Kanker Lambung Kerap Muncul Tanpa Disadari

Kanker Lambung Kerap Muncul Tanpa Disadari

Artikel Umum
Kanker Lambung Kerap Muncul Tanpa Disadari Kanker lambung tidak terjadi secara mendadak. Kanker lambung disebabkan karena adanya sel-sel kanker yang tumbuh di dalam lambung lalu menjadi tumor. Biasanya secara perlahan, tumor itu akan berkembang menjadi kanker selama bertahun-tahun. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Sudoyo, SpPD., KHOM., FINASIM., FACP. Menurutnya, kanker lambung muncul tanpa disadari karena gejala yang muncul sulit terdeteksi sehingga banyak yang mengira penyakit tersebut timbul secara mendadak. “Kanker itu munculnya tidak dalam waktu singkat, kanker payudara, usus besar, paru semua itungannya 10-20 tahun," kata Prof. Aru dalam webinar ‘Gaya Hidup Masa Kini: Waspada Kanker Lambung Mengintai Anda!’,” beberapa waktu lalu. Lambung adalah organ tubuh yang memiliki rongga besar. Jika terdapat keluhan seperti nyeri uluhati atau sakit…
Read More
Kenali Alergi Kulit Pada Anak dan Cara Merawatnya

Kenali Alergi Kulit Pada Anak dan Cara Merawatnya

Artikel Anak
Kenali Alergi Kulit Pada Anak dan Cara Merawatnya Berbeda dengan orang dewasa, anak memiliki kulit yang lebih tipis dengan imunitas yang belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap gangguan yang bisa berujung kepada alergi. Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Armansjah Dara Sjahruddin, lapisan kulit anak lebih tipis ketimbang orang dewasa. Fungsi kulit sebagai pelindung tubuh juga belum maksimal seperti orang dewasa karena lebih tipis, juga karena sistem imunitas anak yang masih berkembang. Dia menjelaskan kelainan kulit yang kerap terjadi kepada bayi dan anak, seperti dermatitis atopik yang membuat kulit ruam kemerahan, bersisik, lecet dan gatal. Anak juga bisa mengalami dermatitis seboroik, di mana kulit terlihat bersisik dan muncul ketombe karena kulit terkelupas. Pada bayi yang baru…
Read More
Penyebab dan bagaimana mengatasi nyeri bahu

Penyebab dan bagaimana mengatasi nyeri bahu

Artikel Umum
Apa penyebab dan bagaimana mengatasi nyeri bahu? Masalah yang muncul pada bahu dapat menghambat kemampuan Anda untuk bergerak dan dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang luar biasa. Tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini, karena faktanya, menurut laporan Harvard Medical School, lebih dari 70 persen orang akan mengalami efek nyeri bahu. Mengutip jurnal di Healthline, bahu adalah sendi bola-dan-soket yang memiliki tiga tulang utama: humerus (tulang lengan panjang), klavikula (tulang selangka), dan skapula (juga dikenal sebagai tulang belikat). Tulang-tulang ini dilindungi oleh lapisan tulang rawan. Ada dua sendi utama, yakni sendi akromioklavikularis berada di antara bagian tertinggi skapula dan klavikula. Kemudian sendi glenohumeral terdiri dari bagian atas tulang humerus yang berbentuk bola dan tepi luar skapula. Sendi bahu adalah sendi yang paling bergerak…
Read More
Mengapa Anak-anak Hingga Lansia Beda Durasi Tidurnya?

Mengapa Anak-anak Hingga Lansia Beda Durasi Tidurnya?

Artikel Anak
Mengapa Anak-anak Hingga Lansia Beda Durasi Tidurnya? Durasi tidur menjadi salah satu hal penting untuk sistem imun Anda, di samping pola makan sehat dan berolahraga teratur. Dengan waktu tidur yang baik dan berkualitas maka imunitas dalam tubuh pun akan baik. Dari sisi durasi, ada perbedaan kebutuhan waktu tidur sesuai usia dan seiring bertambahnya usia kebutuhan tidur pun terus menurun. Menurut Kementerian Kesehatan, anak usia 0-1 bulan umumnya membutuhkan waktu tidur 14-18 jam per hari untuk perkembangan otak yang baik dan normal. Mereka yang berusia 1-18 bulan kebutuhan tidurnya menjadi 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang. Pada usia anak menjelang masuk sekolah, umumnya 3-6 tahun kebutuhan waktu tidurnya sekitar 11-13 jam. Studi menunjukkan, anak usia di bawah 6 tahun yang kurang tidur cenderung mengalami…
Read More
Simak Bahaya Kekurangan Zat Besi

Simak Bahaya Kekurangan Zat Besi

Artikel Umum
Simak, Bahaya Kekurangan Zat Besi Bila zat besi dalam tubuh rendah, maka tubuh tidak akan mampu menghasilkan cukup hemoglobin, yang menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Hal itu dikatakan pakar gizi, Bansari Acharya seperti dikutip dari Insider, beberapa waktu lalu. Zat besi termasuk mineral yang diserap ke dalam tubuh melalui makanan dan suplemen. Mineral ini berkontribusi pada pembentukan hemoglobin, bagian dari sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen. Selain anemia, gejala ringan saat tubuh kekurangan zat besi antara lain: kelelahan, sakit kepala ringan, tangan dan kaki dingin dan kurang konsentrasi. Sementara itu, ahli gizi Nicole DeMasi mengatakan, pada tahap lebih serius, kekurangan zat besi bisa memunculkan pika atau ingin mengonsumsi sesuatu yang bukan makanan seperti tanah liat atau kertas, kelelahan parah dan detak…
Read More
Ini 3 Pola Asuh Anak di Era Digital

Ini 3 Pola Asuh Anak di Era Digital

Artikel Anak
Ini 3 Pola Asuh Anak di Era Digital Selain memberi perlindungan kepada anak, orangtua juga wajib melakukan pemenuhan hak, khususnya hak pengasuhan. Pola pengasuhan anak zaman sekarang harus disesuaikan dengan era digital saat ini, mengingat banyak bahaya yang mengancam anak di ranah online. Hal ini dikatakan Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kementerian PPPA), Ciput Eka Purwianti. “Arahan presiden yang utama adalah meningkatkan pengasuhan keluarga terhadap anak. Tidak hanya ibu yang bertanggung jawab untuk memberikan pengasuhan kepada anak, tapi keluarga, termasuk ayah dan anggota keluarga yang lain dalam satu rumah tangga tinggal,” ujar Ciput. Dari sudut pandang ini, Ciput melihat pada pola asuh di era digital ini, baik…
Read More
Pandemi, Anak Bisa Alami Kecemasan Tinggi

Pandemi, Anak Bisa Alami Kecemasan Tinggi

Artikel Anak
Pandemi, Anak Bisa Alami Kecemasan Tinggi Perubahan yang dialami anak-anak di masa pandemi ini banyak melahirkan kecemasan. Mulai dari cerita-cerita seram hingga merasa terisolasi dari teman sepermainan. “Pada banyak anak (yang mengalami kecemasan), mereka akan mengalami mimpi yang jelas, tidur terganggu, masalah seputar makan, dan lainnya,” jelas psikoterapis Noel McDermott. Dia mengatakan anak-anak kecil cenderung berupaya menyembunyikan perasaannya ketika merasa cemas. Hal ini mereka lakukan untuk ‘melindungi’ orangtua mereka dari kecemasan yang dirasakan. Akan tetapi, sambungnya, kondisi itu akan terihat dengan cara lain. Salah satunya terihat ketika anak melakukan permainan pura-pura. Dalam permainan pura-pura tersebut, anak yang memiliki kecemasan biasanya menuangkan kecemasan mereka ke dalam cerita di permainan pura-pura tersebut. Misalnya, memasukkan cerita tentang ayah dan ibu mengalami sakit dan membutuhkan bantuan rumah sakit…
Read More
Perilaku Anak Positif Bila Hubungan Ibu-Anak Baik

Perilaku Anak Positif Bila Hubungan Ibu-Anak Baik

Artikel Anak
Perilaku Anak Positif Bila Hubungan Ibu-Anak Baik Hubungan yang erat dan hangat antara ibu dan anak dapat menghindarkan anak dari perilaku negatif. Hal ini secara lugas dikatakan psikolog anak dan keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. “Hubungan ibu dan anak yang erat juga dapat mengurangi risiko anak untuk memiliki hubungan yang tidak sehat di masa depannya,” kata Vera. Menurutnya, ibu memiliki banyak peran dalam kehidupan anak, mulai dari memberikan perawatan mendetail dalam keseharian sampai memberikan ketenangan saat anak remaja sedang dirundung masalah. Majalah Time melansir sebuah penelitian bahwa kepekaan dan daya tanggap seorang ibu dalam beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak memiliki konsekuensi seumur hidup bagi kompetensi akademis dan sosial anak. Selain mempromosikan pengembangan keterampilan akademis dan sosial anak-anak, ada penelitian yang menunjukkan bahwa interaksi…
Read More
Dukung Pertumbuhan Anak di 2021, Buat Resolusinya

Dukung Pertumbuhan Anak di 2021, Buat Resolusinya

Artikel Anak
Dukung Pertumbuhan Anak di 2021, Buat Resolusinya Di masa pandemi Covid-19 ini, ada beberapa tantangan besar yang akan dihadapi anak seperti keterbatasan aktivitas di luar rumah maupun pembelajaran jarak jauh secara digital. Untuk itu, di 2021 ini peran orangtua kian penting dalam mendukung anak untuk tetap tumbuh optimal serta memiliki emosional baik di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Bila pertumbuhan anak yang optimal jadi salah satu resolusi tahun baru Anda, simak lima rekomendasi dari pakar-pakar di bawah ini: Perhatikan nutrisi untuk pencernaan anak Nutrisi yang seimbang dapat memperkuat kesehatan pencernaan, otak, hingga emosionalnya, sehingga dapat memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi tumbuh kembang anak. Ahli Gizi dan Penulis Buku tentang Gizi, Dr. Rita Ramayulis mengatakan untuk mencapai pertumbuhan yang menyeluruh, orangtua dapat mulai…
Read More
Bikin Anak Tetap Aktif di Dalam Rumah

Bikin Anak Tetap Aktif di Dalam Rumah

Artikel Anak
Bikin Anak Tetap Aktif di Dalam Rumah Anak harus memiliki ruang gerak yang cukup, tidak hanya orang dewasa. Untuk itu, orangtua harus memutar otak untuk mencari cara agar buah hati bisa tetap aktif meski mereka sementara ini tak bisa berlarian dengan teman-temannya di lapangan sekolah atau bermain di luar rumah. Dokter spesialis anak Noor Anggrainy memberi saran untuk orangtua agar bisa mengajak anak dari berbagai rentang usia bisa aktif meski di dalam rumah. Untuk anak usia di bawah satu tahun, anak bisa diajak bermain di lantai yang sudah diberi alas dan durasi yang direkomendasikan adalah 30 menit. Coba lakukan sesi rutin tummy time di mana anak berbaring di atas perutnya selama beberapa waktu. Pastikan anak dalam keadaan terbangun dan selalu dalam pengawasan Anda. “Bisa…
Read More