Biarkan Si Kecil Bertelanjang Kaki Diluar Rumah

Biarkan Si Kecil Bertelanjang Kaki Diluar Rumah

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5494" align="alignleft" width="300"] Foto: www.parenting.co.id[/caption] Kebanyakan orangtua tidak akan membolehkan anaknya yang masih kecil untuk berjalan keluar rumah tanpa alas kaki.  Alasannya takut kotor dan banyak kuman. Namun ternyata membiarkan si kecil bertelanjang kaki memberikan beberapa manfaat yang baik untuk tumbuh kembangnya. Berikut beberapa manfaat bertelanjang kaki untuk kesehatan bayi, seperti dilansir dari laman Boldsky: Meningkatkan keterampilan motorik dasar Dengan membiasakan si kecil untuk berjalan di lingkungan terbuka, seperti di taman dan di lapangan dapat meningkatkan kemampuan motoriknya lebih baik. Ini karena kaki yang dibiasakan bebas di alam terbuka dapat membantu anak merasakan perbedaan tekstur sehingga membantu merangsang kemampuan motorik agar berkembang secara optimal. Membantu perkembangan otot dan ligamen anak Membiarkan anak berjalan dengan bertelanjang kaki ternyata dapat membantu perkembangan otot kaki dan ligamen si kecil dengan tepat. Selain…
Read More
Terlalu Banyak Ikut Les Bisa Ganggu Jiwa Anak?

Terlalu Banyak Ikut Les Bisa Ganggu Jiwa Anak?

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5491" align="alignleft" width="300"] Foto: www.klikdokter.com[/caption] Banyak orangtua yang terlalu memforsir anaknya untuk selalu berprestasi. Sehingga mereka mendaftarkan anaknya untuk ikut berbagai les. Benarkah hal itu bisa sampai mengganggu kejiwaan anak? Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, itu tidak benar. Yang umum terjadi adalah anak akan merasa stress dan tertekan. Kebanyakan dikarenakan banyaknya materi yang mereka dapat dari les tersebut. “Anak yang kebanyakan les tidak sampai gangguan jiwa. Kalau pun (menderita) gangguan jiwa, anak itu mungkin mengalami kekerasan tertentu di tempat les dalam jangka waktu lama,” jelas Anna. Gangguan jiwa yang dialami seseorang tidak langsung terjadi dalam waktu cepat, melainkan butuh waktu yang lama. Anna menambahkan, seseorang yang mengalami gangguan jiwa biasanya dipicu oleh faktor-faktor yang kuat. Misal, orang yang bersangkutan mengalami kekerasan secara terus-menerus dalam jangka waktu…
Read More
Cegah Stunting Sebelum Lewat 2 Tahun Usia Bayi

Cegah Stunting Sebelum Lewat 2 Tahun Usia Bayi

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5488" align="alignleft" width="300"] Foto: www.mediatataruang.com[/caption] Stunting merupakan masalah kurangan gizi kronis yang umumnya terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Saat ini, sebanyak sekitar 37 persen balita di Indonesia mengalami stunting. Menurut Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, Damayanti Rusli Sjarif, stunting bisa dicegah setelah bayi lahir dengan melakukan berbagai perbaikan dalam pemenuhan gizi sebelum bayi berusia 2 tahun. “Terlambat jika mau mengatasi bayi stunting di usia lebih dari 2 tahun. Sebab saat itu masa perkembangan otak maksimal sudah berakhir,” kata Damayanti. Menurut dia, tanda-tanda malnutrisi tahap awal harus dideteksi untuk mencegah bayi stunting. Sebab itu, orang tua harus cermat jika terjadi penurunan berat badan yang drastis. “Berat badan bayi saat lahir sudah meramalkan kemampuan kognitif mereka,” kata…
Read More
Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Makanan Pendamping ASI Tidak Boleh Berlebihan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5461" align="alignleft" width="300"] Foto: www.mybaby.co.id[/caption] Bagi bayi berusia 6 bulan ke atas ibu dapat membuat makanan pendamping ASI (MPASI) berisi sayuran. Hanya saja takarannya tidak boleh berlebihan. Ini juga sebagai bentuk memperkenalkan buah dan sayuran pada anak sedini mungkin. Menurut, Dokter spesialis anak yang juga Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau FKUI/RSCM, Damayanti Rusli Sjarif, sayur dan buah tidak bisa menjadi satu-satunya MPASI. “Sayur bisa ditambahkan pada MPASI tapi jangan banyak-banyak. Buah juga bisa diberikan sebagai snack," kata Damayanti Rusli Sjarif. Dia menjelaskan, ini karena sekarang muncul tren memberikan puree buah dan sayur kepada bayi. Padahal, menurut dia, makanan ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami gagal tumbuh. Damayanti menambahkan, sayur dan buah mengandung serat yang cukup tinggi. Sebab itu, tidak…
Read More
Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Penting Vaksin MR Untuk Cegah Cacat Lahir

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5458" align="alignleft" width="300"] Foto: www.merahputih.com[/caption] Penggunaan vaksin measless dan rubella (MR) dapat mencegah kecacatan bayi yang dilahirkan. Vaksin MR sekaligus mencegah kerugian miliaran rupiah dalam belasan tahun ke depan. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis anak, dr Arifianto SpA. Dia mencontohkan kasus penyakit akibat virus rubella yang menimbulkan banyak kecatatan. “Yang paling sering adalah tuli saraf atau tuli kongenital pada bayi yang dilahirkan,” ujarnya. Untuk menunjang hidupnya, bayi tersebut harus memakai alat bantu dengar yang standar mulai dari harga kurang lebih Rp12 juta. Sementara untuk kasus ketulian yang lebih berat, anak itu harus menggunakan implan koklea yang berkisar pada harga sekitar Rp145 juta. Belum lagi, lanjut dia, ditambah berbagai kelainan yang dialami. Maka biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. “Jadi harganya sangat tinggi, belum kalau anak itu mengalami katarak kongenital…
Read More
Gigi Anak Goyang Haruskah ke Dokter

Gigi Anak Goyang Haruskah ke Dokter

Artikel Anak
[caption id="attachment_5432" align="alignleft" width="300"] Foto: hellosehat.com[/caption] Memasuki usia enam tahun, anak akan mengalami masa tanggalnya gigi. Berubah, dari gigi susu ke gigi tetap. Saat gigi anak goyang karena hendak tanggal, anak kerap merasa tidak nyaman. Membuat orang tua bimbang, apakah harus membawa anak ke dokter gigi atau sebaiknya menunggu saja sampai gigi susu tanggal dengan sendirinya. Menurut drg Rahmita Nuraini, SpKGA., dari klinik Medikids Bintaro, gigi anak mulai tanggal di usia sekitar enam tahun. “Tergantung tumbuh kembang setiap anak. Biasanya gigi yang pertama tumbuh adalah gigi geraham pertama yang diikuti dengan gigi susu yang tanggal pertama kali, yaitu gigi seri depan bawah,” kata drg Rahmita. Gigi susu harus copot untuk menyesuaikan dengan proses tumbuh kembang anak. Semakin seseorang bertumbuh besar, maka proses pengunyahannya juga semakin aktif. Sehingga gigi susu perlu…
Read More
Main di Alam Bebas Banyak Manfaat Bagi Pertumbuhan Anak

Main di Alam Bebas Banyak Manfaat Bagi Pertumbuhan Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5429" align="alignleft" width="300"] Foto: www.foodsehat.com[/caption] Anak-anak zaman now, rasanya semakin jauh dari alam bebas. Salah satu penyebabnya, maraknya gadget dan beragam permainan elektronik. Ini diperparah dengan meningkatnya ketakutan orangtua terhadap penyakit dan bahaya bermain di luar. Padahal, sepanjang sejarah manusia, anak-anak tumbuh dalam lingkungan alam bebas. Tubuh anak pun sebenarnya sudah dirancang untuk siap beradaptasi di alam bebas. Karena itulah saat ini banyak yang menawarkan terapi alam (ecotherapy) untuk anak-anak. Terapi alam juga dikenal dengan sebutan terapi lingkungan, terapi hijau, dan istilah lain yang serupa. Terapi ini telah terbukti mampu memperbaiki mood, mengurangi kecemasan, stres, dan depresi, serta meningkatkan kebugaran tubuh anak. Dalam terapi alam, anak didorong untuk menghabiskan waktu di taman, kebun, ruang hijau terbuka, pantai, pegunungan, dan lingkungan alami lainnya. Saat berada di alam bebas, anak juga…
Read More
Masalah Kulit pada Anak, Atasi Segera

Masalah Kulit pada Anak, Atasi Segera

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5406" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Banyak orangtua kesulitan mengatasi masalah kulit pada anak. Ini karena kulitnya yang sensitif. Pembawa acara sekaligus dokter, Reisa Broto Asmoro berbagi pengalamannya mengatasi masalah kulit pada anak. Reisa mengaku kedua anaknya memiliki masalah kulit yang berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, anak keduanya, Yoda yang baru berusia 4 bulan megalami dermatitis atopik atau eksim. Dia pun berusaha memberikan perlindungan dengan cara memberikan perawatan kulit yang tepat. “Ania (anak pertama) waktu bayi ruam asi di wajah. Anak kedua, baby Yoda kemerahan, kering, gatal, mengelupas,” kata Reisa. “Begitu diperiksa dia atopik. Kita cari solusi apakah airmya atau apa. Setiap anak memiliki jenis kulit yang berbeda. Atopik tidak muncul terus. Naik turun. Bila daya tahan tubuh turun akan muncul ruamnya. Makanya pakai krim khusus untuk atopik,” tambah dia. Pada…
Read More
Simak Saran Ahli Mengenai Camilan Anak

Simak Saran Ahli Mengenai Camilan Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5403" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Kebanyakan anak pasti menyukai camilan.  Namun para orangtua  kerap merasa dilema karena terkadang camilan justru menimbulkan sejumlah masalah bagi anak mereka. Jangan khawatir, memakan camilan tidak selalu berakhir buruk. Ahli gizi dari Nutrition and Dietetics Department di KK Women's and Chlidren's Hospital, Jasly Koo mengatakan bahwa camilan bisa berdampak baik bagi anak asal diberikan secara tepat guna. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pemberian camilan kepada anak. Jenis Saat memberikan camilan untuk anak perhatikan jenis. Hindari makanan yang mengandung kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi seperti soda, minuman dengan perisa buah, permen, atau keripik kentang. Hal ini karena makanan-makanan tersebut tinggi gula, garam atau lemak sedangkan nilai gizinya rendah. Pilihlah makanan ringan yang sarat gizi seperti buah-buahan, jus, seral, pai dan sebagainya. Porsi…
Read More
Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5387" align="alignleft" width="300"] Foto: moveondiet.com[/caption] Beberapa orang dewasa memilih menjadi vegetarian untuk beberapa alasan, termasuk diet. Dengan menjadi vegetarian, mereka hanya mengonsumsi makanan dari tanaman. Namun, ada kelompok-kelompok usia yang tidak disarankan mengikuti cara dan pola makan vegan ini. “Saya tidak menyarankan anak-anak, remaja, dewasa muda, apalagi ibu hamil menjadi vegan,”  ujar Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah. Menurut Hardinsyah ada komponen penting bagi tubuh yang tidak bisa didapatkan dari sumber pangan nabati. “Salah satu keunggulan protein hewani itu adalah vitamin B12, di protein nabati itu enggak ada B12,” katanya. Padahal, vitamin B12 memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf, sel-sel darah merah, dan mencegah anemia, Lalu, seorang vegan pun tak bisa makan telur. Padahal, sumber pangan dengan kualitas protein paling baik berasal dari telur. Kehadiran protein dalam tubuh…
Read More