Benarkah “Mindful Parenting” Kurangi Kenakalan Anak?

Artikel ini telah direview oleh
Benarkah “Mindful Parenting” Kurangi Kenakalan Anak?
Benarkah “Mindful Parenting” Kurangi Kenakalan Anak? (Foto: dok. hybridrastamama.com)

Benarkah “Mindful Parenting” Kurangi Kenakalan Anak? – Membina kedekatan dengan anak tidak hanya bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak. Ibu pun bisa menjadi pribadi yang lebih bahagia.

Dengan waktu bersama anak yang terbatas bagi ibu bekerja, sejatinya ada banyak hal yang dapat dilakukan ibu untuk membina kedekatan dengan anak.

Psikolog keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, “Ibu sebaiknya hadir sepenuhnya (mindful) di sisi anak. Jangan ada di dekat anak, tapi pikiran di tempat lain. Ibu bisa terlibat ikut main dengan anak atau ketika anak sudah cukup besar, ibu bisa memasak bersama anak.

Membangun kedekatan dengan anak pun bisa dilakukan dengan bersantai dan saling berbagi cerita sebelum tidur. “Santai itu menciptakan kenyamanan sehingga mampu menghantar tidur jadi lebih nyenyak. Belailah dan peluk anak saat itu,” kata Anna.

Kedekatan dengan anak ini menurutnya dapat membangun sifat-sifat baik pada diri anak. “Anak jadi lebih sensitif dan berempati kepada orang lain. Anak merasa dirinya dipahami, didengarkan dan dipedulikan. Ketika besar, ia akan menjadi orang dewasa yang bahagia, lebih percaya diri dan mau menolong orang lain,” katanya.

Baca juga:  Pentingnya Komunikasi yang Empati dalam Perawatan Lansia

Dengan hubungan yang lekat dengan anak itu praktik-praktik disiplin keras tidak
lagi diperlukan. “Hubungan orangtua dan anak jadi lebih penuh cinta. Anak tak perlu lagi dikerasin,  tapi sanggup mematuhi orangtua dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Di sisi orangtua, kedekatan hubungan dengan anak ini pun bikin ibu jadi manusia yang bahagia. “Ibu akan lebih kenal pada anaknya sendiri, dapat mengekspresikan rasa cintanya sehingga menjadi orang yang lebih bahagia,” tambah Nina.

Menurutnya, hubungan dekat ini pun dapat mengurangi masalah anak hiperaktif dan kenakalan saat anak dan dewasa. “Memang kasus anak hiperaktif ada yang disebabkan oleh faktor biologi. Tetapi ada pula ada kasus hiperaktif karena anak sendiri bingung karena tidak mendapat pemahaman, sentuhan dan pelukan dari orangtua,” katanya.

Penelitian dari tahun 2016 menemukan bahwa mindful parenting alias pola asuh penuh kesadaran dapat mengurangi hiperaktivitas juga kenakalan di masa anak-anak dan dewasa. “Pendekatan ini cenderung melakukan pengasuhan dengan sepenuh hati untuk memeluk dan mendengarkan anak,” tuturnya. (RN)

Baca juga:  Gigi Anak Goyang Haruskah ke Dokter