Mengenal Gangguan Afasia, Kala Orang Kesulitan Berkomunikasi

Mengenal Gangguan Afasia, Kala Orang Kesulitan Berkomunikasi

Artikel Umum
Mengenal Gangguan Afasia, Kala Orang Kesulitan Berkomunikasi Afasia adalah gangguan komunikasi yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berbahasa, termasuk bicara. Penderita gangguan afasia akan sulit memahami percakapan, membaca dan memahami kata-kata tertulis, menulis kata, dan menggunakan angka, dikutip dari Medical News Today. Gangguan ini terjadi secara mendadak setelah seseorang mengalami stroke atau cidera kepala. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi secara bertahap akibat kehadiran tumor otak. Tingkat keparahan gangguan afasia sangat tergantung pada sejumlah faktor, seperti penyebab dan seberapa parah kerusakan yang terjadi pada otak. Seperti yang dilansir dari Health Focus, inilah beberapa gejala yang sering muncul dari gangguan afasia, antara lain: Berbicara menggunakan kalimat singkat atau tidak lengkap Berbicara dengan susunan kalimat yang tidak masuk akal Mengganti satu kata dengan yang lain atau satu…
Read More
Waspadai, Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia

Waspadai, Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia

Artikel Umum
Waspadai, Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia Hipotermia adalah keadaan darurat medis di mana tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkannya, sehingga menyebabkan penurunan suhu inti tubuh yang berbahaya. Tanpa pengobatan yang cepat dan tegas, jantung, paru-paru, dan organ lainnya dapat berhenti, menyebabkan kegagalan organ hingga kematian. Hipotermia sering disebabkan oleh paparan cuaca dingin atau perendaman badan di air yang dingin. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh paparan terus-menerus terhadap suhu dalam ruangan di bawah 10 derajat Celcius. Biasanya hipotermia dialami oleh pendaki, penyelam, hingga bayi dan lansia yang kelelahan. Apa saja gejala yang dirasakan ketika seseorang mengalami hipotermia? Menggigil, meskipun ini mungkin berhenti saat suhu tubuh turun. Bicara cadel atau bergumam. Pernapasan lambat dan dangkal. Denyut nadi lemah. Kecanggungan atau…
Read More
Dokter: Lansia Sebaiknya Mandi Tak Lebih dari 10 Menit

Dokter: Lansia Sebaiknya Mandi Tak Lebih dari 10 Menit

Artikel Umum
Baiknya Lansia Mandi Tak Lebih Dari 10 Menit, Kenapa? Para lanjut usia disarankan untuk mandi tidak lebih dari 10 menit. Alasannya, guna mencegah kulitnya tidak semakin kering. Hal itu dikatakan pakar dermatologi dan venerologi dr Amelia Setiawati Soebyanto, SpDV. "Itu pun nggak berendam, mandi biasa," ujarnya. Menurutnya, lansia sebaiknya memilih air yang hangat dan sabun yang tidak bersifat iritatif karena akan menyebabkan kulit semakin kering. Sabun yang bersifat iritatif di antaranya mengandung antibakterial atau yang berfungsi untuk memutihkan kulit. Terkait sabun mandi, disarankan yang sifatnya cair ketimbang batang. Salah satunya karena berisiko terkontaminasi bakteri akibat penggunaan bersama dengan anggota keluarga lainnya. "pH untuk sabun batang lebih tinggi jadi bersifat alkali, itu yang bisa membuat kulit jadi lebih kering. Karena pH kulit sekitar 4,5-5,5, jadi…
Read More
Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas

Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas

Artikel Umum
Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas Saat berusia 40an atau 50an perempuan umumnya mengalami penurunan hormon reproduksi, yang menyebabkan siklus menstruasi berakhir. Waktu yang menandai akhir siklus menstruasi perempuan disebut menopause. Untuk itu, disarankan para wanita mewaspadai sindroma metabolik. Salah satu tanda sindroma (kumpulan gejala) metabolik adalah obesitas perut dan lingkar perut 80 cm lebih. Tanda sindroma metabolik yang lain yakni, peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, dan lemak tubuh. “Sindroma metabolik diikuti dengan sering haus, sering kencing, sakit kepala, pegal-pegal, dan mudah lelah,” kata Presiden Perminesia Tita Husnitawati. Dia menjelaskan, sindroma metabolik ini merupakan tanda awal berkembangnya penyakit pembuluh darah, jantung, dan gejala prediabetes. Tita menyampaikan pengaruh gaya hidup terhadap perubahan kondisi tubuh perempuan ketika memasuki masa menopause. “Kondisi menopause menyebabkan…
Read More
Kurangi Dampak Menopause, Hidup Sehat Sejak Dini

Kurangi Dampak Menopause, Hidup Sehat Sejak Dini

Artikel Umum
Kurangi Dampak Menopause, Hidup Sehat Sejak Dini Para wanita disarankan untuk menjalani hidup sehat sejak belia untuk menghindari perubahan tubuh akibat menopause. “Hidup sehat dapat dijalani sejak usia belia. Caranya sebenarnya sederhana, murah, tidak sulit, praktis, bahkan menguntungkan karena manfaatnya dirasakan jauh sampai kita tua,” kata Presiden Perkumpulan Menopause Indonesia (Perminesia) Tita Husnitawati, dalam memperingati World Menopause Day 2022 bertema: Cognition and Mood, beberapa waktu lalu. Tita menjelaskan, kebiasaan hidup sehat dapat dilakukan dengan berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bernutrisi sehat dan gizi seimbang, menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok, minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat, serta menghindari untuk hidup pada lingkungan yang tidak sehat, jauh dari polutan, kebisingan, dan pemukiman padat. “Kondisi menopause menyebabkan gejala atau sindroma metabolik yang terdiri dari obesitas perut yang ditandai lingkar…
Read More
Heat Stress Berbahaya Bila Tak Segera Ditangani

Heat Stress Berbahaya Bila Tak Segera Ditangani

Artikel Umum
Heat Stress Berbahaya Bila Tak Segera Ditangani Heat stress terjadi karena tubuh tak bisa membuang panas berlebih. Kondisi itu menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh dan detak jantung. Saat tubuh terus menyimpan suhu panas, seseorang mulai kehilangan konsentrasi dan mengalami kesulitan fokus. Berbagai faktor yang menyebabkan heat stress, termasuk suhu udara yang tinggi, panas radiasi, dan kelembapan tinggi. Aktivitas fisik yang terlalu berat juga mempengaruhi heat stress. Suhu panas menjadi beban tambahan tubuh yang menyebabkan gangguan fisik. Kerja jantung makin bertambah menyebabkan banyak berkeringat sampai mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Beberapa risiko lain bagi seseorang yang kelebihan berat badan, memiliki penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Merujuk Environmental Health and Safety, saat tubuh tidak bisa membuang panas berlebih, tubuh terus menyimpan panas. Efek heat stress…
Read More
Ini Golongan yang Paling Rentan Terkena Osteoporosis

Ini Golongan yang Paling Rentan Terkena Osteoporosis

Artikel Umum
Ini Golongan yang Paling Rentan Terkena Osteoporosis Setiap 20 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Osteoporosis termasuk silent disease atau tak menunjukkan gejala jelas sehingga baru diketahui saat terjadi patah tulang atau pemeriksaan kepadatan tulang (BMD). Karena itu, pencegahan penting dilakukan, untuk mencapai massa tulang yang maksimal hingga usia dewasa dan meminimalkan risiko patah tulang di usia lanjut. Spesialis bedah tulang dr. Oryza Satria, SpOT(K) mengatakan, perempuan berusia di atas 50 tahun dan sudah mengalami menopause lebih rentan mengalami osteoporosis. Terlebih jika ia memiliki massa tulang yang rendah. “Yang paling rentan itu wanita di atas umur 50 tahun, terus sudah menopause. Terlebih kalau di masa mudanya orang-orang itu kurang aktivitas fisik, kemudian indeks kalsium dan proteinnya kurang di bawah rekomendasi. Itu berisiko tinggi terkena…
Read More
Rajin Berjemur Kurangi Risiko Radang Sendi

Rajin Berjemur Kurangi Risiko Radang Sendi

Artikel Umum
Rajin Berjemur Kurangi Risiko Radang Sendi Radang sendi (artritis) memiliki gejala nyeri sendi, bengkak kemerahan, panas pada perabaan, bahkan demam. “Sebetulnya ini bisa dicegah kalau kita mengerti bahwa hidup itu perlu sinar matahari, salah satunya. Sinar matahari akan membentuk vitamin D dalam tubuh kita, terutama pada permukaan kulit. Nanti di sana akan memenuhi kebutuhan vitamin D dan itu akan mencegah radang sendi,” kata Spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi, Sumartini Dewi. Oleh karenanya, Sumartini menegaskan, berjemur di bawah sinar matahari secara rutin dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit artritis atau radang sendi. Menurutnya, gejala khas artritis yaitu, kaku sendi saat bangun tidur di pagi hari. Dia menjelaskan, sinar matahari mengandung ultraviolet (UV) A, B, dan C. Kulit mengandung pro vitamin D yang membutuhkan sinar UV…
Read More
Mengenal Skizoid, Kepribadian yang Tidak Suka Interaksi Sosial

Mengenal Skizoid, Kepribadian yang Tidak Suka Interaksi Sosial

Artikel Umum
Mengenal Skizoid, Kepribadian yang Tidak Suka Interaksi Sosial Gangguan kepribadian skizoid, yakni ketidakpedulian terhadap hubungan sosial. Kondisi skizoid membuat pengalaman emosional yang terbatas dengan orang lain. Orang yang mengalami gangguan kepribadian menjalani aktivitas biasa dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, tidak mau memiliki hubungan yang berarti dengan orang lain. Biasanya suka menyendiri dan melamun berlebihan. Kecenderungan kemungkinan mampu bekerja secara baik dalam pekerjaan yang menyendiri. Namun, kesulitan bekerja dengan orang lain atau kelompok. Ciri skizoid Mengutip Psychology Today, gejala gangguan kepribadian skizoid, yaitu: Tidak menginginkan atau menikmati hubungan dekat Menghindari aktivitas sosial yang banyak berkontak dengan orang lain Tidak peduli pujian atau kritik Menunjukkan sikap dingin emosional atau datar Bermasalah terhadap ekspresi diri Menunjukkan sedikit perubahan suasana hati Sedikit motivasi atau tujuan hidup Mengutip Psycom, orang…
Read More
Ternyata, Melamun Ada Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental

Ternyata, Melamun Ada Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental

Artikel Umum
Ternyata, Melamun Ada Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental  Melamun ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari memperluas kreativitas hingga membantu memecahkan masalah. Sebagai informasi, melamun mungkin menjadi salah satu kebiasaan yang hampir pernah dilakukan oleh setiap orang. Melamun biasanya kerap dikaitkan dengan kebiasaan buruk. Salah satu mitos yang beredar adalah terkait larangan melamun agar tidak ‘kesambet setan’ alias kerasukan jin. Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah, mitos ini cukup berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, ternyata kebiasaan melamun memiliki manfaat, termasuk untuk kesehatan mental. Data kesehatan yang dipublikasikan oleh Walden University, menyebutkan bahwa melamun terbukti bermanfaat mengurangi stres dan kecemasan yang berpengaruh terhadap kesehatan mental. Berikut ini empat manfaat dari melamun untuk kesehatan mental: Memperluas kreativitas  Melamun ternyata memiliki hubungan dengan tingkat kreativitas seseorang.…
Read More