Jangan Sepelekan 10 Gejala Penyakit Kelenjar Tiroid Ini

Jangan Sepelekan 10 Gejala Penyakit Kelenjar Tiroid Ini

Artikel Seri, Artikel Umum
  Jangan Sepelekan 10 Gejala Penyakit Kelenjar Tiroid Ini Fungsi kelenjar tiroid adalah mengendalikan hormon untuk metabolisme tubuh. Namun, kelenjar ini bisa bermasalah. Saat bermasalah, seperti dilansir dari Cleveland Clinic, kinerja organ tubuh bisa terganggu. Ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang terlalu banyak, disebut juga hiperteroid, tubuh bisa menggunakan energi terlalu cepat. Sebaliknya, saat kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang terlalu sedikit, disebut hipotiroid, tubuh bisa kekurangan energi. Terdapat beberapa gejala yang muncul bagi penderita penyakit kelenjar tiroid, diantaranya: Muncul benjolan di leher Kelenjar tiroid adalah organ kecil berbentuk mirip kupu-kupu yang terletak di leher bagian depan dan melingkari batang tenggorokan. Saat mengalami hipotiroid atau hipertiroid, gejala kelenjar tiroid yang lazim muncul adalah muncul benjolan di leher atau gondok. Terkadang, benjolan di leher bisa muncul…
Read More
Temukan Formula Jitu 4 in 1 di Secangkir Kopi Artisan

Temukan Formula Jitu 4 in 1 di Secangkir Kopi Artisan

Artikel Umum
Temukan Formula Jitu 4 in 1 di Secangkir Kopi Artisan - Nama kopi Artisan kian hari semakin moncer. Ada 4 filosofi lahirnya kopi ini yakni, 'Harum, Nikmat, Hemat, dan Sehat’. "Keunggulan Kopi Artisan adalah dari sisi aroma, cita rasa, sehat, dengan harga yang wajar," kata Fanty pemilik Kopi Artisan, dalam keterangannya beberapa waktu lalu. Kopi dengan kualitas premium ini menghadirkan cita rasa yang nikmat. Selain itu, dari sisi kesehatan, proses pembuatan kopi ini sangat higienis. "Proses roasting (sangrai) biji kopi pilihan tanpa menggunakan gula, mentega atau bahan lainnya. Jadi proses roasting biji kopi pilihan Kopi Artisan benar- benar merupakan hasil biji kopi pilihan (100% Arabica Premium Quality dari Gayo dan Kintamani) plus pengalaman roasters Kopi Artisan yang lebih dari 50 tahun," urai Fanty…
Read More
Lansia Tetap Bisa Minum Kopi, Asal….

Lansia Tetap Bisa Minum Kopi, Asal….

Artikel Umum
Lansia Tetap Bisa Minum Kopi, Asal....   Kopi menjadi minuman pilihan banyak orang saat kumpul bersama teman-teman, baik untuk acara reunian atau sekadar kongkow-kongkow. Tak terkecuali bagi para lanjut usia (lansia). Apakah lansia masih bisa meneguk kopi?    "Sepanjang tidak ada larangan dari dokter (karena berbagai alasan medis), kopi sah-sah saja dikonsumsi oleh lansia," kata Fanty pemilik Kopi Artisan, beberapa waktu lalu.   Berbagai penelitian menyebutkan, konsumsi kopi 1-5 cangkir sehari masih dalam range yang moderate dan memberi manfaat.   Benarkah kopi bermanfaat? Dalam biji kopi mengandung lebih dari 1.000 komponen antara lain: caffeine, chlorogenic acid, diterpenes, trigonelline, dan antioxidants.   Menurut Fanty, hanya saja bagi lansia harus diperhatikan bahwa meminum kopi harus aman bagi lambung dan kesehatan pada umumnya.    Kopi Artisan…
Read More
Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Artikel, Artikel Anak
Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif - Alergi pada anak ternyata cukup berbahaya. Sebab, alergi bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Hal ini dikemukakan Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr, SpA(k), M.Kes. “Anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung,” urai Prof. Budi. Anak dengan alergi cenderung memiliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia, bahkan diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga serta pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI serta nutrisi lengkap dan seimbang…
Read More
Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Artikel, Artikel Anak
Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya - Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh (alergen). Beberapa jenis substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi meliputi gigitan serangga, tungau debu, bulu hewan, obat-obatan, makanan tertentu, serta serbuk sari. Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali berpapasan dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh dan menyebabkan gejala-gejala alergi. Alergi bisa menimbulkan dampak psikologis bagi anak dan orangtua. Penelitian menyebutkan, anak alergi dapat mengalami gangguan seperti daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif,…
Read More
Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak

Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak

Artikel Anak
Ada Harapan Cegah Kelemahan Penglihatan Pada Anak - Peneliti gabungan dari University of California Irvine dan Louisiana University mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya kelemahan penglihatan (amblyopia) dini pada anak, yaitu neuron atau sel saraf yang tidak berfungsi secara tepat. Neuron sendiri adalah unit dasar otak dan sistem saraf yang bertanggung jawab untuk menerima input sensorik dari dunia luar. Kelainan pada neuron ini yang diidentifikasi sebagai penyebab amblyopia anak yang dapat mengakibatkan cacat permanen pada mata. Menurut Dr. Taruna Ikrar, Ph.D., ilmuwan asal Indonesia, temuannya yang dimuat dalam Jurnal Internasional Current Biology dengan judul “Layer 4 Gates Plasticity in Visual Cortex Independent of a Canonical Microcircuit” itu memberi harapan bagi kita untuk mencegah terjadinya amblyopia pada anak. “Sebagai mana diketahui, anak-anak yang menderita amblyopia dan…
Read More
Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Artikel, Artikel Anak
Tidak hanya persoalan stunting, di masa pandemi Covid-19, isu nutrisi di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan bahwa 27,67% atau dapat dikatakan tiga dari 10 anak mengalami stunting. Angka tersebut tentu masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 20%. Hal ini cukup mengkhawatirkan, mengingat akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati…
Read More
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Artikel, Artikel Anak
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi Di masa pandemi Covid-19 ini perlindungan terhadap kesehatan anak dari virus dan bakteri merupakan hal yang penting. Salah satunya adalah dengan pemberian makanan bergizi yang sebaiknya dimasak sendiri oleh orangtua. “Orangtua harus tetap memberikan nutrisi yang baik dengan belanja makanan yang mudah didapat, tetapi tetap bergizi serta dimasak sendiri,” tutur Soedjatmiko Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu. Selain itu, selalu memberikan kasih sayang dengan mendengarkan setiap obrolan anak, memberi contoh berbicara yang baik dan sopan ke anak, dan ciptakan rasa aman dan nyaman. Orangtua juga bisa mengajarkan perlindungan yang baik kepada anak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku. “Melindungi anak dari berbagai virus/bakteri dengan memintanya untuk memakai masker, rajin cuci tangan,…
Read More
Cermati Kematangan Pribadi Anak

Cermati Kematangan Pribadi Anak

Artikel, Artikel Anak
Cermati Kematangan Pribadi Anak Seiring pertumbuhan, anak bakal berkembang terus menjadi pribadi yang matang. Hal ini bisa membuat mereka yang sebelumnya sangat penurut mulai menjadi pilih-pilih dan mandiri. Bahkan tiba-tiba ia menolak pilihan sekolah yang orangtua ajukan dan memilih sekolah lain yang diinginkan. Nah, fase apakah ini? Kapankah orang tua bisa mulai melepas anak memilih sendiri? Dan hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan pilihan tersebut? Menurut Penny Handayani, M.Psi., Psikolog Pendidikan, pada ilmu Psikologi hal tersebut dapat dibahas dengan konsep “kemandirian”. Ini bisa nampak bila kita lihat si kecil semakin hari sudah mulai semakin bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orangtua, mulai dari memilih baju sampai menentukan sekolah untuknya. Aspek kemandirian Anak dapat dikatakan memiliki kemandirian yang utuh jika seluruh aspek kemandirian…
Read More
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Artikel, Artikel Anak
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya Orangtua punya peran besar mengajarkan agar anak menjadi pemberani. Sebab, tidak semua anak-anak terlahir menjadi pemberani. Hal ini penting dilakukan tidak hanya mendorong keberanian pada anak, melainkan akan membangun harga diri, ketahanan, dan percaya diri. Keberanian yang dimiliki oleh anak barang kali bukan hal yang bisa didapat dengan mudah. Kadang perlu upaya dari orangtua untuk membangun rasa berani pada anak ini. Menurut Karina Istifarisny, S.Psi., M.Psi., psikolog, keberanian banyak kaitannya dengan kemampuan komunikasi, sosial emosi, dan kemampuan berpikir. “Keberanian anak dalam mengemukakan pendapat bisa kita pupuk dari kecil,” ujar Karina. Lalu bagaimana cara menumbuhkan keberanian si kecil? Berikut ulasannya.  Seringlah bertanya Tanyakan pendapatnya tentang apa saja. Selain melatih keberanian menjawab, juga melatih kemampuan berpikirnya. Misal: Dek, menurut kamu baiknya…
Read More