Anak Pun Bisa Terkena Dermatitis Atopik

Anak Pun Bisa Terkena Dermatitis Atopik

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6143" align="alignleft" width="300"] Foto: deherba.com[/caption] Di media sosial viral cerita bagaimana seorang bayi bisa terkena dermatitis atopik yang membuat pipinya luka-luka. Menurut pengakuan orangtua, hal ini disebabkan karena pipi sang bayi sering dicubit dengan tangan tidak higienis orang lain saat pergi kondangan. Ahli kesehatan kulit dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, dari D&I Skin Centre Bali menjelaskan bahwa dermatitis atopik atau eksem bisa terjadi pada anak dengan bakat alergi. Pemicunya bisa karena zat tertentu misal yang ada di pewangi, alkohol, hingga antiseptik. “Jadi misalnya dipegang-pegang atau cubit enggak bikin reaksi sampai melepuh, kecuali yang megang tangannya ada alkohol atau zat tertentu yang anak itu sensitif sehingga timbul reaksi,” kata dr Darma. Bila seorang anak sudah diketahui rentan alergi, maka orang tua harus lebih hati-hati menghindari anak terpapar alergen. Namun menurut…
Read More
Peran Penting Ortu Bagi ABK

Peran Penting Ortu Bagi ABK

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6124" align="alignleft" width="300"] Foto: bisamandiri.com[/caption] Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memang tidak mudah. Pasalnya mereka adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Untuk itu, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.Tidak saja di sekolah, tetapi juga di rumah. Misalnya untuk tunanetra, mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan braille (tulisan timbul) dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat (bahasa tubuh). Dalam diskusi ‘Deteksi dan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah dan di Rumah’, . Tri Gunadi, A.Md., OT., S.Psi., Direktur YAMET mengatakan menangani ABK tak hanya pada anaknya saja, tetapi juga orangtua. Salah satunya dengan membantu fisioterapi bagi orangtua yang memiliki ABK. “Keberhasilan penanganan ABK adalah terintragasi yang bernama mikrosistem yang…
Read More
Sebelum Preschool, Lengkapi 5 Keterampilan Anak Berikut

Sebelum Preschool, Lengkapi 5 Keterampilan Anak Berikut

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6118" align="alignleft" width="300"] Foto: trustdaycare.net[/caption] Sangat penting untuk mempersiapkan anak untuk melakukan transisi penting dalam kehidupannya. Transisi itu dilakukan melalui preschool. Ini menjadi langkah pertama anak untuk mendapatkan pendidikan formal. Akan tetapi, apakah anak siap melakukannya? Anda mungkin telah memilih taman bermain terbaik untuk sang buah hati, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah kondisi dan perkembangan anak sebelum menjalani preschool dan itu menjadi sangat penting. Agar orang tua lebih nyaman dan tidak terlalu khawatir melepas buah hatinya begitu saja, ada baiknya memerhatikan beberapa hal dasar sebelum Anda mengirimnya ke preschool. Seperti dilansir Times Of India, berikut ulasannya. Independensi dengan keterampilan dasar Anda mencintai anak Anda, tetapi Anda tidak akan berada di dekatnya ketika dia pergi. Jadi dorong dia untuk mandiri dengan keterampilan dasar perawatan diri, seperti mencuci tangan, menyeka hidung,…
Read More
Agar Cerdas, Anak Butuh Sedikit Duduk dan Banyak Bermain

Agar Cerdas, Anak Butuh Sedikit Duduk dan Banyak Bermain

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6099" align="alignleft" width="300"] Foto: parentingclub.id[/caption] Ada banyak cara membuat anak bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Salah satunya, tentu dengan memberi mereka asupan nutrisi yang cukup sehingga membantu perkembangan tubuh dan otaknya. Kendati demikian, ada cara lain yang tak kalah penting untuk dilakukan para orangtua. Kita perlu lebih sering mengajak anak bergerak, alih-alih membiarkannya duduk atau sekadar beristirahat melulu. Anjuran ini sendiri belum lama dirilis oleh World Health Organization (WHO). Bahwa pada dasarnya, anak kecil berusia di bawah lima tahun sebaiknya tidak berlama-lama menyaksikan layar—HP, televisi, dan lainnya, serta mesti lebih sering bergerak. Anak-anak ini juga dianjurkan memiliki kualitas tidur yang baik dan memiliki waktu lebih banyak untuk bermain dan berkegiatan secara aktif. Dengan cara ini, anak-anak kita pun diharapkan dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan juga cerdas. “Memiliki tubuh yang sehat berarti kita…
Read More
Sudah Imunisasi Kok Anak Anak Masih Terjangkit Penyakit?

Sudah Imunisasi Kok Anak Anak Masih Terjangkit Penyakit?

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6096" align="alignleft" width="300"] Foto: zwitsal.co.id[/caption] Pada beberapa kasus, walau seorang anak sudah mendapat imunisasi lengkap, namun ternyata masih bisa terjangkit penyakit. Hal ini mungkin terjadi ketika kualitas vaksin yang diberikan tidak baik. Kualitas vaksin menjadi salah satu indikator keberhasilan imunisasi, karena tujuan dari imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh. Ketika kekebalan tubuh telah terbentuk, anak pun terhindar dari penyakit. “Kita melihat manfaat dari imunisasi. Kalau cara pemberian vaksin dan imunisasi benar, anak tidak akan terserang penyakit. Nah, kalau anak masih juga sakit, kita berpikir, ada masalah dengan rantai dingin (cold chain),” jelas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono di Jakarta. Anung mencontohkan, anak yang sudah imunisasi campak lengkap dan tinggalnya di pegunungan kemudian terkena campak. Kita berpikir, salah satu penyebabnya bisa jadi adalah rantai dingin…
Read More
Anak Alami Obesitas, Cermati 6 Penyebabnya

Anak Alami Obesitas, Cermati 6 Penyebabnya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6084" align="alignleft" width="300"] Foto: brilio.net[/caption] Obesitas atau kegemukan saat ini bukan hanya dialami orang dewasa. Anak -anak pun bisa terjangkit masalah obesitas ini bahkan pada usia yang sangat dini. Seorang penderita obesitas mudah sekali mengalami masalah kesehatan lain seperti kecemasan atau depresi dibanding pada anak lain. Selain itu, potensi penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan asma juga meningkat ketika seorang anak mengalami obesitas. Masalah ini muncul biasanya dipicu karena gaya hidup tak tepat berupa pola makan, kurang olahraga, atau juga faktor genetik. Dilansir dari The Health Site, berikut enam hal yang umum jadi penyebab obesitas pada anak-anak. Porsi Makan Berdasarkan WHO, membatasi porsi makan anak dapat membantu menurunkan risiko obesitas. Hal ini terjadi karena seseorang biasanya cenderung makan lebih banyak dari kebutuhan ketika porsi makan yang disajikan cukup…
Read More
Jangan Biarkan Anak Kecanduan Main Game

Jangan Biarkan Anak Kecanduan Main Game

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6076" align="alignleft" width="300"] Foto: seratus.id[/caption] Menjauhkan anak dari kecanduan game merupakan sebuah hal yang penting untuk diketahui orangtua pada saat ini. Dua hal penting yang perlu dilakukan orangtua adalah pembatasan dan pemantauan pada anak saat bermain game termasuk game online seperti disampaikan Komisioner Bidang Pornografi dan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah. “Gadget (gawai) juga ancaman. Kami sering mengingatkan kepada orangtua, jangan hanya sekadar menuruti keinginan anak. Harus ada pembatasan penggunaan gawai. Misal, hanya Sabtu-Minggu saja digunakan. Berapa lama waktunya? Ya, jangan sampai seharian, dari pagi sampai malam,” jelas Margaret di Jakarta. Penggunaan gawai harus diatur. Hindari anak mengunci pintu kamar agar orangtua bisa melihat aktivitas yang dilakukan anak. Ada baiknya penggunaan gawai dilakukan di ruang keluarga misalnya. Pastikan orangtua rutin mengecek ketika anak di dalam kamar seharian…
Read More
Anak Stunting Turun Bila Masyarakat Rajin Konsumsi Kalori

Anak Stunting Turun Bila Masyarakat Rajin Konsumsi Kalori

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6047" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Jumlah anak di bawah lima tahun yang mengalami stunting di Indonesia diketahui menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah menurunnya stunting ini disebabkan karena meningkatnya konsumsi kalori masyarakat berpendapatan rendah. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan menunjukkan angka stunting di Indonesia sebesar 30,8 persen. Angka ini menurun dibanding data Riskesdas 2013, yang mencapai 37,8 persen. Menurut Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS peningkatan konsumsi makanan per kapita memengaruhi penurunan angka stunting. “Tahun lalu, konsumsi makanan per kapita di Indonesia meningkat sekitar 5 persen. Bahkan konsumsi kalori pada masyarakat berpendapatan rendah meningkat sekitar 8 persen,” kata Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Arifin Rudiyanto. Pada tahap kondisi tersebut, tingkat stunting untuk anak di bawah lima tahun di Indonesia turun 7…
Read More
Terapkan Ini Bagi Anak Korban Perundungan

Terapkan Ini Bagi Anak Korban Perundungan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6044" align="alignleft" width="300"] Foto: fimela.com[/caption] Kasus bullying atau perundungan yang dialami oleh ABZ, siswi SMP korban pengeroyokan siswa SMA di Pontianak diyakini bakal memberikan sejumlah dampak. Salah satu hal yang diyakini psikolog bakal terjadi pada ABZ adalah trauma. “Trauma itu kan sangat subjektif, ya. Jadi, kita enggak tahu setelah kejadian ini apa yang muncul di dalam benak korban dan apa yang dipelajari korban akan dunianya,” kata psikolog anak Astrid Wen. Untuk saat ini, korban kekerasan seperti ABZ perlu istirahat fisik dan mental. Apalagi setelah viral, mungkin korban memikirkan banyak hal. Hal terpenting lainnya setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan yang menimpanya, korban perlu mendapatkan pendampingan atau konseling. Aktivitas ini tidak hanya perlu dilakukan korban tapi juga keluarga. “Sehingga ahli bisa melihat kemampuan korban dalam penyelesaian masalah atau bagaimana dengan cara…
Read More
Alergi Pada Anak Usia Dini, Ini Penyebabnya

Alergi Pada Anak Usia Dini, Ini Penyebabnya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6024" align="alignleft" width="300"] Foto: serbaweb.com[/caption] Alergi yang dimiliki oleh seseorang baik berupa makanan atau hal lain merupakan sesuatu yang tidak nyaman. Masalah alergi ini biasanya bisa diturunkan ke anak ketika orangtua memiliki alergi yang sama. “Apabila kedua orangtua punya alergi, anaknya punya risiko 40-60 persen terkena alergi. Meningkat 80 persen jika orangtuanya punya alergi sama,” ungkap Budi Setiabudiawan, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak di Rumah Maroko, Jakarta Pusat. Sayangnya, alergi tidak bisa disembuhkan. “Hanya bisa dikontrol dengan mengenali gejala alergi sejak dini,” katanya. Dengan mengenali sejak dini, alergi tidak akan terlalu parah dan menghindari risiko penyakit lanjutan seperti jantung, hipertensi dan ginjal. “Kenali gejala alergi di tiga tempat, kulit, saluran cerna dan pernapasan. Seperti anak sering gumoh, mual, dermatitis eksim dan batuk pilek,” ujarnya. Setelah mendapat gejala alergi, orangtua bisa…
Read More