Jadikan Anak Mandiri Sejak Diri Ikuti Cara Ini

Jadikan Anak Mandiri Sejak Diri Ikuti Cara Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6507" align="alignleft" width="300"] Foto: mooimom.id[/caption] Dalam masyarakat, banyak ditemui anak yang tidak mandiri, meski secara usia sudah tergolong dewasa. Salah satu penyebannya karena cara mendidik anak yang kurang tepat dari orang tuanya. Ya, anak yang kurang mandiri sebenarnya adalah hasil dari orangtua yang tidak membiasakan anaknya untuk bekerja di rumah dan selalu menyelesaikan tugas yang seharusnya bisa dilakukan sendiri oleh sang anak. Mendidik anak agar mandiri memang harus dimulai sejak dini. Jadi mumpung belum terlambat, ikuti tips-tips untuk membuat anak mandiri berikut ini: Jangan terlalu mengekang Khawatir kepada buah hati memang sangat wajar dimiliki oleh setiap orangtua. Namun bukan berarti orangtua bisa mengekangnya yang justru dapat membuat ia menjadi takut untuk berbuat sesuatu. Orangtua harus memberikan kebebasan yang tetap sesuai aturan. Dengan begitu, buah hati akan belajar untuk bertanggung…
Read More
Kelamaan Tidur Siang Penanda Terkena Alzheimer

Kelamaan Tidur Siang Penanda Terkena Alzheimer

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6492" align="alignleft" width="300"] Foto: halodoc.com[/caption] Tidur siang merupakan cara yang baik untuk membangun kembali mood atau menyegarkan kepala di tengah aktivitas sehari-hari. Namun, bila tidur siangnya kelamaan, bisa menjadi tanda adanya masalah yang terjadi di otakmu. Keinginan untuk tidur siang terutama dalam waktu lama ini diungkap sebagai sebuah tanda awal dari penyakit alzheimer. Dilansir dari NY Post, sebuah penelitian menyebut bahwa sel otak yang membuat kita terjaga di siang hari merupakan yang pertama diserang oleh penyakit otak. Sebelumnya, hancurnya sel ini dipikir terjadi karena protein bernama beta-amlyoid. Namun saat ini peneliti telah mengetahui disebabkan karena gumpalan racun yang dihasilkan oleh protein bernama tau. Pada penderita alzheimer awal, bagian otak yang membuatmu terjaga mengalami kerusakan. Peneliti menyebut bahwa hal ini menyebabkan seseorang yang menderita Alzheimer cenderung tidur dalam waktu lama…
Read More
Simak 7 Permainan Untuk Asah Otak Anak

Simak 7 Permainan Untuk Asah Otak Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6486" align="alignleft" width="300"] Foto: redcenit.com[/caption] Bermain, bagi anak adalah sarana untuk mengasah otaknya. Terlebih di usia 0 hingga 5 tahun adalah golden age atau masa emas anak di mana otaknya berkembang dan fisiknya bertumbuh dengan sangat baik. Menurut para ahli, sebanyak 90 persen otak anak mengalami perkembangan yang drastis. Untuk itu di samping memberikan asupan makanan yang bergizi, Ibu juga harus mengimbanginya dengan mengajak ia bermain permainan asah otak anak. Berikut beberapa permainan yang bisa Ibu coba berikan:    Menyusun puzzle Ayah dan ibu pasti sudah sangat familiar dengan permainan puzzle. Selain mengasyikkan, ternyata permainan ini juga baik untuk diberikan kepada anak karena dapat mengasah otak kanan dan kirinya. Dengan menyusun puzzle akan meningkatkan fokus anak untuk mengambil kemungkinan solusi dan memecahkan masalah yang ia hadapi. Untuk anak usia balita, berikan puzzle…
Read More
Kenali Penyebab dan Pencegahan Pneumonia

Kenali Penyebab dan Pencegahan Pneumonia

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6489" align="alignleft" width="300"] Foto: healthline.com[/caption] Pneumonia adalah salah satu infeksi paru-paru yang rawan dialami banyak orang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru ketika kantung udara di paru-paru terisi nanah atau cairan. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit serta masalah kesehatan yang membahayakan dirimu. Dilansir dari lung.org, persebaran dari pneumonia ini biasanya terjadi melalui batuk, bersin, sentuhan, atau hanya dari bernapas. Pada beberapa orang, tanpa adanya gejala yang muncul mungkin juga telah menderita penyakit ini. Adanya nanah atau cairan di paru-paru ini membuat oksigen yang masuk dalam tubuh sulit beredar melalui saluran darah. Gejala pneumonia ini bisa muncul secara sedang bahkan parah, serta termasuk batuk, demam, menggigil, dan susah napas. Banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana seriusnya masalah pneumonia ini mulai dari jenis kuman…
Read More
11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak

11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6483" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanmama.com[/caption] Mengembangkan kreativitas anak tak hanya bergantung pada karakter anak, namun orangtua juga memiliki peran besar untuk membantu mengasahnya. Kebanyakan orangtua hanya menginginkan buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan pintar, tapi tidak menyebutkan kata kreatif. Padahal, kreativitas itu sangatlah penting untuk dimiliki setiap anak. Apa alasannya? Kreativitas merupakan salah satu sifat yang akan mendorong anak untuk mampu memecahkan masalah, mempelajari banyak hal baru, dan berpikir yang tidak biasa. Tentu saja hal tersebut dapat membantu anak untuk mencapai kesuksesan di masa depannya. Oleh sebab itu diperlukan dorongan dari orangtua untuk mengembangkan kreativitas anak sejak dini. Berikut cara-caranya: Melihat minat dan bakat anak Setiap anak sudah memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Orangtua perlu memperhatikan ketertarikan pada buah hatinya, apakah ia suka menyanyi, menggambar, olahraga, atau lainnya. Jika…
Read More
Turunkan Demensia Dengan 5 Kiat Ini

Turunkan Demensia Dengan 5 Kiat Ini

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6466" align="alignleft" width="300"] Foto: beritasatu.com[/caption] Umumnya, penyakit ini mengancam mereka yang telah berusia diatas 65 tahun. Bagian tubuh yang diserang penyakit ini adalah otak. Walau penyakit ini banyak menyerang seseorang yang berusia lanjut, namun bisa saja hal ini dialami oleh mereka yang lebih muda. Pada saat ini, semakin banyak orang yang mengalami penyakit ini sebelum berusia 60 tahun. Demensia sendiri secara singkat adalah gangguan daya ingat jangka pendek yang menyerang manusia. Secara umum, demensia akan menyerang mereka yang berusia tua karena sel otak yang telah usang kehilangan kemampuannya. Selain karena usia, demensia juga bisa disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, hingga stres. Gaya hidup menjadi faktor penting terhadap hal ini. Untuk menurunkan risiko demensia ini, penting melakukan perubahan gaya hidup. Dilansir dari…
Read More
Kekurangan Lemak, Simak 5 Tanda Berikut

Kekurangan Lemak, Simak 5 Tanda Berikut

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6463" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Lemak kerap kali menjadi salah satu masalah yang dialami oleh banyak orang. Konsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak yang ada di dalam tubuh bisa menyebabkan masalah kesehatan. Bagi tubuh, konsumsi lemak ini juga sama pentingnya seperti juga sayuran dan nutrisi yang lain. Lemak dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi, membantu perkembangan otak, membantu menyerap vitamin, dan lainnya. Kurangnya lemak di dalam tubuh ini bisa disebabkan berbagai seperti kurangnya konsumsi. Namun bisa juga kurangnya lemak dalam tubuh ini karena memang upayamu untuk menguranginya atau karena kamu terlalu kurus. Ketika seseorang kekurangan lemak, mungkin muncul sejumlah tanda yang ditunjukkan tubuh. Dilansir dari Care2, berikut sejumlah tanda yang bakal muncul ketika tubuh kekurangan lemak. Sering kedinginan Orang yang kekurangan lemak dalam tubuhnya seringkali merasa kedinginan. Lemak dalam…
Read More
Lansia Bisa Terkena Dematitis Atopik

Lansia Bisa Terkena Dematitis Atopik

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6460" align="alignleft" width="300"] Foto: go-dok.com[/caption] Masalah kulit dermatitis atopik (DA) merupakan masalah yang sering muncul pada anak usia 1-5 tahun. Walau identik dengan anak-anak, penyakit ini bisa menyerang semua usia mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Hal ini dikatakan dokter spesialis kulit dan kelamin Ronny Handoko, pasien lansia lebih rentan terkena dermatitis atopik. Lansia memiliki kondisi kulit yang lebih tipis, menurunnya daya tahan kulit, dan sistem imun yang rendah. Pasien lansia yang menderita DA juga memerlukan peran keluarga atau pengasuh yang benar-benar mengerti DA karena rutinitas yang higienis begitu penting, ucap Ronny yang berpraktik di Klinik Pramudia dalam Seminar Waspadai Dermatitis Atopik Serang Semua Umur dan Jenis Kelamin, di Jakarta, beberapa hari lalu. Banyak faktor yang dapat menyebabkan DA pada orang dewasa dan lansia yakni, udara panas, sinar…
Read More
Tanda Awal Diabetes Dapat Dideteksi dengan microRNA

Tanda Awal Diabetes Dapat Dideteksi dengan microRNA

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6457" align="alignleft" width="300"] Foto: sindonews.com[/caption] Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bagaimana eksosom, nanopartikel kecil yang dilepaskan dari sel-sel lemak, melakukan perjalanan melalui aliran darah dan dapat membantu mendeteksi diabetes tipe 2 pada remaja. Studi ini pun dibahas dalam pertemuan tahunan - ADA 2019. Eksosom penting bagi individu yang ramping dan sehat dalam mempertahankan homeostasis, tetapi ketika lemak menjadi sakit, alasan paling umum untuk hal ini adalah terlalu banyak penambahan berat badan dan eksosom dapat mengubah fenotipenya menjadi radang dan mengganggu cara fungsi organ tubuh dari bagaimana otot rangka dan hati memetabolisme gula menjadi bagaimana pembuluh darah memproses kolesterol. Dilansir Times Now News, para peneliti ingin tahu tentang proses ini terlihat pada remaja yang mengidap obesitas, dimana obesitas merupakan faktor risiko utama untuk resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Para peneliti…
Read More
Aritmia Berdampak Fatal, Simak Cara Mengatasinya

Aritmia Berdampak Fatal, Simak Cara Mengatasinya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6445" align="alignleft" width="300"] Foto: brilio.net[/caption] Data statistik dunia menyatakan bahwa terdapat 9,4 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan 45 persen kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK). Berkaca pada hal tersebut, penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling mematikan. PJK ini jika tidak tertangani dengan baik dapat memicu beberapa komplikasi yang berakibat fatal, di antaranya serangan jantung, gagal jantung, nyeri dada (angina), gangguan irama jantung (aritmia), henti jantung, penyakit penyempitan pembuluh darah (arteri perifer), emboli paru, pembengkakan arteri (aneurisma), dan henti jantung. Sayangnya, aritmia kerap tidak terdeteksi sebagai penyakit jantung, padahal akibatnya fatal. Riset dari New England Medical Journal (2001) menyebutkan bahwa PJK merupakan penyebab 80 persen gangguan irama jantung dan dapat berakhir dengan kematian mendadak. Menurut Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi,…
Read More