Berikut Jumlah Kebutuhan Serat Agar Tetap Sehat

Berikut Jumlah Kebutuhan Serat Agar Tetap Sehat

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5731" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.com[/caption] Serat merupakan salah asupan penting bagi tubuh, termasuk nutrisi yang perlu ada setiap kali makan. Serat tidak sekadar menjaga sistem pencernaan, juga membantu menurunkan beberapa risiko kesehatan, seperti kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, hingga jenis kanker tertentu. Dilansir dari Runner's World, penelitian terbaru mengungkapkan jumlah asupan serat yang tepat bagi tubuh. Studi meta-analisis tersebut diterbitkan dalam jurnal The Lancet dengan mengamati 185 studi prospektif dan 58 uji klinis dengan total 4.635 peserta. Para peneliti menyimpulkan, mereka dengan asupan serat tertinggi memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung 30 persen lebih rendah, tingkat stroke 22 persen lebih rendah, dan tingkat diabetes tipe 2 dan kanker kolorektal 16 persen lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang makan dalam jumlah serat paling sedikit. Selain itu, mereka yang mengonsumsi serat paling banyak…
Read More
Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5725" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menyatakan, diet rendah lemak membantu menambah harapan hidup bagi anak penderita kanker. Diet tersebut membantu anak dengan leukemia limfoblastik akut. Kanker itu adalah yang paling umum diderita oleh anak-anak. Percobaan dilakukan dengan menggunakan tikus putih obesitas yang menderita leukemia. Sebelum memperoleh kemoterapi, tikus diberi perlakuan diet rendah lemak. Hasilnya, tikus yang menjalani diet punya harapan hidup lebih baik. Tikus yang diet rendah lemak punya harapan hidup lima kali lebih banyak daripada tikus dengan diet tinggi lemak. Hasil riset ini sudah dipublikasikan di jurnal Cancer & Metabolism. “Hal yang paling mengejutkan untukku adalah fakta yang menunjukkan bahwa diet bisa membantu membunuh sel-sel leukemia pada anak dengan leukemia limfoblastik,” kata Steven Mittelman dari…
Read More
Alami Kelelahan Kronis, Coba Cek

Alami Kelelahan Kronis, Coba Cek

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5728" align="alignleft" width="300"] Foto: dream.id[/caption] Meski nampak serupa, kelelahan kronis berbeda dari rasa lelah sementara atau hanya merasa lelah sedikit. Kelelahan normal biasanya akan hilang seiring berjalannya waktu, dengan istirahat. Namun, tidak demikian dengan kelelahan kronis. Meski begitu, bukan berarti kelelahan kronis tidak bisa dihilangkan atau dikelola. Seperti apa kelelahan kronis? Menurut Very Well Health, kelelahan kronis dideskripsikan sebagai gejala kelelahan atau kurang energi yang terjadi selama lebih dari enam bulan. Kondisi ini biasanya merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan yang lebih besar. Seharusnya tidak sulit untuk membedakan kelelahan kronis dengan kelelahan biasa. Sebab, gejala ini merupakan komplikasi yang membuat penderitanya kelelahan luar biasa, dan tidak bisa dijelaskan atas dasar kondisi medis apa pun. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah lewat pemeriksaan medis. Namun, ada beberapa gejala yang bisa dikenali, seperti…
Read More
Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5722" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Melatih kebiasaan yang satu ini tentu memerlukan waktu dan pembiasaan yang konsisten.  Kewajiban mencuci tangan setelah menggunakan toilet perlu ditanamkan kepada anak sejak dini, setidaknya sejak mereka mulai belajar menggunakan toilet sendiri. Menurut David Geller, dokter anak dan juga pengajar di Harvard Medical School, hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan alasan yang bagus terkait kebutuhan mencuci tangan bagi si anak. “Biarkan mereka pelan-pelan memahami, bahwa jika -misalnya, dia menyentuh kuman di toilet dan lalu tangan itu masuk ke mulut, dia bisa sakit,” kata Geller. Kendati demikian, Geller mengingatkan, jangan sampai orangtua membuat isu tersebut menjadi begitu menakutkan bagi anak. “Tentu kita tak ingin jika karena takutnya dengan kuman, si anak jadi bolak-balik mencuci tangan, bukan?” kata Geller. Langkah terbaik adalah dengan membuat…
Read More
Ini 8 Makanan yang Baik untuk Kolesterol

Ini 8 Makanan yang Baik untuk Kolesterol

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5702" align="alignleft" width="276"] Foto: hellosehat.com[/caption] Merubah pola makan adalah salah satu cara untuk menurunkan tingkat kolesterol. Menurut Stacey Pence, R.D. dari University Wexmer Medical Center, Ohio, olahraga dan mengatur pola makan adalah dua cara bagaimana orang yang tidak memiliki kecenderungan genetik bisa memperbaiki tingkat kolesterol mereka. Pence merekomendasikan banyak mengonsumsi segala jenis sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Ia juga menyarankan untuk menghindari lemak trans. Meskipun tidak ada yang dinamakan diet kolesterol, namun sejumlah studi menunjukkan beberapa makanan bisa menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan angka kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Pence yang juga merupakan penulis dari buku “The New American Diet” berbagi informasi mengenai makanan apa saja yang paling baik untuk memperbaiki angka kolesterol: Pasta Antioksidan yang terkandung di dalam pasta bisa membantu mengontrol peradangan…
Read More
Astaga… Jangan Abaikan Keselamatan Anak di Mobil

Astaga… Jangan Abaikan Keselamatan Anak di Mobil

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5698" align="alignleft" width="300"] Foto: ibupedia.com[/caption] Sebuah penelitian mengungkapkan, ada begitu banyak orangtua lalai terhadap anak saat mengendarai kendaraan. Kealpaan ini beresiko membahayakan nyawa anak-anak ketika berkendara. Salah satunya ketika orangtua tidak meletakkan anak secara aman di kursi khusus anak-anak dalam mobil. Penelitian menemukan sebanyak 37 persen orangtua di Inggris, ibu maupun ayah mengajak anak mereka berkendara tanpa memiliki pengekang atau sabuk yang cocok untuk anak. Dalam survei yang dilakukan OnePoll.com, diketahui juga bahwa kemungkinan lebih dari sepertiga anak-anak berkendara tanpa menggunakan pengekang atau sabuk yang cocok. Termasuk 22 persen anak menggunakan bantal sebagai pengganti kursi mobil yang cocok. Tiga dari sepuluh orang telah mengemudi dengan anak kecil duduk di pangkuan seseorang. Sementara seperlimanya memaksa anak mereka duduk di kursi belakang yang telah berisi empat penumpang atau lebih. Bahkan satu dari…
Read More
Minimalisir Risiko Diabetes Tipe-2 Dengan Selalu Optimis

Minimalisir Risiko Diabetes Tipe-2 Dengan Selalu Optimis

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5700" align="alignleft" width="300"] Foto: alodokter.com[/caption] Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti optimisme sebenarnya dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe-2. Studi ini meneliti apakah ciri-ciri kepribadian, termasuk optimisme, negatif, dan permusuhan, dikaitkan dengan risiko diabetes tipe-2 pada wanita pascamenopause. Dilansir dari The New Indian Express, depresi dan sinisme ditemukan terkait peningkatan risiko diabetes. Selain itu, tingkat permusuhan yang tinggi dikaitkan dengan kadar glukosa puasa yang tinggi, resistensi insulin, dan diabetes yang lazim. Untuk penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Menopause ini, peneliti mengikuti 139.924 wanita pascamenopause di antaranya diindentifikasi 19.240 kasus diabetes tipe-2. Dibandingkan dengan wanita yang paling tidak optimistis, wanita yang paling optimistis memiliki risiko diabetes 12% lebih rendah. Selain itu, hubungan permusuhan dengan risiko diabetes lebih kuat pada wanita yang tidak mengalami obesitas dibandingkan dengan wanita yang mengalami…
Read More
Bangun Komunikasi Dengan Anak Sedini Mungkin

Bangun Komunikasi Dengan Anak Sedini Mungkin

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5696" align="alignleft" width="300"] Foto: futuready.com[/caption] Bayi tentu saja belum bisa berbicara seperti manusia yang sudah mengembangkan bahasa. Namun, bukan berarti orangtua tidak perlu mengajak bayi berbicara dan membiarkan begitu saja. Berbicara dengan bayi sama pentingnya ketika mereka sudah tumbuh besar dan dapat berbicara. Penelitian baru yang diterbitkan awal bulan ini di The Journal of Neuroscience menyatakan, mengajak berbicara bayi akan mendorong kemampuan mereka untuk berbahasa. Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology, University of Pennsylvania, dan Harvard menemukan, percakapan dua arah dengan anak-anak membantu mereka mengembangkan kemampuan bahasa dan pemahaman yang lebih baik. Kelebihan itu terlepas dari status sosial ekonomi keluarga di mana bayi dilahirkan. “Kami menemukan komponen yang paling relevan dari paparan bahasa anak-anak bukanlah jumlah kata-kata yang mereka dengar, namun, jumlah percakapan orang dewasa dan yang mereka alami,” ujar…
Read More
Cegah Hipertensi, Perbanyak Makanan yang Mengandung Potasium

Cegah Hipertensi, Perbanyak Makanan yang Mengandung Potasium

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5679" align="alignleft" width="300"] Foto: tenmien.store.com[/caption] Tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak selalu mudah dikenali. Namun, ini dianggap sebagai kondisi yang serius karena risiko kesehatannya jika tidak dirawat. Hipertensi bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti stroke atau serangan jantung. Agar menghindari risiko apa pun akibat tekanan darah tinggi, maka penting bagi kita semua untuk secara rutin memeriksa tekanan darah karena gejalanya tidak selalu terlihat. Sejumlah faktor diketahui bisa meningkatkan peluang mengembangkan tekanan darah tinggi. Salah satunya adalah makan makanan yang tidak sehat. Diet yang sehat bisa membantu Anda untuk menjaga tekanan darah untuk tetap normal. Selain itu, olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga ringan seperti melakukan aktivitas bersih-bersih rumah punm bisa membantu. Dikutip dari Express.co.uk, diet yang paling baik untuk menjaga tekanan darah adalah makan banyak potasium. Potasium membantu…
Read More

Ini Penyakit Menular yang Sering Terjadi di Sekolah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5671" align="alignleft" width="300"] Foto: www.klikdokter.com[/caption] Di sekolah, anak-anak rentan tertular penyakit yang diderita teman sekelasnya. Berada bersama-sama dalam satu ruangan kelas dan duduk berdekatan dengan kawan yang sakit membuat anak lebih rentan terkena penyakit menular. Ketahuilah, penyakit menular yang sering terjadi di sekolah dan pencegahannya agar anak tidak mudah sakit. Hal pertama yang harus dipahami adalah, anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular. Sebab, anak-anak belum memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat. Mereka juga mungkin belum memiliki kebiasaan sehat, atau harus selalu diingatkan, misalnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Kita mungkin pernah mendapati si kecil pulang dengan keadaan demam, lesu, batuk-batuk, atau mengeluh sakit tenggorokan. Batuk dan radang tenggorokan memang menjadi penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Namun ada beberapa penyakit menular lain yang juga harus dicermati. Laman…
Read More