Kulit Anak Alergi? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Kulit Anak Alergi? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya

Artikel Anak
Kulit Anak Alergi? Kenali Ciri dan Cara Merawatnya  Berbeda dengan orang dewasa, anak memiliki kulit yang lebih tipis dengan imunitas yang belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap gangguan yang bisa berujung kepada alergi. Menurut, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, dokter spesialis kulit dan kelamin, lapisan kulit anak lebih tipis ketimbang orang dewasa. Fungsi kulit sebagai pelindung tubuh juga belum maksimal seperti orang dewasa karena lebih tipis, juga karena sistem imunitas anak yang masih berkembang. Dia menjelaskan kelainan kulit yang kerap terjadi kepada bayi dan anak, seperti dermatitis atopik yang membuat kulit ruam kemerahan, bersisik, lecet dan gatal. Anak juga bisa mengalami dermatitis seboroik, di mana kulit terlihat bersisik dan muncul ketombe karena kulit terkelupas. Pada bayi yang baru lahir, ini terjadi karena pengaruh hormon…
Read More
Corona Sebabkan Kerusakan Jantung, Ini Tandanya

Corona Sebabkan Kerusakan Jantung, Ini Tandanya

Artikel Umum
Corona Sebabkan Kerusakan Jantung, Ini Tandanya Kerusakan jantung menjadi salah satu yang bisa dialami bila seseorang terpapar virus korona. Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Cardiology mengungkapkan bahwa sekitar 78 persen sampel studi dari pasien Covid-19 yang muda dan sehat menunjukkan adanya tanda kerusakan jantung. Akan tetapi, semua partisipan tersebut tidak merasakan ada suatu masalah pada jantung mereka. Mengingat bahwa masalah jantung mungkin tak disadari oleh pasien Covid-19, ada beberapa tanda yang sebaiknya diwaspadai. Bila mengalami tanda atau gejala ini setelah terdiagnosis Covid-19, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah lima tanda tersebut, seperti dilansir EatThis. Tekanan Darah Rendah Inflamasi pada otot jantung atau miokarditis merupakan salah satu dampak Covid-19 yang berpotensi membahayakan. Miokarditis pada pasien Covid-19 bisa terjadi akibat serangan dari virus…
Read More
Waspadai 5 Gejala Diabetes Tipe 2 Berikut

Waspadai 5 Gejala Diabetes Tipe 2 Berikut

Artikel Umum
Waspadai 5 Gejala Diabetes Tipe 2 Berikut Badan kesehatan dunia (WHO) mencatat, penyakit diabetes telah menyerang jutaan orang dan diperkirakan akan memengaruhi lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang. Dalam Medical News Today, disebutkan, ada dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Insulin bertanggung jawab untuk pengangkutan glukosa di dalam tubuh melalui sel. Pada diabetes tipe 2, karena respons sel yang menurun terhadap insulin, fungsi ini terganggu, hingga kadar gula darah yang tidak terkelola dalam tubuh. Beberapa penyebab umum diabetes tipe 2, termasuk gen, obesitas atau kelebihan berat badan, resistensi insulin, dan kurangnya aktivitas fisik. Berikut lima tanda peringatan yang harus diperhatikan untuk mereka yang berisiko mengidap diabetes: Haus Karena kadar gula yang rendah dalam tubuh, tubuh mungkin akan kehilangan jumlah air…
Read More
Memprediksi Kemungkinan Terjadi Serangan Jantung

Memprediksi Kemungkinan Terjadi Serangan Jantung

Artikel Umum
Memprediksi Kemungkinan Terjadi Serangan Jantung Serangan jantung acap kali terjadi secara tiba-tiba. Namun, pemeriksaan sederhana ternyata dapat memprediksi serangan jantung beberapa tahun lebih cepat. Studi terbaru dalam Journal of the American Heart Association menyatakan, serangan jantung bisa diprediksi beberapa tahun lebih dulu melalui pemeriksaan X-ray sederhana. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan tanda peringatan awal dari serangan jantung seperti kalsifikasi pada arteri koroner atau aorta abdominalis. “Banyak orang tidak tahu mereka berisiko atau telah memiliki tanda peringatan awal, seperti kalsifikasi arteri koroner atau (aorta) abdominalis,” lanjut ketua tim peneliti dari Edith Cowan University Prof Josh Lewis, seperti dilansir Mail Online. Prof Lewis mengatakan aorta abdominalis merupakan tempat pertama penumpukan kalsium di arteri biasa terjadi. Penumpukan kalsium bahkan bisa terjadi di lokasi tersebut sebelum terjadi di…
Read More
Ragam Penyakit yang Bikin Orang Jadi Pelupa

Ragam Penyakit yang Bikin Orang Jadi Pelupa

Artikel Umum
Ragam Penyakit yang Bikin Orang Jadi Pelupa Kalau orang terlalu sering lupa, apakah menjadi penanda dari suatu penyakit? Lupa merupakan kondisi kesehatan diartikan sebagai kegagalan terus-menerus dalam mengingat. Ketika mengalami lupa, mereka merasa lebih sulit untuk mengingat informasi, peristiwa, mempelajari hal-hal baru, atau membentuk ingatan baru. Menurut sains, otak mungkin hanya memiliki beberapa gigabyte ruang penyimpanan secara aktif. Namun, sel saraf atau neuron pada otak mampu mendongkrak kapasitas penyimpanan memori otak hingga mendekati satu juta gigabyte. Membaca fakta ini, tentu Anda berpikir bahwa mustahil otak bisa lupa. Pada kenyataannya, lupa adalah suatu yang normal terjadi dari waktu ke waktu. Namun, kelupaan yang ekstrem atau hilang ingatan bisa menjadi tanda dari kondisi yang serius. Oleh karena itu, mengidentifikasi penyebab lupa itu sangatlah penting. Dilansir dari…
Read More
Cara Tingkatkan Imun Tubuh Kata Ahli

Cara Tingkatkan Imun Tubuh Kata Ahli

Artikel Umum
Cara Tingkatkan Imun Tubuh, Kata Ahli Orang yang memiliki sistem imun yang lemah cenderung sering terkena pneumonia, bronkitis, dan meningitis, di antara infeksi lainnya. Sebab, imun tubuh menjadi salah satu garda terdepan yang bisa melindungi seseorang dari virus. Ironisnya, ada banyak orang yang sistem imunnya rendah. Bulletin of Atomic Scientists mencatat, ada 10 juta orang di Amerika Serikat yang hidup dengan imunitas rendah. Lalu apa saja tanda sistem imun lemah? Dokter keluarga bersertifikat AS, Abisola Olulade, seperti dilansir Insider, mengatakan bahwa ada banyak tanda untuk mengetahui itu. Misalnya, sering terinfeksi virus atau membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dari infeksi. Orang yang imunnya lemah juga sering mengalami pilek dan flu. Dua atau tiga kali pilek dalam setahun masih terbilang normal, namun jika lebih mungkin…
Read More
Di Masa Menopause Kendalikan Berat Badan

Di Masa Menopause Kendalikan Berat Badan

Artikel Umum
Di Masa Menopause, Kendalikan Berat Badan Saat seorang perempuan tidak lagi menstruasi selama setahun, bisa dipastikan dia telah memasuki fase menopause. Tahapan ini adalah hal alami, namun bisa memberikan sejumlah efek pada tubuh, termasuk penambahan berat badan. Mengendalikan bobot hingga ke angka ideal bisa menjadi tantangan yang cukup berat, namun bukan berarti mustahil. Berikut beberapa tips menurunkan berat badan untuk perempuan menopause, seperti dikutip dari laman Pinkvilla. Tidur teratur Perubahan metabolisme bisa membuat perempuan yang sudah menopause mengalami gangguan pola tidur. Siasati dengan memastikan waktu tidur yang cukup dan berkualitas untuk mencegah penambahan berat badan. Diet rendah karbohidrat Untuk menjaga metabolisme tubuh, pilih diet rendah karbohidrat. Hindari sumber karbohidrat dan ganti dengan makanan kaya protein dan lemak seperti ikan, telur, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan…
Read More
Ternyata, Kesepian Bisa Melemahkan Imunitas Tubuh

Ternyata, Kesepian Bisa Melemahkan Imunitas Tubuh

Artikel Umum
Ternyata, Kesepian Bisa Melemahkan Imunitas Tubuh Orang yang mengalami kesepian cendeurng memiliki sistem kekebalan tubuh atau imunitas lemah. Hal ini dikatakan ahli penyakit dalam Soma Mandal, MD. Stres yang disebabkan oleh kesepian dapat mengaktifkan sistem adrenokortikal, yang juga dikenal sebagai respons lawan atau lari. Meskipun respons tersebut berguna dalam kasus ancaman nyata, namun dapat menjadi berbahaya jika terus diaktifkan dari waktu ke waktu. “Kesepian kronis dapat menyebabkan penurunan kemampuan kita untuk merespons infeksi potensial serta kekuatan respons kekebalan kita," kata dokter darurat Chirag Shah, MD dilansir dari Insider. Studi yang dilakukan pada 2013 menemukan bahwa orang dewasa yang lebih kesepian mengalami lebih banyak peradangan sebagai respons terhadap stres. Meskipun studi tersebut hanya melibatkan 134 dan 144 peserta, mereka mengkonfirmasi penelitian pada hewan lain yang…
Read More
Setelah Covid-19, Akan Muncul Pandemi Disease X

Setelah Covid-19, Akan Muncul Pandemi Disease X

Artikel Umum
Setelah Covid-19, Akan Muncul Pandemi Disease X Sejumlah ilmuwan memprediksi, Covid-19 bukan menjadi pandemi terakhir di dunia. Diperkirakan, berbagai penyakit menular yang saat ini disebut Disease X akan menjadi pandemi berikutnya. Hal ini diungkap Dr. Kenneth Iserson, profesor emeritus pengobatan darurat di Universitas Arizona di Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri dalam pengobatan global dan bencana. Dilansir The Straits Times, Dr. Iserson melihat sejumlah penyakit menular berpotensi berkembang menjadi Disease X. Disease X mengacu pada nama placeholder yang mengakui kemungkinan penyakit menular parah yang masih belum diketahui manusia. “Mungkin ada penyakit menular lain yang tidak dikenali yang sudah beredar yang dapat memiliki implikasi yang menghancurkan. Tetapi tanggapan yang berbeda, bermotivasi politik dan tidak terkoordinasi terhadap Covid-19 menunjukkan bahwa kita belum belajar banyak yang akan mempersiapkan…
Read More
Hindari Penderita Kanker Dari Depresi!

Hindari Penderita Kanker Dari Depresi!

Artikel Umum
Hindari Penderita Kanker Dari Depresi! Saat mendengar vonis menderita kanker, banyak penderita mengalami depresi, bahkan cenderung berkepanjangan. Penderita menjadi frustrasi dan tidak bersemangat. Vonis kanker dinilai bak lonceng kematian. Hal ini merupakan stressor dan bila stressor tidak teratasi, maka seseorang bisa mengalami distress dan memicu berbagai gangguan psikiatri, seperti depresi, kecemasan, psikosomatik bahkan psikotik. Secara umum, depresi menampilkan sedikitnya 2 gejala utama berupa sedih, kehilangan minat dan atau mudah lelah. Biasanya juga ditambah 2 gejala tambahan berupa gangguan tidur, gangguan makan, gangguan konsentrasi, menurunnya harga diri, perasaan bersalah, putus asa dan pesimistis. Penderita depresi juga berisiko bunuh diri. “Depresi dapat ditegakkan bila kondisi tersebut terjadi sedikitnya 2 minggu,” kata dr. Titah Rahayu, Sp.KJ.,Spesialis Kedokteran Jiwa/Psikiater Ciputra Hospital Citra Raya. Reaksi pasien sendiri setelah terdiagnosa kanker…
Read More