Penderita Radang Sendi Harus Banyak Jalan Cepat

Penderita Radang Sendi Harus Banyak Jalan Cepat

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5979" align="alignleft" width="300"] Foto: parenting.orami.co.id[/caption] Osteoartritis merupakan bentuk radang sendi yang paling umum di kalangan manula di Amerika Serikat. Osteoartritis lutut, khususnya mempengaruhi 10-13 persen orang berusia 60 atau lebih dan persentase ini naik hingga 40 persen di antara orang yang lebih tua atau berusia 70 tahun. Sayang, saat ini belum ada obatnya dan perawatan yang dilakukan sering kali terdiri dari obat penghilang rasa sakit atau operasi lutut, tergantung pada seberapa besar penyakitnya. Menurut beberapa perkiraan, untuk sekitar 2 dari 5 orang dengan osteoartritis lutut simtomatik, kondisi ini secara signifikan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian baru yang muncul dalam American Journal of Preventive Medicine meneliti efek aktivitas fisik pada kecacatan yang disebabkan osteoarthritis lutut. Dorothy Dunlop, Ph.D., profesor kedokteran pencegahan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern di Chicago, IL dan…
Read More
Hal Penting Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Hal Penting Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5973" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Kekurangan berat badan dialami oleh sekitar 2 dari 10 anak Indonesia. Kurangnya berat badan ini membuat mereka menjadi kekurangan sel darah merah dan lebih rentan sakit. Menurut ahli gizi Saptawati Bardosono, sel darah merah dibutuhkan untuk membawa oksigen mengalirkan zat yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan sel darah merah juga akan menyebabkan anak menjadi pendek. “Terbukti bahwa 4 dari 10 anak itu sering mengalami infeksi saluran napas, batuk pilek panas secara berulang. Selain itu ada sekitar 1 dari 10 anak mengalami diare yang menghambat penyerapan makanan,” ujarnya. Ancaman terkena berbagai infeksi bisa terjadi ketika anak berada di luar rumah. Anak-anak yang bermain di luar rumah, katanya, 2-3 kali akan lebih tinggi terserang infeksi. Infeksi yang berulang akan mengakibatkan tubuh membutuhkan lebih banyak…
Read More
Waspadai Aritmia Berakibat Kematian Mendadak

Waspadai Aritmia Berakibat Kematian Mendadak

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5976" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Sekitar 87 persen dari data pasien penyakit jantung koroner yang meninggal mendadak di Indonesia menderita Aritmia. Masyarakat perlu pemahaman lebih jauh terkait penyakit ini. Prof Dr dr Yoga Yuniadi SpJP(K), guru besar FKUI yang juga ahli jantung dan pembuluh darah RS Columbia Asia Pulomas, menjelaskan bahwa aritmia merupakan penyakit yang dikenal dengan gangguan irama jantung. Aritmia dapat terjadi karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. “Berdebar merupakan gejala tersering aritmia, tetapi spektrum gejala aritmia cukup luas, mulai berdebar, keleyengan , pingsan, stroke, bahkan kematian mendadak,” papar dr Yoga. Jika ditangani dengan tepat, penyakit aritmia, baik kelompok bradiaritmia, yaitu laju jantung yang terlalu lambat (kurang dari 60 kali per menit/kpm), maupun takiaritmia, yaitu laju jantung yang terlalu cepat (lebih…
Read More
Simak 3 Kebutuhan Anak Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas

Simak 3 Kebutuhan Anak Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5970" align="alignleft" width="300"] Foto: lombokita.com[/caption] Hal terbaik pada anak pasti menjadi sesuatu yang terus diperjuangkan oleh para orangtua. Menurut Dokter Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko, terdapat tiga kebutuhan anak agar bisa lebih unggul dan sukses, yaitu nutrisi, imunisasi, dan interaksi dengan orangtua. “Yang pertama kali dilakukan adalah mencukupi nutrisi dan imunisasi lengkap supaya tidak mudah sakit. Dan anak juga harus mendapat perlindungan fisik. Kalau nakal, jangan dicubit atau dipukul, cukup diingatkan,” kata dr. Soedjatmiko. Terpenuhinya nutrisi bisa terlihat di masa remaja. Tinggi badan, berat badan dan lingkar kepalanya akan tumbuh dengan baik. “Kalau pendek di akhir masa remaja diakibatkan gizi kurang, berarti stunting. Diasumsikan anak memiliki kecerdasan rendah dan sulit dapat pekerjaan,” jelasnya. Tidak sulit memenuhi gizi anak. Cukup dengan memberi asupan makanan yang mengandung serat, kalsium, protein, vitamin B,…
Read More
Simak Olahraga Terbaik Bagi Diabetesi Tipe 2

Simak Olahraga Terbaik Bagi Diabetesi Tipe 2

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5954" align="alignleft" width="300"] Foto: msn.com[/caption] Bagi orang yang menderita diabetes tipe 2 atau sering disebut diabetesi, diet sehat dan olahraga teratur menjadi cara terbaik untuk mengelola kadar gula darah dan mempertahankan berat badan yang sehat, tentunya selain obat yang diresepkan dokter. Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius yang berkaitan dengan jantung, ginjal, mata, saraf, dan kaki. Hal ini terjadi, jika tidak ditangani dengan baik. Namun, perubahan gaya hidup sehat, seperti meningkatkan pola makan dan berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kadar gula darah. Berolahraga juga akan mencegah penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya yang berhubungan dengan diabetes. Para ahli kesehatan mengatakan berlari dapat bermanfaat untuk mengendalikan diabetes serta mengurangi risiko mengembangkan kondisi. Menurut Diabetes.co.uk, berlari adalah bentuk olahraga yang ideal untuk penderita diabetes karena dapat membantu meningkatkan…
Read More
Jangan Biarkan Anak Konsumsi Gula Berlebihan

Jangan Biarkan Anak Konsumsi Gula Berlebihan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5943" align="alignleft" width="300"] Foto: dinimon.com[/caption] Membiasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman manis ternyata membuat otak mereka terlanjur merekam kebiasaan tersebut. Hal itu dapat membuat mereka menjadi ketagihan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. “Energi dari minuman manis itu cepat masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan anak menjadi hiperaktif, setelah itu anak akan lemas dan butuh asupan energi lagi. Akibatnya anak akan terus-terusan minum yang manis,” kata pakar nutrisi Saptawati Bardasono di Jakarta. Dalam mengontrol asupan gula pada anak, Saptawati menganjurkan untuk mematuhi aturan piramida makanan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. “Kemenkes sudah mengatur dalam piramida makanan yang banyak gula, garam, dan minyak itu di atas (artinya amat sedikit), kalau aturan itu dipatuhi nantinya anak ini akan menabung untuk sehat. Namun, kalau piramida dibalik, kalau memberikan banyak gula dan…
Read More
Pria Paruh Baya Waspadai Terkena Kanker Bibir

Pria Paruh Baya Waspadai Terkena Kanker Bibir

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5948" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanmama.com[/caption] Kanker bibir adalah bentuk kanker kepala dan leher yang dimulai pada sel skuamosa pada bibir dan mulut. Tanda-tanda awal penyakit ini bisa berupa luka atau benjolan yang tidak sembuh di bibir atau di mulut. Menurut Skin Cancer Foundation (SCF), kanker bibir menyumbang sekitar 0,6 persen dari semua kanker di Amerika Serikat dan jenis kanker ini paling umum diderita laki-laki dengan kulit terang di atas usia 50 tahun. Dilansir dari Medical News Today, faktor risiko umum untuk kanker bibir termasuk paparan sinar matahari yang berkepanjangan, asupan alkohol yang banyak, dan penggunaan tembakau. Pilihan pengobatan tergantung pada stadium, ukuran, dan lokasi tumor. Namun, kanker bibir sering dapat disembuhkan dengan diagnosis dan perawatan dini. Gejala paling umum pada kanker bibir pun sangat beragam. Salah satunya sakit pada…
Read More
Kontrol Kadar Gula Anak Dengan Cara Ini

Kontrol Kadar Gula Anak Dengan Cara Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5940" align="alignleft" width="300"] Foto: hubsehat.com[/caption] Penyakit DM memang tidak dapat disembuhkan, tapi penyakit ini dapat dikontrol dan dicegah. Pengontrolan dan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orangtua, salah satunya adalah dengan kontrol metabolik pada anak-anak. Kontrol metabolik dapat dilakukan dengan mengupayakan kadar gula dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menyebabkan anak menjadi kekurangan glukosa dalam darah. Pengelolaan dilakukan dengan pemberian tata laksana yang sesuai baik insulin atau obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, edukasi, pemantauan gula darah secara mandiri, dan menerapkan gaya hidup sehat pada anak-anak. “Upaya pencegahan itu perlu disosialisasikan tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga perlu dilakukan oleh semua sektor termasuk masyarakat,” ujar Cut Putri Ariane. Berikut beberapa gaya hidup sehat yang dapat diterapkan kepada anak-anak dari Kementerian Kesehatan: Pertahankan berat badan ideal Orangtua dapat mengontrol berat badan…
Read More
Bernafas yang Dalam Selama 5 Menit Sangat Bermanfaat

Bernafas yang Dalam Selama 5 Menit Sangat Bermanfaat

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5930" align="alignleft" width="300"] Foto: dailywuz.com[/caption] Anda mungkin pernah mendengar bahwa pernapasan dalam memiliki banyak manfaat kesehatan. Pada dasarnya, pernafasan dalam adalah praktik sadar yang menarik lebih banyak oksigen ke paru-paru, membantu mengantarkan lebih banyak oksigen ke jantung. Teknik pernapasan dapat membantu meningkatkan kesehatan dalam berbagai cara, termasuk penurunan berat badan dan pengaturan tekanan darah. Latihan pernapasan dalam sangat membantu untuk menurunkan stres dan kecemasan. Baru-baru ini, para peneliti di University of Colorado Boulder menemukan bahwa rutinitas pernapasan 5 menit dapat meningkatkan kesehatan otak dan jantung. Disebut sebagai inspiratory muscle strength training (IMST), para peneliti menemukan bahwa teknik pernapasan 5 menit dapat secara signifikan menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kinerja kognitif dan fisik. Menurut Science Daily, IMST melibatkan pernapasan dalam melalui perangkat genggam yang memberikan perlawanan untuk memperkuat otot yang…
Read More
Kenali Gejala Diabetes Pada Anak

Kenali Gejala Diabetes Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5926" align="alignleft" width="300"] Foto: terkini.id[/caption] Jika dulu, orang tahunya penyakit diabetes mellitus (DM) menyerang orang dewasa, kini anak-anak pun bisa terkena. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam 10 tahun terakhir terdapat kenaikan hingga 700 persen DM yang terjadi pada anak-anak usia 0-18 tahun. DM atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul karena peningkatan kadar gula darah di atas normal yang berlangsung secara kronis. Hal tersebut disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain dalam tubuh. Penyakit DM sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Sejak September 2009 hingga September 2018 terdapat 1.213 kasus DM tipe 1. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera…
Read More