Asupan Serat Tepat Anak Sehat

Asupan Serat Tepat Anak Sehat

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6566" align="alignleft" width="300"] Foto: koran-jakarta.com[/caption] Asupan serat yang tepat merupakan hal yang yang sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Hal ini bisa bermanfaat untuk sistem pencernaan dan membuat frekuensi buang air besar (BAB) anak menjadi lebih teratur. Menurut Frieda Handayani konsultan gastrohepatologi anak, serat punya banyak fungsi, salah satunya menstimulasi pergerakan usus sehingga mampu mempertahankan frekuensi buang air besar lebih teratur dan konsistensi tinja yang lunak. Serat termasuk bagian dari karbohidrat yang tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh karena tahan terhadap enzim-enzim pencernaan. Berdasarkan jenisnya, serat dibagi menjadi dua, yaitu soluble fiber (serat yang larut dengan air) dan insoluble fiber (serat yang tidak larut dalam air). Beberapa jenis serat, seperti FOS dan GOS juga terbukti mendukung bakteri baik dalam saluran pencernaan. Asupan serat yang cukup ditambah gizi seimbang ikut…
Read More
Teknologi Robotik Mampu Percepat Penyembuhan Stroke

Teknologi Robotik Mampu Percepat Penyembuhan Stroke

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6563" align="alignleft" width="300"] Foto: alamy.com[/caption] Stroke telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan nomor dua di dunia setelah penyakit jantung, serta banyak memberikan problem bagi masyarakat luas. Penyakit stroke merupakan gangguan fungsi otak yang disebabkan karena aliran darah ke otak terganggu, dan stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni sumbatan dan perdarahan. Menurut Founder & Director Klinik Wijaya, dr Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., kelemahan anggota tubuh akibat stroke dapat ditanggulangi dengan terapi rehabilitasi. Semakin cepat ditangani stroke saat awal serangan akan mempermudah pemulihan pasca stroke. Program rehabilitasi juga harus dimulai sesegera mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. dr Sukono menjelaskan, dalam mempercepat kesembuhan pasien, ada beberapa program rehabilitasi medik dan mencegah stroke berulang. "Rehabilitasi medik harus diterapkan dengan benar dan baik, industri 4.0 adalah industri dengan teknologi…
Read More
Jangan Biarkan Anak Alami Obesitas

Jangan Biarkan Anak Alami Obesitas

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6560" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Ada sejumlah hal yang bisa memicu terjadinya obesitas pada anak-anak. Pola penanganannya pun berbeda dengan orang dewasa. Pasien dewasa dapat mengurangi asupan kalori melalui program diet yang sehat serta meningkatkan aktivitas fisik. Namun, cara tersebut tidak dapat langsung diterapkan pada anak. Penanganan obesitas pada anak punya metode sendiri. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto, ada lima strategi khusus mengatasi obesitas pada anak. Dalam hal ini, penanganan obesitas anak bukan hanya sekadar melalui operasi bariatrik (pembedahan yang dilakukan membantu menurunkan berat badan). Pertama, kita harus mengubah pola makan yang ada. Bukan dengan diet ketat semata. Ini karena pasien adalah anak yang masih membutuhkan pertumbuhan tubuh yang optimal. Kedua, meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan, bukan latihan beban. Latihan beban nantinya bisa meningkatkan risiko cedera.…
Read More
3 Penyakit Lansia Bikin Pendengaran Terganggu

3 Penyakit Lansia Bikin Pendengaran Terganggu

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6530" align="alignleft" width="300"] Foto: pakdok.com[/caption] Kehilangan pendengaran pada lanjut usia dapat dikaitkan dengan penyakit mental, fisik, dan sosial pada orang tua. Kehilangan pendengaran merupakan penyebab keempat terbesar di dunia selama bertahun-tahun hidup dengan disabilitas. Menurut penelitian, kondisi ini dapat memperburuk karena serangkaian komplikasi mental, fisik, dan sosial. Karena lebih dari 90 persen gangguan pendengaran terkait usia, bebannya meningkat di tengah populasi yang menua. Kemampuan mendengar secara integral terkait dengan komunikasi, dan gangguan pendengaran menyebabkan hambatan komunikasi. Penyakit ini pada gilirannya, meningkatkan stres dan membatasi kemampuan untuk menjelajah di luar ruangan serta dapat dikaitkan dengan penurunan kognitif dan demensia. Sebuah tim peneliti Jepang yang berpusat di Universitas Tsukuba menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan gangguan pendengaran dan penyakit lain di antara orangtua. Mereka memeriksa tiga bidang utama dan menemukan gangguan pendengaran…
Read More
Waspadai Leukosit Tinggi Pada Anak

Waspadai Leukosit Tinggi Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6524" align="alignleft" width="300"] Foto: medcom.id[/caption] Kondisi anak yang mengalami leukosit tinggi tidak boleh disepelekan, sebab dapat menjadi pertanda adanya sesuatu yang tidak normal pada tubuh anak. Leukosit, atau yang lebih dikenal sebagai sel darah putih, adalah sel darah yang berfungsi untuk melawan masuknya zat asing atau memerangi infeksi dalam tubuh. Leukosit diproduksi di sumsum tulang belakang dan menjadi hal penting dari sistem kekebalan tubuh karena menghasilkan antibodi yang dapat menangkal virus, bakteri, atau zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Demam merupakan salah satu tanda bahwa sel darah putih sedang bekerja melawan zat asing atau memerangi infeksi tersebut. Jumlah leukosit pada anak normalnya berkisar 4.500 hingga 10.000 untuk setiap mikroliter darah. Jumlah pasti leukosit tiap anak bisa saja berbeda-beda. Namun, jumlah tersebut akan kian berkurang seiring bertambahnya usia pada anak.…
Read More
Hindari Kanker Kulit Dengan Perbanyak Asupan Vitamin A

Hindari Kanker Kulit Dengan Perbanyak Asupan Vitamin A

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6527" align="alignleft" width="300"] Foto: aolamedia.com[/caption] Studi terhadap sekitar 125.000 orang Amerika menemukan bahwa orang dengan asupan vitamin A tertinggi menurunkan risiko kanker kulit sel skuamosa sekitar 15 persen. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Dermatology menyebutkan bahwa sebagian besar vitamin A yang mereka konsumsi berasal dari makanan. “Temuan ini hanya menambah alasan lain untuk melakukan diet sehat dengan buah-buahan dan sayuran. Vitamin A dari sumber nabati aman,” kata Eunyoung Cho, seorang profesor di Brown University di Amerika Serikat (AS) seperti dilansir dari Times Now News. Sumber makanan sehat vitamin A termasuk diantaranya adalah ubi jalar, blewah, wortel, kacang polong hitam, paprika merah manis, brokoli, bayam, makanan susu, ikan dan daging, terutama hati, menurut US National Institutes of Health (NIH). Vitamin A merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak.…
Read More
Temukan Cara Mengatasi Anak Tantrum

Temukan Cara Mengatasi Anak Tantrum

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6521" align="alignleft" width="300"] Foto: astaga.com[/caption] Banyak orangtua cemas bila menghadapi anak dengan tantrum berlebihan. Berikut ada beberapa cara mengatasi yang bisa para orangtua bisa lakukan. Berikan pelukan dan ciuman Jika memungkinkan untuk mendekati anak yang sedang mengamuk, segeralah untuk memeluk dan mencium mereka. Keduanya merupakan tindakan sederhana tapi berdampak sangat besar untuk menenangkan anak. Ajak anak bicara Anak tantrum karena menginginkan sesuatu tapi tidak bisa mengungkapkannya. Untuk itu anak perlu diajak berbicara, tapi tunggu hingga ia tenang. Anak yang sedang mengamuk mustahil untuk diajak berkomunikasi. Jika ia belum bisa lancar berbicara, berikan pertanyaan yang mungkin menjadi penyebab ia marah dan ia pasti akan merespon dengan anggukan atau gelengan kepala. Hentikan aktivitas Anak sangat ingin mendapatkan perhatian orangtuanya, terlebih saat orangtuanya sedang sibuk melakukan sesuatu. Jadi jika ia mulai marah…
Read More
Cermati Penyebab dan Gejala Kanker Dubur

Cermati Penyebab dan Gejala Kanker Dubur

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6518" align="alignleft" width="300"] Foto: Tirto.id[/caption] Kanker dubur merupakan kondisi di mana sel-sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan rektum atau beberapa inci terakhir dari usus besar. Seringkali, kanker di dalam rektum dan kanker di dalam usus besar disebut sebagai kanker kolorektal. Kanker rektum dan usus besar serupa dalam banyak hal, namun perawatan mereka tidak sama. Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan National Cancer Institute. Dilansir dari Times Now News, kanker dubur memiliki beberapa tanda dan gejala. Di antaranya nyeri perut atau ketidaknyamanan, perubahan kebiasaan buang air besar—sembelit, diare, gerakan usus yang menyakitkan, darah gelap atau merah di tinja, lendir dalam tinja, merasa seolah-olah usus tidak kosong sepenuhnya, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, nafsu makan yang berubah dan kelelahan. Tidak jelas apa yang sebenarnya menyebabkan kanker dubur, namun…
Read More
Cermati Penyebab Sistem Imunitas yang Lemah Pada Anak

Cermati Penyebab Sistem Imunitas yang Lemah Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6511" align="alignleft" width="300"] Foto: aryanto.id[/caption] Sistem imun atau daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Ia masih rentan sakit karena kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna. Menurunnya sistem imun anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut faktor-faktor penyebab lemahnya sistem imun tubuh pada anak. Kekurangan nutrisi Di usia pertumbuhan anak-anak membutuhkan banyak nutrisi. Tidak hanya diperlukan untuk tumbuh kembangnya, tapi juga untuk meningkatkan sistem imunnya. Ketika anak tidak mendapatkan cukup nutrisi, maka proses alami yang terjadi di tubuhnya akan melambat. Proses menghasilkan leukosit atau sel-sel darah putih yang berfungsi sebagai salah satu yang berperan dalam menghalau virus dan bakteri penyebab penyakit pun ikut melambat. Jika…
Read More
Atur Stres Dengan 7 Cara Ini

Atur Stres Dengan 7 Cara Ini

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6515" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com[/caption] Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memperkirakan India memiliki 34,33% pangsa pemuda dalam jumlah penduduk pada 2020 dan India menjadi rumah bagi sekitar 57 juta orang (18 persen dari perkiraan global) yang dipengaruhi oleh depresi. Rasio kaum muda yang menderita kesehatan mental meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan yang stabil dalam gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan dan gangguan penyalahgunaan zat di kalangan anak muda. Generasi muda menghadapi dilema unik. Mereka menghadapi isolasi, meski banyak teman media sosial. Penekanan pada kinerja dalam pendidikan, pekerjaan, berdampak buruk pada kesehatan mental kaum muda. Seperti dilansir Times of India, Ekta Soni, Konsultan Senior, Psikologi dari Indraprastha Apollo Hospitals berbagi cara manajemen stres. “Stres adalah cara tubuh untuk memberi tahu bahwa kita sedang berjuang untuk…
Read More