Jadilah Bijak Mengonsumsi Gula

Jadilah Bijak Mengonsumsi Gula

Artikel, Artikel Umum
Banyak orang tidak menyadari makanan dan minuman yang sering dikonsumsi mengandung kadar gula tinggi. Sebut saja salah satunya soft drink. Kendati menyegarkan, faktanya aneka minuman ringan yang umumnya bersoda itu kaya akan gula. Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata orang Indonesia mengonsumsi gula 200 gram per hari. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi gula sebaiknya hanya 5% atau kurang lebih 25 gram setara enam sendok teh perhari. Menurut dr Jessica Florencia, keinginan untuk terus-menerus mengonsumsi gula terkait dengan kombinasi antara rasa subjektif nyaman dan bahagia, sebab rasa manis dan kebutuhan energi dapat dengan cepat dan mudah terpenuhi dari kalori gula. “Efek positif itulah yang membuat keinginan untuk mengonsumsi makanan manis meningkat sehingga banyak orang…
Read More
Makanan Sehat Bikin Anak Lebih “Pede”

Makanan Sehat Bikin Anak Lebih “Pede”

Artikel, Artikel Anak
Riset mengungkapkan bahwa anak-anak yang senang mengonsumsi makanan sehat cenderung lebih gembira, memiliki kepercayaan diri yang baik, dan jarang mengalami masalah emosional dan dalam pertemanan. Itu sebabnya mereka pun memiliki risiko lebih kecil menjadi korban bully dari teman-temannya. Demikian menurut kesimpulan dari penelitian terhadap 7.675 anak-anak berusia 2 sampai 9 tahun, dari 8 negara Eropa - Belgia, Siprus, Estonia, Jerman, Hongaria, Spanyol, dan Swedia. Sayangnya, mendorong anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan dari mereka lebih menyukai makanan olahan atau cepat saji yang dianggap lebih enak di lidah. Dalam penelitian ini para periset meminta orangtua untuk melaporkan seberapa sering anak mereka makan makanan dari daftar 43 item makanan yang disediakan oleh para peneliti. Setelah itu, periset menentukan Skor Kesejahteraan Diet Sehat (HDAS)…
Read More
Simak 3 Cara Tubuh Tak Kehilangan Magnesium

Simak 3 Cara Tubuh Tak Kehilangan Magnesium

Artikel, Artikel Umum
Magnesium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh, yang bertanggung jawab atas lebih dari 300 reaksi enzim yang paling banyak ditemukan di otak, tulang, dan jaringan. Selain itu, magnesium juga penting untuk transmisi saraf, kontraksi otot, produksi energi, pembentukan tulang, serta sel. Kekurangan mineral ini dapat memicu masalah kesehatan yang serius. Tanda kekurangan magnesium seperti badan terasa kaku, kencang, kram, atau suasana hati yang buruk. Susu, tepung putih, dan makanan olahan tidak mengandung magnesium sama sekali. Biasanya, kadar magnesium hilang saat Anda terlalu banyak mengonsumsi kopi, alkohol, garam. Bisa juga ketika Anda terlalu banyak mengeluarkan keringat atau stres yang berkepanjangan, diare, haid yang berat, dan minum obat antibiotik. Sangat mudah memang bagi tubuh untuk kehilangan mineral penting ini. Namun, ada beberapa cara agar tubuh…
Read More
Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Artikel, Artikel Anak
Ada banyak berita hoax atau mitos di dunia kesehatan yang bila dicermati secara detail memiliki efek yang buruk pada masa depan, baik itu terhadap individu maupun masyarakat. Mitos berasal dari banyak hal, dari pengalaman, hingga dari informasi yang salah dari sumber tertentu. Misalnya dalam kasus susu kental manis (SKM), banyak masyarakat yang masih percaya bahwa SKM bisa menggantikan ASI, atau memiliki tingkat nutrisi yang sama dengan susu. Lalu, ada mitos soal vaksin bisa menyebabkan autisme, yang sebenarnya adalah kesalahan yang fatal karena tidak terbukti dengan penelitian yang valid. Generasi muda saat ini harus lebih bijak memahami berita mana yang benar atau sesuai dengan fakta. Sayangnya, di Indonesia banyak berita hoax yang menjadi acuan dalam mengambil keputusan, terlebih lagi pengambilan keputusan dalam membesarkan buah hati.…
Read More
‘Si Pencuri Penglihatan’ Selalu Mengintai

‘Si Pencuri Penglihatan’ Selalu Mengintai

Artikel, Artikel Umum
Sejatinya, glukoma tidak dapat disembuhkan dan mengakibatkan gangguan pengelihatan yang bisa menyebabkan kebutaan. Hal itu dikatakan dr. Syukri Mustafa Sp.M (K) dari Rumah Sakit Mata Aini, Jakarta. Menurut dia, glukoma merupakan penyakit kerusakan pada saraf mata karena terjadinya peningkatan tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan pada mata terjadi karena cairan yang diproduksi tidak normal. Syukri mengatakan ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan glukoma dan harus diwaspadai yaitu faktor usia lebih dari 41 tahun, adanya riwayat glukoma di keluarga, hypermetropia atau rabun jauh, kornea tipis, menderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), terjadi trauma pada mata, dan pernah mengonsumsi obat steroid dalam waktu jangka panjang. “Glukoma dibagi menjadi primer, sekunder dan kongenital,” ujar Syukri. Glukoma primer, ujar Syukri, tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan glukoma sekunder…
Read More
Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Artikel, Artikel Anak
Remaja memerlukan pendamping ketika memasuki masa pubertas. Di sinilah peran ibu diperlukan. Hal ini diungkapkan Elizabeth Santosa MPsi Psi ACC, psikolog ahli bidang perempuan. Menurutnya, memasuki masa pubertas, di mana untuk perempuan ditandai dengan menstruasi, merupakan hal yang besar bagi kebanyakan remaja perempuan. Diperlukan sosok yang paling dipercaya para remaja untuk mendampinginya memasuki masa penting ini. “Di sinilah peranan ibu yang tidak tergantikan, juga sebagai wujud ikatan antara ibu dan anak perempuannya,” ujarnya. Dia melanjutkan, masing-masing ibu dan anak remaja perempuan memiliki wujud ikatan yang beragam. Elizabeth menekankan, bagaimanapun tetap diperlukan adanya pembicaraan dari hati ke hati, termasuk membahas seputar menstruasi dan reproduksi. Dia menyarankan para ibu untuk memperhatikan timing dalam menyampaikan informasi mengenai hal ini kepada anak remaja perempuannya. Ibu sebaiknya memulai percakapan…
Read More
Rutin Periksa Mata Hambat Glaukoma

Rutin Periksa Mata Hambat Glaukoma

Artikel, Artikel Umum
Penyakit glaucoma kerap disebut sebagai pencuri penglihatan. Itu karena penyakit tersebut menimbulkan kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. Sebagai langkah antisipasi, penting bagi masyarakat untuk memeriksa mata secara rutin. Menurut Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Aini, dr Syukri Mustafa SpM(K),  glaukoma merupakan penyakit kerusakan pada saraf mata karena terjadinya peningkatan tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan itu terjadi karena produksi cairan dalam mata yang tidak normal. Syukri mengatakan ada beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai. "Usia lebih dari 41 tahun, adanya riwayat glaukoma di keluarga, rabun jauh, kornea tipis, menderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), terjadi trauma pada mata, dan pernah mengonsumsi obat steroid dalam waktu jangka panjang," terang Syukri pada seminar bertajuk Kenali Glaukoma Sejak Dini di Aula Rumah Sakit Mata…
Read More
Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Artikel, Artikel Anak
Dari beberapa survei yang dilakukan bisa dikatakan, hampir semua jenis jajanan anak di sekolah merupakan makanan yang  tak sehat. Jika dibiarkan, hal ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan si kecil. Bahkan, masalah tersebut bisa berpengaruh pada kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Lalu, bagaimana mengatasinya? Penting bagi orangtua untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Spesialis gizi klinik Dr Juwalita SpGK menjelaskan orang tua mempunyai peran penting untuk memberikan edukasi pada anak terkait jenis jajanan yang sehat dan tidak. Cara ini dipercaya bisa menjaga anak tetap sehat. Berikut ini beberapa ciri jajanan anak yang sehat untuk dikonsumsi: Tertutup “Jajanan anak syarat jajanan sehat itu harus dikemas, harus tertutup. Apalagi kalau dia dijual di jalanan harus tertutup sehingga dia harus higienis,” kata Dr Juwalita di Jakarta, beberapa waktu…
Read More
Bijaklah Mengonsumsi Gula!

Bijaklah Mengonsumsi Gula!

Artikel, Artikel Umum
Kebanyakan orang tidak menyadari makanan dan minuman yang sering dijumpai, atau bahkan dikonsumsi mengandung kadar gula tinggi. Sebut saja salah satunya soft drink. Kendati menyegarkan, faktanya aneka minuman ringan yang umumnya bersoda itu kaya akan gula. Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata orang Indonesia mengonsumsi gula 200 gram per hari. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi gula sebaiknya hanya 5% atau kurang lebih 25 gram setara enam sendok teh perhari. Menurut dr Jessica Florencia seperti dikutip dari klikdokter.com, keinginan untuk terus-menerus mengonsumsi gula terkait dengan kombinasi antara rasa subjektif nyaman dan bahagia, sebab rasa manis dan kebutuhan energi dapat dengan cepat dan mudah terpenuhi dari kalori gula. “Efek positif itulah yang membuat keinginan untuk…
Read More
Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Artikel, Artikel Anak
Anemia menjadi penyakit yang banyak menyerang anak-anak di masa sekarang ini dan telah menjadi masalah besar yang harus dicarikan solusinya. Anemia dapat terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga cadangan zat besi untuk pembentukan sel darah merah berkurang yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) darah kurang dari normal. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia paling banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan dewasa. Survei itu memperlihatkan  sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Gejala anemia pada anak  pun bisa terlihat. Pada fase awal ini penyakit anemia pada anak biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun jika terus berlanjut atau kadar Hb sangat rendah. Kurangnya  sel darah merah yang membawa oksigen menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan organ tubuh tidak…
Read More