Penyebab dan Usia Rentan Nyeri Punggung

Penyebab dan Usia Rentan Nyeri Punggung

Artikel, Artikel Umum
Penyebab dan Usia Rentan Nyeri Punggung - Nyeri punggung bagian bawah adalah rasa sakit yang paling umum dialami banyak orang dan tak jarang mengganggu aktivitas. Dalam beberapa kasus, rasa sakit itu hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun tak sedikit pula yang terus berkutat dengan rasa sakit tersebut dalam jangka waktu lama. Punggung memang rentan terserang cedera karena menopang seluruh tubuh. Mereka yang berusia 30-50 tahun paling banyak terserang nyeri punggung ini, dan penyebabnya kemungkinan adalah sebagian besar waktu yang dihabiskan untuk duduk di tempat bekerja. Menurut Dr. Christopher Maher dari George Institute for Global Health di Universitas Sydney, Australia, ada empat macam nyeri punggung. Salah satunya adalah skiatika, yang disebabkan oleh terjepitnya saraf tulang belakang. Ada…
Read More
ASI dan Pengaruhnya Bagi Mental Anak

ASI dan Pengaruhnya Bagi Mental Anak

Artikel, Artikel Anak
ASI dan Pengaruhnya Bagi Mental Anak - Pemberian ASI yang maksimal tak hanya sebatas perkara menurunkan risiko anak terserang penyakit atau wadah bonding ibu anak. Lebih dari itu, dampaknya pada mental anak dan remaja. Beberapa manfaat luar biasa ASI yang selama ini belum banyak diketahui terungkap dalam Forum Diskusi dan Worskhop Media Infant and Young Child Feeding yang diadakan Alive & Thrive dan Unicef Indonesia. Seperti yang dipaparkan oleh Pendiri Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dr Utami Roesli, SpA, yang dikenal sebagai aktivitas ASI, ASI memiliki dampak jangka panjang bukan hanya terhadap kesehatan fisik anak semata hingga ia dewasa namun juga berpengaruh pada mental anak. Ya, ternyata bayi yang disusui lebih dari empat bulan, lebih jarang mengalami gangguan perilaku. Sementara pada usia lima tahun…
Read More
Ayo, Deteksi Depresi Pada ABG!

Ayo, Deteksi Depresi Pada ABG!

Artikel, Artikel Umum
Ayo, Deteksi Depresi Pada ABG! - Faktor ketidakstabilan emosi serta upaya membangun identitas diri, membuat kehidupan remaja masih sulit dideteksi. Umumnya, mereka mencoba peran yang berbeda, mengambil lebih banyak risiko sosial, dan maunya melakukan segala hal sendiri. Karena itulah cukup sulit untuk membedakan antara remaja yang masih serba coba-coba dengan yang depresi. “Sulit bagi orangtua untuk mengidentifikasi remaja yang sedang depresi karena pada usia ini emosi anak-anak lebih gampang naik turun dan mereka cenderung mengasingkan diri,” kata Dr. Gene Beresin, direktur eksekutif sebuah pusat kesehatan mental remaja di Boston, Amerika Serika, kepada Live Science. Depresi sering dialami remaja, terutama yang berumur 15-19 tahun. Pada awal masa remaja, perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang mengalami depresi hampir sama. Tapi setelah…
Read More
Tiga Jenis Minuman Berbahaya Bagi si Kecil

Tiga Jenis Minuman Berbahaya Bagi si Kecil

Artikel, Artikel Anak
Tiga Jenis Minuman Berbahaya Bagi si Kecil - Kesehatan anak-anak sangat penting diperhatikan oleh orangtua. Khususnya saat anak mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman. Hal itu bisa membahayakan kesehatan bagi si kecil. Orangtua pun harus jeli untuk memilih jenis makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh anak. Mengutip Times of India, berikut 3 jenis minuman berbahaya untuk si kecil. Soda Minuman bersoda memang memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya berbahaya untuk dewasa, minuman inipun sangat berbahaya bagi anak-anak. Alasannya, minuman bersoda memiliki kandungan gula yang membuat Anda terkena obesitas. Tidak hanya itu merusak kesehatan gigi anak Anda yang baru tumbuh. Minuman Berenergi Minuman yang memiliki kandungan energi sangat berbahaya bagi tubuh si kecil. Alasannya, minuman…
Read More
Pelajari 7 Langkah Ini Sebelum Mengadopsi Anak

Pelajari 7 Langkah Ini Sebelum Mengadopsi Anak

Artikel, Artikel Umum
Pelajari 7 Langkah Ini Sebelum Mengadopsi Anak - Banyak pasangan yang berniat mengadopsi anak dengan berbagai alasan, terutama ingin memiliki keluarga yang lengkap. Niat untuk mengadopsi anak itu mungkin sudah lama muncul tapi kita masih bingung bagaimana melakukannya. Proses adopsi bisa berlangsung lama dan tantangannya tak berhenti sampai saat proses itu selesai. Buat yang ingin tahu proses mengadopsi anak, simak dulu penjelasan dari laman askdrmanny berikut. Pelajari rasanya jadi orangtua Sebelum memulai proses adopsi, pelajari dulu bagaimana rasanya menjadi orangtua angkat. Cari di buku-buku atau referensi lain, bisa juga berbincang dengan orangtua angkat lain, misalnya bagaimana mengangkat anak balita, yang lebih besar, atau anak berkebutuhan khusus. Alasan dan tujuan adopsi Sebelum melakukan proses adopsi, coba pahami dulu alasan kita. Kenapa kita ingin mengadopsi…
Read More
Ini Jumlah Ideal Konsumsi Manis Anak-anak

Ini Jumlah Ideal Konsumsi Manis Anak-anak

Artikel, Artikel Anak
Ini Jumlah Ideal Konsumsi Manis Anak-anak - Rasa manis merupakan salah satu rasa favorit banyak anak-anak. Namun, pastikan buah hati Anda tidak berlebihan mengonsumsinya. Pasalnya, terlalu banyak konsumsi gula bisa menyebabkan kerusakan gigi, diabetes hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, para orangtua wajib membatasi jumlah konsumsi gula si kecil. Sebuah penelitian terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, menyatakan sekitar dua per tiga anak-anak mengonsumsi satu porsi jus buah kemasan, minuman manis dengan perasa dan soda. Di mana dari anak berusia 12 sampai 19 tahun telah memiliki gejala diabetes tipe 2 atau pradiabetes. “Kami tidak berbicara tentang penyakit orang-orang di usia lanjut. Ini adalah tentang anak-anak yang bahkan belum menerima…
Read More
Benarkah di Panti Jompo Harapan Hidup Lansia Menurun?

Benarkah di Panti Jompo Harapan Hidup Lansia Menurun?

Artikel, Artikel Umum
Benarkah di Panti Jompo Harapan Hidup Lansia Menurun?- Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berada di panti jompo membuat para lansia mudah menyerah akan kehidupan. Kondisi ini biasanya disebabkan karena timbulnya sikap apatis lantaran kurangnya stimulasi mental yang membuat lansia tidak peduli dengan kehidupan sehari-harinya. Bahkan, beberapa panti jompo diyakini tidak mengadakan kegiatan yang menarik sehingga para lansia tidak memiliki motivasi untuk menjalankan hidup. Dilansir dari Daily Mail, penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Belanda terhadap 713 panti jompo, menemukan sikap apatis bisa meningkatkan risiko kematian hingga 62% dalam waktu empat bulan. Selain itu ditemukan juga ada banyak masalah seputar dana sosial untuk perawatan lansia dan masalah yang dihadapi petugas panti jompo ketika menghadapi para lansia. Dalam hal…
Read More
Ini Tanda-tanda Pubertas pada Anak

Ini Tanda-tanda Pubertas pada Anak

Artikel, Artikel Anak
Ini Tanda-tanda Pubertas pada Anak - Pubertas merupakan masa seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Nah, awal pubertas pada anak perempuan ditandai dengan payudara yang membesar, bukan menstruasi. Dr Aditya Suryansyah SpA dari Klinik Remaja RSAB Harapan Kita menjelaskan menstruasi menjadi tanda pubertas sudah selesai dan selanjutnya hanya menyempurnakan. “Menstruasi terjadi dua sampai tahun setelah masa pubertas, dan setelah menstruasi maka seorang anak tidak bisa bertambah tinggi, paling bertambah 1-2 cm lagi,” kata dr Adit. Sedangkan pada anak laki, pubertas ditandai dengan pembesaran testis dan tanda akil balik berupa bukan mimpi basah. Mimpi basah seperti halnya menstruasi pada perempuan adalah tanda akhir pubertas pada anak laki-laki. Dan tidak seperti pada anak perempuan, dibutuhkan 3-4 tahun setelah akhir pubertas baru anak…
Read More
Aktif Berkegiatan Sosial Hindari Lansia Dari Depresi

Aktif Berkegiatan Sosial Hindari Lansia Dari Depresi

Artikel, Artikel Umum
Aktif Berkegiatan Sosial Hindari Lansia Dari Depresi - Seiring bertambahnya usia, membuat daya tahan tubuh kelompok lanjut usia (lansia) menurun. Keadaan ini membuat para lansia rentan menderita penyakit degeneratif hingga depresi. Bagi mereka yang memasuki masa pensiun, keadaan ini kerap terjadi. Parahnya, kondisi ini semakin diperburuk dengan penyakit yang dideritanya. “Para lansia kebanyakan mengalami penyakit degeneratif seperti hipertensi atau diabetes mellitus. Bila mengalami depresi, umumnya mereka tidak lagi memperhatikan kesehatan dan jadi malas minum obat. Padahal, penanganan penyakit degeneratif harus dengan mengonsumsi obat setiap hari,” papar Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Eka Viora di Cikini, Jakarta. Lebih lanjut Eka menjelaskan, keadaan lansia yang mudah mengalami depresi mengharuskan mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial. Para lansia dapat mengikuti kegiatan pengajian, mengunjungi panti asuhan,…
Read More
Berikut Tantangan Orangtua Hadapi Masa Pubertas Anak

Berikut Tantangan Orangtua Hadapi Masa Pubertas Anak

Artikel, Artikel Anak
Berikut Tantangan Orangtua Hadapi Masa Pubertas Anak - Masa remaja merupakan tantangan tersendiri bagi para orangtua. Butuh pendekatan khusus untuk menanganinya, mengingat salah penanganan di masa ini berdampak pada masa depan mereka kelak. Kenakalan pada remaja seringkali dipengaruhi oleh hubungan dengan orangtua. Umumnya, hubungan tersebut tidak berjalan mulus, sebab seorang remaja tengah dalam masa tidak kenal dengan identitas diri mereka sendiri. Mereka banyak mencoba hal baru, seperti merokok misalnya. Suatu kebersamaan dengan teman ini bisa negatif dan menimbulkan perselisihan bahkan perkelahian. “Intinya remaja masih labil dan tidak paham sepenuhnya konsekuensi perbuatan meraka. Pada akhirnya di mata orangtua remaja sulit diatur dan nakal. Perbuatannya seringkali menyusahkan orang lain,” kata Dr Aditya Suryansyah SpA dari Klinik Remaja RSAB Harapan Kita. Spesialis anak yang mendalami bidang endokrin…
Read More