Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6606" align="alignleft" width="300"] Foto: prelo.co.id[/caption] Kurangnya informasi yang memadai bisa membuat banyak orang bersikap kurang tepat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu hal yang biasa dilakukan adalah seseorang secara tidak sadar memperhatikan ABK dalam waktu yang lama. Ada juga yang memberikan tatapan sinis, atau bahkan mengeluarkan kalimat negatif. Bahkan tak jarang, anak berkebutuhan khusus menjadi korban perundungan (bullying) fisik ataupun mental. Padahal, bullying secara langsung dan tidak langsung akan memberikan efek pada korbannya. Menurut pendiri Yayasan Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI) sekaligus orangtua ABK, Gayatri Pamoedji, efek bullying pada ABK tergantung pada cara diperlakukan di rumah. “Jika dia diperlakukan dengan sangat baik, ia akan merasa aman. Saya selalu bilang pada anak saya, apa pun yang terjadi di luar, kamu aman di rumah. Dan itu membuat dia menjadi pribadi…
Read More
Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6584" align="alignleft" width="300"] Foto: fimela.com[/caption] Diare merupakan salah satu penyakit yang biasa menyerang siapa pun termasuk anak-anak. Pada anak-anak, masalah kesehatan ini bisa lebih berisiko karena bisa berujung pada kematian. Menurut dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi Ade Djanwardi Pasaribu, diare bisa mematikan karena menyebabkan dehidrasi. Artinya, tubuh anak kekurangan cairan. Dan kehilangan beberapa persen saja bisa mengancam keadaan jiwanya. Ketika diare, penanganan dengan cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Berikut lima penanganan pertama yang dapat Anda lakukan jika buah hati terkena diare. Anak yang terkena diare harus tetap diberikan asupan yang cukup. Orangtua harus menjaga kebutuhan gizi anak agar tetap terpenuhi. Tetapi, bukan berarti terus-menerus memberikan air putih. “Cairan memang hilang, tapi bisa digantikan dengan teh manis atau kuah sup. Bisa juga diberikan apel atau pisang,” jelas Ade. Jika…
Read More
Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6581" align="alignleft" width="300"] Foto: nutrisains.com[/caption] Pada anak-anak, terdapat sejumlah gangguan pencernaan yang sering terjadi dan cukup mengkhawatirkan. Dokter spesialis anak konsultan Ariani Dewi Widodo menyampaikan, gangguan pencernaan berupa diare, konstipasi (sembelit) yang mana sulit buang air besar (BAB) termasuk paling sering terjadi. “Biasanya anak itu diare dan sembelit. Yang sering juga dialami anak yakni muntah, sakit perut, dan rasa tidak selesai BAB (BAB tidak tuntas). Pola BAB tidak teratur seperti kadang konstipasi, kadang diare dan kondisi ini berubah-ubah. Nah, itu semua keluhan yang seringkali membuat orangtua datang ke dokter pencernaan,” jelas Ariani. Penyebab gangguan pencernaan pada anak terkait sistem yang mengatur saluran cerna dan otak. Jika saraf antara saluran cerna dan otak terganggu, maka anak akan merasakan sensasi nyeri dan kembung. “Faktor lain, bagaimana motilitas atau gerakan saluran cernanya.…
Read More
Asupan Serat Tepat Anak Sehat

Asupan Serat Tepat Anak Sehat

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6566" align="alignleft" width="300"] Foto: koran-jakarta.com[/caption] Asupan serat yang tepat merupakan hal yang yang sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Hal ini bisa bermanfaat untuk sistem pencernaan dan membuat frekuensi buang air besar (BAB) anak menjadi lebih teratur. Menurut Frieda Handayani konsultan gastrohepatologi anak, serat punya banyak fungsi, salah satunya menstimulasi pergerakan usus sehingga mampu mempertahankan frekuensi buang air besar lebih teratur dan konsistensi tinja yang lunak. Serat termasuk bagian dari karbohidrat yang tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh karena tahan terhadap enzim-enzim pencernaan. Berdasarkan jenisnya, serat dibagi menjadi dua, yaitu soluble fiber (serat yang larut dengan air) dan insoluble fiber (serat yang tidak larut dalam air). Beberapa jenis serat, seperti FOS dan GOS juga terbukti mendukung bakteri baik dalam saluran pencernaan. Asupan serat yang cukup ditambah gizi seimbang ikut…
Read More
Jangan Biarkan Anak Alami Obesitas

Jangan Biarkan Anak Alami Obesitas

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6560" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Ada sejumlah hal yang bisa memicu terjadinya obesitas pada anak-anak. Pola penanganannya pun berbeda dengan orang dewasa. Pasien dewasa dapat mengurangi asupan kalori melalui program diet yang sehat serta meningkatkan aktivitas fisik. Namun, cara tersebut tidak dapat langsung diterapkan pada anak. Penanganan obesitas pada anak punya metode sendiri. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto, ada lima strategi khusus mengatasi obesitas pada anak. Dalam hal ini, penanganan obesitas anak bukan hanya sekadar melalui operasi bariatrik (pembedahan yang dilakukan membantu menurunkan berat badan). Pertama, kita harus mengubah pola makan yang ada. Bukan dengan diet ketat semata. Ini karena pasien adalah anak yang masih membutuhkan pertumbuhan tubuh yang optimal. Kedua, meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan, bukan latihan beban. Latihan beban nantinya bisa meningkatkan risiko cedera.…
Read More
Waspadai Leukosit Tinggi Pada Anak

Waspadai Leukosit Tinggi Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6524" align="alignleft" width="300"] Foto: medcom.id[/caption] Kondisi anak yang mengalami leukosit tinggi tidak boleh disepelekan, sebab dapat menjadi pertanda adanya sesuatu yang tidak normal pada tubuh anak. Leukosit, atau yang lebih dikenal sebagai sel darah putih, adalah sel darah yang berfungsi untuk melawan masuknya zat asing atau memerangi infeksi dalam tubuh. Leukosit diproduksi di sumsum tulang belakang dan menjadi hal penting dari sistem kekebalan tubuh karena menghasilkan antibodi yang dapat menangkal virus, bakteri, atau zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Demam merupakan salah satu tanda bahwa sel darah putih sedang bekerja melawan zat asing atau memerangi infeksi tersebut. Jumlah leukosit pada anak normalnya berkisar 4.500 hingga 10.000 untuk setiap mikroliter darah. Jumlah pasti leukosit tiap anak bisa saja berbeda-beda. Namun, jumlah tersebut akan kian berkurang seiring bertambahnya usia pada anak.…
Read More
Temukan Cara Mengatasi Anak Tantrum

Temukan Cara Mengatasi Anak Tantrum

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6521" align="alignleft" width="300"] Foto: astaga.com[/caption] Banyak orangtua cemas bila menghadapi anak dengan tantrum berlebihan. Berikut ada beberapa cara mengatasi yang bisa para orangtua bisa lakukan. Berikan pelukan dan ciuman Jika memungkinkan untuk mendekati anak yang sedang mengamuk, segeralah untuk memeluk dan mencium mereka. Keduanya merupakan tindakan sederhana tapi berdampak sangat besar untuk menenangkan anak. Ajak anak bicara Anak tantrum karena menginginkan sesuatu tapi tidak bisa mengungkapkannya. Untuk itu anak perlu diajak berbicara, tapi tunggu hingga ia tenang. Anak yang sedang mengamuk mustahil untuk diajak berkomunikasi. Jika ia belum bisa lancar berbicara, berikan pertanyaan yang mungkin menjadi penyebab ia marah dan ia pasti akan merespon dengan anggukan atau gelengan kepala. Hentikan aktivitas Anak sangat ingin mendapatkan perhatian orangtuanya, terlebih saat orangtuanya sedang sibuk melakukan sesuatu. Jadi jika ia mulai marah…
Read More
Cermati Penyebab Sistem Imunitas yang Lemah Pada Anak

Cermati Penyebab Sistem Imunitas yang Lemah Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6511" align="alignleft" width="300"] Foto: aryanto.id[/caption] Sistem imun atau daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Ia masih rentan sakit karena kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna. Menurunnya sistem imun anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut faktor-faktor penyebab lemahnya sistem imun tubuh pada anak. Kekurangan nutrisi Di usia pertumbuhan anak-anak membutuhkan banyak nutrisi. Tidak hanya diperlukan untuk tumbuh kembangnya, tapi juga untuk meningkatkan sistem imunnya. Ketika anak tidak mendapatkan cukup nutrisi, maka proses alami yang terjadi di tubuhnya akan melambat. Proses menghasilkan leukosit atau sel-sel darah putih yang berfungsi sebagai salah satu yang berperan dalam menghalau virus dan bakteri penyebab penyakit pun ikut melambat. Jika…
Read More
Jadikan Anak Mandiri Sejak Diri Ikuti Cara Ini

Jadikan Anak Mandiri Sejak Diri Ikuti Cara Ini

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6507" align="alignleft" width="300"] Foto: mooimom.id[/caption] Dalam masyarakat, banyak ditemui anak yang tidak mandiri, meski secara usia sudah tergolong dewasa. Salah satu penyebannya karena cara mendidik anak yang kurang tepat dari orang tuanya. Ya, anak yang kurang mandiri sebenarnya adalah hasil dari orangtua yang tidak membiasakan anaknya untuk bekerja di rumah dan selalu menyelesaikan tugas yang seharusnya bisa dilakukan sendiri oleh sang anak. Mendidik anak agar mandiri memang harus dimulai sejak dini. Jadi mumpung belum terlambat, ikuti tips-tips untuk membuat anak mandiri berikut ini: Jangan terlalu mengekang Khawatir kepada buah hati memang sangat wajar dimiliki oleh setiap orangtua. Namun bukan berarti orangtua bisa mengekangnya yang justru dapat membuat ia menjadi takut untuk berbuat sesuatu. Orangtua harus memberikan kebebasan yang tetap sesuai aturan. Dengan begitu, buah hati akan belajar untuk bertanggung…
Read More
Simak 7 Permainan Untuk Asah Otak Anak

Simak 7 Permainan Untuk Asah Otak Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6486" align="alignleft" width="300"] Foto: redcenit.com[/caption] Bermain, bagi anak adalah sarana untuk mengasah otaknya. Terlebih di usia 0 hingga 5 tahun adalah golden age atau masa emas anak di mana otaknya berkembang dan fisiknya bertumbuh dengan sangat baik. Menurut para ahli, sebanyak 90 persen otak anak mengalami perkembangan yang drastis. Untuk itu di samping memberikan asupan makanan yang bergizi, Ibu juga harus mengimbanginya dengan mengajak ia bermain permainan asah otak anak. Berikut beberapa permainan yang bisa Ibu coba berikan:    Menyusun puzzle Ayah dan ibu pasti sudah sangat familiar dengan permainan puzzle. Selain mengasyikkan, ternyata permainan ini juga baik untuk diberikan kepada anak karena dapat mengasah otak kanan dan kirinya. Dengan menyusun puzzle akan meningkatkan fokus anak untuk mengambil kemungkinan solusi dan memecahkan masalah yang ia hadapi. Untuk anak usia balita, berikan puzzle…
Read More