Ini Kelainan Darah yang Membahayakan Tubuh

Ini Kelainan Darah yang Membahayakan Tubuh

Artikel Umum
Ini Kelainan Darah yang Membahayakan Tubuh Pembuluh darah dalam tubuh memiliki peran penting karena terus-menerus menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Terkadang, pembuluh darah rawan mengalami kelainan, seperti hipertensi atau hipotensi. Apabila dibiarkan begitu saja, bisa-bisa hal ini berbahaya bagi tubuh. Hipertensi Tekanan darah tinggi atau kerap dikenal dengan istilah hipertensi merupakan tekanan atau kekuatan aliran darah yang cukup tinggi pada bagian pembuluh darah arteri. Tekanan darah dalam tubuh ini harus benar-benar diperhatikan dan dijaga. Bila dibiarkan bisa berdampak pada fungsi-fungsi organ penting dalam tubuh kita, seperti jantung dan otak. Fakta lain, 60 persen penderita hipertensi berakhir terkena serangan stroke dan jantung karena terjadi penyempitan pembuluh darah arteri pada kedua organ tersebut. Tidak perlu heran bahwa hipertensi memiliki julukan “silent killer” atau pembunuh…
Read More
Kenali Istilah Lazarus Syndrome

Kenali Istilah Lazarus Syndrome

Artikel Umum
Kenali Istilah Lazarus Syndrome Beberapa hari belakangan, media sosial dihebohkan dengan potongan video yang menunjukkan seorang pria bangkit kembali dari peti setelah dinyatakan meninggal dunia. Ini kerap juga disebut mati suri. Namun, setelah diusut lebih jauh, ternyata aksi tersebut dilancarkan oleh seorang pria berinisial Urip Saputra di Bogor dengan tujuan untuk menghindari debt collector. Namun, satu hal yang menarik ketika potongan video tersebut viral adalah banyak orang yang menghubungkannya dengan lazarus syndrome. Apa itu Lazarus Syndrome? Lazarus Syndrome merupakan sebuah kondisi ketika sirkulasi darah pada tubuh seseorang kembali secara spontan yang tertunda setelah dilakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR). Dengan kata lain, lazarus syndrome terjadi ketika seseorang yang sudah dinyatakan meninggal karena detak jantungnya berhenti, kembali mengalami aktivitas jantung mendadak. Sejatinya, nama lazarus syndrome ini berasal…
Read More
Ini Penyebab Tinnitus yang Bikin Tidur Tak Nyenyak

Ini Penyebab Tinnitus yang Bikin Tidur Tak Nyenyak

Artikel Umum
Ini Penyebab Tinnitus yang Bikin Tidur Tak Nyenyak Tinnitus atau telinga berdenging bisa muncul di salah satu atau keduanya. Denging yang terdengar bukan suara dari luar telinga. Denging bisa terdengar terputus-putus atau terus-menerus. Menjadi parah kondisinya, di mana telinga berdenging bisa menyebabkan orang kesulitan berkonsentrasi dan tidur. Kondisi itu bisa mengganggu pekerjaan dan hubungan pribadi yang mengakibatkan tekanan psikologis. Tinnitus disebabkan beberapa masalah telinga antara lain: Masalah bagian dalam telinga Di telinga bagian dalam atau koklea terdapat sel rambut kecil dan halus yang bergerak saat menerima gelombang suara. Gerak itu memicu sinyal di sepanjang saraf dari telinga ke saraf pendengaran. Otak akan menerjemahkan sinyal sebagai suara. Seiring terpapar suara keras rentan mempengaruhi bagian dalam telinga. Kebocoroan impuls sinyal acak ke otak menyebabkan tinnitus. Infeksi…
Read More
Kenali Penyebab Hilangnya Daya Indera Penciuman

Kenali Penyebab Hilangnya Daya Indera Penciuman

Artikel Umum
Kenali Penyebab Hilangnya Daya Indera Penciuman Banyak orang mengalami kehilangan daya penciuman atau anosmia sebagai gangguan sementara. Biasanya tersumbat pilek. Begitu hawa dingin mereda, indera penciuman perlahan kembali normal. Namun, anosmia juga bisa menandakan gejala Covid-19. Anosmia terjadi saat indera penciuman kehilangan kemampuannya untuk membaui. Kondisi itu akan menyulitkan aktivitas dan kewaspadaan orang yang mengalaminya. Hilangnya kemampuan membaui bukan hanya gegara gejala Covid-19. Penyebab anosmia Iritasi selaput lendir Anosmia bisa lantaran terjadi pembengkakan atau penyumbatan yang mencegah bau tidak masuk ke bagian atas hidung. Anosmia terkadang juga disebabkan masalah sistem yang mengirimkan sinyal dari hidung ke otak. Iritasi selaput lendir yang melapisi hidung termasuk infeksi sinus, flu biasa, merokok, influenza, dan alergi. Saluran hidung tersumbat Kehilangan penciuman bisa terjadi jika ada sesuatu yang secara…
Read More
Ginjal Bersih Hidup Pun Tak Risih

Ginjal Bersih Hidup Pun Tak Risih

Artikel Umum
Ginjal Bersih Hidup Pun Tak Risih Ginjal memiliki fungsi sentral dalam metabolisme tubuh. Bila tidak dijaga, maka berbagai penyakit pun mengintai. Organ tubuh yang berbentuk seperti kacang merah ini bertanggung jawab untuk membuang limbah dan zat racun dari dalam tubuh. Mengutip dari Very Well Health, per hari ginjal membuang sekitar dua liter kelebihan air dan produk limbah serta memproses sekitar 200 liter darah.  Ginjal melepaskan tiga jenis hormon yakni, erythropoietin (yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah), renin (mengatur tekanan darah), dan calcitriol (bentuk aktif vitamin D). Perlu diketahui, Calcitriol juga membantu menjaga kalsium untuk tulang dan keseimbangan kimia dalam tubuh. Kesehatan ginjal harus terus dijaga. Tujuannya agar ginjal bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Cara paling mudah untuk menjaga kesehatan ginjal adalah dengan…
Read More
Atasi Leher Kaku Turunkan Risiko Komplikasi

Atasi Leher Kaku Turunkan Risiko Komplikasi

Artikel Umum
Atasi Leher Kaku Turunkan Risiko Komplikasi  Leher yang kaku akan menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman saat melakukan aktivitas. Health Direct menyebutkan bahwa ketika leher kaku dibiarkan saja akan muncul rasa sakit kronis yang tidak kunjung hilang. Leher yang kaku sebenarnya tidak direkomendasikan untuk diatasi sendiri. Diperlukan bantuan dari dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa kaku pada leher. Lakukan kompres dingin atau hangat Healthline menyebutkan bahwa kompres dingin menggunakan es akan mengurangi peradangan dan pembengkakan dengan cara mengurangi aliran darah pada area yang terasa sakit. Sedangkan kompres hangat akan menstimulasi aliran darah sehingga kombinasi keduanya disarankan untuk mengatasi leher yang kaku. Aplikasikan kompres dingin selama 20 menit dan ganti dengan kompres…
Read More
Simak Pola Makan Terlarang Bagi Usia di Atas 50 Tahun

Simak Pola Makan Terlarang Bagi Usia di Atas 50 Tahun

Artikel Umum
Simak Pola Makan Terlarang Bagi Usia di Atas 50 Tahun  Kebiasaan hidup sehat perlu lebih ditingkatkan begitu memasuki usia senja atau di atas 50 tahun. Berikut pola makan terlarang bagi usia di atas 50 tahun. Mengutip Eat This, para ahli menyebutkan, ada risiko penyakit yang berpotensi timbul pada individu berusia di atas 50 tahun. “Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, divertikulosis (pembengkakan di saluran pencernaan), dan osteoporosis adalah beberapa masalah yang lebih umum setelah usia 50 tahun,” kata ahli diet Melissa Rifkin, yang berbasis di New York, Amerika Serikat. “Masing-masing kondisi ini mungkin memiliki faktor keturunan, namun gaya hidup termasuk pilihan makanan bisa memengaruhi perkembangan penyakit,” ungkap ahli nutrisi diet Sydney Greene. “Dengan bertambahnya usia, ada risiko patah tulang dan kekakuan tulang yang…
Read More
Simak 6 Langkah Memelihara Kesehatan Mental Lansia

Simak 6 Langkah Memelihara Kesehatan Mental Lansia

Artikel Umum
Simak 6 Langkah Memelihara Kesehatan Mental Lansia Kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting bagi para lanjut usia (lansia). Dibutuhkan langkah-langkah konkrit agar kesehatan mental bisa terpelihara. Seperti dikatakan psikolog Mona Sugianto. "Pertama, interaksi sosial itu penting. Bagaimana pun, social connection perlu dijaga agar mereka tetap terlibat entah di RT atau lomba apa misalnya," kata Mona. Menurutnya, hubungan sosial sangat baik untuk kesehatan mental lansia. Sebab, mereka tidak akan merasa sendirian atau tidak diperhatikan. Kedua, para lansia juga harus dibuat aktif setiap harinya. Dalam hal ini, penting untuk membuat jadwal harian maupun mingguan sehingga mereka tidak akan merasa bosan. "Sangat baik kalau kita mendiskusikan. Kita sebagai anak itu membuat jadwal, kita kasih buku catatan. Jadwal harian itu harus ada, misalnya, makan, olahraga, istirahat, berjemur.…
Read More
Stop Makan-Minum yang Manis, Jangan Biarkan Pankreas Kelelahan

Stop Makan-Minum yang Manis, Jangan Biarkan Pankreas Kelelahan

Artikel Umum
Stop Makan-Minum yang Manis, Jangan Biarkan Pankreas Kelelahan Masyarakat diingatkan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis atau dengan kandungan gula secara berlebihan. Kebiasaan itu berisiko memicu lelahnya pankreas bekerja dan pada akhirnya membuat penyakit diabetes. Hal itu dikatakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dr. R Bowo Pramono. "Konsumsi gula tidak dilarang, tapi secukupnya. Dengan begitu, kehidupan kesehatan pankreas kita cukup dijaga sehingga tidak bisa menjadi diabetes," kata dokter dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta ini. Dr. Bowo mengatakan, makanan dan minuman yang mengandung gula, terutama karbohidrat, sebetulnya memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan, terjadi penimbunan gula atau glukosa di dalam tubuh. Dr. Bowo menjelaskan ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung gula, organ pankreas akan bekerja dengan mengeluarkan insulin…
Read More
Dapatkan Manfaat Lebih Dari Tidur Malam Berkualitas

Dapatkan Manfaat Lebih Dari Tidur Malam Berkualitas

Artikel Umum
Dapatkan Manfaat Lebih Dari Tidur Malam Berkualitas Tidur berkualitas memiliki banyak manfaat kesehatan. Sebaliknya, kurang tidur bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan penyakit kronis. Para peneliti di University College London menganalisis data dari hampir 8.000 orang selama 25 tahun. Tim peneliti meninjau berapa lama waktu tidur peserta studi dan risiko kasus penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Peserta yang tidur selama lima jam atau kurang pada usia 50 tahun, 30 persen lebih mungkin memiliki dua atau lebih masalah kesehatan jangka panjang. Para peserta itu juga menunjukkan 25 persen peningkatan risiko kematian. Pada usia 60 tahun, orang yang cenderung kurang tidur ditemukan memiliki risiko 32 persen lebih besar mengidap sejumlah penyakit. Pada peserta dengan usia 70 tahun, peningkatan risikonya sebesar 40 persen. Pakar tidur dan psikolog klinis…
Read More