Benarkah Punya Saudara Empati Anak Lebih Besar

Benarkah Punya Saudara Empati Anak Lebih Besar

Artikel Anak, Artikel
Bukan bermaksud membuat Anda sebagai orangtua harus berpikir kembali untuk menambah buah hati, bagi mereka yang hanya memiliki satu orang anak. Namun, dari hasil penelitian yang dilakukan University of Calgary, Université Laval, Tel Aviv University dan University of Toronto, menyimpulkan bahwa anak-anak yang memiliki saudara yang baik, hangat dan mendukung, akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih berempati daripada anak-anak yang saudara tanpa karateristik tersebut. Ternyata, memiliki kakak atau adik bisa membuat seorang anak lebih berempati dan murah hati. Hal yang wajar jika ada pertengkaran atau persaingan antara kakak dan adik. Namun, tumbuh bersama saudara sebenarnya dapat memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Para periset juga menemukan bahwa kakak beradik dapat secara positif saling mempengaruhi rasa empati satu sama lain. “Temuan kami menekankan pentingnya semua anggota keluarga, bukan…
Read More
Hati-hati Dengan Bulimia Ini Dampak Buruknya

Hati-hati Dengan Bulimia Ini Dampak Buruknya

Artikel Umum, Artikel
Bulimia adalah gangguan makan yang dapat mengganggu kesehatan mental dan emosional seseorang. Pengidap bulimia memiliki kebiasaan sedikit makan atau makan dalam jumlah sangat banyak, lalu mengeluarkan paksa makanan tersebut dengan cara memuntahkannya. Perilaku ini memiliki sejumlah dampak baruk. Bahkan bisa sampai mengancam jiwa, terutama jika si penderita tak menerima pengobatan. Apa saja efek negatif bulimia bagi fisik tubuh? Dilansir dari Medical News Today, efek buruk pertama adalah kerusakan gigi. Saat makanan yang sudah masuk ke lambung dipaksa keluar, asam lambung dapat memecah gusi dan enamel gigi. Gigi akhirnya sensitif dan mudah berlubang. Kedua, pipi bengkak. Ini merupakan tanda kelenjar ludah mengalami pembengkakan, disebut sialadenosis. Ketiga, mata merah. Muntah yang disengaja terus menerus dapat melubangi pembuluh darah di mata. Keempat, suara serak. Asam lambung yang dimuntahkan…
Read More
Anak Bahagia Lahir Dari Ibu Bahagia

Anak Bahagia Lahir Dari Ibu Bahagia

Artikel Anak, Artikel
Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak-anak yang juga bahagia. Hal ini dikatakan oleh spesialis anak dr Meita Dhamayanti, SpA(K), M.Kes., pada acara temu media dalam peluncuran 125 video "All for Baby" yang digelar oleh Johnson's. “Kalau ibunya bahagia sejak dari kandungan, maka anaknya akan tumbuh jadi anak yang bahagia dan ideal. Kemudian saat lahir, kebahagiaan ibu akan mencerminkan tumbuh kembang anak,” ujar Meita di Emerald Ballrom, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, beberapa hari lalu. Faktor emosional seorang ibu akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak-anaknya. Tumbuh kembang anak setelah masa kehamilan ibu berlanjut pada usia bayi, dimana mereka masih memerlukan Air Susu Ibu (ASI). Namun, banyak ibu mengalami kesulitan produksi ASI. Spesialis Anak dr. Utami Roesli, SpA ., MBA, IBCLC., IFABM menegaskan pentingnya dukungan orang…
Read More
Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein

Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein

Artikel Umum, Artikel
Asupan harian protein yang disarankan para ahli kesehatan adalah 46 gram untuk perempuan dan 56 gram untuk laki-laki. Namun, terkadang tak semua orang bisa mencukupi kebutuhan protein harian itu. Berikut adalah tanda-tanda apabila tubuh kekurangan protein, dilansir Medical Daily:  Selalu lapar Saat Anda merasa lapar padahal sudah makan berlebihan sepanjang hari, itulah salah satu tanda asupan protein dalam tubuh Anda kurang. Menurut peneliti Dr. Alison Gosby, “Terlepas dari usia dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Anda, nafsu makan yang kuat akan terus membuat Anda makan hingga kebutuhan protein tercukupi. Ini berarti Anda lebih banyak makan dari yang seharusnya”. Massa otot berkurang Proses mempertahankan kekuatan otot dan mendukung perbaikannya tak akan lancar tanpa cukup asam amino yang berasal dari protein. “Jika Anda kekurangan asam amino, tubuh…
Read More
4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

Artikel Anak, Artikel
Si kecil kerap kali mengalami kesulitan dalam mengerjakan matematika. Pemahaman tentang bentuk, ukuran, dan tempat akan membantu si kecil mengembangkan kecerdasan berhitung. Dengan permainan spasial dapat membantu anak memahami ukuran, posisi, dan gerakan. Keterampilan spasial ini akan mempengaruhi kemampuan matematika anak dan kemampuan anak untuk memahami petunjuk. Kemampuan spasial adalah salah satu keterampilan untuk mengukur kesiapan anak memasuki taman kanak-kanak. Di Taman kanak-kanak, anak akan mengenali dan memberi nama 4 bentuk seperti lingkaran, kotak, segitiga, dan persegi panjang. Hal ini merupakan awal pelajaran geometri pada anak. Anak juga belajar kata matematika spasial seperti di depan, belakang, dan di atas. Seorang anak akan mengetahui posisi seperti di akhir baris atau di samping teman saat belajar bermain. Pakar matematika awal Douglas Clement mengatakan hal ini sebagai…
Read More
Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Artikel Umum, Artikel
Tindakan mulia berupa berderma ternyata tidak hanya bermanfaat bagi yang menerima, tapi juga yang memberi. Pakar neurosains Profesor Taruna Ikrar menjelaskan, seseorang yang menolong orang lain biasanya akan berbahagia lantaran melihat dirinya bermakna di tengah komunitas. Dalam perspektif sains, semua perasaan yang dialami manusia merupakan hasil reaksi kimia yang bekerja di dalam tubuh. Reaksi kimiawi yang dimaksud bertanggung jawab mengendalikan semua aspek emosi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Perasaan positif seperti kebahagiaan ditentukan oleh neurotransmitteratau pun konsentrasi dan regulasi macam-macam hormon, semisal oksitosin, endorfin, atau serotonin. Oksitosin dinamakan pula sebagai esensi empati (essence of empathy) karena mampu memengaruhi setiap aspek kehidupan. Sementara itu, hormon endorfin berfungsi mengubah rasa sakit menjadi kegembiraan. Adapun serotonin bertanggung jawab memicu emosi bahagia dan ramah serta mencegah depresi. Taruna…
Read More
Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Artikel Anak, Artikel
Seringnya anak menggunakan perangkat digital bisa mengakibatkan mata kering. Orangtua wajib mewaspadai hal tersebut. Hal ini disampaikan Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal di College of Optometry di Universitas Houston, Amerika Serikat, mengatakan, makin sering anak-anak menatap perangkat digital layar pendar, mereka cenderung jarang berkedip, yang menyebabkan mata kering. Kedipan mata dapat merangsang kelenjar melembapkan mata. Seperti dilansir dari laman Boldsky,studi tersebut juga menunjukkan anak-anak berusia 8 tahun dapat menghabiskan 6 jam sehari di depan layar. Giannoni menyarankan orangtua membatasi waktu anak menonton televisi dan memperhatikan gejala seperti berkedip serta menggosok mata. Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata digital, yakni istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit mata menatap perangkat digital dan sekitar 6 meter jarak televisi dengan mata. (RN)
Read More
Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Artikel Umum, Artikel
Polusi udara diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK). Temuan ini diungkapkan oleh tim peneliti dari University of Michigan dalam jurnal PLOS ONE. Tim peneliti mengungkapkan polusi udara sama seperti halnya asap rokok. “Seperti asap rokok, polusi udara mengandung toksin berbahaya yang dapat secara langsung mempengaruhi ginjal,” ungkap ahli epidemiologi dari Michigan Medicine sekaligus ketua peneliti Jennifer Bragg Gresham MS PhD seperti dilansir Science Daily. Polusi udara mengandung partikel halus atau PM2.5 yang hampir tidak memiliki bobot. Karena hampir tidak memiliki bobot, PM2.5 bisa bertahan di udara lebih lama sehingga ada kemungkinan partikel halus ini terhirup tanpa disadari. PM2.5 diketahui dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius jika sering terhirup. Analisis data dari klaim Medicare dan data kualitas udara dari Center for Disease Control and…
Read More
Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Artikel Anak, Artikel
Badan kesehatan dunia mengklasifikasikan kecanduan game di bawah klasifikasi gangguan adiksi. Gangguan mental tersebut dinamakam gaming disorder. Menurut Kristiana Siste Kurniasanti, psikiater adiksi yang juga merupakan Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, WHO mendeskripsikan gaming disorder, sebagai perilaku bermain game yang bersifat persisten atau terus menerus baik online maupun off line. Adapun gejala yang dideskripsikan oleh WHO di antaranya, ketidakmampuan mengontrol kegiatannya bermain. Siste menyebut, frekuensi bermain pada mereka yang kecanduan akan meningkat. “Tadinya seminggu hanya tiga kali menjadi setiap hari atau dalam sehari hanya dua jam menjadi lima jam. Jadi ada peningkatan frekuensi, lama waktu bermainnya dan ada peningkatan intensitasnya,” terang Siste di Jakarta. Gejala lainya ialah lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Orang yang kecanduan game, akan tetap meneruskan frekuensi mainnya walaupun…
Read More
Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Artikel Umum, Artikel
Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi kesehatan tulang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs seperti dikutip dari Shape, mengungkapkan mengungkapkan bahwa wanita dewasa muda yang menikmati minuman keras akan berisiko lebih tinggi mengalami kesehatan tulang yang buruk di masa depan. Untuk penelitian ini, lebih dari 80 mahasiswi ditugaskan untuk mengisi survei yang merekam aktivitas fisik dan kebiasaan minum mereka. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjalani pemindaian tulang. Dengan menggunakan informasi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa peminum berat (memiliki empat atau lebih minuman dalam dua jam) ditemukan memiliki massa tulang yang lebih rendah di tulang belakang. Ini adalah penyebab umum nyeri pinggang bawah. Periode penting antara 20 dan 25 tahun adalah ketika massa tulang…
Read More