11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak

11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6483" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanmama.com[/caption] Mengembangkan kreativitas anak tak hanya bergantung pada karakter anak, namun orangtua juga memiliki peran besar untuk membantu mengasahnya. Kebanyakan orangtua hanya menginginkan buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan pintar, tapi tidak menyebutkan kata kreatif. Padahal, kreativitas itu sangatlah penting untuk dimiliki setiap anak. Apa alasannya? Kreativitas merupakan salah satu sifat yang akan mendorong anak untuk mampu memecahkan masalah, mempelajari banyak hal baru, dan berpikir yang tidak biasa. Tentu saja hal tersebut dapat membantu anak untuk mencapai kesuksesan di masa depannya. Oleh sebab itu diperlukan dorongan dari orangtua untuk mengembangkan kreativitas anak sejak dini. Berikut cara-caranya: Melihat minat dan bakat anak Setiap anak sudah memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Orangtua perlu memperhatikan ketertarikan pada buah hatinya, apakah ia suka menyanyi, menggambar, olahraga, atau lainnya. Jika…
Read More
Anak Anda Berbakat? Simak 11 Ciri Berikut

Anak Anda Berbakat? Simak 11 Ciri Berikut

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6387" align="alignleft" width="300"] Foto: liputin6.com[/caption] Anak yang cerdas dan berprestasi tentu sangat membanggakan. Setiap orangtua pun menginginkan agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang cerdas, pintar, dan berbakat. Untuk itu diperlukan kejelian dari para orangtua untuk mengamati anaknya, apakah ia tergolong ke dalam anak yang istimewa atau tidak. Ibu hanya perlu mengetahui ciri anak cerdas yang bisa dilihat dari tingkah laku dan sifat si kecil. Berikut cirri-cirinya: Mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi Anak-anak cenderung ingin tahu terhadap berbagai macam hal. Ia pun akan sering bertanya seperti, “Ibu, itu apa?”, “Kenapa bisa seperti itu?”, dan semacamnya. Namun jika pertanyaan yang ia lontarkan lebih dari itu dan lebih mendetail, itu menandakan rasa ingin tahunya cukup tinggi dan menjadi ciri bahwa ia termasuk anak yang cerdas. Saat ia sudah tumbuh lebih…
Read More
Ternyata, 80 Persen Anak Indonesia Kekurangan Omega 3

Ternyata, 80 Persen Anak Indonesia Kekurangan Omega 3

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6384" align="alignleft" width="300"] Foto: today.line.me[/caption] Masalah nutrisi dan kesehatan merupakan salah satu pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi anak Indonesia. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition pada 2016 melaporkan bahwa 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan asam lemak esensial seperti omega-3 (EPA dan DHA). Padahal kehadiran lemak dan omega-3 berperan penting bagi tubuh. Dua elemen ini berfungsi sebagai komponen di dalam otak yang menunjang jaringan saraf dan mata, dan membantu proses pembekuan darah. Hal ini disampaikan dokter spesialis gizi klinis Nurul Ratna Mutu Manikam. Apabila anak mengalami defisiensi omega-3 maka akan terjadi abnormalitas fungsi mata, saraf, dan otak serta menyebabkan proses pertumbuhan melambat. “Jadi tumbuh tingginya lambat, kognitifnya juga tidak terlalu berkembang,” kata Nurul. Berdasarkan angka kecukupan gizi Indonesia pada 2014, untuk angka usia 4 hingga…
Read More
Jangan Gunakan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Anak

Jangan Gunakan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6360" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Beberapa waktu belakangan, salah satu hal yang tengah populer adalah penggunaan metode bernapas Buteyko yang diterapkan oleh penyanyi Andien Aisyah. Cara tidur dengan memplester mulut ini dianggap Andien bisa menimbulkan sejumlah manfaat kesehatan. Tak hanya pasa dirinya, cara ini juga diterapkan Andien pada anaknya. Lalu baikkah teknik ini diterapkan untuk anak-anak? Dokter anak, dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A mengatakan teknik pernapasan Buteyko merupakan suatu metode latihan mengatur napas yang ditemukan oleh seorang dokter Ukraina pada sekitar tahun 1950an. Dokter tersebut mengklaim bahwa metode ini dapat mengatasi gejala penyakit pernapasan, termasuk asma. Namun hingga saat ini belum cukup banyak penelitian yang dapat mendukung teori tersebut. Ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa teknik pernapasan ini dapat mengurangi frekuensi kebutuhan penggunaan obat saat terjadi serangan asma, namun…
Read More
Waspadai, Remaja Putri Rentan Terkena Anemia

Waspadai, Remaja Putri Rentan Terkena Anemia

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6350" align="alignleft" width="275"] Foto: merdeka.com[/caption] Anemia merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh remaja putri, khususnya yang sudah mengalami menstruasi. Terdapat sekitar 600 juta perempuan di dunia mengalami anemia, dan 23 persen remaja putri di Indonesia menghadapi masalah ini. “Bukan berarti remaja putra tidak bisa anemia, namun perempuan jauh lebih rentan karena selain mengalami fase pertumbuhan, mereka juga mengalami siklus menstruasi setiap bulan,” kata drg. Vitria Dewi. Remaja usia 13-18 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 26 miligram per hari. Jumlah ini sebenarnya dapat dipenuhi jika mengonsumsi asupan gizi seimbang. Namun remaja putri disarankan untuk meminum tablet tambah darah (TTD) untuk mengganti asupan zat besi yang hilang saat menstruasi. Anemia yang dibiarkan dapat menghambat remaja dalam berkonsentrasi di sekolah. Mereka juga sulit beraktivitas karena mengalami 5L (Lemah, Letih,…
Read More
Peran Besar Orangtua Agar Anak Tidak Pilih-pilih Makanan

Peran Besar Orangtua Agar Anak Tidak Pilih-pilih Makanan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6330" align="alignleft" width="275"] Foto: beritagar.id[/caption] Salah satu hal yang jamak dijumpai pada anak-anak adalah kebiasaan mereka yang pilih-pilih makanan. Munculnya kebiasaan ini ternyata dipengaruhi oleh orang tua dari sang anak sendiri. Dokter spesialis gizi klinis, Diana F Suganda MKes menekankan kembali pentingnya peranan orangtua guna mencegah anak jadi sulit makan. Menurut Diana, ayah dan ibu punya peranan besar, supaya buah hati mau makan apa saja, termasuk makanan sehat. “Saya punya pasien yang bawa anaknya. Pasien ini mau anaknya makan yang benar. Yang saya tanya duluan orangtuanya, apakah mereka suka makan sayur dan buah, ternyata tidak," kata Diana di Jakarta, belum lama ini. Dia mengatakan, bila ingin anak makan sayur dan buah, orangtua harus terlebih dulu suka. Sebab, ketika orangtua sering memperlihatkan kepada anak bahwa suka makan sayur dan buah,…
Read More
Cermati Cara Edukasi Seks Bagi Anak

Cermati Cara Edukasi Seks Bagi Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6327" align="alignleft" width="275"] Foto: sayangianak.com[/caption] Salah satu tantangan bagi orangtua adalah memberi edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang sangat penting bagi anak di masa kini. Hal ini biasa menjadi tantangan bagi orangtua dan kerap menimbulkan kebingungan. Edukasi seks dan kesehatan reproduksi yang tepat dari orangtua bisa sangat menentukan pemerolehan pengetahuan sang anak. Dengan pengetahuan yang tepat dari anak, maka mereka bisa lebih memahami perbedaan antara pria dan wanita secara tepat. Menurut Inez Kristanti, psikolog klinis dari Angsa Merah, ada beberapa tips mengenai tahapan edukasi seks yang sesuai dengan usia anak. Usia 1 hingga 2 Tahun Inez mengatakan, di usia satu sampai dua tahun, anak sudah mulai mengerti tentang bahasa dan kata-kata. Di tahap ini, edukasi seks bisa dimulai dengan mengajarkan tentang organ tubuh, termasuk organ seksual. “Kita juga perlu…
Read More
Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak

Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6306" align="alignleft" width="300"] Foto: kesekolah.com[/caption] Meningkatkan pengalaman seorang anak dapat dilakukan dengan cara membiasakan mereka bereksplorasi di alam terbuka. Hal ini juga disebut dapat membantu pembentukan karakter anak serta menyiapkan si kecil untuk masa depan. Psikolog Anak & Keluarga Ajeng Raviando menyampaikan, ketika anak tampak menikmati mencoba suatu permainan, maka ia akan lebih berani mencoba permainan lain tanpa diminta oleh orangtua. Pada usia 1 tahun ke atas, anak dapat diajak untuk bermain di taman luar ruang; usia 2-3 tahun, anak dapat diajarkan berbagai kemampuan baru seperti naik sepeda, berenang, dan lainnya; pada usia 4-6 tahun, anak bisa diajak berjalan-jalan ke alam terbuka, seperti gunung dan pantai, papar Ajeng. Orangtua tidak perlu cemas, kekebalan tubuh yang baik dapat membawa si Kecil beradaptasi dengan stimulasi, khususnya di luar ruangan. Pada akhirnya,…
Read More
Kenali Dermatitis Atopik, Penyakit Gatal Kulit Pada Anak

Kenali Dermatitis Atopik, Penyakit Gatal Kulit Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6303" align="alignleft" width="300"] legalerKenali Demartitis Atopik, Penyakit Gatal Kulit Pada Anakaindonesia.com[/caption] Masalah kulit merah dan gatal merupakan sebuah kondisi yang banyak ditemui pada anak dan bayi. Kondisi bernama dermatitis atopik ini sendiri sebenarnya bisa muncul pada usia berapa saja namun paling sering pada anak-anak. Dermatitis atopik ini sendiri merupakan penyakit kulit (eksim) yang menyebabkan kulit menjadi merah dan gatal. Dilansir dari Mayo Clinic, penyakit ini biasanya bersifat kronis sehingga terjadi dalam jangka waktu lama dan cenderung muncul secara perlahan. Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk penyakit dermatitis atopik ini. Namun perawatan tertentu dapat meredakan rasa gatal yang muncul dan mencegah penyakit ini jadi lebih parah. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar penyakit ini tidak jadi semakin marah. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan…
Read More
Rumah Dekat Jalan Raya Pengaruhi Perkembangan Anak

Rumah Dekat Jalan Raya Pengaruhi Perkembangan Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6288" align="alignleft" width="300"] Foto: poperti.com[/caption] Kendati efektif dalam berpindah tempat dan mudah dijangkau, tinggal di dekat jalan besar ternyata memiliki sejumlah masalah. Hal yang dimaksud di sini lebih dari sekadar lingkungan yang berisik semata namun juga dapat memunculkan masalah kesehatan. Dilansir dari Health 24, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tinggal di dekat jalan besar secara signifikan meningkatkan risiko yang dimiliki anak kecil dalam terlambatnya perkembangan. Diketahui juga bahwa bahwa anak dengan ibu yang terpapar polusi udara dari lalu lintas ketika hamil memiliki potensi lebih tinggi mengalami hal ini. “Hasil temuan kami menyarankan bahwa lebih baik untuk mengurangi paparan polusi udara selama kehamilan, usia bayi, dan balita, karena semua merupakan periode kunci untuk perkembangan otak,” jelas peneliti senior, Pauline Mendola dari US National Institute of Child Health and Human Development.…
Read More