Penyakit Jantung di Indonesia Masih Tinggi, Butuh Teknologi Baru
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian dini di Indonesia, dengan persentasi sebesar 35 persen pada 2016. Kardiolog Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta, dr. Siska Suridanda Danny, Sp.JP(K), mengatakan jumlah kasus penyakit jantung yang terus meningkat di Indonesia dapat dikaitkan dengan peningkatan faktor risiko vaskular yang sebenarnya dapat dicegah. Misalnya seperti perubahan kebiasaan makan, peningkatan obesitas, dan konsumsi tembakau. “Seiring dengan edukasi mengenai pencegahan yang menjadi aspek penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Dokter juga semakin membutuhkan teknologi terbaru untuk mengatasi kasus penyakit jantung yang kompleks dan meningkatkan hasil klinis yang lebih baik,” ucap dr Siska. Menurutnya, salah satu teknologi yang dibutuhkan oleh dokter untuk menangani kasus kompleks adalah cath lab yang dapat menfasilitasi tindakan kateterisasi jantung…









