Gejala Depresi Hilang Hanya Dengan Satu Jam Berolahraga Seminggu

Gejala Depresi Hilang Hanya Dengan Satu Jam Berolahraga Seminggu

Artikel, Artikel Umum
Hanya dengan satu berolahraga dalam seminggu sudah cukup meringankan gejala depresi. Hal ini didasarkan pada penelitian Australia’s Black Dog Institue, baru-baru ini. Disebutkan, depresi tak hanya terkait perasaan stres atau sedih namun perasaan tidak bahagia dan tak punya harapan. Biasanya kondisi ini diikuti oleh gejala klinis seperti tidak nafsu makan, susah tidur, atau sakit kepala. Penelitian ini melibatkan 33.000 responden dewasa dan ditemukan sebesar 12% kasus depresi dapat dicegah dengan berolahraga. Namun, mereka yang tidak pernah berolahraga risiko depresi naik menjadi 44%. Namun penelitian ini tidak menemukan dampak olahraga terhadap penurunan tingkat kecemasan. Para peneliti memantau tingkat latihan dan gejalan depresi serta kecemasan pada responden selama 11 tahun. Manfaat dari berolahraga pun dapat terealisasi dalam satu jam pertama. “Temuan ini menarik karena menunjukkan olahraga yang…
Read More
Jangan Biasakan Anak Belajar Sampai Larut Malam

Jangan Biasakan Anak Belajar Sampai Larut Malam

Artikel, Artikel Anak
Orangtua, pada umumnya pasti mengharapkan anak-anaknya bisa menjadi yang terbaik. Kebanyakan ada tiga harapan orangtua terhadap anaknya, yakni Memiliki perilaku baik, beragama, dan cerdas. Guna mendapatkan hal itu, orangtua pun melakukan ragam upaya untuk membimbing anak-anak menjadi cemerlang dalam budi pekerti dan prestasi akademis. Nah, untuk urusan akademis para orangtua tak hanya menyekolahkan anak secara formal, tetapi juga menyertakan si kecil mengikuti sejumlah les demi menyempurnakan “asupan” edukasi. Namun, Anda jangan berlebihan. Sebab, penelitian dari Harvard University menguak dua kebiasan belajar yang malah membuat nilai akademis anak turun. Penelitian menyebutkan, belajar lebih dari 30 menit merupakan salah satu metode yang salah. Idealnya, waktu belajar di rumah adalah untuk mengingatkan anak mengenai apa yang sudah dipelajari di sekolah. Jadi, jika mereka harus kembali belajar di…
Read More
Awas, Kurang Gerak Penyebab Kematian Keempat

Awas, Kurang Gerak Penyebab Kematian Keempat

Artikel, Artikel Umum
Cobalah mulai sekarang untuk tidak malas berolaraga. Karena, faktanya, malas berolahraga bisa menyebabkan kematian.  Data WHO, kurang gerak menjadi penyebab kematian nomor empat. Adapun urutan teratas adalah kolestrol, disusul tembakau dan hipertensi. Sementara dari data BPS, sebanyak 5,3 juta masyarakat Indonesia meninggal karena kurang gerak atau berolahraga. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan yang meninggal akibat merokok, yaitu 5 juta orang. Adapun masyarakat Indonesia yang berolaraga hanya tercatat 27,6% dari jumlah penduduk, di mana dari 100 orang, hanya 28 yang aktif berolahraga dan dilakukan, minilan 1 kali seminggu atau hanya 1/3 penduduk Indonesia yang berolahraga. Alasan mereka tidak berolahraga karena sibuk dengan pekerjaan dan lelah. Padahal olahraga ini sangat baik, bukan hanya untuk kesehatan fisik namun juga mental. “Karena itu pentingnya olaharaga ini harus terus…
Read More
Kesehatan Mental Ayah Berdampak Pada Anak

Kesehatan Mental Ayah Berdampak Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
Faktanyam ayah memainkan peran yang sangat besar dalam perkembangan anak, mulai dari sisi bahasa, hingga pertumbuhan kognitif di masa balita. Lalu, peran ini berlanjut hingga menjelang remaja, dalam hal keterampilan sosial. Temuan itu dipublikasikan dalam dua jurnal ilmiah Early Childhood Research Quarterly dan Infant dan Child Development. Studi tersebut menemukan fakta, stres yang dialami ayah saat menjalankan tugasnya sebagai orangtua, mendatangkan efek yang berbahaya bagi perkembangan kognitif dan bahasa si anak. Dampak terbesar terjadi saat usia anak 2-3 tahun, bahkan dampak itu tak berkurang meski ada peran besar ibu dalam mengasuh anak tersebut. Disebutkan pula, ayah memiliki pengaruh yang amat besar terhadap perkembangan bahasa pada anak laki-laki, dibandingkan dengan anak perempuan. Stres dan problem kesehatan mental pada orangtua amat berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dengan…
Read More
Benarkah Wanita Lebih Cepat Tua Daripada Pria?

Benarkah Wanita Lebih Cepat Tua Daripada Pria?

Artikel, Artikel Umum
Wanita mengalami proses penuaan yang lebih cepat dibandingkan pria. Pernyataan yang kerap kita dengar ini dibenarkan oleh Dr. Ariana Suryadewi Soejanto, M. Biomed. Dijelaskannya, kondisi ini disebabkan oleh hormon yang dimiliki wanita lebih kompleks dibandingkan pria.  “Hormon yang dimiliki wanita lebih kompleks. Khususnya hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi banget memproduksi kolagen dan elastin agar membuat kulit kenyal. Seiring dengan penuaan, produksi hormon ini pun berkurang,”  kata Dr. Ariana di Jakarta. Dia menambahkan, “Sebenarnya pria dan wanita sama-sama mengalami penuaan. Kita bisa lihat sendiri pria juga mengalami kerutan dan bintik hitam”. Pada pria, hormon estrogen dan progesteron tidak sebanyak pada wanita. Dimana saat hormon tersebut berkurang tidak langsung menunjukkan efek penuaan pada pria. Sementara untuk mencegah penuaan dini, Dr. Ariana menyarankan untuk rutin melakukan…
Read More
Orangtua Modern Banyak Salah Terapkan Pola Asuh

Orangtua Modern Banyak Salah Terapkan Pola Asuh

Artikel, Artikel Anak
Umumnya, anak yang telah memasuki usia sekolah sudah memahami dan menghadapi aturan serta norma-norma sosial secara konsisten. Penanaman aturan pada anak-anak bukanlah tugas yang mudah untuk orangtua. Sebab, selalu saja ada kendala, seperti misalnya, anak-anak membangkang, tidak mau mendengar, dan mengamuk jika diberikan hukuman. Menurut Dr Justin Choulson, seorang pakar pola asuh anak, orangtua jangan memiliki anggapan bahwa tugas Anda adalah pelindung dan pencari nafkah untuk anak. Semua anak-anak membutuhkan lebih dari mainan terkini, sekolah terbaik, dan makanan, yaitu perhatian menyeluruh dari orangtua. “Jangan berpikir Anda telah menyekolahkan di tempat yang berkualitas dan menyiapkan makanan sehat berarti tugas Anda sudah cukup. Anak merupakan manusia kecil yang sama seperti manusia dewasa, membutuhkan komunikasi dua arah dan hubungan emosional seimbang,” jelas Dr Choulson. Selain kurang memberikan…
Read More
Nyeri Leher, Atasi Dengan Cara Ini

Nyeri Leher, Atasi Dengan Cara Ini

Artikel, Artikel Umum
Rasa nyeri di bagian leher umumnya muncul pada orang dewasa, terutama di atas usia 40 tahun. Dalam satu tahun, diperkirakan sekitar 10%-20% orang dewasa di dunia memiliki nyeri leher yang berlangsung setidaknya satu hari penuh dan mengurangi hari kerja efektif. Nyeri leher ini dapat terjadi tiba-tiba. Misalnya akibat tarikan, hentakan, atau cedera yang serius. Dapat juga berkembang perlahan-lahan dari waktu ke waktu, misalnya karena postur yang buruk atau proses degenerasi (penuaan) yang cepat menyebabkan keausan tulang atau sendi/bantalan. “Dari sebagian besar nyeri ataupun penyakit tulang belakang leher berkembang dari waktu ke waktu, sesuai umur (proses degeneratif), namun dapat diprovokasi atau disebabkan oleh cedera/kecelakaan seperti kasus Christoper Reeve, yang jatuh saat berkuda, dan menjadi lumpuh,” kata Dr dr Wawan Mulyawan SpBS SPKP AAK, dari rilis…
Read More
Layak Dicontoh, Simak Pola Asuh Anak di Skandinavia!

Layak Dicontoh, Simak Pola Asuh Anak di Skandinavia!

Artikel, Artikel Anak
Negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Denmark atau Swedia terkenal dengan pendidikannya yang disebut ideal untuk membentuk anak-anak cerdas tapi tetap punya kesempatan bermain dan tumbuh bahagia. Berbeda dengan orangtua di Asia atau di Amerika Serikat, orangtua di Skandinavia memang tidak membebani buah hati mereka dengan prestasi akademik tinggi. Mereka lebih suka anak-anak mereka memanjat pohon dibanding belajar alfabet melalui flash card. Anak-anak juga didorong untuk bermain di luar rumah ketimbang menghapal pelajaran. Nah, ketahui pola asuh apa saja yang mereka terapkan sehingga sering disebut sebagai pola asuh terbaik untuk anak: Menghirup udara segar Mayoritas orangtua di negara Skandinavia selalu ingin buah hatinya menghirup udara segar setiap hari sehingga ada kebiasaan membiarkan bayi mereka tidur siang di luar rumah. Bahkan saat musim dingin dan udara membeku,…
Read More
Waspadai, Konsumsi Karbohidrat Olahan Percepat Menopause

Waspadai, Konsumsi Karbohidrat Olahan Percepat Menopause

Artikel, Artikel Umum
Menopause kerap datang lebih awal pada sebagian wanita, pun sebagian lain justru lambat datang. Menurut riset terbaru, menopause bias terjadi lebih awal pada wanita yang diet karbohidrat olahan. Sebaliknya, menopause cenderung datang lebih lambat pada wanita yang mengonsumsi banyak ikan dan kacang polong. Menurut Yashvee Dunneram penulis studi yang juga peneliti pasca sarjana dengan kelompok epidemiologi gizi di sekolah ilmu pangan dan gizi di Universitas Leeds, Inggris, “Secara khusus, konsumsi ikan berminyak yang lebih tinggi ditemukan untuk menunda waktu menopause alami sekitar tiga tahun. Di sisi lain, konsumsi karbohidrat olahan yang lebih tinggi, seperti pasta dan nasi, mempercepat masa menopause hingga 1,5 tahun.” Alasan adanya hubungan antara asupan makanan dan waktu menopause memang masih belum jelas. Tetapi, Dunneram berspekulasi bahwa hal itu mungkin berkaitan…
Read More
Benarkah Anak Jadi Kreatif Dengan Banyak Mainan?

Benarkah Anak Jadi Kreatif Dengan Banyak Mainan?

Artikel, Artikel Anak
Harus diakui, dunia anak memang mayoritas diisi dengan bermain. Tetapi terlalu banyak memiliki mainan justru berdampak buruk pada kreativitas anak. Anak-anak yang memiliki banyak mainan akan mudah teralihkan atau kurang fokus serta tidak menikmati waktu main yang berkualitas. Hal ini didasrkan penelitian yang dilakukan tim Universitas Toledo, Ohio, Amerika Serikat, yang melibatkan 36 anak balita. Para balita itu diajak main di ruangan bermain selama 30 menit dengan hanya 4 mainan atau 16 mainan. Ternyata, anak balita menjadi lebih kreatif saat mereka hanya punya beberapa mainan untuk dimainkan. Mereka juga akan memainkan setiap mainan itu dua kali lebih lama dan lebih mengeksplorasi permainannya. Tim peneliti menyarankan agar orangtua, guru, atau pengasuh di tempat penitipan anak mengurangi jumlah mainan dan merotasi mainannya secara berkala. Tujuannya agar…
Read More