisa digunakan tanpa nama asli, itu membuatnya menjadi lebih mudah melakukan cyber bullying. Ini juga bisa berdampak jangka panjang, karena cyber bullying memang tidak menyerang fisik seseorang, tetapi menyerang hati (perasaan),” tambah Katyana. Sementara itu,…
Read More
Kuasai Banyak Bahasa Minimalisir Risiko Pikun

Kuasai Banyak Bahasa Minimalisir Risiko Pikun

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6653" align="alignleft" width="300"] Foto: quora.id[/caption] Penelitian baru di Kanada menemukan bahwa memiliki kemampuan yang kuat untuk belajar bahasa memiliki efek baik ke kesehatan otak. Belajar bahasa dapat membantu mengurangi risiko individu terkena demensia atau pikun. Sebuah penelitian di University of Waterloo dengan mengamati 325 biarawati Katolik Roma di Amerika Serikat yang mengambil bagian dalam Studi Biarawati yang lebih besar dan diakui secara internasional. Ini merupakan studi longitudinal dari para biarawati yang berusia 75 tahun ke atas. Dilansir dari Malay Mail,  disebutkan para biarawati diminta untuk melaporkan berapa banyak bahasa yang mereka gunakan. Sebanyak 106 sampel karya tulis para biarawati juga disediakan untuk analisa. Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease, menunjukkan bahwa hanya 6 persen dari para biarawati yang berbicara empat atau lebih bahasa yang secara bertahap mengalami demensia.…
Read More
Kiat Mengatasi Malnutrisi Pada Anak gizi?

Kiat Mengatasi Malnutrisi Pada Anak gizi?

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6647" align="alignleft" width="300"] Foto: republika.co.id[/caption] Dua masalah kesehatan utama yang mempengaruhi anak-anak secara global adalah obesitas dan kurang gizi. Obesitas pada anak disebabkan karena pilihan gaya hidup modern seperti konsumsi makanan kemasan, kurang aktivitas fisik dan lebih banyak waktu menonton. Sedangkan, istilah malnutrisi sering digunakan untuk merujuk pada individu atau anak-anak yang kekurangan berat badan, lemah, atau pertumbuhannya terhambat. Lantas kapan seorang anak disebut kurang gizi? Dilansir dari Times Now News, seorang anak disebut kekurangan gizi ketika ada kekurangan nutrisi yang cukup di tubuhnya. Malnutrisi dapat disebabkan karena tidak makan cukup sebagai akibat dari tidak tersedianya makanan, tidak makan yang benar, hal-hal yang bergizi, dan atau ketika tubuh tidak mampu menyerap makanan yang dikonsumsi oleh orang tersebut. Namun, menurut definisi gizi buruk diberikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan…
Read More
Meditasi, Kosongkan Pikiran atau Berhenti Berpikir?

Meditasi, Kosongkan Pikiran atau Berhenti Berpikir?

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6636" align="alignleft" width="300"] Foto: grid.id[/caption] Ketika kita hendak melakukan meditasi, salah satu hal yang penting untuk dilakukan adalah mengosongkan pikiran. Untuk dapat membuat pikiran menjadi kosong, hal yang pertama kali bisa kita coba adalah berhenti berpikir. Seringkali kita bakal berusaha untuk berhenti memikirkan hal-hal ini, namun kita tidak bisa. Bahkan ketika kita mencoba tidur dengan mulai mengosongkan pikiran, malah semakin banyak hal yang muncul di otak kita sehingga semakin kesulitan untuk tidur. Ketika melakukan meditasi, hal yang sama juga bakal kita alami. Kita bakal merasa sulit untuk mengosongkan pikiran, ketika kita mulai bisa mengosongkan pikiran, selanjutnya malah muncul rasa ngantuk dan muncul pikiran untuk tidur. Lalu, sebenarnya apakah kita benar-benar bisa mengosongkan pikiran? Menurut Michael Halassa, asisten profesor dari departemen pengetahuan otak dan kognitif di MIT menyebut bahwa kita…
Read More
Anak Suka Bermedsos, Bisa Alami Permasalahan Mental

Anak Suka Bermedsos, Bisa Alami Permasalahan Mental

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6630" align="alignleft" width="300"] Foto: ndobuzz.com[/caption] Media sosial telah lama diketahui bisa menyebabkan masalah bagi seseorang. Beragam dampak mulai gangguan psikologi hingga masalah fisik bisa terjadi ketika kamu terlalu banyak bermain media sosial. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa ternyata terdapat bahaya lebih banyak dari penggunaan media sosial ini dibanding yang selama ini diketahui. Dilansir dari Medical Daily, peneliti menyebut bahwa keberadaan remaja secara daring (online) bisa membuat mereka terpapar sejumlah faktor yang bisa secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental mereka. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal The Lancet Child & Adolescent Health. Diketahui bahwa media sosial menyakiti pola tidur seseorang, aktivitas fisik, serta meningkatkan paparan mereka terhadap bullying. Masalah yang muncul pada pengguna media sosial ini ketika dilakukan cukup sering bisa menyebabkan masalah mental. Bullying yang diamali oleh anak dan remaja…
Read More
Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia

Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6633" align="alignleft" width="300"] Foto: beritasatu.com[/caption] Penyakit Demensia biasa ditandai dengan penurunan daya ingat, cara berpikir, dan berbicara. Penderita penyakit ini memiliki tingkat keparahan masing-masing yang berbeda. Tingkat keparahan demensia yang dialami lebih banyak lanjut usia (lansia) ini semakin parah bila orang yang bersangkutan tidak mendapat pertolongan medis. Dokter spesialis kejiwaan konsultan Tribowo Tuahta Ginting menjelaskan, tahapan keparahan demensia yang kian memburuk. Gejala awal demensia memang kehilangan memori atau gangguan fungsi kognitif. Tapi demensia ada derajatnya (tingkat keparahan). Kalau derajat 1 malah biasanya tidak ditemukan adanya kehilangan fungsi memori. Derajat 2 terjadi penurunan memori ringan. Derajat 3, gejala demensia bisa dilihat orang lain, seperti orang tersebut sulit konsentrasi dan bermasalah perencanaan. Derajat 4, orang yang demensia mulai lupa kejadian yang baru terjadi. Selanjutnya, derajat 5 orang demensia perlahan-lahan lupa alamat…
Read More